Category: Uncategorized

  • BIMWIN KUA Kec. Kuripan Angkat Tema Kompleksitas Rumah Tangga

    BIMWIN KUA Kec. Kuripan Angkat Tema Kompleksitas Rumah Tangga

    Kontributor : Awaludin Ridlo, S.H. | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    KURIPAN, (31 Agustus 2026) –Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, melaksanakan Bimbingan Perkawinan bagi calon pengantin pada Senin (31/8/2026) pukul 10.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di KUA Kecamatan Kuripan tersebut diikuti oleh delapan pasangan calon pengantin atau sebanyak enam belas orang dan dihadiri oleh penghulu serta penyuluh agama KUA Kecamatan Kuripan.

    Dinamika Rumah Tangga yang Kompleks sebagai Warna untuk Mewarnai Kehidupan Keluarga menjadi tema yang diangkat sebagai materi pada bimbingan perkawinan. Tema tersebut membahas berbagai kondisi yang berpotensi dihadapi pasangan dalam menjalani kehidupan keluarga, termasuk perbedaan karakter, pola pikir, kebiasaan, serta persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam kegiatan tersebut, penghulu dan penyuluh agama memberikan pemahaman kepada calon pengantin mengenai pentingnya kesiapan dalam menghadapi dinamika rumah tangga. Kehidupan keluarga dipandang memiliki beragam situasi yang membutuhkan kemampuan pasangan untuk saling memahami, berkomunikasi, dan mengambil keputusan secara bersama.

    Materi bimbingan juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang terbuka dan saling menghargai dalam kehidupan rumah tangga. Perbedaan antara suami dan istri diharapkan dapat dikelola secara bijaksana sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan.

    Selain kesiapan emosional, calon pengantin diberikan pemahaman bahwa kehidupan perkawinan juga berkaitan dengan tanggung jawab bersama. Suami dan istri perlu memahami hak dan kewajiban masing-masing serta memiliki komitmen untuk menjaga keharmonisan dan keberlangsungan keluarga.

    Kegiatan bimbingan perkawinan dilaksanakan sebagai bentuk pembekalan bagi calon pengantin agar memiliki gambaran yang lebih realistis mengenai kehidupan setelah menikah. Dengan pemahaman tersebut, calon pasangan diharapkan mampu mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai perubahan dan tantangan yang mungkin terjadi dalam perjalanan rumah tangga.

    Melalui bimbingan tersebut, KUA Kecamatan Kuripan berupaya memberikan edukasi pranikah kepada calon pengantin agar memiliki kesiapan yang lebih baik dalam membangun keluarga. Dinamika kehidupan rumah tangga diharapkan dapat dipahami sebagai bagian dari proses kehidupan bersama yang perlu dihadapi dengan komunikasi, tanggung jawab, saling menghargai, dan komitmen.

  • KUA Wonomerto Fasilitasi Ikrar Wakaf, Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

    KUA Wonomerto Fasilitasi Ikrar Wakaf, Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

    Kontributor : Muh. Munir | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    WONOMERTO, (31/08/2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Wonomerto memfasilitasi pelaksanaan ikrar wakaf untuk peruntukan makam Islam yang berasal dari Desa Pohsangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, di Aula KUA Wonomerto, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) sebagai bagian dari pelayanan administrasi wakaf sekaligus upaya memberikan kepastian hukum terhadap harta benda wakaf yang dimanfaatkan untuk kepentingan umat.

    Sebelum pelaksanaan sumpah nadzir, Kepala KUA Wonomerto sekaligus PPAIW, H. Wawan Ali Suhudi,S.Ag., M.H., memberikan penjelasan mengenai wakaf dan kedudukan nadzir dalam pengelolaan harta benda wakaf.

    Dalam penjelasannya, Wawan menyampaikan bahwa wakaf merupakan perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.

    Sementara itu, nadzir memiliki peran penting dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan peruntukannya. Karena itu, pengelolaan wakaf membutuhkan tanggung jawab, amanah, dan pemahaman yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

    “Wakaf bukan hanya sebatas menyerahkan harta benda, tetapi juga terdapat amanah untuk menjaga dan memanfaatkan harta tersebut sesuai dengan ikrar wakaf. Nadzir memiliki tanggung jawab untuk memastikan harta wakaf dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Wawan sapaan akrabnya.

    Setelah penyampaian materi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan sumpah nadzir dan ikrar wakaf. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam administrasi perwakafan agar status dan peruntukan harta benda wakaf tercatat secara resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

    Wawan berharap harta benda yang telah diwakafkan untuk makam Islam tersebut dapat dimanfaatkan dan dikelola secara optimal, berkelanjutan, serta tetap sesuai dengan tujuan wakaf.

    “Kami berharap harta benda wakaf ini benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya, dijaga keberadaannya, dan dikelola secara amanah sehingga dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat Desa Pohsangit Lor, khususnya untuk kebutuhan pemakaman umat Islam,” ungkapnya.

    KUA Wonomerto melalui layanan PPAIW terus mendorong masyarakat untuk menertibkan administrasi perwakafan. Legalitas dan pencatatan yang baik diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap aset wakaf sekaligus memastikan keberlanjutan manfaatnya bagi generasi mendatang.

  • Dari Pembinaan hingga Wisuda, Penyuluh KUA Tegalsiwalan Dampingi TPQ Raudlatul Mujawwidin

    Dari Pembinaan hingga Wisuda, Penyuluh KUA Tegalsiwalan Dampingi TPQ Raudlatul Mujawwidin

    Kontributor: Aly Machsan / Editor : Saiful dan Tim Bimas

    Tegalsiwalan, 31 Agustus 2026 — Pembinaan yang dilakukan secara tekun dan berkelanjutan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tegalsiwalan, Saiful Bahri, bersama TPQ Raudlatul Mujawwidin, Desa Tegalmojo, mulai menunjukkan hasil. Sebanyak 12 santri berhasil mencapai tahap Khotmil/Wisuda setelah melalui rangkaian evaluasi pendidikan Al-Qur’an.

    Capaian tersebut terlihat dalam kegiatan Uji Publik yang dihadiri para wali santri. Dalam kegiatan ini, kemampuan santri diuji dan disaksikan secara langsung oleh orang tua sebagai bentuk keterbukaan sekaligus pertanggungjawaban lembaga atas proses pendidikan yang telah diberikan.

    TPQ Raudlatul Mujawwidin merupakan salah satu lembaga pendidikan Al-Qur’an yang menjadi binaan Saiful Bahri dalam menjalankan tugas kepenyuluhannya di Desa Tegalmojo. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembinaan lembaga, penguatan proses pembelajaran hingga mempersiapkan santri menghadapi tahapan evaluasi EBTAQ (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Al Qur’an), baik di tingkat Kecamatan maupun Cabang.

    Menurut Saiful, Uji Publik menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan bahwa proses pendidikan yang berlangsung di lembaga benar-benar menghasilkan capaian yang dapat dipertanggungjawabkan.

    “Uji Publik ini merupakan bentuk pertanggungjawaban lembaga secara langsung kepada wali santri dan masyarakat. Apa yang selama ini dipelajari dan dibina, akhirnya dapat dilihat serta diuji secara terbuka,” jelas Saiful.

    Ia menilai keberhasilan 12 santri tersebut bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Ada proses panjang yang membutuhkan ketekunan pengasuh, guru, santri, serta dukungan dari para wali santri.

    “Keberhasilan ini merupakan hasil dari proses. Santri tidak langsung sampai pada tahap ini, tetapi melalui tahapan-tahapan ujian EBTAQ, baik di tingkat Kecamatan maupun Cabang,” tambahnya.

    Apresiasi untuk Penyuluh

    Pengasuh TPQ Raudlatul Mujawwidin, Jaiz Sahir, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang selama ini diberikan Saiful Bahri. Menurutnya, kehadiran Penyuluh Agama tidak hanya sebatas menjalankan tugas administratif, tetapi benar-benar memberikan pendampingan kepada lembaga.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas keberperanan dan bimbingan Pak Saiful Bahri selama ini. Pendampingan beliau memberikan motivasi kepada kami untuk terus meningkatkan kualitas lembaga dan kemampuan santri,” ungkap Jaiz.

    Bagi Saiful, keberhasilan TPQ Raudlatul Mujawwidin diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian satu lembaga. Ia berharap pola pembinaan dan semangat peningkatan mutu pendidikan Al-Qur’an tersebut dapat menginspirasi lembaga lainnya.

    “Harapan saya, apa yang dilakukan TPQ Raudlatul Mujawwidin ini bisa menjadi contoh bagi lembaga pendidikan Al-Qur’an lainnya. Ketika pembinaan dilakukan secara konsisten, insyaallah akan terlihat hasilnya,” tuturnya.

    Saiful juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembinaan lembaga pendidikan Al-Qur’an di wilayah Kecamatan Tegalsiwalan.

    “Saya siap apabila dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya lembaga pendidikan Al-Qur’an di wilayah Kecamatan Tegalsiwalan. Mari bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an,” pungkasnya.

    Kegiatan Uji Publik tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara penyuluh, pengelola TPQ, guru, santri dan wali santri dapat melahirkan proses pendidikan Al-Qur’an yang terarah, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

  • Semarak HUT ke-81 RI, Santri TPQ dan Jamaah Majelis Taklim Al Ikhlas Ikuti Lomba di KUA Tongas

    Semarak HUT ke-81 RI, Santri TPQ dan Jamaah Majelis Taklim Al Ikhlas Ikuti Lomba di KUA Tongas

    Kontributor : Fifin NR | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    TONGAS, (28/8/2026) – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut diramaikan melalui berbagai perlombaan yang digelar bagi santri TPQ Al Ikhlas dan jamaah Majelis Taklim Al Ikhlas binaan Penyuluh Agama Islam KUA Tongas, Jumat (28/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman KUA Tongas tersebut berlangsung meriah, penuh canda, dan diwarnai antusiasme peserta dari berbagai usia.

    Berbagai lomba sederhana namun menghibur disiapkan untuk memeriahkan suasana, di antaranya estafet gelas menggunakan sedotan, jalan zigzag, estafet sarung, dan lomba kelereng. Meski menggunakan perlengkapan sederhana, setiap permainan mampu menghadirkan keceriaan dan semangat kompetisi yang sehat. Peserta saling memberikan dukungan kepada anggota kelompoknya, sementara suasana halaman KUA Tongas dipenuhi gelak tawa dan sorak-sorai.

    Penyuluh Agama Islam KUA Tongas, Fifin Naili Rizkiyah, M.Pd., mengatakan bahwa perlombaan tersebut tidak sekadar ditujukan untuk mencari pemenang, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus menanamkan nilai-nilai positif. “Melalui permainan yang sederhana, kita ingin menghadirkan kegembiraan sekaligus belajar tentang kerja sama, sportivitas, kedisiplinan, dan saling menghargai. Kemerdekaan akan lebih bermakna ketika dirayakan dengan kebersamaan dan memberikan ruang bagi semua untuk bergembira,” ungkapnya.

    Kegiatan berlangsung semarak hingga seluruh perlombaan selesai. Selain menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara santri, jamaah majelis taklim, dan Penyuluh Agama Islam KUA Tongas. Semangat kemerdekaan pun dirayakan dengan cara sederhana: berkumpul, tertawa, bersilaturahmi, dan belajar menjadi pribadi yang kompak serta sportif.

  • Istighosah Rutin Majelis Taklim Al Ikhlas Dirangkai Peringatan Maulid Nabi

    Istighosah Rutin Majelis Taklim Al Ikhlas Dirangkai Peringatan Maulid Nabi

    Kontributor : Fifin NR | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    TONGAS, (28/8/2026) – Majelis Taklim Al Ikhlas binaan Penyuluh Agama Islam KUA Tongas kembali menggelar istighosah rutin bulanan di Desa Wringinanom, Kecamatan Tongas, Jumat (28/8/2026). Berbeda dari pertemuan rutin sebelumnya, kegiatan kali ini dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, diawali dengan pembacaan Maulid Diba’ oleh Zainuddin, S.Pd.I. dan Lutfi Hidayat, S.Pd.I., kemudian dilanjutkan dengan pembacaan istighosah dan tahlil oleh Mahfudz, S.Pd.I.

    Istighosah rutin menjadi salah satu sarana pembinaan keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi antar jamaah Majelis Taklim Al Ikhlas. Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan ini, jamaah diajak untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, memanjatkan doa bersama, serta memperkuat ukhuwah. Momentum Maulid Nabi kali ini semakin memberikan nuansa spiritual dengan mengajak jamaah mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW.

    Dalam tausiyah singkat, Penyuluh Agama Islam KUA Tongas, Fifin Naili Rizkiyah, M.Pd., menyampaikan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW”. Ia mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi sebagai momentum memperbaiki akhlak dalam kehidupan sehari-hari. “Mencintai Rasulullah tidak cukup hanya dengan memperbanyak shalawat dan memuji beliau. Cinta itu harus dibuktikan dengan meneladani akhlaknya. Rasulullah mengajarkan kita untuk jujur, sabar, penyayang, rendah hati, dan mudah memaafkan. Kalau setelah mengikuti Maulid kita menjadi lebih baik dalam bersikap kepada keluarga dan sesama, itulah salah satu tanda bahwa cinta kepada Rasulullah mulai tumbuh dalam diri kita,” tuturnya.

    Kegiatan ditutup dengan doa bersama dalam suasana penuh kekhusyukan. Melalui istighosah rutin yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi, Majelis Taklim Al Ikhlas diharapkan terus menjadi ruang pembinaan umat yang tidak hanya menguatkan spiritualitas jamaah, tetapi juga mendorong lahirnya akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat mencintai Rasulullah pun diharapkan terus tumbuh dan diwujudkan melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

  • KUA Maron Gelar Ikrar Wakaf Masjid Syekh Abdul Qodir Jailani

    KUA Maron Gelar Ikrar Wakaf Masjid Syekh Abdul Qodir Jailani

    Kontributor : Ach. Noor Busthomy / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    MARON, 28 Agustus 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Maron melaksanakan proses Ikrar Wakaf untuk Masjid Syekh Abdul Qadir Jailani yang berlokasi di Dusun Triwungan RT 09/RW 02, Desa Brani Wetan, Kecamatan Maron, Jumat siang (28/08/2026).

    Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kepala KUA Kecamatan Maron, H. Muh. Amin, S.Ag., M.Pd.I, bersama para Penyuluh Agama Islam setempat. Pelaksanaan ikrar wakaf berlangsung dengan tertib dan khidmat sebagai bagian dari upaya memberikan kepastian hukum serta tertib administrasi terhadap aset wakaf untuk kepentingan umat.

    Dalam pelaksanaan ikrar wakaf tersebut, Suparni bertindak sebagai wakif (pihak yang mewakafkan harta), sedangkan Ust. Abd. Qadir dipercaya sebagai nadzir (pihak yang menerima dan mengelola harta wakaf).

    Kepala KUA Kecamatan Maron, H. Muh. Amin, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan bahwa pelaksanaan ikrar wakaf dan penerbitan Akta Ikrar Wakaf (AIW) merupakan salah satu bentuk pelayanan KUA dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat terkait administrasi dan legalitas wakaf.

    “Dengan adanya AIW, diharapkan pengelolaan tanah wakaf untuk Masjid Syekh Abdul Qadir Jailani dapat berjalan secara tertib, aman, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

    Pelaksanaan AIW ini diharapkan menjadi langkah positif dalam menjaga keberlangsungan fungsi masjid sebagai tempat ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan bagi warga Dusun Triwungan dan Desa Brani Wetan pada umumnya.

  • KUA Dringu Peringati Maulid Nabi, Teladani Akhlak Rasulullah

    KUA Dringu Peringati Maulid Nabi, Teladani Akhlak Rasulullah

    Kontributor: Ainun Najib / Editor: Tiem Bimas

    Dringu, 28 Agustus 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dringu bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) UP KUA Dringu menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Jumat (28/8/2026), bertempat di Aula KUA Dringu.

    Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani akhlak dan nilai-nilai kehidupan beliau dalam menjalankan tugas serta kehidupan bermasyarakat.

    Kepala KUA Kecamatan Dringu, Muhtar, S.Ag., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW perlu diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, termasuk dalam melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.

    “Rasulullah SAW adalah teladan dalam membangun keluarga yang penuh kasih sayang sekaligus dalam menjalankan amanah dengan kejujuran, kesabaran, dan akhlak yang mulia,” ungkapnya.

    Ia menambahkan, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW memiliki keterkaitan erat dengan tugas KUA, khususnya dalam memberikan bimbingan dan pelayanan kepada masyarakat. Sikap amanah, jujur, bertanggung jawab, peduli, dan mengedepankan kasih sayang menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang harmonis dan pelayanan yang berkualitas.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Selain sebagai sarana meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan kebersamaan antara keluarga besar KUA Dringu dan DWP UP KUA Dringu.

    Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, KUA Dringu berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi motivasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

  • KPRI Al-Ikhlas Salurkan Bantuan Rp5 Juta untuk Renovasi Masjid Ar-Roheim

    KPRI Al-Ikhlas Salurkan Bantuan Rp5 Juta untuk Renovasi Masjid Ar-Roheim

    Kontributor : Saiful Bahri – TimRed Bimas Islam

    Probolinggo, (28/08/2026) — Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan sebesar Rp. 5 juta rupiah untuk mendukung renovasi Masjid Ar-Roheim Kemenag Kabupaten Probolinggo.

    Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua KPRI Al-Ikhlas, H. Moh. Sakdun, S.Pd. M.Pd.I kepada Ketua Panitia Renovasi Masjid Ar-Roheim, H. Chomisun. S.Pd.I Penyerahan berlangsung di Aula 2 Al-Ikhlas dan disaksikan oleh seluruh Kepala Seksi (Kasi) di lingkungan Kankemenag Kabupaten Probolinggo.

    Dalam pesannya, H. Moh. Sakdun menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian KPRI Al-Ikhlas terhadap renovasi sarana ibadah di lingkungan Kementerian Agama. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan turut membantu kelancaran proses renovasi Masjid Ar-Roheim.

    “Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung renovasi Masjid Ar-Roheim. Mudah-mudahan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi seluruh anggota KPRI Al-Ikhlas,” pesannya.

    Seluruh Kasi yang hadir turut memberikan apresiasi atas kepedulian KPRI Al-Ikhlas dalam mendukung renovasi masjid. Dukungan tersebut sekaligus menjadi wujud kebersamaan dan gotong royong keluarga besar Kemenag Kabupaten Probolinggo dalam meningkatkan fasilitas ibadah.

    Sementara itu, Ketua Panitia Renovasi Masjid Ar-Roheim, H. Chomisun, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas bantuan yang diberikan KPRI Al-Ikhlas.

    “Terima kasih kepada KPRI Al-Ikhlas atas bantuan sebesar Rp 5 juta rupiah untuk renovasi Masjid Ar-Roheim. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan menjadi penyemangat dalam menyelesaikan renovasi masjid. Semoga menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT,” ungkapnya.

    Penyerahan bantuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kepedulian. Bantuan KPRI Al-Ikhlas diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Masjid Ar-Roheim yang lebih nyaman dan representatif sebagai tempat ibadah bagi keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

  • KUA Paiton Bekali Pelajar untuk Raih Cita-Cita, Tunda Perkawinan Usia Anak, dan Persiapkan Masa Depan Gemilang

    KUA Paiton Bekali Pelajar untuk Raih Cita-Cita, Tunda Perkawinan Usia Anak, dan Persiapkan Masa Depan Gemilang

    Kontributor : Sayyidina Ali | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    PAITON, (28/08/2026) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Paiton melalui Penyuluh Agama Islam terus memperkuat edukasi kepada generasi muda dalam upaya mencegah perkawinan usia anak. Pembekalan kepada remaja usia pelajar tersebut diarahkan untuk mendorong mereka fokus meraih cita-cita, mempersiapkan masa depan, serta memahami pentingnya menunda perkawinan hingga benar-benar siap secara fisik, mental, sosial, dan ekonomi.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan di Madrasah Aliyah (MA) Ar-Riyadloh Pandean, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Kamis (27/8/2026). Kegiatan diikuti 54 siswa dan siswi serta dihadiri empat Penyuluh Agama Islam KUA Paiton, yakni Rusdi, Abdul Halim, Saiful Bahri, dan Sayidina Ali, bersama staf administrasi KUA Paiton. Turut hadir Kepala MA Ar-Riyadloh beserta jajaran dewan pengajar.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan keluarga sejak dini sekaligus menekan angka perkawinan usia anak. Edukasi kepada pelajar dinilai penting karena pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika seseorang telah memasuki usia perkawinan, tetapi perlu dimulai sejak masa remaja melalui pembentukan pola pikir, perencanaan masa depan, dan penguatan literasi keagamaan.

    Dalam sambutannya, Kepala KUA Kecamatan Paiton yang diwakili Saiful Bahri menyampaikan bahwa edukasi kepada remaja akan terus diperluas ke berbagai lembaga pendidikan.

    “Program ini akan kami gencarkan ke setiap lembaga pendidikan agar bisa menyeluruh dan bersentuhan langsung dengan para remaja. Saat ini kami masih banyak berinteraksi dengan lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, namun ke depan kami juga akan menyentuh lembaga-lembaga formal lainnya di bawah naungan Dinas Pendidikan,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala MA Ar-Riyadloh, Sairi, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada jajaran KUA Paiton yang telah hadir secara langsung memberikan pembekalan kepada peserta didik.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada segenap jajaran KUA Paiton yang telah sudi turun lapangan memberikan pembekalan kepada anak didik kami. Terus terang, kami belum pernah memberikan bekal kepada anak didik terkait bagaimana agar mereka juga terlibat dalam program pencegahan perkawinan usia anak,” ungkap Sairi.

    Materi pembekalan kemudian disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Paiton, Rusdi Hisyam, S.H., dan Sayidina Ali, S.H. Rusdi memberikan pengenalan mengenai KUA dan berbagai layanan yang diberikan kepada masyarakat.

    Menurutnya, KUA tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan akad nikah. KUA juga memiliki berbagai layanan keagamaan, antara lain pelayanan zakat dan wakaf, pengukuran atau kalibrasi arah kiblat, fasilitasi layanan majelis taklim, serta berbagai layanan keagamaan lainnya.

    “Jadi, KUA itu bukan hanya tempat untuk melangsungkan akad nikah, tetapi banyak layanan keagamaan lainnya yang diberikan kepada masyarakat,” jelas Rusdi.

    Sementara itu, Sayidina Ali atau yang akrab disapa Ali menyampaikan materi bertajuk “Kawin Usia Anak: Mitos atau Kultur?”. Melalui materi yang disajikan dalam sepuluh slide, para siswa diajak memahami berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya perkawinan usia anak, pihak-pihak yang memiliki peran dalam pencegahannya, serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap pendidikan, kesehatan, kesiapan psikologis, ekonomi, dan keberlangsungan kehidupan keluarga.

    Ali menekankan bahwa pencegahan perkawinan usia anak bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga keagamaan. Keluarga, sekolah, masyarakat, dan terutama para remaja sendiri memiliki peran penting dalam membangun kesadaran tersebut.

    Di hadapan para siswa dan siswi MA Ar-Riyadloh, Ali menyampaikan pesan moral agar generasi muda tidak menjadikan perkawinan sebagai keputusan yang lahir karena tekanan sosial maupun budaya.

    “Janganlah menikah karena budaya, tekanan, atau ketakutan. Persiapkan diri agar kelak mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Bangun generasi kita dengan generasi yang intelektual,” pesannya.

    Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Paiton berharap semakin banyak remaja memiliki keberanian untuk merencanakan masa depan, melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, dan mengejar cita-cita sebelum memasuki jenjang perkawinan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun generasi yang berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

  • Jalan Sehat Bersama, KUA Sumberasih Perkuat Sinergi Lintas Sektoral di Momentum Kemerdekaan

    Jalan Sehat Bersama, KUA Sumberasih Perkuat Sinergi Lintas Sektoral di Momentum Kemerdekaan

    Kontributor : Neni Lestari | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    Sumberasih, (28/08/2026) – Semangat kebersamaan menjadi warna dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Sumberasih. Pada Jumat (28/8/2026), pegawai KUA Sumberasih turut mengikuti Fun Walk sejauh 3 kilometer bersama jajaran Puskesmas Sumberasih, Kecamatan Sumberasih, dan masyarakat.

    Kegiatan berlangsung semarak dengan suasana penuh keakraban. Berjalan bersama dalam satu rute menjadi kesempatan bagi peserta dari berbagai unsur untuk berinteraksi, bersilaturahmi, sekaligus menikmati aktivitas fisik yang menyehatkan.

    Lebih dari sekadar olahraga, Fun Walk menjadi sarana memperkuat hubungan antarlembaga di wilayah Kecamatan Sumberasih. Keterlibatan KUA Sumberasih dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya membangun komunikasi dan kebersamaan lintas sektoral, terutama dalam mendukung berbagai program yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

    Bagi jajaran KUA Sumberasih, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kebersamaan yang sederhana namun memiliki dampak. Kegiatan seperti ini membuka ruang untuk membangun kedekatan, memperkuat koordinasi, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

    Nuansa kemerdekaan pun semakin terasa ketika aparatur dan masyarakat berbaur tanpa sekat. Semangat merah putih tidak hanya hadir sebagai simbol perayaan, tetapi juga tercermin melalui kebersamaan, sportivitas, dan kepedulian terhadap kesehatan.

    Keikutsertaan KUA Sumberasih dalam Fun Walk tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus membangun sinergi lintas sektoral bersama unsur pemerintahan, layanan kesehatan, dan masyarakat. Kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat menjadi modal sosial dalam menghadirkan berbagai pelayanan dan program yang semakin dekat, humanis, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.