Author: Admin Bimas

  • Perkuat Deteksi Dini Konflik Keagamaan, Kemenag Probolinggo Matangkan Implementasi EWS Si-Rukun di Kawasan Timur

    Perkuat Deteksi Dini Konflik Keagamaan, Kemenag Probolinggo Matangkan Implementasi EWS Si-Rukun di Kawasan Timur

    Kontributor : Ansori, MP I Editor : Lutfi Hidayat

    PAITON, 14 Juli 2026 – Pencegahan potensi konflik sosial dimensi keagamaan melalui optimalisasi Early Warning System (EWS) Si-Rukun (Sistem Deteksi Dini Indonesia Rukun), terus diperkuat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

    Salah satu Langkahnya melalui monitoring, pembinaan dan penguatan implementasi EWS yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd. bersama jajaran lintas seksi dan pengurus Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI).

    Kegiatan ini menyasar sejumlah KUA di kawasan timur Kabupaten Probolinggo, meliputi KUA Paiton, KUA Kotaanyar, KUA Pakuniran dan KUA Besuk. Koordinasi internal dilakukan guna mematangkan strategi penguatan EWS Si-Rukun sebagai instrumen deteksi dini terhadap berbagai potensi persoalan sosial keagamaan di tengah masyarakat.

    Sistem ini menjadi salah satu instrumen penting Kementerian Agama dalam memetakan dinamika kehidupan beragama sehingga potensi konflik dapat diidentifikasi sedini dini mungkin dan dapat segera ditangani melalui langkah-langkah preventif, sehingga tidak sampai meluas menjadi konflik horizontal yang lebih besar.

    Dalam arahannya, H. Samsur menegaskan bahwa deteksi dini bukan sekadar menginput data ke dalam aplikasi, melainkan membangun budaya kewaspadaan dan kepekaan seluruh jajaran Kementerian Agama terhadap perkembangan kehidupan keagamaan di wilayah masing-masing.

    “EWS Si-Rukun merupakan instrumen strategis Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama. Karena itu, seluruh jajaran harus memiliki sensitivitas terhadap berbagai dinamika sosial keagamaan sehingga potensi persoalan dapat dipetakan lebih awal, dikomunikasikan, dan diselesaikan secara bijaksana sebelum berkembang menjadi konflik,” terangnya.

    Ia menambahkan, keberhasilan sistem peringatan dini sangat ditentukan oleh kualitas data, kecepatan pelaporan, serta sinergi antara Kantor Kementerian Agama, Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, dan seluruh pemangku kepentingan di tingkat kecamatan.

    Usai rapat koordinasi, Kepala Kantor bersama tim melaksanakan monitoring ke sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah timur Kabupaten Probolinggo tersebut. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Kantor didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam melakukan pembinaan sekaligus pemeriksaan administrasi layanan nikah dan rujuk, kelengkapan dokumen pencatatan pernikahan, serta validitas berbagai data layanan keagamaan yang menjadi bagian dari tata kelola administrasi KUA.

    Monitoring juga difokuskan pada kesiapan KUA dalam mendukung implementasi EWS Si-Rukun melalui penguatan pelaporan kondisi sosial keagamaan, pemutakhiran data wilayah binaan, serta peningkatan koordinasi dengan para penyuluh agama dan tokoh masyarakat.

    Ditegaskan bahwa KUA merupakan garda terdepan Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, selain memberikan pelayanan administrasi keagamaan, KUA juga memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat moderasi beragama.

    “KUA tidak hanya menjadi pusat layanan administrasi keagamaan, tetapi juga simpul informasi yang mampu membaca dinamika masyarakat. Dari sinilah deteksi dini dapat dilakukan sehingga potensi persoalan bisa diselesaikan melalui pendekatan dialog, edukasi, dan pembinaan,” ujarnya.

    Melalui penguatan implementasi EWS Si-Rukun, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berharap budaya deteksi dini semakin mengakar di seluruh satuan kerja. Dengan demikian, berbagai potensi konflik sosial keagamaan dapat dicegah sejak awal, sekaligus memperkuat terwujudnya kerukunan umat beragama, pelayanan publik yang berkualitas, serta kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.

  • BRUS di MTs Darussalam Tongas, Bekali Siswa Baru dengan Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Bahaya Narkoba

    BRUS di MTs Darussalam Tongas, Bekali Siswa Baru dengan Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Bahaya Narkoba

    Kontributor : Fifin Naili R I Editor : Lutfi Hidayat

    TONGAS, 14 Juli 2026 – Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MTs Darussalam Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo menjadi momentum para Penyuluh Agama Islam KUA Tongas dalam menyosialisasikan dampak negatif nikah muda dan bahaya penyalahgunaan narkoba.

    MTs Darussalam bekerjasama dengan Penyuluh Agama Islam KUA Tongas menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), sebagai upaya membentuk karakter generasi muda yang beriman, sehat dan berprestasi.

    Kegiatan itu digelar Selasa pagi (14/07/2026) yang diikuti oleh seluruh siswa baru dengan antusias. Melalui dua materi utama yang sangat dekat dengan kehidupan remaja, para siswa diajak untuk memahami berbagai tantangan yang mereka hadapi sekaligus mempersiapkan diri dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.

    Materi pertama mengangkat tema “Cegah Pernikahan Dini, Raih Cita-cita Setinggi Langit”. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menuntaskan pendidikan, mempersiapkan diri secara fisik, mental, ekonomi, dan spiritual sebelum memasuki jenjang pernikahan.

    Dijelaskan pula oleh pemateri K. Budianto SA, S.Pd.I., M.Pd bahwa pernikahan bukanlah perlombaan siapa yang paling cepat, melainkan tentang kesiapan membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa-rahmah. Para siswa didorong untuk berani bermimpi, terus belajar, dan menjaga diri agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang dapat menghambat masa depan mereka.

    Selanjutnya, materi kedua membahas Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba. Para siswa diberikan edukasi mengenai berbagai jenis narkoba, dampak buruk penyalahgunaannya terhadap kesehatan, masa depan, serta kehidupan keluarga. Mahfudz, S.Pd.I selaku pemateri mengajak para siswa memiliki keberanian mengatakan “tidak” terhadap ajakan menggunakan narkoba, memilih lingkungan pergaulan yang positif, serta mengisi masa remaja dengan kegiatan yang bermanfaat dan produktif.

    Suasana kegiatan berlangsung interaktif, para siswa aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan menyampaikan pendapatnya. Penyampaian materi yang diselingi contoh-contoh kehidupan sehari-hari membuat puluhan siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga diri sejak usia remaja.

    Melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) ini, diharapkan para siswa MTs Darussalam mampu menjadi generasi cerdas dalam mengambil keputusan, memiliki karakter yang kuat, menjauhi perilaku berisiko, serta berkomitmen untuk terus belajar demi meraih cita-cita.

  • Kemenag dan RSU Wonolangan Teken MoU, Hadirkan Layanan Kerohanian Humanis dan Terintegrasi

    Kemenag dan RSU Wonolangan Teken MoU, Hadirkan Layanan Kerohanian Humanis dan Terintegrasi

    Kontributor : Ansori, MP I Editor : Lutfi Hidayat

    DRINGU, 14 Juli 2026 – Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan pelayanan publik berkualitas. Hal itu, salah satunya diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Wonolangan, tentang penyelenggaraan pelayanan kerohanian bagi pasien, Selasa pagi (14/07/2026) di Auditorium RSU Wonolangan, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo

    Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd.I bersama Direktur RSU Wonolangan, drg. Roosnindya Tjahjaningastoeti, M.M yang disaksikan jajaran pimpinan kedua institusi.

    Kerja sama tersebut menjadi komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual pasien sebagai bagian dari pelayanan yang utuh, profesional dan humanis.

    Samsur mengapresiasi terjalinnya kemitraan yang merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah dibangun sebelumnya. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas harus mampu memandang manusia secara menyeluruh, baik dari sisi fisik, mental maupun spiritual.

    “Di balik ikhtiar medis yang dilakukan tenaga kesehatan, terdapat kebutuhan batin yang tidak kalah penting, yakni ketenangan jiwa dan penguatan spiritual. Karena itu, pelayanan kerohanian menjadi bagian tidak terpisahkan dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang humanis. Kementerian Agama siap memberikan dukungan melalui pembinaan keagamaan, bimbingan mental spiritual, serta pendampingan sesuai agama dan keyakinan pasien,” ujarnya.

    Ia menambahkan, sinergi antara Kementerian Agama dan RSU Wonolangan merupakan implementasi nyata penguatan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    “Kita memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan pelayanan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kolaborasi formal maupun nonformal ini diharapkan semakin memperkuat pelayanan keagamaan di lingkungan rumah sakit,” imbuhnya.

    Direktur RSU Wonolangan, drg. Roosnindya Tjahjaningastoeti, M.M, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, pelayanan spiritual merupakan salah satu unsur penting dalam proses penyembuhan pasien. Ia menjelaskan bahwa RSU Wonolangan terus mengembangkan pelayanan kesehatan yang komprehensif. Rumah sakit yang kini menjadi bagian dari holding BUMN sektor perkebunan tersebut memiliki kapasitas 127 tempat tidur rawat inap dengan berbagai layanan unggulan mulai dari rawat jalan, rawat inap, Medical Check Up (MCU), pemeriksaan kesehatan pelaut, vaksinasi internasional bagi calon jemaah haji dan umrah, layanan kesehatan pekerja migran Indonesia, hingga berbagai layanan kesehatan keluarga.

    “Kami berharap kerja sama ini menjadi simbiosis mutualisme yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Kami meyakini bahwa pelayanan kesehatan yang paripurna tidak hanya mengobati penyakit, tetapi juga menghadirkan ketenangan, harapan dan penguatan spiritual bagi pasien. Karena itu, kami membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bersama Kementerian Agama,” tuturnya.

    Ia juga berharap sinergi tersebut dapat berkembang pada berbagai program pembinaan keagamaan, edukasi masyarakat, dan pelayanan sosial yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas.

    Melalui kerja sama ini, Kementerian Agama akan mendukung penyediaan layanan kerohanian bagi pasien melalui bimbingan rohani, doa bersama, kultum, pendampingan spiritual, serta pelayanan keagamaan lainnya sesuai kebutuhan dan keyakinan pasien. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memberikan ketenangan batin sekaligus meningkatkan semangat pasien dalam menjalani proses penyembuhan.

    Selain pelayanan kerohanian, kedua lembaga juga sepakat memperluas kolaborasi pada berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Di antaranya santunan anak yatim, bakti sosial, donor darah, khitan massal, operasi bibir sumbing, edukasi kesehatan, hingga berbagai program kemanusiaan lainnya yang selama ini telah menjadi bagian dari pengabdian RSU Wonolangan kepada masyarakat.

    Dalam sesi diskusi, Manajer Business Support RSU Wonolangan Danyswara Madyasta, S.E., M.Ak mengusulkan penyusunan agenda implementasi MoU secara terstruktur sehingga setiap program kerja dapat berjalan berkesinambungan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

    Sementara itu, Herlin Cahya mengusulkan adanya peningkatan kapasitas melalui pelatihan pemulasaraan jenazah sebagai bagian dari penguatan kompetensi pelayanan keagamaan. Rangkaian acara dilanjutkan dengan visitasi ke sejumlah ruang pelayanan rumah sakit dan menyapa pasien yang sedang menjalani perawatan.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut dari jajaran RSU Wonolangan, yakni dr. Rizka Oktavia Ariyanto selaku Manajer Operasi, Danyswara Madyasta, S.E., M.Ak. selaku Manajer Business Support, drg. Ranggi Agung Purnama selaku Asisten Manajer Medical Operation and Support, Herlin Cahya, serta Dewi Ayu Puspita, S.Kep., Ners.

    Adapun dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo turut hadir mendampingi Kepala Kantor, yaitu Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf.

    Melalui kemitraan ini, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang adaptif, inklusif, dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Sinergi dengan RSU Wonolangan diharapkan menjadi model kolaborasi yang mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang utuh, menyehatkan jasmani, menguatkan mental, dan menenteramkan rohani.