Category: Uncategorized

  • Pastikan Data Akurat, KUA Dringu Turun Ukur Tanah Wakaf di Dua Desa

    Pastikan Data Akurat, KUA Dringu Turun Ukur Tanah Wakaf di Dua Desa

    Kontributor : Ainun Najib / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    DRINGU, 4 September 2026 — KUA Dringu melakukan pengukuran tanah yang akan diterbitkan Akta Ikrar Wakaf (AIW) di dua desa, yakni Desa Kalirejo dan Desa Kedungdalem, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penertiban administrasi wakaf untuk memastikan kesesuaian data dan kondisi tanah sebelum penerbitan AIW.

    Pengukuran dilakukan langsung oleh Kepala KUA Dringu, Muhtar, S.Ag., didampingi Penyuluh Agama Islam KUA Dringu, Muhammad Hafid. Kegiatan di lapangan turut melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), perangkat desa setempat, Nadzir, dan Wakif.

    Keterlibatan berbagai pihak tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengukuran berlangsung secara akurat dan transparan. Data hasil pengukuran menjadi salah satu bagian penting dalam kelengkapan administrasi penerbitan AIW serta memberikan kejelasan mengenai objek tanah yang diwakafkan.

    Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen KUA Dringu dalam memberikan pelayanan wakaf yang tertib dan sesuai ketentuan. Verifikasi secara langsung di lapangan diharapkan dapat meminimalkan kesalahan data serta memperlancar proses administrasi wakaf bagi masyarakat.

    Melalui pengukuran dan verifikasi bersama, KUA Dringu terus mendorong terwujudnya tertib administrasi dan kepastian hukum tanah wakaf, sehingga hak dan kepentingan Wakif maupun Nadzir dapat terlindungi serta proses pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efektif.

  • Transformasi KUA Berlanjut, Kepala Kemenag Probolinggo Tekankan Integritas dan Inovasi Layanan

    Transformasi KUA Berlanjut, Kepala Kemenag Probolinggo Tekankan Integritas dan Inovasi Layanan

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (04/09/2026) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Dr. H. Samsur,S.Ag., M.Pd.I. menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan peningkatan kualitas layanan kepada delapan Penyuluh Agama Islam yang mendapat tambahan tugas sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA). Penekanan tersebut disampaikan dalam pertemuan di ruang Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Jumat (4/9/2026), sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan tugas dan pelayanan KUA kepada masyarakat.

    Delapan Penyuluh Agama Islam tersebut mendapat tambahan tugas sebagai Kepala KUA sebagai bagian dari implementasi transformasi kebijakan Kementerian Agama. Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 24 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Urusan Agama serta Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1644 Tahun 2025 tentang Kepala Kantor Urusan Agama.

    Samsur mengatakan, jabatan Kepala KUA tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan pelayanan keagamaan dan layanan masyarakat berjalan secara profesional, transparan, dan berintegritas.

    “Menjadi Kepala KUA berarti menerima amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab. Saya berharap Kepala KUA yang baru mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

    Ia juga meminta para Kepala KUA memperkuat koordinasi dengan jajaran Kementerian Agama, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta unsur masyarakat dalam menjalankan tugas. Menurutnya, KUA harus mampu menjadi institusi pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus terus beradaptasi dengan transformasi layanan Kementerian Agama.

    “Kedepan, saya berharap KUA semakin hadir sebagai pusat layanan keagamaan yang berkualitas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Integritas harus menjadi fondasi, sementara inovasi dan kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan,” katanya.

    Sementara itu, secara terpisah Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo H. Imammuddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI. menyampaikan bahwa penugasan tersebut perlu diikuti dengan pemahaman yang baik terhadap regulasi dan penguatan kapasitas dalam mengelola layanan KUA.

    “Kepala KUA harus mampu mengintegrasikan seluruh layanan yang menjadi tugas dan fungsi KUA dengan mengedepankan profesionalitas, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap regulasi,” tuturnya.

    Dari delapan Kepala KUA yang mendapat tambahan tugas tersebut, dua di antaranya merupakan perempuan. Kehadiran dua perempuan dalam jajaran Kepala KUA di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menjadi bagian dari dinamika penguatan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan layanan keagamaan di tingkat kecamatan.

  • KUA Tegalsiwalan Mantapkan Semangat “KUA berSAHABAT”

    KUA Tegalsiwalan Mantapkan Semangat “KUA berSAHABAT”

    Kontributor: Aly Machsan Moesa / Editor : Saiful

    Tegalsiwalan, 4 September 2026 — Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus diperkuat Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegalsiwalan. Hal tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi (rakor) internal yang diikuti para ASN di lingkungan KUA Tegalsiwalan, Jumat (4/9/2026).

    Rakor yang berlangsung di KUA Kecamatan Tegalsiwalan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KUA Tegalsiwalan, Ananto Pratikno. Kegiatan menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta menyusun langkah bersama dalam menghadirkan pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat.

    Mengangkat tema besar “KUA berSAHABAT / SAHABAT KUA: Solusi Hadir Bagi Umat”, rakor menegaskan arah pelayanan KUA Tegalsiwalan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi juga menghadirkan kemudahan, keramahan, dan solusi bagi setiap kebutuhan masyarakat.

    Kepala KUA Tegalsiwalan, Ananto Pratikno, menekankan pentingnya kekompakan dan sinergi seluruh ASN dalam menjalankan tugas. Setiap personel diharapkan memiliki semangat yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik serta mampu menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.

    Semangat KUA berSAHABAT diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi nilai yang tercermin dalam perilaku dan budaya kerja sehari-hari. KUA harus mampu hadir secara dekat, terbuka, responsif, dan memberikan pelayanan yang profesional kepada umat.

    “SAHABAT KUA” menjadi representasi komitmen untuk menjadikan KUA sebagai tempat masyarakat mendapatkan pelayanan sekaligus solusi. Dengan demikian, keberadaan KUA benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam berbagai aspek pelayanan keagamaan dan kehidupan keluarga.

    Melalui rakor internal ini, KUA Tegalsiwalan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan. Sinergi seluruh ASN diharapkan mampu melahirkan inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan yang mudah, cepat, ramah, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

    Dengan semangat “KUA berSAHABAT — Solusi Hadir Bagi Umat”, KUA Tegalsiwalan terus melangkah menjadi institusi pelayanan keagamaan yang semakin dekat, hadir, dan bermanfaat bagi masyarakat.

  • Gugah Warga Binaan, Penyuluh Agama Tekankan Pentingnya Taubat dan Harapan

    Gugah Warga Binaan, Penyuluh Agama Tekankan Pentingnya Taubat dan Harapan

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (03/09/2026) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo memberikan bimbingan keagamaan kepada warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan spiritual, pentingnya taubat, memperbanyak ibadah, serta membangun harapan agar warga binaan tetap optimistis memperbaiki diri.

    Bimbingan keagamaan diikuti oleh seluruh warga binaan dengan pendampingan petugas Rutan Kraksaan. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua tempat, masing-masing untuk warga binaan laki-laki dan perempuan, guna menyesuaikan pelaksanaan pembinaan dengan kondisi peserta.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama Islam Muhammad Hefniyul Mubarok, S.HI, Muhammad Munir, S.Pd.I, Sunari, S.Pd.I, Ani Nur Diana, S.Pd.I, dan Umi Riyati, S.Pd.I, bersama pendamping Rutan Kraksaan.

    Dalam penyampaiannya, Muhammad Hefniyul Mubarok atau yang akrab disapa Mas Hefni, mengajak warga binaan untuk tidak larut dalam penyesalan maupun keadaan yang sedang dihadapi. Menurutnya, kesalahan masa lalu tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan harapan terhadap ampunan Allah SWT.

    “Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Seberat apa pun kesalahan yang pernah dilakukan, pintu taubat dan kesempatan untuk memperbaiki diri selalu terbuka selama kita mau kembali kepada Allah,” ujar Mas Hefni.

    Ia menekankan bahwa taubat tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui perubahan sikap dan peningkatan kualitas ibadah. Masa pembinaan di Rutan, kata dia, dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

    Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Ani Nur Diana menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan ibadah sebagai bagian dari proses memperbaiki diri. Ia menyampaikan bahwa konsistensi dalam beribadah dapat menjadi jalan untuk memperoleh ketenangan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.

    “Teruslah berusaha memperbaiki ibadah. Insyaallah, ketika kita mendekat kepada Allah dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan kebaikan, akan ada kemudahan dalam setiap langkah,” kata Ani Nur Diana.

    Pembinaan bagi warga binaan perempuan turut didampingi Umi Riyati bersama tim Rutan Kraksaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan antusiasme yang tinggi dan penuh khidmat.

    Kegiatan kemudian ditutup oleh Muhammad Munir. Selanjutnya, warga binaan mengikuti doa Simtudduror yang dipimpin Sunari. Rangkaian tersebut menjadi penutup pembinaan dengan suasana religius dan penuh kekhusyukan.

  • Bupati Probolinggo Resmikan Masjid Jami’ Al-Firdaus Pabean, Dorong Masjid Jadi Pusat Pembinaan dan Pemberdayaan Umat

    Bupati Probolinggo Resmikan Masjid Jami’ Al-Firdaus Pabean, Dorong Masjid Jadi Pusat Pembinaan dan Pemberdayaan Umat

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor. : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (03/09/2026) — Bupati Probolinggo Gus Haris, M.Kes meresmikan Masjid Jami’ Al-Firdaus Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, sebagai bagian dari upaya memperkuat fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Kamis, 03/09/2026.

    Peresmian tersebut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo Reno Handoyo, anggota DPRD Edi Susanto, Kabag Kesra Setda Kabupaten Probolinggo, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo H. Imammuddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI, Kepala KUA Kecamatan Dringu, Forkopimca Dringu, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Pabean.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Pabean Sulistiyono menyampaikan laporan mengenai proses pembangunan Masjid Jami’ Al-Firdaus. Ia menjelaskan bahwa pembangunan masjid sepenuhnya lahir dari inisiatif dan partisipasi masyarakat Desa Pabean.

    Mulai dari tahap perencanaan, konsep arsitektur hingga pelaksanaan konstruksi, masyarakat terlibat secara langsung. Pembangunan masjid dimulai pada 6 Juni 2023 dan selesai pada 14 Agustus 2026.

    Total anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp2,388 miliar. Pembiayaan berasal dari swadaya masyarakat, donasi warga, bantuan dari berbagai instansi, Pemerintah Desa Pabean, serta sumbangan dari berbagai pihak.

    Bupati Probolinggo Gus Haris dalam sambutannya mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang telah berhasil mewujudkan pembangunan Masjid Jami’ Al-Firdaus.

    Menurutnya, kemegahan bangunan masjid hendaknya diikuti dengan kemakmuran masjid melalui aktivitas ibadah, pendidikan, pembinaan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.

    “Harapannya, masjid ini tidak hanya ditunjang dengan bangunan yang megah, tetapi juga benar-benar makmur dengan kegiatan ibadah serta menjadi pusat pembinaan dan pemberdayaan umat,” ujar Gus Haris.

    Ia juga mengaitkan peresmian masjid dengan semangat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi sarana untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

    “Dengan semangat Maulid Nabi, mari kita meneladani Rasulullah yang diutus untuk menyempurnakan akhlak. Innamā bu‘itstu li utammima makārimal akhlāq,” ungkapnya.

    Gus Haris berharap keberadaan Masjid Jami’ Al-Firdaus dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Pabean dan sekitarnya. Masjid diharapkan tidak berhenti sebagai bangunan fisik, tetapi hidup melalui berbagai kegiatan yang mampu memperkuat keimanan sekaligus memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

    Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag.,, M.HI menyampaikan bahwa peresmian masjid merupakan awal dari perjalanan panjang untuk memakmurkannya.

    “Masjid yang sudah dibangun dengan semangat gotong royong masyarakat ini harus dilanjutkan dengan semangat yang sama dalam memakmurkannya. Ukuran keberhasilan pembangunan masjid bukan hanya terlihat dari kemegahan fisiknya, tetapi dari seberapa besar masjid mampu menghadirkan kemanfaatan bagi jamaah dan masyarakat,” tuturnya.

    Ia menambahkan, masjid memiliki posisi strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis dan berdaya. Karena itu, pengelolaan masjid perlu dilakukan secara aktif, terbuka dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

    “Masjid harus menjadi rumah bersama. Selain menjadi tempat salat dan ibadah, masjid dapat menjadi ruang pendidikan, pembinaan generasi muda, penguatan keluarga, kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi umat,” tambahnya.

    Peresmian Masjid Jami’ Al-Firdaus menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Pabean setelah lebih dari tiga tahun menjalani proses pembangunan. Dengan dukungan dan gotong royong berbagai pihak, masjid tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.

  • 10 Pasang Calon Pengantin Ikuti Bimwin Klasikal KUA Kraksaan

    10 Pasang Calon Pengantin Ikuti Bimwin Klasikal KUA Kraksaan

    Kontributor : Anwar Sanusi / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    KRAKSAAN, 03 September 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kraksaan melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Klasikal bagi 10 pasang calon pengantin. Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas dan bidang Keluarga Berencana (KB) Kraksaan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon pengantin agar memiliki bekal yang memadai dalam membangun kehidupan rumah tangga.

    Bimbingan perkawinan menjadi salah satu layanan penting KUA dalam memberikan pembekalan kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan kehidupan berumah tangga, tetapi juga mencakup aspek kesehatan keluarga dan perencanaan keluarga.

    Dalam kegiatan tersebut, para calon pengantin mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun keluarga yang harmonis, komunikasi antara suami dan istri, pemenuhan hak dan kewajiban dalam keluarga, serta penguatan kesiapan mental dan spiritual dalam menghadapi kehidupan rumah tangga.

    Selain itu, kerja sama dengan Puskesmas dan KB Kraksaan memberikan penguatan pada aspek kesehatan keluarga. Para peserta memperoleh informasi mengenai kesehatan reproduksi, pentingnya menjaga kesehatan pasangan, serta perencanaan keluarga sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.

    Kerja sama lintas sektor tersebut diharapkan dapat memberikan pembekalan yang lebih komprehensif bagi calon pengantin. Dengan bekal pengetahuan yang cukup, pasangan diharapkan mampu membangun keluarga yang sakinah, sehat, harmonis, dan bertanggung jawab.

    KUA Kecamatan Kraksaan terus mendorong pelaksanaan bimbingan perkawinan sebagai bagian dari pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, calon pengantin diharapkan tidak hanya siap secara administratif untuk melangsungkan pernikahan, tetapi juga memiliki kesiapan pengetahuan, mental, kesehatan, dan perencanaan keluarga dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

  • Tujuh Penyuluh Agama Kemenag Probolinggo Resmi Jabat Kepala KUA

    Tujuh Penyuluh Agama Kemenag Probolinggo Resmi Jabat Kepala KUA

    Kontributor : Lutfi Hidayat / Editor : Muh. Hefni M – Timred Bimas Islam

    SIDOARJO, 03 September 2026 – Berbekal rekam jejak pengabdian di masyarakat, sebanyak tujuh Penyuluh Agama Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA).

    Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar di Kantor Wilayah Kemenag Jatim, Sidoarjo, Kamis pagi (3/9/2026).

    Ketujuh penyuluh agama tersebut merupakan bagian dari 15 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Kabupaten Probolinggo yang diambil sumpahnya hari ini. Mereka adalah Sutiyono, Suharto, Nasir, Muhammad Is Afandi, K. Budianto, Kudsiya Azizah, serta Sulusiyah.

    Promosi ini membuktikan bahwa pengembangan karier ASN di lingkungan Kementerian Agama kini makin berorientasi pada kompetensi, integritas, dan rekam jejak pelayanan langsung di lapangan.

    Ruang Kepemimpinan Perempuan Kian Terbuka

    Momen pelantikan ini sekaligus menegaskan komitmen Kemenag dalam memperluas ruang kepemimpinan bagi perempuan di sektor pelayanan keagamaan, yang ditandai dengan dilantiknya Kudsiya Azizah dan Sulusiya.

    Kehadiran dua figur perempuan tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif pelayanan KUA di tingkat kecamatan, khususnya dalam merespons isu-isu strategis seperti ketahanan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta pencegahan pernikahan dini.

    Pesan Integritas dan Pelayanan Humanis

    Dalam arahannya, Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, mengingatkan para pejabat baru bahwa posisi yang mereka tempati merupakan amanah besar yang wajib dijalankan secara profesional.

    “Para pejabat yang dilantik diharapkan mampu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta membangun kolaborasi untuk menghadirkan pelayanan publik yang humanis dan adaptif,” tegasnya.

    Sebagai ujung tombak Kementerian Agama di tingkat kecamatan, peran Kepala KUA saat ini tidak hanya terbatas pada administrasi pernikahan semata, melainkan juga mencakup pembinaan umat, penyuluhan keagamaan, hingga pelayanan sosial masyarakat.

    Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Kementerian Agama dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.

  • KUA Paiton Wujudkan Eksistensi Program “JEMPOL”

    KUA Paiton Wujudkan Eksistensi Program “JEMPOL”

    Kontributor : Sayidina Ali / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    PAITON, 03 September 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Paiton terus memperkuat eksistensinya dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat melalui inovasi Jemput Bola (Jempol). Melalui kiprah para penyuluh agama, layanan pendampingan keagamaan kini hadir langsung di tengah masyarakat, salah satunya kepada nazhir Wakaf Masjid Baiturrahim, Desa Sumberanyar Blok Brigeen, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

    Pendampingan tersebut dilaksanakan pada Rabu (2/9/2026) di kediaman nazhir sekaligus Ketua Takmir Masjid Baiturrahim, Ustaz Junaidi. Hadir Penyuluh Agama Islam KUA Paiton, Saiful Bahri, S.H.I. dan Sayidina Ali, S.H., bersama sebagian pengurus masjid.

    Dalam suasana dialog yang komunikatif dan penuh keakraban, para penyuluh memberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas aset wakaf melalui sertifikasi tanah wakaf. Selain itu, disampaikan pula informasi mengenai perizinan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta Surat Keterangan Terdaftar (SKT) bagi masjid.

    Saiful Bahri menegaskan bahwa KUA Paiton berkomitmen memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat secara maksimal. Menurutnya, layanan Jempol menjadi salah satu ikhtiar agar masyarakat tidak selalu harus datang ke kantor untuk mendapatkan informasi dan pendampingan keagamaan.

    “Kami siap melayani masyarakat, khususnya wilayah Paiton, dalam 24 jam kecuali jam tidur,” ujar Saiful

    Sementara itu, Sayidina Ali menyampaikan edukasi yang berkaitan dengan kemakmuran masjid, termasuk perhatian terhadap kesejahteraan para pengurus dan marbot. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan edukasi Dewan Masjid Indonesia (DMI), kas masjid dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesejahteraan pengurus takmir, imam dan khatib, muazin, serta marbot, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan masjid.

    “Untuk menjaga kesejahteraan dan kemakmuran para pengurus takmir, imam dan khatib, muazin serta marbot boleh diambilkan dari kas masjid, namun besarannya harus disesuaikan dengan kemampuan kas masjid,” jelas Ali.

    Antusiasme terlihat dari Ustaz Junaidi selaku Ketua Takmir sekaligus Nazhir Wakaf Masjid Baiturrahim. Ia menyambut baik pendampingan yang diberikan KUA Paiton dan berkomitmen segera menindaklanjuti proses sertifikasi tanah wakaf yang menjadi lokasi berdirinya masjid.

    “Kami sangat berterima kasih atas semua masukannya. Kami akan segera musyawarahkan dengan teman-teman pengurus agar tanah wakaf yang di atasnya berdiri bangunan masjid ini segera tersertipikat. Dengan begitu, kami lebih leluasa mengurus aset wakaf dan masjid ini,” ungkap Junaidi.

    Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa layanan Jempol KUA Paiton tidak hanya berorientasi pada pelayanan administratif, tetapi juga menghadirkan pendampingan yang edukatif, komunikatif, dan solutif. Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, KUA Paiton berupaya memastikan aset keagamaan memiliki legalitas yang jelas serta pengelolaan masjid dan lembaga keagamaan dapat berjalan semakin tertib, profesional, dan berkelanjutan.

  • DWP KUA Maron Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

    DWP KUA Maron Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

    Kontributor : H. Ach. Noor Busthomi / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    MARON, 02 September 2026 – Keluarga Besar Dharma Wanita Persatuan (DWP) KUA Maron memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat. Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlaq dan Meningkatkan Kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW.”

    Ketua DWP KUA Maron, Nur Hasanah, S.Pd dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan peserta yang telah hadir serta turut menyukseskan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

    Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut, H. Ach. Noor Busthomi, S.H.I., M.Si., salah satu Penyuluh Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari serta meningkatkan kecintaan kepada Nabi sebagai bentuk implementasi keimanan.

    Ia mengutip QS.Al-Ahzab, Ayat 21, QS.Ali Imran, Ayat 31. Demikian juga Hadits ;

    مَنْ صَلَّى عَلَيَّ مَرَّةً وَاحِدَةً، كَتَبَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ

    “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah ‘Azza wa Jalla menuliskan baginya sepuluh kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban; dinilai sahih oleh para ulama hadits).

    Malaikat Jibril A.S berkata ;

    مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ وَاحِدَةً كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَمَحَى عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ وَرَفَعَ لَهُ بِهَا عَشْرَ دَرَجَاتٍ

    “(Malaikat Jibril berkata): Wahai Muhammad, barangsiapa yang bershalawat kepadamu satu kali, maka Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapus darinya sepuluh keburukan (dosa), dan mengangkat untuknya sepuluh derajat.” (HR. Al-Baghawi dan Al-Mukhallis)

    Sementara itu, Kepala KUA Maron, H. Muh. Amin, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang digelar oleh DWP KUA Maron. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki nilai positif dalam mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kecintaan dan keteladanan kepada Rasulullah SAW.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengamalkan akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, dan dalam menjalankan tugas sehari-hari.

  • KUA Krucil Fasilitasi Ikrar Wakaf Dua Bidang Tanah untuk Yayasan Sunan Bonang Kertosuko

    KUA Krucil Fasilitasi Ikrar Wakaf Dua Bidang Tanah untuk Yayasan Sunan Bonang Kertosuko

    Kontributor : Abdul Hamid / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    KRUCIL, 02 September 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Krucil memfasilitasi pelaksanaan Ikrar Wakaf Tanah untuk Yayasan Sunan Bonang Kertosuko, Rabu, (02/09/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai tersebut bertempat di Balai Konsultasi KUA Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

    Kegiatan dihadiri oleh Wakif, Nazhir, saksi-saksi, Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), serta pihak-pihak terkait. Pelaksanaan ini merupakan bagian dari proses penertiban dan penyelesaian administrasi perwakafan tanah.

    Dalam prosesi ikrar, Sulami selaku Wakif menyatakan kehendaknya untuk mewakafkan dua bidang tanah, masing-masing seluas 4.810 meter persegi dan 1.400 meter persegi, kepada Yayasan Sunan Bonang Kertosuko sebagai penerima manfaat wakaf (mauquf ‘alaih).

    Ikrar wakaf dilaksanakan di hadapan PPAIW Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo serta disaksikan oleh para saksi sebagaimana tercantum dalam dokumen Akta Ikrar Wakaf (AIW). Seluruh proses dilakukan dengan memperhatikan kelengkapan administrasi dan ketentuan dalam pelaksanaan perwakafan.

    Setelah prosesi ikrar selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan dokumen wakaf kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bagian dari penyelesaian administrasi. Dokumen tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi masing-masing pihak dalam proses pengadministrasian dan tindak lanjut wakaf sesuai kewenangannya. Kegiatan kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama antara Wakif, Nazhir, PPAIW, saksi, dan pihak terkait.

    Pelaksanaan ikrar wakaf tersebut sekaligus menunjukkan komitmen KUA Kecamatan Krucil dalam memberikan pelayanan administrasi wakaf yang tertib, transparan, dan sesuai ketentuan, serta mendukung kepastian administrasi aset wakaf yang diperuntukkan bagi kepentingan umat dan kemaslahatan masyarakat.