Category: Uncategorized

  • IPARI Kemenag Gandeng Songarafting Dorong Promosi Wisata Probolinggo

    IPARI Kemenag Gandeng Songarafting Dorong Promosi Wisata Probolinggo

    Probolinggo, Sungai Pekalen kembali menunjukkan pesonanya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Probolinggo. Kali ini, keindahan alam tersebut menjadi bagian dari kegiatan Pelatihan Hisab Rukyat yang digelar oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan PT Songarafting Probolinggo.

    Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (9/9/2026) tersebut bertempat di Hall Cottage Songarafting Base Camp Bawah, Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Sebanyak 50 peserta dari unsur Penyuluh Agama Islam yang berasal dari 24 kecamatan mengikuti kegiatan tersebut.

    Kegiatan turut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten Probolinggo Samsul Huda, didampingi Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo H. Sakdun, Kasi Bimas Islam, serta jajaran pengurus IPARI Kabupaten Probolinggo.

    Selain menjadi ruang penguatan kapasitas penyuluh, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih luas potensi wisata alam Kabupaten Probolinggo, khususnya wisata arung jeram Sungai Pekalen yang dikelola PT Songarafting.

    PT Songarafting merupakan operator pengalaman wisata yang fokus mengelola potensi Sungai Pekalen. Berdiri sejak 1999, Songarafting telah berpengalaman mengembangkan wisata arung jeram dengan menghadirkan dua pilihan jalur, yakni jalur Pekalen Atas dan Pekalen Bawah.

    Dengan perpaduan antara derasnya aliran sungai, panorama alam yang masih asri, serta pengalaman menyusuri sungai yang menantang, Songarafting menjadi salah satu pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata petualangan di Kabupaten Probolinggo.

    Kerja sama IPARI Kemenag Kabupaten Probolinggo dengan PT Songarafting diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam pelaksanaan kegiatan, tetapi juga ikut mengangkat potensi pariwisata daerah. Kolaborasi tersebut menjadi contoh bahwa kegiatan kelembagaan dapat sekaligus menjadi sarana mengenalkan destinasi wisata lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

    Bagi masyarakat maupun komunitas yang ingin menikmati pengalaman wisata arung jeram Sungai Pekalen bersama Songarafting, informasi dan reservasi dapat menghubungi Muh. Gozali (Oga) di 0823-3535-1594.

    Songarafting — nikmati derasnya Sungai Pekalen, rasakan petualangannya, dan temukan pesona alam Probolinggo dari sudut yang berbeda.

  • Kemenag Kabupaten Probolinggo Turut Meriahkan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang

    Kemenag Kabupaten Probolinggo Turut Meriahkan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Saiful Bahri – TimRed Bimas Islam

    SEMARANG, (12/09/2026) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo turut memeriahkan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026. Kehadiran jajaran Kemenag Kabupaten Probolinggo dalam pembukaan MTQ, Sabtu (12/9/2026), menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan syiar Al-Qur’an dan penguatan pembinaan generasi Qur’ani menuju Indonesia Emas.

    MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban”. Ajang nasional ini mempertemukan kafilah dari berbagai daerah untuk mengikuti rangkaian perlombaan dan kegiatan pembinaan Al-Qur’an dalam berbagai bidang.

    Rombongan Kemenag Kabupaten Probolinggo yang hadir pada pembukaan MTQ Nasional XXXI dipimpin oleh Kepala Kantor Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd., Bersama Ketua DWP, Kasubbag Tata Usaha H. Moh. Sa’dun, M.Pd., bersama Kasi Bimas Islam H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag., M.HI., beserta jajaran. Turut hadir dalam rombongan tersebut Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Probolinggo.

    Kafilah Jawa Timur yang mengikuti MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 terdiri atas 56 peserta dari berbagai bidang perlombaan. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya Jawa Timur dalam menampilkan potensi dan prestasi peserta terbaik di tingkat nasional.

    Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Moh. Sa’dun, M.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran jajaran Kemenag dalam MTQ Nasional merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

    “MTQ Nasional bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, meningkatkan kualitas pembinaan, dan membangun semangat kebersamaan antardaerah,” ujarnya.

    Ia berharap pelaksanaan MTQ Nasional XXXI dapat memberikan dampak positif bagi pembinaan generasi Qur’ani, khususnya di Kabupaten Probolinggo.

    “Kami berharap semangat MTQ ini dapat terus dikembangkan melalui pembinaan yang berkelanjutan, sehingga lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

    Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag., M.HI., menegaskan pentingnya MTQ sebagai sarana memperkuat pembinaan keagamaan dan membangun harmoni sosial.

    “Melalui MTQ, kita ingin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mendorong lahirnya generasi yang berakhlak, moderat, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

    Ia menambahkan, keikutsertaan dalam MTQ Nasional juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para penyuluh agama, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat untuk terus meningkatkan pembinaan Al-Qur’an secara konsisten.

    Rangkaian MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang dijadwalkan berlangsung hingga 20 September 2026.

  • Semarak Pembukaan MTQ Nasional XXXI Bergema di Semarang, Kafilah Jawa Timur Juga Turut Hadir

    Semarak Pembukaan MTQ Nasional XXXI Bergema di Semarang, Kafilah Jawa Timur Juga Turut Hadir

    Kontributor : Saiful Bahri | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    Semarang, 12 September 2026 — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 resmi memasuki momentum pembukaan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9) malam. Kegiatan berlangsung meriah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, dengan dihadiri kafilah dari berbagai provinsi di Indonesia.

    Suasana pembukaan tampak semarak. Ribuan peserta, pendamping, tamu undangan, serta masyarakat turut memadati kawasan kegiatan. Nuansa religi dan budaya berpadu dalam rangkaian acara yang menjadi penanda dimulainya salah satu ajang syiar Al-Qur’an terbesar tingkat nasional tersebut.

    Kafilah Provinsi Jawa Timur juga turut hadir dan mengambil bagian dalam kemeriahan pembukaan. Semangat kebersamaan para kafilah dan pendamping Jawa Timur terlihat dalam suasana penuh antusiasme, sebagaimana tergambar dalam dokumentasi kegiatan.

    MTQ Nasional XXXI mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.” Ajang ini diikuti kafilah dari 38 provinsi dan berlangsung pada 11–20 September 2026, dengan perlombaan dijadwalkan mulai 13 September hingga 19 September 2026.

    Pembukaan MTQ Nasional XXXI juga dirancang sebagai pesta rakyat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan masyarakat dapat menyaksikan secara langsung kemeriahan acara di kawasan Simpang Lima tanpa mengurangi prosesi utama kafilah.

    Kemegahan pembukaan semakin terasa dengan berbagai pertunjukan, termasuk tari kolosal dan agenda menyanyikan Mars MTQ yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar. Rangkaian tersebut diharapkan semakin memperkuat pesan bahwa MTQ bukan sekadar kompetisi, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

    Dengan dibukanya MTQ Nasional XXXI, seluruh kafilah selanjutnya akan berkompetisi dalam berbagai cabang musabaqah yang tersebar di sejumlah venue di Kota Semarang. Perhelatan ini diharapkan melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an.

    Dari Semarang, cahaya Al-Qur’an kembali dipancarkan untuk Indonesia—dalam harmoni, persaudaraan, dan semangat menuju generasi yang berkeadaban.

  • Jejak Tegalsari Warnai Pawai Ta’aruf MTQ Nasional

    Jejak Tegalsari Warnai Pawai Ta’aruf MTQ Nasional

    Kontributor : Saiful Bahri | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    Semarang, 12 September 2026 — Jawa Timur menghadirkan kisah sejarah dan tradisi keislaman Tegalsari dalam Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026). Kehadiran mobil hias bertema Tegalsari menjadi salah satu cara memperkenalkan warisan dakwah dan pendidikan Islam Jawa Timur kepada masyarakat luas.

    Pemilihan Tegalsari sebagai tema bukan sekadar pertimbangan estetika. Tegalsari dikenal memiliki jejak penting dalam perkembangan pendidikan dan penyebaran Islam di tanah Jawa. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat MTQ dalam membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an, berilmu, dan berkarakter.

    Berbagai ornamen pada mobil hias menggambarkan pesantren, masjid, serta tradisi keilmuan yang menjadi bagian dari perjalanan Tegalsari. Sosok Kyai Ageng Muhammad Besari turut menjadi simbol keteladanan dalam dakwah, pendidikan, dan pembentukan karakter generasi.

    KH Abdul Hamid menyampaikan bahwa semangat utama Tegalsari bertumpu pada pendidikan, dakwah, dan pembentukan karakter generasi muda. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus diwariskan untuk mewujudkan masyarakat yang Qur’ani.

    Melalui Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI, Jawa Timur ingin menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar kenangan masa lalu. Warisan Tegalsari menjadi inspirasi untuk terus menjaga kesinambungan iman, ilmu, dakwah, dan budaya bagi generasi mendatang.

  • “Kemenag Kab. Probolinggo Semangati Kafilah Jatim di MTQ Nasional XXXI”.

    “Kemenag Kab. Probolinggo Semangati Kafilah Jatim di MTQ Nasional XXXI”.

    Kontributor : Saiful Bahri | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    Semarang, — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kabupaten Probolinggo mengunjungi kafilah Jawa Timur pada MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu (12/9/2026).

    Kunjungan tersebut menjadi wujud dukungan dan penyemangat bagi para kafilah Jawa Timur yang tengah berjuang dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat nasional. Rombongan Kemenag Kabupaten Probolinggo hadir bersama rombongan Kanwil Kemenag Jawa Timur.

    Turut hadir dari Kabupaten Probolinggo, Kasubbag TU, Kasi dan jajaran Bimas Islam, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), serta Bagian Kesra Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

    Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Jawa Timur Dr. Akhmad Sruji Bahtiar memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada seluruh kafilah. Ia berpesan agar para peserta meluruskan niat dan menjadikan MTQ bukan semata-mata sebagai ajang kompetisi.

    “Fokuskan niat untuk memuliakan Al-Qur’an. MTQ bukan sekadar kontestasi, tetapi lebih dari itu adalah untuk mensyiarkan dan mengamalkan Al-Qur’an,” pesannya.

    Ia berharap seluruh kafilah Jawa Timur dapat tampil optimal dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an. “Mudah-mudahan Jawa Timur menjadi juara umum,” harapnya.

    Sementara itu, Ketua LPTQ Jawa Timur KH Abdul Hamid menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diberikan kepada para kafilah.

    Pada MTQ Nasional XXXI, Jawa Timur mengirimkan 56 peserta yang akan berlaga pada berbagai cabang dan golongan. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan semakin menambah semangat dan motivasi para kafilah untuk memberikan penampilan terbaik serta membawa nama harum Jawa Timur.

  • KUA Kraksaan Sosialisasikan Administrasi Pernikahan Sesuai PMA 30 Tahun 2024

    KUA Kraksaan Sosialisasikan Administrasi Pernikahan Sesuai PMA 30 Tahun 2024

    Kontributor : Anwar Sanusi | Editor : Saiful Bahri – TimRed Bimas Islam

    KRAKSAAN, (11/09/2026) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kraksaan menggelar kegiatan sosialisasi administrasi pernikahan sesuai dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan Nikah. Kegiatan yang menyasar para tokoh masyarakat dan tokoh agama se wilayah Kecamatan Kraksaan ini berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, mulai pukul 13.00 WIB.

    Kepala KUA Kraksaan, Muchlison,S.Ag.,M.HI., secara langsung memimpin sosialisasi tersebut. Dalam paparannya, Muchlison menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap regulasi terbaru yang mengatur tata cara pencatatan pernikahan di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa PMA 30 Tahun 2024 hadir sebagai penyempurnaan regulasi sebelumnya dengan penekanan pada tertib administrasi serta perlindungan hak-hak calon pengantin .

    “Pencatatan pernikahan ini bukan sekadar formalitas administratif. Ini adalah ikhtiar untuk memastikan keabsahan pernikahan secara hukum dan agama sekaligus melindungi hak-hak pasangan dan anak-anak di masa depan,” ujar Muchlison di hadapan para tokoh.

    Dalam sosialisasi tersebut, Muchlison merinci sejumlah ketentuan penting yang diatur dalam PMA 30 Tahun 2024.

    Salah satunya adalah kewajiban calon pengantin untuk melampirkan akta kelahiran sebagai dokumen persyaratan, yang sebelumnya cukup dengan surat keterangan kenal lahir dari desa . Ia juga menyoroti ketentuan pendaftaran kehendak nikah yang harus dilakukan paling lambat 10 hari kerja sebelum pelaksanaan akad nikah .

    Selain itu, Kepala KUA Kraksaan turut menjelaskan tahapan pencatatan pernikahan yang meliputi pendaftaran kehendak nikah, pemeriksaan nikah, pelaksanaan akad nikah, dan pencatatan nikah . Para tokoh masyarakat dan tokoh agama yang hadir tampak antusias menyimak pemaparan tersebut, mengingat peran strategis mereka sebagai penghubung antara KUA dan masyarakat di tingkat desa.

    Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh mantan Kepala KUA Kraksaan, Muh. Amin, S.Ag., M.Pd.I Kehadiran Amin dalam forum itu memiliki makna tersendiri, sebab ia sekaligus menyampaikan pamit kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang selama ini menjadi mitra kerjanya dalam melaksanakan berbagai agenda kedinasan di Kecamatan Kraksaan.

    Amin, yang sebelumnya aktif memimpin KUA Kraksaan dalam berbagai program pembinaan keluarga dan pencegahan perkawinan anak , menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini.

    Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara KUA dan para tokoh agama dapat terus berlanjut demi terwujudnya keluarga-keluarga sakinah di wilayah Kraksaan.

    Para tokoh agama yang hadir menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Mereka berharap informasi terkait PMA 30 Tahun 2024 dapat disebarluaskan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah, sehingga calon pengantin dapat mempersiapkan seluruh persyaratan administrasi dengan lebih baik dan menghindari kendala menjelang hari pernikahan.

    Kegiatan yang berlangsung pada Jumat siang tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi ringan antara peserta dan Kepala KUA Kraksaan, membahas berbagai persoalan teknis yang kerap dihadapi masyarakat dalam mengurus administrasi pernikahan.

  • Perceraian Bukan Solusi Awal, 14 Catin Pajarakan Dibekali Strategi Bangun Keluarga Sakinah

    Perceraian Bukan Solusi Awal, 14 Catin Pajarakan Dibekali Strategi Bangun Keluarga Sakinah

    Kontributor : Nur Hasan | Editor : Saiful Bahri – TimRed Bimas Islam

    PAJARAKAN, (11/09/2026) — Sebanyak 14 calon pengantin (catin) mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Aula Al-Ikhlas KUA Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KUA Pajarakan membekali calon pasangan suami istri dengan pengetahuan dan keterampilan praktis sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

    Mengangkat refleksi “Perceraian adalah Problem?”, para catin diajak melihat perkawinan secara lebih realistis. Rumah tangga tidak selalu berjalan tanpa persoalan. Perbedaan karakter, komunikasi, kondisi ekonomi, pola pengasuhan, maupun persoalan keluarga besar dapat menjadi dinamika yang membutuhkan kesiapan dan kedewasaan dalam menghadapinya.

    Kepala KUA Pajarakan, Winarko, S.Ag., mengawali pembekalan melalui materi Pengantar Keluarga Sakinah. Ia memberikan pemahaman bahwa keluarga sakinah perlu dibangun di atas komitmen, tanggung jawab, kasih sayang, saling menghormati, serta kesediaan suami dan istri untuk menjalankan peran masing-masing dengan penuh kesadaran.

    Selanjutnya, Zainal Abidin, M.Pd.I, menyampaikan materi Pengelolaan Keuangan Keluarga. Para catin dibekali strategi mengatur pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, menentukan skala prioritas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun keterbukaan dalam persoalan keuangan. Pengelolaan ekonomi yang terencana menjadi salah satu modal penting dalam menjaga ketahanan keluarga.

    Materi berikutnya disampaikan Nur Hasan, M.Pd.I, dengan tema Manajemen Konflik dan Dinamika Problem Rumah Tangga. Peserta diajak mengenali sumber-sumber konflik yang umum terjadi dalam kehidupan perkawinan serta memahami bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian dari dinamika hubungan suami istri yang perlu dikelola, bukan dihindari.

    Dalam sesi tersebut, para catin juga diberikan strategi menghadapi konflik secara sehat, di antaranya membangun komunikasi terbuka, mendengarkan pasangan, mengendalikan emosi, memilih waktu yang tepat untuk berdiskusi, serta mengutamakan penyelesaian masalah daripada saling menyalahkan. Dengan pendekatan tersebut, konflik diharapkan dapat menjadi sarana evaluasi sekaligus memperkuat hubungan pasangan.

    Pertanyaan “Perceraian adalah problem?” menjadi momentum refleksi bahwa perceraian merupakan persoalan serius yang dapat muncul ketika berbagai masalah rumah tangga tidak mampu dikelola dengan baik. Karena itu, ketahanan keluarga perlu dipersiapkan sejak sebelum akad, melalui kesiapan mental, spiritual, ekonomi, komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan persoalan bersama.

    Kegiatan Bimwin ini sekaligus menegaskan peran KUA tidak hanya dalam pelayanan administrasi pernikahan, tetapi juga dalam memberikan edukasi dan pendampingan bagi masyarakat menuju kehidupan keluarga yang berkualitas. Para catin diharapkan mampu menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal dalam menjalani kehidupan rumah tangga secara bijaksana dan bertanggung jawab.

    Melalui pembekalan kepada 14 calon pengantin tersebut, KUA Kecamatan Pajarakan terus mendorong lahirnya keluarga yang kokoh, harmonis, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dengan penguatan nilai keluarga sakinah, kecakapan mengelola keuangan, serta kemampuan mengelola konflik dan dinamika rumah tangga, para catin diharapkan siap membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah sekaligus turut memperkuat ketahanan keluarga di tengah masyarakat.

  • Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, KUA Besuk Dampingi BPN Ukur Lahan Masjid Baru di Alaskandang

    Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, KUA Besuk Dampingi BPN Ukur Lahan Masjid Baru di Alaskandang

    Kontributor : Abi Salami | Editor : Saiful Bahri – TimRed Bimas Islam

    BESUK – [10/9/2026 ] Langkah nyata dalam memberikan kepastian hukum terhadap aset umat terus dilakukan di wilayah Kecamatan Besuk. Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Besuk, Abdussalam, S.Pd., turun langsung mendampingi petugas ukur dari Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Probolinggo dalam rangka pengukuran tanah wakaf di Desa Alaskandang.

    Tanah yang diukur tersebut merupakan lahan yang diperuntukkan untuk pembangunan masjid baru, yaitu Masjid Raudlatul Jannah Al Hapy. Proses identifikasi dan pengukuran batas-batas bidang tanah di lapangan ini berjalan dengan lancar karena didampingi langsung oleh pihak penyerah wakaf (wakif) serta disaksikan secara seksama oleh jajaran perangkat desa Alaskandang.

    Abdussalam, S.Pd. menyampaikan bahwa pendampingan ini sangat krusial guna memastikan akurasi data objektif di lapangan sebelum dokumen diterbitkan. Sinergi antara KUA, BPN, pihak desa, dan wakif ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya sertifikat wakaf resmi, sekaligus memayungi legalitas Masjid Raudlatul Jannah Al Hapy agar proses pembangunan dan pengelolaannya di masa depan terhindar dari potensi sengketa hukum.

  • Bukan Sekadar Peringatan, Kepala KUA Wonomerto Ajak DWP UP KUA Tongas Hidupkan Akhlak Rasulullah

    Bukan Sekadar Peringatan, Kepala KUA Wonomerto Ajak DWP UP KUA Tongas Hidupkan Akhlak Rasulullah

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

    TONGAS, (11/09/2026) — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula KUA Tongas, Jumat (11/9/2026), menjadi momentum untuk memperkuat keteladanan akhlak Rasulullah sekaligus mempererat ukhuwah keluarga besar KUA Tongas. Pesan tersebut disampaikan Kepala KUA Wonomerto, Wildan Mahbubul Haq, S.Ag.,M.Pd.I., saat memberikan tausiyah dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan pisah sambut Kepala KUA Tongas.

    Kegiatan yang diselenggarakan keluarga besar KUA Tongas bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) UP KUA Tongas tersebut dihadiri Kepala KUA Lumbang, Kepala KUA Wonomerto, Kepala KUA Tongas Kudsiya Azizah, S.Ag., KKMI, IGRA Tongas, Pengawas RA/MI serta jajaran dan keluarga besar KUA Tongas dan DWP UP KUA Tongas.

    Dalam tausiyahnya, Wildan Mahbubul Haq mengajak peserta menjadikan Maulid Nabi sebagai ruang untuk merefleksikan kembali akhlak Rasulullah SAW. Menurutnya, kecintaan kepada Nabi tidak cukup diwujudkan melalui peringatan dan seremonial, tetapi harus tercermin dalam sikap, pelayanan, komunikasi, dan hubungan sosial sehari-hari.

    “Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya dilihat dari apa yang dikatakan, tetapi dari akhlaknya, kejujurannya, kesabarannya, dan manfaat yang diberikan kepada orang lain. Karena itu, Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kita,” tutur Wildan.

    Ia juga menyampaikan pesan tentang perjuangan dan cara manusia dipandang oleh orang lain. “Orang baik itu tergantung siapa yang menceritakannya. Karena itu, jangan terlalu sibuk membuktikan bahwa kita baik kepada semua orang. Teruslah berbuat baik, menjaga niat, dan istiqamah dalam perjuangan. Biarlah waktu dan amal yang menjadi saksi,” pesannya.

    Sementara itu, Kepala KUA Tongas Kudsiya Azizah, S.Ag., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi sekaligus pisah sambut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan membangun semangat baru dalam menjalankan tugas.

    “Kami berharap kebersamaan keluarga besar KUA Tongas, DWP, serta seluruh mitra kerja dapat terus terjaga. Pergantian kepemimpinan hendaknya menjadi energi baru untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan semangat kebersamaan,” ujarnya.

    Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan doa dan silaturahmi. Momentum Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi mampu menumbuhkan semangat untuk menghadirkan akhlak Rasulullah dalam pelayanan, keluarga, dan kehidupan bermasyarakat.

  • KUA Kotaanyar Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakatk

    KUA Kotaanyar Perkuat Sinergi dengan Tokoh Masyarakatk

    Kontributor: Ahmad Baidhowi/ Editor: Saiful – Tiem Bimas

    Kotaanyar — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kotaanyar terus memperkuat sinergi dengan tokoh masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pernikahan dan keagamaan.

    Upaya tersebut diwujudkan melalui pertemuan dan koordinasi antara Kepala KUA Kecamatan Kotaanyar, H. Nasir, dengan sejumlah tokoh masyarakat yang selama ini aktif membantu dan mendampingi masyarakat di tingkat desa.

    Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan koordinasi agar pelayanan keagamaan di tengah masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

    H. Nasir menyampaikan bahwa keberadaan tokoh masyarakat memiliki peran penting sebagai mitra KUA di lapangan. Mereka tidak hanya menjadi tempat masyarakat bertanya dan meminta bantuan, tetapi juga turut membantu menyampaikan informasi mengenai berbagai layanan dan program KUA.

    “Koordinasi harus terus kita bangun agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik. KUA tidak bisa bekerja sendiri, sehingga diperlukan sinergi dan komunikasi yang baik dengan tokoh masyarakat sebagai mitra di lapangan,” ujar H. Nasir.

    Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pelayanan pernikahan. KUA bersama tokoh masyarakat mendorong agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai prosedur, persyaratan, serta ketentuan administrasi pernikahan. Dengan informasi yang jelas sejak awal, proses pelayanan diharapkan dapat berlangsung lebih tertib dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

    Selain pelayanan pernikahan, koordinasi juga membahas dukungan terhadap berbagai kegiatan keagamaan di wilayah Kecamatan Kotaanyar. Tokoh masyarakat diharapkan terus menjadi bagian dari mitra KUA dalam menyampaikan program serta informasi keagamaan kepada masyarakat.

    Pertemuan tersebut juga menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai kondisi dan persoalan yang ditemui di lapangan. Dengan komunikasi secara langsung, berbagai kendala dapat dibahas bersama sehingga solusi yang diambil tetap sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan masyarakat.

    H. Nasir juga menekankan pentingnya pelayanan yang ramah, humanis, profesional, dan berintegritas. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan pelayanan administratif, tetapi juga membutuhkan pendampingan serta penjelasan yang mudah dipahami.

    “Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasa dilayani dengan baik, mendapatkan informasi yang jelas, dan tidak mengalami kesulitan dalam mengurus kebutuhannya,” tambahnya.

    Melalui koordinasi ini, KUA Kecamatan Kotaanyar berharap hubungan kerja sama dengan tokoh masyarakat semakin solid. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya pelayanan keagamaan yang tertib, transparan, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen KUA Kecamatan Kotaanyar untuk terus menghadirkan pelayanan publik di bidang keagamaan yang semakin dekat, mudah, dan bermanfaat bagi masyarakat.