Kontributor : Sayyidina Ali I Editor : Tim Redaksi Bimas Islam
Paiton, — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Paiton kembali menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Klasikal Angkatan X bagi calon pengantin sebagai bagian dari upaya mempersiapkan pasangan muda dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis, sehat, dan berkelanjutan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, (8/9) pukul 08:30 WIB tersebut berlangsung di Aula Balai Nikah KUA Paiton dan diikuti oleh 15 pasang calon pengantin.
Para peserta merupakan calon pengantin yang rata-rata dijadwalkan melangsungkan akad nikah pada bulan Rabiul Akhir 1448 H. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lintas sektor, yakni dari UPT Puskesmas Paiton dan Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB) Paiton, sehingga materi yang diberikan mencakup aspek keagamaan, kesehatan reproduksi, hingga perencanaan keluarga.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Paiton, Fauzan, S.Sos.I., M.Pd. Dalam sambutannya, Fauzan menekankan pentingnya membangun komunikasi yang harmonis dan sikap saling memahami antara pasangan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Menurutnya, keharmonisan rumah tangga tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga melalui sikap saling menghargai dan kepedulian antara suami dan istri.
“Bagaimana sebuah rumah tangga akan meraih predikat sakinah, mawaddah dan rahmah, jika antar pasangan tidak membangun komunikasi yang harmonis, jika tidak saling memahami antar pasangan,” ujar Fauzan.
Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak meninggalkan nilai-nilai positif yang telah diwariskan oleh orang tua terdahulu, khususnya dalam membangun perhatian dan pelayanan sederhana di dalam keluarga.
“Mari kita hidupkan lagi tradisi-tradisi lama. Dulu orang tua-orang tua kita, isterinya menyiapkan makan dan minum untuk suaminya, bahkan sampai rela menemani suaminya makan. Nah, sekarang sikap-sikap seperti ini sudah mulai luntur bagi generasi-generasi muda. Oleh karenanya saya mengajak dan menghimbau kepada para peserta untuk menghidupkan tradisi ini agar terbentuk keluarga yang harmonis,” ungkapnya.
Memasuki sesi bimbingan, materi pertama disampaikan oleh UPT Puskesmas Paiton yang diwakili oleh Airin Susilowati, S.Kep. Materi berfokus pada kesehatan reproduksi sebagai bekal penting bagi calon pasangan suami istri dalam menjalani kehidupan rumah tangga secara sehat dan bertanggung jawab.
Materi berikutnya disampaikan oleh PLKB Paiton yang dihadiri langsung oleh Kepala PLKB Paiton, Yuyun. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai pilihan alat kontrasepsi yang aman bagi pasangan muda serta pentingnya perencanaan keluarga dalam membangun kehidupan rumah tangga.
Sementara itu, materi terakhir disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Paiton, Rusdi Hisyam, S.Hi. dan Sayidina Ali, S.H. Materi yang diberikan mengangkat berbagai persoalan kehidupan rumah tangga dari perspektif keagamaan dan sosial-ekonomi.
Dalam sesi tersebut, Sayidina Ali menyampaikan materi bertajuk “Tantangan Ekonomi Generasi Muda dalam Membangun Rumah Tangga.” Ia menekankan pentingnya kesiapan ekonomi, pengelolaan penghasilan, serta kesadaran pasangan muda dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi setelah menikah.
“Dalam sebuah kehidupan rumah tangga kita harus menyisihkan sebagian dari penghasilan kita untuk dana darurat, karena sakit dan sehatnya kita, kita tidak pernah tahu. Oleh karena itu, bagi teman-teman para calon suami, kata kunci dalam mencari ma’isyah untuk keluarga adalah HALAL, apapun bentuk pekerjaannya,” tegas Ali.
Melalui Bimwin Klasikal Angkatan X ini, KUA Paiton berharap para calon pengantin tidak hanya siap secara administratif untuk melangsungkan pernikahan, tetapi juga memiliki kesiapan pengetahuan, mental, kesehatan, keagamaan, dan ekonomi. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membekali generasi muda agar mampu membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan berorientasi pada terwujudnya keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.