Category: Uncategorized

  • KUA “JEMPOL” Bergerak, Penyuluh Antar SKT Majelis Taklim Langsung ke Masyarakat

    KUA “JEMPOL” Bergerak, Penyuluh Antar SKT Majelis Taklim Langsung ke Masyarakat

    Kontributor : Rodinabillah / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    SUKAPURA, 02 September 2026 – Pelayanan publik tidak selalu harus menunggu masyarakat datang ke kantor. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukapura terus mendorong pola pelayanan yang lebih dekat, mudah, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui KUA JEMPOL (Jemput Bola).

    Semangat tersebut diwujudkan oleh tiga Penyuluh Agama KUA Kecamatan Sukapura, Syafi’i, S.Pd.I., Ainur Ridho, S.Pd.I., dan Rodinabillah, S.H., yang turut mengantarkan secara langsung Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Majelis Taklim kepada masyarakat.

    Tiga Majelis Taklim yang mendapatkan layanan tersebut yakni Majelis Taklim Nurul Hikmah Assoleh, Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, binaan Ibu Nyai Halimatus Sa’diyah; Majelis Taklim Nurul Huda, binaan Ibu Nyai Marfu’ah; serta Majelis Taklim Al Islah Sukapura, binaan Bapak H. Harminto.

    Ketiganya menjadi bagian dari target pelayanan KUA Kecamatan Sukapura untuk mendorong penerbitan tiga SKT Majelis Taklim setiap bulan. Target tersebut dikawal bersama oleh para Penyuluh Agama sebagai bentuk penguatan pelayanan sekaligus pendampingan kelembagaan Majelis Taklim di wilayah Kecamatan Sukapura.

    Kepala KUA Kecamatan Sukapura, Muhammad Arif Rahman Hakim, S.H., menjelaskan bahwa target tiga SKT setiap bulan bukan semata-mata berorientasi pada capaian administrasi. Lebih dari itu, target tersebut diharapkan menjadi pemantik agar Penyuluh Agama semakin aktif melakukan pendataan, pendampingan, dan pelayanan kepada Majelis Taklim.

    “Target tiga SKT Majelis Taklim setiap bulan merupakan bagian dari ikhtiar agar pelayanan kepada Majelis Taklim terus bergerak. Penyuluh tidak hanya mendampingi proses administrasinya, tetapi juga memastikan layanan tersebut benar-benar sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

    Pengantaran SKT secara langsung menjadi salah satu bentuk nyata dari KUA JEMPOL. Masyarakat yang telah menyelesaikan proses pelayanan tidak harus selalu kembali ke kantor untuk mengambil dokumen. Penyuluh Agama dapat hadir langsung di tengah masyarakat untuk menyerahkan dokumen tersebut.

    Di sinilah KUA JEMPOL bertemu dengan semangat KUA berSAHABAT (Solusi Hadir Bagi Umat). Jika JEMPOL menggambarkan cara KUA memberikan pelayanan melalui gerakan jemput bola, maka berSAHABAT menjadi ruh pelayanan: menghadirkan solusi, membangun kedekatan, dan memberikan kemudahan bagi umat.

    Bagi Majelis Taklim, SKT merupakan bagian dari tertib administrasi dan penguatan kelembagaan. Sementara bagi KUA, proses tersebut menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan para pengelola Majelis Taklim dan memperkuat pembinaan keagamaan di masyarakat.

    Bagi Penyuluh Agama, pelayanan ini juga menjadi bagian dari peran mereka sebagai ujung tombak layanan keagamaan. Syafi’i, S.Pd.I., Ainur Ridho, S.Pd.I., dan Rodinabillah, S.H., tidak hanya hadir melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan, tetapi juga mengambil bagian dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan KUA secara lebih mudah.

    Tiga SKT dalam sebulan akhirnya bukan sekadar angka target. Ia menjadi ukuran sederhana dari sebuah gerakan pelayanan: berapa banyak kelembagaan keagamaan yang berhasil didampingi, berapa banyak masyarakat yang terbantu, dan sejauh mana KUA mampu hadir lebih dekat dengan umat.

    Dengan demikian, KUA JEMPOL dan KUA berSAHABAT berjalan dalam satu tarikan napas. JEMPOL menjadi gerakannya, sementara berSAHABAT menjadi jiwanya. Dari kantor menuju masyarakat, KUA Sukapura berikhtiar memastikan bahwa pelayanan bukan hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi bagi umat.

  • Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

    Kontributor : Khoirul Anam / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    SUMBER, 02 September 2026 – Kantor Urusan Agama Kecamatan Sumber menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Rabu pagi (02/09/2026). Acara yang berlangsung dalam suasana khidmat dan hangat ini mengusung tema “Meneladani Rasulullah dalam Merajut Toleransi antar Umat Beragama” sebagai upaya memperkuat silaturahmi serta memperkokoh persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

    Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Sumber, Fadlur Rahman, S.H. Peringatan ini diselenggarakan sebagai wadah refleksi bersama untuk meneladani nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW, terutama dalam konteks kehidupan beragama yang harmonis di wilayah Kecamatan Sumber.

    Sejumlah pejabat dan perwakilan instansi lintas sektoral turut hadir dalam acara ini. Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sumber, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Sumber, serta Ketua Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Sumber hadir bersama jajaran staf masing-masing.

    Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperlihatkan sinergi dan kolaborasi antarlembaga di tingkat kecamatan.

    Selain unsur instansi pemerintah, jajaran pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) KUA Kecamatan Sumber yang dipimpin langsung oleh ketuanya juga berpartisipasi aktif menghadiri seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.

  • KUA “JEMPOL” Turun ke Sekolah, Penyuluh Sukapura Berantas Buta Huruf Qur’an

    KUA “JEMPOL” Turun ke Sekolah, Penyuluh Sukapura Berantas Buta Huruf Qur’an

    Kontributor : Rodinabillah / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    SUKAPURA, 02 September 2026 – Menjemput kebutuhan umat hingga SDN 1 Sapikerep, wujud nyata KUA ber’SAHABAT’: Solusi Hadir Bagi Umat.

    Upaya pengentasan buta huruf Al-Qur’an terus dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor, layanan pembinaan dilakukan secara langsung melalui JEMPOL (Jemput Bola).

    Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sukapura, Syafi’i, S.Pd.I., Ainur Ridho, S.Pd.I., dan Rodinabillah, S.H., hadir di SDN 1 Sapikerep untuk memberikan pembinaan dan pendampingan kepada peserta didik dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.

    Program ini menjadi bagian dari komitmen KUA berSAHABAT (Solusi Hadir Bagi Umat). Konsep tersebut menempatkan Penyuluh Agama sebagai pelayan masyarakat yang aktif hadir di tengah kebutuhan umat, termasuk dalam penguatan literasi Al-Qur’an bagi generasi muda.

    Pembinaan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan. Untuk memastikan proses berjalan secara berkelanjutan, telah disiapkan jadwal pembinaan rutin setiap hari Rabu dan Kamis, pukul 13.00 sampai 14.00 WIB. Waktu tersebut menjadi ruang khusus bagi peserta didik untuk mendapatkan bimbingan secara lebih terarah dan berkesinambungan.

    Kepala KUA Kecamatan Sukapura, Muhammad Arif Rahman Hakim, S.H., mendukung langkah tersebut. Menurutnya, pengentasan buta huruf Al-Qur’an membutuhkan pendekatan yang konsisten dan kedekatan dengan masyarakat.

    “Penyuluh harus hadir di tempat masyarakat membutuhkan. Sekolah merupakan salah satu ruang strategis untuk menanamkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus membangun kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

    Melalui layanan JEMPOL, KUA Sukapura berupaya mengubah pola pelayanan dari sekadar menunggu menjadi aktif mendatangi sasaran. Sementara semangat berSAHABAT memastikan kehadiran tersebut tidak berhenti pada seremonial, tetapi berlanjut dalam bentuk pembinaan yang terjadwal.

    Pembinaan setiap Rabu dan Kamis pukul 13.00–14.00 WIB diharapkan menjadi langkah kecil yang konsisten untuk melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

    Bagi KUA Sukapura, memberantas buta huruf Al-Qur’an bukan sekadar program. Ia adalah bentuk nyata pelayanan keagamaan: datang, membina, mendampingi, dan memastikan umat tidak berjalan sendirian.

  • Skrining Kesehatan di Pondok Pesantren Al Haqiqi Gandeng Penyuluh Agama Islam KUA Lumbang

    Skrining Kesehatan di Pondok Pesantren Al Haqiqi Gandeng Penyuluh Agama Islam KUA Lumbang

    Kontributor : Abd. Rahman / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    LUMBANG, 02 September 2026 – Pondok Pesantren Al Haqiqi, Desa Tandonsentul, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan skrining kesehatan santri bekerja sama dengan Penyuluh Agama Islam KUA Lumbang, Rabu pagi (02/09/2026). Kegiatan ini diikuti santri putra dan putri, tim kesehatan melakukan pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, pengukuran tinggi dan berat badan, cek gula darah, serta penyuluhan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

    Kepala Pondok Pesantren Al Haqiqi Ny. Hj. Nailun Ni’mah S.Ag menyampaikan apresiasi atas dukungan KUA Lumbang. Menurutnya, kesehatan santri adalah modal utama dalam menuntut ilmu.

    “Kami ingin santri tidak hanya kuat secara spiritual, tapi juga sehat secara jasmani. Dengan skrining ini kami bisa deteksi dini jika ada yang perlu penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

    Penyuluh Agama Islam KUA Lumbang, Sutarmi yang hadir juga memberikan materi tentang pentingnya menjaga kesehatan dalam perspektif Islam.

    “Islam mengajarkan menjaga kebersihan dan kesehatan itu bagian dari iman. Melalui kegiatan ini kami ingin menguatkan pemahaman santri bahwa merawat tubuh adalah bentuk ibadah,” ungkapnya.

    Selain pemeriksaan, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab tentang gizi seimbang, pencegahan anemia pada santriwati, dan bahaya merokok. Para santri tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara.

    Pihak pesantren berharap kegiatan serupa bisa rutin dilakukan setiap 6 bulan sekali. KUA Lumbang juga menyatakan siap bersinergi dalam program pembinaan yang mengintegrasikan aspek agama dan kesehatan.

    Dengan adanya skrining ini, diharapkan para santri Pondok Pesantren Alhaqi dapat belajar dengan lebih optimal dan menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak.

  • Sinergi Penyuluh dan Mahasiswa, SMPI Riyadlus Solihin Perkuat Ketahanan Karakter Remaja

    Sinergi Penyuluh dan Mahasiswa, SMPI Riyadlus Solihin Perkuat Ketahanan Karakter Remaja

    Kontributor : Neni / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    SUMBERASIH, 2 September 2026 – Membangun generasi muda yang memiliki karakter kuat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Hal tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih bersama mahasiswa UIN KHAS Jember dalam kegiatan penyuluhan kepada siswa SMPI Riyadlus Solihin Sumberasih, Rabu (2/9/2026).

    Pembinaan kali ini mengambil fokus pada pencegahan dan pengentasan kenakalan remaja. Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai tantangan yang dapat memengaruhi perilaku remaja sekaligus pentingnya membangun kemampuan mengendalikan diri, memilah pergaulan, dan menentukan pilihan yang bertanggung jawab.

    Masa remaja menjadi fase penting dalam pembentukan kepribadian. Karena itu, penyuluhan diarahkan tidak hanya untuk memberikan larangan terhadap perilaku negatif, tetapi juga mengajak siswa memahami alasan di balik setiap pilihan serta membangun keberanian untuk mengatakan tidak terhadap hal-hal yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

    Interaksi antara penyuluh, mahasiswa, dan siswa berlangsung sebagai ruang edukasi yang terbuka. Pengalaman dan perspektif mahasiswa UIN KHAS Jember turut memperkaya pembinaan, sementara penyuluh memberikan penguatan dari sisi keagamaan dan pembentukan karakter.

    Kegiatan tersebut juga menegaskan bahwa upaya mencegah kenakalan remaja membutuhkan ekosistem yang saling mendukung. Sekolah menjadi ruang pendidikan, keluarga menjadi fondasi utama, sementara masyarakat dan lembaga terkait memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang generasi muda.

    Bagi KUA Sumberasih, pembinaan remaja merupakan bagian dari peran Penyuluh Agama Islam dalam merespons persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Pendekatan keagamaan diharapkan mampu menjadi salah satu fondasi dalam membentuk remaja yang memiliki akhlak, tanggung jawab, dan ketahanan diri.

    Kolaborasi bersama UIN KHAS Jember dan SMPI Riyadlus Solihin Sumberasih diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari penguatan pembinaan generasi muda. Melalui sinergi lintas lembaga tersebut, nilai-nilai keagamaan dan pendidikan karakter diharapkan semakin hadir dalam kehidupan remaja, sehingga mereka mampu tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, produktif, dan bertanggung jawab.

  • Cinta Lintas Negara Bersatu di Tiris Probolinggo

    Cinta Lintas Negara Bersatu di Tiris Probolinggo

    Kontributor : Ulfatul Hasanah / Editor : Lutfi Hidayat

    TIRIS, 01 September 2026 — Momen langka dan istimewa belum lama ini menyelimuti Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Sepasang kekasih dengan kewarganegaraan berbeda, yaitu Indonesia dan Malaysia, akhirnya resmi mengikat janji suci pernikahan. Prosesi akad nikah yang khidmat ini bahkan dilayani langsung oleh Kepala KUA Tiris, Mistoadi,S.Ag., M.Pd.I, yang bertindak sebagai penghulu.

    Pernikahan campuran ini menjadi peristiwa yang menarik perhatian di wilayah pedesaan Tiris. Pengantin pria asal Malaysia, yang mengenakan kemeja putih dan peci putih, bersanding harmonis dengan pengantin wanita asal Indonesia yang anggun berhijab dan membawa rangkaian bunga. Meskipun melibatkan prosedur administrasi lintas negara yang sering dianggap rumit, KUA Tiris berhasil memfasilitasi kebutuhan pasangan tersebut dengan baik.

    Hadirnya Mistoadi,S.Ag., M.Pd.I, untuk memimpin langsung akad nikah menunjukkan komitmen tinggi lembaganya dalam memberikan pelayanan prima kepada seluruh lapisan masyarakat.

    “KUA Tiris berkomitmen untuk menjadi lembaga yang responsif dan melayani. Kami memastikan bahwa semua proses, termasuk untuk pernikahan campuran, berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia agar sah secara agama dan negara,” ujar Mistoadi.

    Detil administratif pernikahan, seperti kejelasan mahar, juga terdokumentasi dengan baik. Seorang petugas KUA terlihat memegang papan bertuliskan ‘MAHAR’ dengan desain modern, menyimbolkan transparansi dan kepastian hak-hak pengantin, sebagaimana diamanatkan dalam ajaran Islam.

    Pelayanan langsung oleh Kepala KUA ini sejalan dengan visi KUA Tiris untuk menjadi institusi yang modern dan akuntabel. Di dinding ruang Balai Nikah, terpampang daftar nama pegawai dan statistik kinerja lembaga, serta bingkai-bingkai sertifikat penghargaan, yang menjadi saksi bisu dari upaya berkelanjutan KUA Tiris dalam meningkatkan kualitas pelayanannya. Peristiwa ini menegaskan bahwa KUA Tiris siap mendukung setiap niat tulus masyarakat untuk membina rumah tangga, tanpa memandang batasan geografis.

  • PD IPARI Probolinggo Matangkan Persiapan Bimtek Hisab Rukyat

    PD IPARI Probolinggo Matangkan Persiapan Bimtek Hisab Rukyat

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (01/09/2026) – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan Bimbingan Teknis (Bimtek) Hisab Rukyat, Selasa (1/9/2026), bertempat di Sekretariat APRI dan IPARI Kabupaten Probolinggo. Rakor tersebut digelar untuk mematangkan persiapan teknis dan kepanitiaan kegiatan yang mengusung tema “Dinamika Hisab Rukyat dalam Menjawab Tantangan Astronomi Islam Kontemporer.”

    Rakor membahas sejumlah aspek penting, mulai dari konsep kegiatan, materi, teknis pelaksanaan, hingga pembagian tugas kepanitiaan. Kegiatan Bimtek diharapkan menjadi ruang peningkatan kapasitas bagi penyuluh agama dan pihak terkait dalam memahami perkembangan hisab rukyat serta dinamika astronomi Islam di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag., M.HI, menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek Hisab Rukyat memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kompetensi penyuluh agama, khususnya dalam memahami aspek keislaman yang berkaitan dengan ilmu falak dan astronomi.

    “Hisab rukyat merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Islam, terutama dalam penentuan waktu-waktu ibadah. Karena itu, peningkatan pemahaman dan kompetensi penyuluh dalam bidang ini perlu terus dilakukan agar mampu memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat,” ujarnya.

    Ia berharap pelaksanaan Bimtek dapat berlangsung dengan baik, menghadirkan materi yang relevan dengan perkembangan astronomi Islam kontemporer, serta memberikan manfaat nyata bagi peserta dan masyarakat.

    Sementara itu, Ketua PD IPARI Kabupaten Probolinggo, H. Suharto, S.HI., M.Pd.I, menegaskan bahwa rakor tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh persiapan kegiatan dilakukan secara terarah dan terkoordinasi.

    “Kami berharap Bimtek Hisab Rukyat ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan tambahan wawasan dan keterampilan kepada para peserta. Dengan persiapan yang matang, kami optimistis kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat,” katanya.

    Dalam rakor tersebut juga ditetapkan susunan panitia pelaksana. Saiful Bahri, S.Ag. dipercaya sebagai Ketua Panitia, Muhammad Hefniyul Mubarok, S.HI sebagai Sekretaris, dan Kudsiya Azizah, S.Ag.,sebagai Bendahara.

    Melalui koordinasi dan persiapan yang dilakukan sejak awal, seluruh pihak berharap Bimtek Hisab Rukyat dapat terlaksana dengan sukses, tertib, dan penuh khidmat, sekaligus menjadi sarana penguatan kompetensi penyuluh agama dalam merespons perkembangan astronomi Islam kontemporer.

  • KUA Tegalsiwalan Berikan Bimbingan Mandiri bagi Calon Pengantin, Perkuat Pondasi Keluarga Sakinah

    KUA Tegalsiwalan Berikan Bimbingan Mandiri bagi Calon Pengantin, Perkuat Pondasi Keluarga Sakinah

    Kontributor: Aly Machsan Moesa / Editor : Saiful Bahri

    Tegalsiwalan, 1 September 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegalsiwalan memberikan Bimbingan Penyuluhan kepada Calon Pengantin secara mandiri sebagai upaya membekali pasangan yang akan memasuki kehidupan rumah tangga dengan pemahaman keagamaan dan kesiapan membangun keluarga yang harmonis.

    Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (1/9/2026) tersebut bertempat di Aula KUA Kecamatan Tegalsiwalan. Kegiatan diikuti oleh 8 pasangan calon pengantin dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 orang.

    Bimbingan disampaikan oleh Siti Sururin Nasihin Robiati, Penyuluh Agama Islam KUA Tegalsiwalan, sebagai pemateri. Dengan mengangkat tema “Pondasi Keluarga Sakinah”, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya membangun rumah tangga berdasarkan nilai-nilai agama, komunikasi yang baik, saling memahami, serta menjalankan hak dan kewajiban antara suami dan istri.

    Siti Sururin Nasihin Robiati menekankan bahwa keluarga sakinah tidak terbentuk secara instan, melainkan membutuhkan komitmen, kesabaran, komunikasi, dan kesediaan kedua pasangan untuk saling mendukung dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

    “Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua orang, tetapi juga menyatukan visi, membangun komunikasi, serta menciptakan keluarga yang dilandasi ketakwaan dan kasih sayang,” jelasnya.

    Melalui bimbingan tersebut, para calon pengantin diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik, baik secara spiritual maupun sosial, sehingga mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh tanggung jawab dan mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

    Kegiatan bimbingan calon pengantin secara mandiri ini juga menjadi bagian dari upaya KUA Tegalsiwalan dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan pasangan sebelum memasuki jenjang pernikahan.

  • Akhir Pekan Kolaborasi KUA, Puskesmas dan PLKB Bekali Calon Pengantin

    Akhir Pekan Kolaborasi KUA, Puskesmas dan PLKB Bekali Calon Pengantin

    Kontributor : Sayyidina Ali I editor : Tim Bimas Islam

    Paiton (31 Agustus 2026) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Paiton berkolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Jabungsisir dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Paiton memberikan pembekalan kepada calon pengantin melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Klasikal. Kegiatan tersebut digelar di Aula Balai Nikah KUA Kecamatan Paiton, Senin (31/8/2026).

    Bimbingan perkawinan ini diikuti oleh 15 pasangan calon pengantin yang berasal dari delapan desa di Kecamatan Paiton. Kegiatan menjadi bagian dari upaya memberikan kesiapan pengetahuan dan keterampilan kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

    Kegiatan tersebut dihadiri Kepala UPT Puskesmas Jabungsisir, dr. Yuniar Indah Savitri, serta perwakilan PLKB Paiton, Resti, S.Pd. Sementara dari KUA Paiton hadir Kepala KUA Paiton Fauzan, S.Sos.I., M.Pd. dan Penyuluh Agama Islam.

    Kepala KUA Paiton Fauzan membuka kegiatan secara langsung. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya calon pengantin mengikuti seluruh rangkaian bimbingan dengan serius karena materi yang diberikan dapat menjadi bekal dalam menghadapi kehidupan rumah tangga.

    “Kalian harus mengikuti dan menyimak materi-materi yang disampaikan oleh narasumber nanti. Walaupun hari ini mungkin kalian menganggap ilmu ini tidak penting, tetapi yakinlah, suatu saat ketika kalian sudah memasuki rumah tangga baru, kalian akan teringat dan membutuhkan ilmu-ilmu yang disampaikan oleh narasumber,” ujar Fauzan saat membuka secara resmi kegiatan Bimwin.

    Materi pertama disampaikan oleh Kepala UPT Puskesmas Jabungsisir, dr. Yuniar Indah Savitri, dengan tema “Menjaga Kesehatan Reproduksi.” Materi ini memberikan pemahaman kepada calon pengantin mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sebagai salah satu bagian dari persiapan membangun keluarga.

    Selanjutnya, perwakilan PLKB Paiton, Resti, S.Pd., menyampaikan materi “Pengenalan Alat Kontrasepsi bagi Calon Pengantin.” Pembekalan tersebut memberikan wawasan mengenai perencanaan keluarga dan pentingnya pasangan memahami pilihan kontrasepsi secara tepat sesuai kebutuhan keluarga.

    Sementara itu, materi terakhir disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Paiton, Ali, dengan tema “Hak dan Kewajiban Suami Istri.” Dalam pemaparannya, Ali menjelaskan pentingnya memahami pembagian hak dan kewajiban dalam rumah tangga agar kehidupan keluarga dapat berjalan dengan penuh tanggung jawab, saling menghormati, dan berlandaskan nilai-nilai agama.

    Ali menjelaskan bahwa suami memiliki tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Di sisi lain, istri memiliki kewajiban menjalankan perannya dalam rumah tangga dengan penuh tanggung jawab, menjaga amanah keluarga, serta membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan suami.

    “Dalam rumah tangga, masing-masing memiliki hak dan kewajiban. Karena itu, calon pengantin perlu memahami tanggung jawab tersebut sejak sebelum menikah agar ketika memasuki kehidupan berumah tangga tidak hanya mengandalkan perasaan, tetapi juga memiliki pengetahuan dan kesiapan,” jelas Ali.

    Kolaborasi KUA, Puskesmas, dan PLKB dalam kegiatan Bimwin tersebut menunjukkan bahwa kesiapan perkawinan tidak hanya menyangkut aspek keagamaan, tetapi juga kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Sinergi lintas sektor diharapkan dapat membantu calon pengantin mempersiapkan kehidupan keluarga secara lebih komprehensif.

    Melalui kegiatan ini, KUA Paiton terus mendorong agar calon pengantin memiliki bekal yang cukup sebelum memasuki kehidupan perkawinan, sehingga mampu membangun keluarga yang sehat, harmonis, bertanggung jawab, dan berorientasi pada terwujudnya keluarga sakinah.

  • Semarakkan Selawat Kebangsaan, KUA Dringu Gelar Pembacaan Dalail Al-Khairat Berjemaah

    Semarakkan Selawat Kebangsaan, KUA Dringu Gelar Pembacaan Dalail Al-Khairat Berjemaah

    Kontributor : Ainun Najib / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    DRINGU, 31 Agustus 2026 — Dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Gema Sholawat Kebangsaan, KUA Dringu melaksanakan pembacaan Dalail Al-Khairat yang dimulai dari Al-Hizb Al-Awwal, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan berbangsa.

    Kepala KUA Dringu, Muhtar, S.Ag., dalam pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa gerakan tersebut merupakan bentuk ikhtiar dalam rangka upaya pencegahan untuk menyelamatkan bangsa dari berbagai hal yang berpotensi merusaknya. Menurutnya, penguatan spiritual melalui sholawat dan doa menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga bangsa.

    “Gerakan ini merupakan bentuk ikhtiar kita dalam rangka upaya pencegahan, agar bangsa kita senantiasa dijauhkan dari segala hal yang dapat merusaknya,” jelas Muhtar.

    Sementara itu, Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Probolinggo, Suharto, S.H.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa Gerakan Nasional Gema Sholawat Kebangsaan tidak berhenti pada pelaksanaan di lingkungan KUA. Gerakan tersebut akan terus diperluas melalui majelis-majelis binaan yang menjadi bagian dari tugas para Penyuluh Agama Islam.

    Ia berharap gerakan ini dapat menjadi gerakan bersama yang terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan para penyuluh dan majelis binaannya, gema sholawat diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana memperkuat spiritualitas, persatuan, dan kecintaan terhadap bangsa.