Author: Admin Bimas

  • Aksi Serentak Nasional “GEBER MAS” Kemenag Kabupaten Probolinggo

    Aksi Serentak Nasional “GEBER MAS” Kemenag Kabupaten Probolinggo

    Kontributor : All Team Bimas Islam / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (10 Agustus 2026) – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MAS) Tahun 2026 secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-Indonesia, Senin pagi (10/08/2026).

    Kick Off pelaksanaan kegiatan tersebut digelar di Masjid Fatahillah, Balaikota Pemprov DKI Jakarta, sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan seluruh takmir masjid dan musala, ASN Kementerian Agama, pengurus dan aktiivis serta remaja masjid, majelis taklim, Ormas Islam, dan seluruh masyarakat.

    Sementara itu, Di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur aksi lapangan dipusatkan di Masjid Ar Rahiem Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, serta menyebar secara simultan di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo yang terdiri dari masjid besar, masjid jami’ dan musala.

    Gerakan ini diinisiasi sebagai langkah konkrit Kemenag dalam mentransformasi peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual, melainkan juga sebagai pusat peradaban yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan menyambut Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Mobilisasi Lintas Elemen Kemenag Kabupaten Probolinggo

    Pelaksanaan Gerakan Bersih Bersih Masjid (GEBER MAS) tahun 2026 di Kabupaten Probolinggo mencatatkan tingkat partisipasi yang tinggi dalam program kebersihan rumah ibadah Kemenag daerah. Seluruh pilar internal Kemenag dan institusi keagamaan dikerahkan secara terintegrasi, meliputi:

    Penyuluh Agama Islam, Penguhulu dan Pengawas Madrasah: Bertindak sebagai koordinator lapangan dan penggerak massa (educator & mobilizer), mengedukasi takmir masjid mengenai konsep ekoteologi dan pengelolaan lingkungan dengan memimpin aksi pembersihan fisik fasilitas masjid, khususnya area tempat wudu, sanitasi, dan toilet masjid di wilayah tugas KUA masing-masing.

    ASN Kemenag Kabupaten: Juga melibatkan diri secara langsung pada sejumlah titik Gerakan Bersih Bersih Masjid di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Begitu pun para Pengawas dan Guru Madrasah (MI, MTs, MA) membantu mengordinasikan siswa dan tenaga pendidik dalam gerakan pembersihan masjid/musala di sekitar lingkungan sekolah/madrasah.

    Pondok Pesantren dan Santri: Mengerahkan ribuan santri di kawasan Kecamatan Paiton, Gading, Dringu dan Wonomerto serta belasan kecamatan lainnya, untuk pembersihan sarana fisik massal dan aksi penanaman pohon peneduh.

    Berdasarkan data resmi yang dihimpun koordinator “GEBER MAS” Kankemenag Kabupaten Probolinggo pada Senin siang (10/08/2026), tercatat kegiatan Gerakan Bersih Bersih Masjid tahun 2026 sebanyak 308 masjid dan 201 musala. Sedangkan jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut mencapai 530 orang.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd, mengatakan Gerakan Bersih Bersih Masjid yang diinisiasi Kemenag RI merupakan implementasi dari nilai agama yang bisa diterapkan oleh para ASN Kemenag di manapun berada. Mereka harus dekat dengan masyarakat, melakukan pendampingan, dan selalu siap hadir saat dibutuhkan masyarakat.

    “GEBER MAS 2026 adalah manifestasi nyata dari nilai ‘Ikhlas Beramal’. Kita ingin mematahkan stigma bahwa pemeliharaan kebersihan masjid semata-mata tugas marbot. Ketika pejabat, penghulu, penyuluh agama, guru, hingga para santri menyapu dan menyikat tempat wudu bersama, di situlah nilai keteladanan agama diwujudkan,” ungkapnya.

    Pelaksanaan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MAS) 2026 di Kabupaten Probolinggo berjalan sukses, tertib, dan lancar dengan tingkat partisipasi kolektif yang tinggi.

  • Kepala Kemenag Probolinggo; Porsadin Perkuat Tafaqquh Fid Din dan Ajang Prestasi Santri

    Kepala Kemenag Probolinggo; Porsadin Perkuat Tafaqquh Fid Din dan Ajang Prestasi Santri

    Kontributor : Inf / editor Tim Red Bimas Islam

    Probolinggo (10 Agustus 2026) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menegaskan pentingnya penguatan pendidikan diniyah sebagai fondasi pembentukan karakter dan daya saing generasi muda. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke-VII Kabupaten Probolinggo yang diikuti lebih dari 300 santri dari 24 kecamatan.

    Menurut Kepala Kemenag Probolinggo, PORSADIN tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi, tetapi merupakan momentum strategis untuk memperkuat kualitas lembaga pendidikan diniyah sekaligus memberikan ruang aktualisasi bagi para santri.

    “PORSADIN kali ini sangat membanggakan dan menjadi awal yang baik untuk membangun gerakan bersama dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan diniyah dan anak-anak kita,” ujarnya.

    Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar, maksimal, sportif, dan kondusif. Dewan juri dan penguji diharapkan menjalankan tugas secara objektif dan profesional, sedangkan para pendamping diminta memberikan dukungan agar para santri dapat mengikuti perlombaan dengan nyaman dan penuh percaya diri.

    *Perkuat Tafaqquh Fiddin*

    Kepala Kemenag Probolinggo menegaskan bahwa PORSADIN memiliki dimensi penting dalam penguatan tafaqquh fiddin, yakni memperdalam pemahaman terhadap ilmu agama. Pendidikan diniyah, menurutnya, harus terus menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang memiliki pengetahuan, akhlak, dan ketahanan moral.

    Ia mengajak para santri untuk tidak pernah berhenti belajar dan tidak merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki.

    “Jangan pernah merasa cukup dalam mencari ilmu. Semua ilmu penting, terlebih ilmu agama yang menjadi bekal kehidupan dunia dan akhirat. Dengan ilmu, kita juga mampu menata kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan negara,” tegasnya.

    Para peserta PORSADIN merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing kecamatan. Karena itu, ia meminta para santri menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, akhlak, dan semangat persaudaraan.

    “Santri pasti mampu bersaing. Jangan pernah pupus semangat untuk belajar dan teruslah mencari ilmu,” pesannya.

    *FKDT Didorong Perkuat Sinergi*

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kemenag Probolinggo memberikan apresiasi kepada Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang dinilai memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan di Kabupaten Probolinggo.

    Menurutnya, FKDT merupakan salah satu mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. Peran tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Kabupaten Probolinggo melalui visi Probolinggo SAE: Sejahtera, Amanah, Religius, Eksis, dan Berdaya Saing.

    “Kolaborasi, komunikasi, dan kebersamaan harus terus kita perkuat agar pendidikan diniyah semakin maju dan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah,” katanya.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Muhammad Sa’dun, Kepala Seksi Bimas Islam M. Imamuddin Nur Fajri, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Harry Cahyono, Kapolsek dan Danramil Pajarakan, pengurus FKDT kabupaten dan kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan juri, serta para pendamping santri.

    Hadir pula Ketua FKPQ Saiful Ulum yang turut mendukung penguatan pendidikan Al-Qur’an dan pendidikan keagamaan di Kabupaten Probolinggo.

    *Madrasah Diniyah Hadapi Tantangan Era Digital*

    Selain penguatan pendidikan agama, Kepala Kemenag Probolinggo mengingatkan pentingnya kesiapan lembaga pendidikan diniyah dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.

    Menurutnya, derasnya arus digital tidak mungkin dihindari. Karena itu, anak-anak harus dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dengan tetap memiliki landasan moral dan spiritual.

    Madrasah Diniyah dinilai memiliki posisi strategis dalam penguatan karakter tersebut. Pendidikan agama tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga harus membentuk moralitas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak peserta didik.

    Ia juga mengingatkan agar penggunaan telepon seluler tidak mengganggu proses belajar para santri. Teknologi harus diarahkan menjadi sarana pendukung pendidikan dan pengembangan diri.

    Kebersihan sebagai Implementasi Nilai Keagamaan

    Pesan mengenai pendidikan karakter juga dikaitkan dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Sebelumnya, Kepala Kemenag Probolinggo bersama Kepala Seksi Bimas Islam mengikuti gerakan bersih-bersih masjid bersama Menteri Agama RI dalam gerakan yang dilaksanakan secara nasional.

    Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa ajaran agama harus diwujudkan dalam perilaku nyata.

    “Kita mempunyai ajaran bahwa kebersihan sebagian dari iman. Jangan sampai kita mengajarkan kebersihan, tetapi lingkungan kita sendiri tidak bersih,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kebersihan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan fisik, tetapi juga kebersihan hati dan perilaku. Karena itu, para santri juga didorong untuk menghormati guru, orang tua, serta orang yang lebih tua.

    Lebih dari 300 Santri Berkompetisi

    PORSADIN VII Kabupaten Probolinggo diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai cabang lomba. Mereka merupakan perwakilan santri dari 24 kecamatan yang sebelumnya telah mengikuti proses pembinaan dan seleksi di wilayah masing-masing.

    Selain menjadi ruang kompetisi, kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi dan konsolidasi antara santri, guru, pendamping, pengurus FKDT, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah.

    Kepala Kemenag Probolinggo berharap PORSADIN dapat menjadi agenda yang terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan diniyah serta pembentukan generasi Kabupaten Probolinggo yang berilmu, berakhlak, religius, dan berdaya saing.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya PORSADIN VII, khususnya FKDT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, jajaran TNI-Polri, panitia, dewan juri, para pendamping, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur terkait.

    PORSADIN VII diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan diniyah dan karakter generasi bangsa, sebagaimana motto yang diusung: “Berkhidmat Bersama Madrasah Diniyah, Membangun Karakter Bangsa. (Aan).

  • Kepala Dikdaya Probolinggo: PORSADIN VII Perkuat Karakter dan Daya Saing Generasi Santri

    Kepala Dikdaya Probolinggo: PORSADIN VII Perkuat Karakter dan Daya Saing Generasi Santri

    Kontributor Inf / editor Tim Redaksi Bimas Islam

    BANYUANYAR (10 Agustus 2026) — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Harry Cahyono, menegaskan bahwa Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke-VII memiliki peran penting dalam memperkuat karakter, kompetensi, dan daya saing generasi santri di tengah dinamika perkembangan zaman.

    Pernyataan tersebut disampaikan Harry Cahyono saat menghadiri PORSADIN VII Kabupaten Probolinggo yang diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai cabang lomba. Para peserta merupakan perwakilan santri dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

    Menurut Harry, pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, moralitas, kedisiplinan, sportivitas, dan kemampuan peserta didik untuk beradaptasi dengan perubahan.

    PORSADIN dinilai menjadi salah satu ruang strategis untuk mengembangkan potensi santri melalui perpaduan pendidikan keagamaan, seni, olahraga, kreativitas, dan pembentukan karakter.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Probolinggo Muhammad Sa’dun, Kepala Seksi Bimas Islam M. Imamuddin Nur Fajri, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Kapolsek dan Danramil Pajarakan, pengurus FKDT kabupaten dan kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan juri, serta para pendamping.

    Sinergi Pendidikan Formal dan Keagamaan

    Harry Cahyono menekankan bahwa penguatan pendidikan karakter membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pendidikan formal, pendidikan keagamaan, keluarga, dan lingkungan masyarakat harus berjalan secara beriringan dalam membentuk generasi yang berkualitas.

    Dalam konteks tersebut, keberadaan Madrasah Diniyah memiliki kontribusi penting dalam memperkuat pendidikan moral dan keagamaan anak-anak.

    Menurutnya, santri harus diberikan kesempatan yang luas untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperoleh bekal keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

    “Anak-anak kita harus dipersiapkan tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, keterampilan, dan kemampuan untuk bersaing,” ujarnya.

    Ia menilai PORSADIN menjadi momentum positif untuk mempertemukan berbagai potensi santri dari seluruh kecamatan sekaligus memperkuat jejaring antarlembaga pendidikan diniyah.

    Hadapi Tantangan Era Digital

    Harry juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Arus digital yang semakin kuat harus diimbangi dengan kemampuan literasi, pengawasan, dan penguatan karakter peserta didik.

    Menurutnya, anak-anak harus diarahkan agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai instrumen pembelajaran dan pengembangan kreativitas, bukan justru menjadi faktor yang menghambat proses pendidikan.

    Dalam hal ini, lembaga pendidikan, termasuk Madrasah Diniyah, memiliki peran penting dalam membangun ketahanan moral dan karakter anak.

    PORSADIN VII Kabupaten Probolinggo diikuti lebih dari 300 santri dari 24 kecamatan yang berkompetisi dalam berbagai cabang lomba.

    Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi, aktualisasi potensi, serta pembentukan sportivitas dan kepercayaan diri para santri.

    Harry mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, khususnya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, FKDT, panitia, para guru dan pendamping, dewan juri, jajaran TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur terkait.

    Ia berharap PORSADIN yang dilaksanakan di PP. Mambaul Huda Banyuanyar ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi Kabupaten Probolinggo yang berkarakter, berprestasi, religius, dan memiliki daya saing.

    Ketua FKDT Probolinggo Ubaidillah menyatakan PORSADIN VII mengusung semangat “Berkhidmat Bersama Madrasah Diniyah, Membangun Karakter Bangsa.” langkah kita bersama mengawal generasi muda agar terus lakukan khidmat dalam membangun generasi bangsa yang berkarakter, harapnya. (Aan)

  • Komitmen KUA Kecamatan Wonomerto Berikan Layanan Berkualitas dan Bersih dari Gratifikasi

    Komitmen KUA Kecamatan Wonomerto Berikan Layanan Berkualitas dan Bersih dari Gratifikasi

    Kontributor : Wawan AS / Editor : Tim Bimais Islam

    WONOMERTO (7 Agustus 2026) – KUA Kecamatan Wonomerto terus meneguhkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas, profesional, transparan, dan bebas dari praktik gratifikasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sinergi seluruh aparatur yang senantiasa mengedepankan integritas dalam setiap layanan kepada masyarakat, sehingga tercipta pelayanan yang cepat, mudah, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, seluruh karyawan dan ASN KUA Kecamatan Wonomerto menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pimpinan untuk menjaga marwah Kementerian Agama melalui budaya kerja yang bersih dan melayani. Sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, para ASN juga melaksanakan sosialisasi secara langsung mengenai pentingnya menolak segala bentuk gratifikasi dalam pelayanan publik.

    Sosialisasi dilakukan dengan mengajak masyarakat berpose bersama sambil membawa ikon Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, MAHAR (Mari Hindari Gratifikasi). Melalui kampanye tersebut, masyarakat diingatkan bahwa seluruh layanan di KUA Kecamatan Wonomerto diberikan sesuai ketentuan yang berlaku tanpa dipungut biaya di luar aturan yang telah ditetapkan. Hotline informasi dan pengaduan dapat melalui call center KUA di nomor 0895623100821

    Diharapkan, komitmen bersama ini semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap KUA sebagai institusi pelayanan keagamaan yang berintegritas, profesional, dan senantiasa mengedepankan nilai-nilai anti gratifikasi.

  • Stop Pernikahan Dini! Sinergi KUA dan SMPN 1 Tegalsiwalan Selamatkan Generasi Muda

    Stop Pernikahan Dini! Sinergi KUA dan SMPN 1 Tegalsiwalan Selamatkan Generasi Muda

    Kontributor : Syaiful Bahri / Editor : Tim Redaksi Bimas Islam

    TEGAL SIWALAN (7 Agustus 2026) – SMP Negeri 1 Tegalsiwalan menggandeng KUA Kecamatan Tegalsiwalan untuk menggelar sosialisasi pencegahan pernikahan dini pada Jumat (7/8/2026).

    Acara yang berlangsung di halaman utama sekolah ini melibatkan seluruh siswa, guru, staf TU, dan tenaga pelaksana demi menumbuhkan kesadaran akan pentingnya masa depan

    Kepala SMPN 1 Tegalsiwalan, Sugianto, mengapresiasi kehadiran tim KUA. Ia menegaskan bahwa pembekalan ini krusial agar siswa fokus belajar dan mengejar impian mereka terlebih dahulu. Tujuan kegiatan ini untuk Membekali siswa dengan pemahaman agama dan motivasi hidup.

    Materi utama disampaikan oleh K.H. Khomisun Bashofi selaku Penyuluh Agama KUA Tegalsiwalan. Beliau mengingatkan siswa agar belajar demi mencari rida Allah SWT dan ilmu yang bermanfaat, bukan sekadar mencari kerja. IBeliau juga berpesan agar hidup sederhana, jaga kesehatan, dan jangan pernah merasa paling pintar.

    Disamping itu, pemateri juga memotivasi siswa agar mengejar prestasi dan belajar sampai pendidikan tinggi. Jangan keburu menikah, batas usia minimal menikah secara hukum adalah 19 tahun, dan 21 tahun dari kesiapan kesehatan. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga diri dari pergaulan bebas. Manusia itu menikah untuk ibadah, bukan kawin, Menjauhi pacaran berlebihan dan perbuatan zina demi menghindari kesengsaraan.

    Menikah di usia yang terlalu muda dinilai membawa banyak dampak negatif bagi remaja, di antaranya Putus sekolah dan prestasi anjlok, Ketidaksiapan mental dan ekonomi, dan Tingginya risiko konflik rumah tangga.

    Melalui kegiatan ini, SMPN 1 Tegalsiwalan dan KUA berkomitmen untuk terus bersinergi dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, dan fokus menata masa depan yang cerah. (Inf)

  • Kemenag Probolinggo Hadiri Harmonisasi Sertifikat Halal dan NKV Produk Pangan Asal Hewan

    Kemenag Probolinggo Hadiri Harmonisasi Sertifikat Halal dan NKV Produk Pangan Asal Hewan

    Kontributor : Fetta NS / Editor : Muh. Hefni M – Tim Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (07 Agustus 2026) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui Pengawas Jaminan Produk Halal menghadiri kegiatan Harmonisasi Sertifikat Halal dan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) Produk Pangan Asal Hewan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Jumat (07/08/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo tersebut menjadi forum koordinasi lintas sektor dalam rangka menyelaraskan penyelenggaraan sertifikasi halal dengan pemenuhan standar keamanan dan kesehatan produk pangan asal hewan melalui NKV.

    Harmonisasi tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 terkait tahapan implementasi kewajiban sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026 serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner Unit Usaha Produk Hewan.

    Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo diwakili oleh Kasubbag TU, Moh. Sa’dun dan Pengawas Jaminan Produk Halal. “Kemenag meenyampaikan dukungannya dan mengapresiasi terhadap penguatan koordinasi antara semua pihak baik pemerintah daerah, BPJPH, dan stakeholder terkait dalam meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan sertifikasi halal”, ujar Sa’dun mewakili Kepala Kankemenag.

    Pengawas Jaminan Produk Halal Kabupaten Probolinggo, Fetta Nabilatus Sa’adah menyampaikan bahwa capaian sertifikasi halal di Kabupaten Probolinggo menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

    “Alhamdulillah, perkembangan sertifikasi halal di Kabupaten Probolinggo terus meningkat. Saat ini Kabupaten Probolinggo berada di posisi kedua se-Jawa Timur dalam capaian sertifikasi halal. Capaian ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan edukasi, pendampingan, dan pengawasan agar semakin banyak pelaku usaha yang memenuhi kewajiban sertifikasi halal,” ujar Fetta.

    Menurut Fetta, capaian tersebut tidak hanya menjadi sebuah prestasi, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk terus memperluas jangkauan sertifikasi halal, khususnya kepada pelaku usaha pangan yang memiliki kewajiban sertifikasi halal.

    “Dengan semakin dekatnya tahapan implementasi kewajiban sertifikasi halal pada 18 Oktober 2026, diperlukan kolaborasi dari seluruh pihak. Pemerintah daerah, Kementerian Agama, BPJPH, pendamping, dan pelaku usaha perlu bersama-sama memastikan kesiapan pelaku usaha,” lanjutnya.

    Ia menambahkan, harmonisasi sertifikat halal dan NKV menjadi langkah strategis dalam memberikan pemahaman kepada pelaku usaha pangan asal hewan bahwa aspek kehalalan, keamanan, dan kesehatan produk perlu dipenuhi secara beriringan.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh unsur Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Probolinggo, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Probolinggo, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo, serta BPJPH Provinsi Jawa Timur.

    Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait dalam mendukung percepatan sertifikasi halal serta mewujudkan ekosistem produk halal yang memberikan kepastian dan perlindungan bagi masyarakat.

    Sinergi lintas sektor diharapkan mampu mendorong semakin banyak pelaku usaha pangan asal hewan di Kabupaten Probolinggo untuk segera memenuhi persyaratan sertifikasi halal dan NKV, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya aman dan berkualitas, tetapi juga memenuhi ketentuan kehalalan.

  • KUA Maron Tegaskan Layanan Nikah di Kantor pada Jam Kerja Gratis dan Transparan

    KUA Maron Tegaskan Layanan Nikah di Kantor pada Jam Kerja Gratis dan Transparan

    Kontributor : Ach. Noor Busthomi / Editor : Lutfi Hidayat

    MARON, (07 Agustus 2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang mudah, transparan, profesional, dan berintegritas, khususnya dalam layanan pendaftaran serta pencatatan pernikahan.

    Masyarakat yang melaksanakan akad nikah di Kantor KUA pada hari dan jam kerja dapat memperoleh layanan tersebut tanpa dipungut biaya atau nol rupiah. Kebijakan ini menjadi salah satu bentuk kemudahan pemerintah dalam memberikan akses pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

    Hal tersebut terlihat dalam pelayanan pernikahan di KUA Kecamatan Maron. Setelah proses pemeriksaan, akad nikah, dan pencatatan selesai, pasangan pengantin menerima buku nikah sebagai bukti resmi telah tercatatnya pernikahan mereka. Seluruh proses berlangsung tertib dengan mengedepankan sikap ramah, profesional, dan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.

    Kepala KUA Kecamatan Maron, Muh. Amin, S.Ag., M.Pd.I mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan resmi KUA.

    “Pendaftaran dan pencatatan nikah di Kantor KUA pada hari dan jam kerja tidak dipungut biaya. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan resmi ini agar pernikahannya tercatat secara sah menurut agama dan negara. KUA Kecamatan Maron berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan bebas dari praktik gratifikasi,” ungkapnya.

    Sementara itu, Penghulu KUA Kecamatan Maron, Ainul Yaqin, S.Ag menegaskan bahwa pencatatan pernikahan memiliki peran penting dalam memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi pasangan suami istri beserta anak-anak mereka.

    “Pernikahan yang tercatat memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi suami, istri, maupun anak di kemudian hari. Kami siap mendampingi masyarakat mulai dari pendaftaran, pemeriksaan dokumen, hingga pelaksanaan akad nikah sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

    KUA Kecamatan Maron juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai ketentuan biaya layanan nikah. Akad nikah yang dilaksanakan di Kantor KUA pada hari dan jam kerja dikenakan biaya Rp. 0, sedangkan akad nikah yang dilaksanakan di luar kantor KUA dikenakan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai peraturan yang berlaku.

    Melalui pelayanan yang transparan, profesional, dan berintegritas, KUA Kecamatan Maron berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mencatatkan pernikahan melalui jalur resmi. Selain memberikan kepastian hukum, pencatatan pernikahan menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah sejak awal kehidupan berumah tangga.

  • Sambut HUT RI ke-81, Kemenag Himbau Gerakan Bersih-bersih Masjid secara Serentak

    Sambut HUT RI ke-81, Kemenag Himbau Gerakan Bersih-bersih Masjid secara Serentak

    PROBOLINGGO (6 Agustus 2026) — Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam siap menggebrak aksi kepedulian lingkungan melalui Kick Off Gerakan Bersih-bersih Masjid Nasional (Geber Masjid). Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 08.00–11.30 WIB bertempat di Masjid Fatahillah, Balai Kota Jakarta, serta digelar serentak di seluruh pelosok Indonesia.

    Aksi gotong royong berskala nasional ini menjadi salah satu agenda utama Kemenag dalam menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan aksi nyata di tengah masyarakat.

    Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa Geber Masjid bukan sekadar kegiatan seremonial sesaat. Gerakan ini berlandaskan Surat Edaran Dirjen Bimas Islam No. 4 Tahun 2026 yang bertujuan membangun kesadaran kolektif umat.

    “Gerakan ini menjadi bagian dari upaya kita memeriahkan HUT ke-81 RI dengan aksi nyata menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan umat. Kami berharap ini menjadi budaya bersama dalam merawat rumah ibadah,” ujar Abu Rokhmad dalam Sosialisasi Geber Masjid yang diikuti secara daring oleh lebih dari 1.000 peserta, Rabu (5/8/2026).

    Gerakan ini juga menjadi wujud konkret dukungan terhadap Program Kemenag ASRI (Aman, Sehat, Rindang, Indah).

    Senada dengan hal tersebut, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan bahwa fokus Geber Masjid mencakup berbagai aksi ramah lingkungan, antara lain: Pemilahan sampah organik dan anorganik di area masjid, Penanaman tanaman hijau di lingkungan sekitar masjid., Meminimalisasi penggunaan plastik sekali pakai dan Penghematan penggunaan air dan daya listrik.

    Langkah ini sejalan dengan implementasi Program Ekoteologi yang digencarkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, di mana pelestarian lingkungan dipandang sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai keagamaan.

    Untuk memastikan kesuksesan gerakan ini, Kemenag melibatkan berbagai pihak secara masif, mulai dari Kanwil Kemenag, Kankemenag Kabupaten/Kota, Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, hingga para pengurus masjid dan masyarakat luas.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Proboilinggo, Samsur menyatakan bahwa kegiatan ini adalah syiar bukan hanya kegiatan insidentil semata, tetapi untuk menguatkan kepedulian dan peran ASN Kemenag dalam memakmurkan masjid atau mushalla, baik itu masjid besar di kecamatan atau masjid Jamik di Desa/kelurahan maupun yang ada di perkantoran. Di Kemenag sendiri, Masjid Ar-Rohim yang berada dilingkungan kantor kita pilih sebagai titik lokasi kegiatan. “Saya himbau kepada semua ASN Kemenag bisa mengajak semua pihak termasuk juga di Madrasah untuk mensukseskan kegiatan ini”. Pungkas Samsur.

    Pendaftaran Masjid dapat didaftarkan di tautan https://simas.kemenag.go.id/event/geber-masjid kemudian pada saat pelaksanaannya nanti, foto kegiatan dan sertifikat dapat didownload di link tersebut pula. (Red)

  • Pengambilan Sumpah Nadzir dan Pelaksanaan Ikrar Wakaf, PPAIW Wonomerto Tegaskan Tanggung Jawab Pengelolaan Harta Wakaf

    Pengambilan Sumpah Nadzir dan Pelaksanaan Ikrar Wakaf, PPAIW Wonomerto Tegaskan Tanggung Jawab Pengelolaan Harta Wakaf

    Kontributor : Muh. Munir / Editor : Muh. Hefni M – Tim Bimas Islam

    WONOMERTO, (06/08/2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wonomerto melaksanakan pengambilan sumpah nadzir, pelaksanaan ikrar wakaf, dan penyerahan Akta Ikrar Wakaf (AIW) di Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Kamis (6/8/2026).

    Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kecamatan Wonomerto, H. Wawan Ali Suhudi,S.Ag., M.H., tersebut merupakan bagian dari layanan KUA yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat melalui penguatan tata kelola wakaf yang tertib administrasi dan memiliki kepastian hukum.

    Dalam pelaksanaan ikrar wakaf tersebut, Amari mewakafkan sebidang tanah seluas 778 meter persegi, sedangkan Milawati mewakafkan tanah seluas 172 meter persegi. Kedua bidang tanah itu diperuntukkan bagi pembangunan masjid, penyelenggaraan pendidikan keagamaan, serta berbagai kegiatan ibadah sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

    Kegiatan dihadiri oleh dua orang wakif, tiga orang nadzir, dua orang saksi, serta Kepala Desa Kedung Supit. Prosesi diawali dengan pengambilan sumpah nadzir, dilanjutkan pembacaan ikrar wakaf oleh para wakif di hadapan PPAIW sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Dalam arahannya, H. Wawan Ali Suhudi menjelaskan bahwa wakaf merupakan salah satu bentuk ibadah yang memiliki nilai amal jariyah dan manfaatnya terus mengalir sepanjang harta wakaf dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Ia juga menguraikan hak wakif atas tanah yang diwakafkan, fungsi nadzir sebagai pengelola harta wakaf, hak dan kewajiban nadzir, larangan mengalihkan maupun menyalahgunakan objek wakaf, serta batasan kewenangan nadzir dalam mengelola aset wakaf.

    “Wakaf bukan sekadar penyerahan tanah, tetapi merupakan amanah yang harus dijaga bersama. Nadzir memiliki tanggung jawab besar untuk mengelola dan mengembangkan harta wakaf secara profesional, transparan, dan sesuai syariat serta ketentuan hukum yang berlaku agar manfaatnya dapat dirasakan oleh umat secara berkelanjutan,” ujarnya.

    Sementara itu, salah seorang wakif, H. Amari, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mewakafkan sebagian hartanya untuk kepentingan umat.

    “Semoga tanah yang saya wakafkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, dimanfaatkan untuk pembangunan masjid, pendidikan agama, dan kegiatan ibadah yang membawa manfaat bagi masyarakat. Saya berharap aset wakaf ini dapat dikelola dengan amanah sehingga menjadi investasi akhirat yang memberi keberkahan bagi banyak orang,” tuturnya.

    Kegiatan ditutup dengan penyerahan Akta Ikrar Wakaf kepada para pihak sebagai bukti autentik pelaksanaan wakaf. Dokumen tersebut menjadi dasar hukum dalam pengelolaan harta wakaf sekaligus memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak agar aset wakaf tetap terjaga, dikelola secara amanah, profesional, dan memberikan kemanfaatan yang berkelanjutan bagi umat.

  • Peringati HAN 2026, Pemkab Probolinggo Perkuat Sinergi Kabupaten Layak Anak

    Peringati HAN 2026, Pemkab Probolinggo Perkuat Sinergi Kabupaten Layak Anak

    PROBOLINGGO (6 Agustus 2026) – Kawasan wisata Pantai Bentar menjadi lokasi perayaan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Probolinggo tahun 2026. Acara yang dihadiri lintas instansi, termasuk perwakilan dari Kantor Kemenag, Moh. Sa’dun.

    Peringatan HAN ini menjadi panggung bagi Bupati dr. M. Haris untuk menyuarakan gerakan Kabupaten Layak Anak. Bupati Haris mengimbau pemenuhan 18 hak dasar anak yang mencakup aspek kelangsungan hidup, perkembangan, perlindungan, dan partisipasi. Beliau mengingatkan agar anak-anak tidak hanya dituntut berprestasi akademik, tetapi juga dipenuhi hak bermain dan berekspresinya dalam lingkungan yang aman.

    Untuk mewujudkan wilayah ramah anak, Pemkab Probolinggo menggalakkan program strategis seperti Sekolah Ramah Anak hingga Kampung Ramah Anak.

    Bupati menegaskan, perlindungan anak dari perundungan, kekerasan, dan diskriminasi adalah investasi krusial menyambut Indonesia Emas 2045, yang memerlukan kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat

    Pemkab Probolinggo berkomitmen mendukung program Kabupaten Layak Anak melalui program Sekolah, Puskesmas, dan Kampung Ramah Anak. Bupati Haris mengingatkan bahwa kesuksesan program ini membutuhkan sinergi dari orang tua, guru, tokoh masyarakat, dunia usaha, dan media. Acara di Pantai Bentar tersebut dimeriahkan oleh berbagai pentas kreativitas dan kampanye edukatif anak. (Red)