Author: Admin Bimas

  • IPARI Kemenag Gandeng Songarafting Dorong Promosi Wisata Probolinggo

    IPARI Kemenag Gandeng Songarafting Dorong Promosi Wisata Probolinggo

    Probolinggo, Sungai Pekalen kembali menunjukkan pesonanya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Probolinggo. Kali ini, keindahan alam tersebut menjadi bagian dari kegiatan Pelatihan Hisab Rukyat yang digelar oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan PT Songarafting Probolinggo.

    Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (9/9/2026) tersebut bertempat di Hall Cottage Songarafting Base Camp Bawah, Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Sebanyak 50 peserta dari unsur Penyuluh Agama Islam yang berasal dari 24 kecamatan mengikuti kegiatan tersebut.

    Kegiatan turut dihadiri Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten Probolinggo Samsul Huda, didampingi Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo H. Sakdun, Kasi Bimas Islam, serta jajaran pengurus IPARI Kabupaten Probolinggo.

    Selain menjadi ruang penguatan kapasitas penyuluh, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih luas potensi wisata alam Kabupaten Probolinggo, khususnya wisata arung jeram Sungai Pekalen yang dikelola PT Songarafting.

    PT Songarafting merupakan operator pengalaman wisata yang fokus mengelola potensi Sungai Pekalen. Berdiri sejak 1999, Songarafting telah berpengalaman mengembangkan wisata arung jeram dengan menghadirkan dua pilihan jalur, yakni jalur Pekalen Atas dan Pekalen Bawah.

    Dengan perpaduan antara derasnya aliran sungai, panorama alam yang masih asri, serta pengalaman menyusuri sungai yang menantang, Songarafting menjadi salah satu pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata petualangan di Kabupaten Probolinggo.

    Kerja sama IPARI Kemenag Kabupaten Probolinggo dengan PT Songarafting diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam pelaksanaan kegiatan, tetapi juga ikut mengangkat potensi pariwisata daerah. Kolaborasi tersebut menjadi contoh bahwa kegiatan kelembagaan dapat sekaligus menjadi sarana mengenalkan destinasi wisata lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

    Bagi masyarakat maupun komunitas yang ingin menikmati pengalaman wisata arung jeram Sungai Pekalen bersama Songarafting, informasi dan reservasi dapat menghubungi Muh. Gozali (Oga) di 0823-3535-1594.

    Songarafting — nikmati derasnya Sungai Pekalen, rasakan petualangannya, dan temukan pesona alam Probolinggo dari sudut yang berbeda.

  • Kemenag Kabupaten Probolinggo Turut Meriahkan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang

    Kemenag Kabupaten Probolinggo Turut Meriahkan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Saiful Bahri – TimRed Bimas Islam

    SEMARANG, (12/09/2026) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo turut memeriahkan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 11–20 September 2026. Kehadiran jajaran Kemenag Kabupaten Probolinggo dalam pembukaan MTQ, Sabtu (12/9/2026), menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan syiar Al-Qur’an dan penguatan pembinaan generasi Qur’ani menuju Indonesia Emas.

    MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban”. Ajang nasional ini mempertemukan kafilah dari berbagai daerah untuk mengikuti rangkaian perlombaan dan kegiatan pembinaan Al-Qur’an dalam berbagai bidang.

    Rombongan Kemenag Kabupaten Probolinggo yang hadir pada pembukaan MTQ Nasional XXXI dipimpin oleh Kepala Kantor Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd., Bersama Ketua DWP, Kasubbag Tata Usaha H. Moh. Sa’dun, M.Pd., bersama Kasi Bimas Islam H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag., M.HI., beserta jajaran. Turut hadir dalam rombongan tersebut Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Probolinggo.

    Kafilah Jawa Timur yang mengikuti MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 terdiri atas 56 peserta dari berbagai bidang perlombaan. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya Jawa Timur dalam menampilkan potensi dan prestasi peserta terbaik di tingkat nasional.

    Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Moh. Sa’dun, M.Pd., menyampaikan bahwa kehadiran jajaran Kemenag dalam MTQ Nasional merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

    “MTQ Nasional bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an, meningkatkan kualitas pembinaan, dan membangun semangat kebersamaan antardaerah,” ujarnya.

    Ia berharap pelaksanaan MTQ Nasional XXXI dapat memberikan dampak positif bagi pembinaan generasi Qur’ani, khususnya di Kabupaten Probolinggo.

    “Kami berharap semangat MTQ ini dapat terus dikembangkan melalui pembinaan yang berkelanjutan, sehingga lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

    Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag., M.HI., menegaskan pentingnya MTQ sebagai sarana memperkuat pembinaan keagamaan dan membangun harmoni sosial.

    “Melalui MTQ, kita ingin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mendorong lahirnya generasi yang berakhlak, moderat, dan mampu menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

    Ia menambahkan, keikutsertaan dalam MTQ Nasional juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para penyuluh agama, lembaga pendidikan keagamaan, dan masyarakat untuk terus meningkatkan pembinaan Al-Qur’an secara konsisten.

    Rangkaian MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang dijadwalkan berlangsung hingga 20 September 2026.

  • Semarak Pembukaan MTQ Nasional XXXI Bergema di Semarang, Kafilah Jawa Timur Juga Turut Hadir

    Semarak Pembukaan MTQ Nasional XXXI Bergema di Semarang, Kafilah Jawa Timur Juga Turut Hadir

    Kontributor : Saiful Bahri | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    Semarang, 12 September 2026 — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 resmi memasuki momentum pembukaan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9) malam. Kegiatan berlangsung meriah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, dengan dihadiri kafilah dari berbagai provinsi di Indonesia.

    Suasana pembukaan tampak semarak. Ribuan peserta, pendamping, tamu undangan, serta masyarakat turut memadati kawasan kegiatan. Nuansa religi dan budaya berpadu dalam rangkaian acara yang menjadi penanda dimulainya salah satu ajang syiar Al-Qur’an terbesar tingkat nasional tersebut.

    Kafilah Provinsi Jawa Timur juga turut hadir dan mengambil bagian dalam kemeriahan pembukaan. Semangat kebersamaan para kafilah dan pendamping Jawa Timur terlihat dalam suasana penuh antusiasme, sebagaimana tergambar dalam dokumentasi kegiatan.

    MTQ Nasional XXXI mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.” Ajang ini diikuti kafilah dari 38 provinsi dan berlangsung pada 11–20 September 2026, dengan perlombaan dijadwalkan mulai 13 September hingga 19 September 2026.

    Pembukaan MTQ Nasional XXXI juga dirancang sebagai pesta rakyat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan masyarakat dapat menyaksikan secara langsung kemeriahan acara di kawasan Simpang Lima tanpa mengurangi prosesi utama kafilah.

    Kemegahan pembukaan semakin terasa dengan berbagai pertunjukan, termasuk tari kolosal dan agenda menyanyikan Mars MTQ yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar. Rangkaian tersebut diharapkan semakin memperkuat pesan bahwa MTQ bukan sekadar kompetisi, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.

    Dengan dibukanya MTQ Nasional XXXI, seluruh kafilah selanjutnya akan berkompetisi dalam berbagai cabang musabaqah yang tersebar di sejumlah venue di Kota Semarang. Perhelatan ini diharapkan melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an.

    Dari Semarang, cahaya Al-Qur’an kembali dipancarkan untuk Indonesia—dalam harmoni, persaudaraan, dan semangat menuju generasi yang berkeadaban.

  • Jejak Tegalsari Warnai Pawai Ta’aruf MTQ Nasional

    Jejak Tegalsari Warnai Pawai Ta’aruf MTQ Nasional

    Kontributor : Saiful Bahri | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    Semarang, 12 September 2026 — Jawa Timur menghadirkan kisah sejarah dan tradisi keislaman Tegalsari dalam Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026). Kehadiran mobil hias bertema Tegalsari menjadi salah satu cara memperkenalkan warisan dakwah dan pendidikan Islam Jawa Timur kepada masyarakat luas.

    Pemilihan Tegalsari sebagai tema bukan sekadar pertimbangan estetika. Tegalsari dikenal memiliki jejak penting dalam perkembangan pendidikan dan penyebaran Islam di tanah Jawa. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat MTQ dalam membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an, berilmu, dan berkarakter.

    Berbagai ornamen pada mobil hias menggambarkan pesantren, masjid, serta tradisi keilmuan yang menjadi bagian dari perjalanan Tegalsari. Sosok Kyai Ageng Muhammad Besari turut menjadi simbol keteladanan dalam dakwah, pendidikan, dan pembentukan karakter generasi.

    KH Abdul Hamid menyampaikan bahwa semangat utama Tegalsari bertumpu pada pendidikan, dakwah, dan pembentukan karakter generasi muda. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus diwariskan untuk mewujudkan masyarakat yang Qur’ani.

    Melalui Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI, Jawa Timur ingin menegaskan bahwa sejarah bukan sekadar kenangan masa lalu. Warisan Tegalsari menjadi inspirasi untuk terus menjaga kesinambungan iman, ilmu, dakwah, dan budaya bagi generasi mendatang.

  • “Kemenag Kab. Probolinggo Semangati Kafilah Jatim di MTQ Nasional XXXI”.

    “Kemenag Kab. Probolinggo Semangati Kafilah Jatim di MTQ Nasional XXXI”.

    Kontributor : Saiful Bahri | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    Semarang, — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kabupaten Probolinggo mengunjungi kafilah Jawa Timur pada MTQ Nasional XXXI di Semarang, Sabtu (12/9/2026).

    Kunjungan tersebut menjadi wujud dukungan dan penyemangat bagi para kafilah Jawa Timur yang tengah berjuang dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat nasional. Rombongan Kemenag Kabupaten Probolinggo hadir bersama rombongan Kanwil Kemenag Jawa Timur.

    Turut hadir dari Kabupaten Probolinggo, Kasubbag TU, Kasi dan jajaran Bimas Islam, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), serta Bagian Kesra Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

    Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Jawa Timur Dr. Akhmad Sruji Bahtiar memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada seluruh kafilah. Ia berpesan agar para peserta meluruskan niat dan menjadikan MTQ bukan semata-mata sebagai ajang kompetisi.

    “Fokuskan niat untuk memuliakan Al-Qur’an. MTQ bukan sekadar kontestasi, tetapi lebih dari itu adalah untuk mensyiarkan dan mengamalkan Al-Qur’an,” pesannya.

    Ia berharap seluruh kafilah Jawa Timur dapat tampil optimal dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an. “Mudah-mudahan Jawa Timur menjadi juara umum,” harapnya.

    Sementara itu, Ketua LPTQ Jawa Timur KH Abdul Hamid menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian yang diberikan kepada para kafilah.

    Pada MTQ Nasional XXXI, Jawa Timur mengirimkan 56 peserta yang akan berlaga pada berbagai cabang dan golongan. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan semakin menambah semangat dan motivasi para kafilah untuk memberikan penampilan terbaik serta membawa nama harum Jawa Timur.

  • Bukan Sekadar Peringatan, Kepala KUA Wonomerto Ajak DWP UP KUA Tongas Hidupkan Akhlak Rasulullah

    Bukan Sekadar Peringatan, Kepala KUA Wonomerto Ajak DWP UP KUA Tongas Hidupkan Akhlak Rasulullah

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

    TONGAS, (11/09/2026) — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula KUA Tongas, Jumat (11/9/2026), menjadi momentum untuk memperkuat keteladanan akhlak Rasulullah sekaligus mempererat ukhuwah keluarga besar KUA Tongas. Pesan tersebut disampaikan Kepala KUA Wonomerto, Wildan Mahbubul Haq, S.Ag.,M.Pd.I., saat memberikan tausiyah dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan pisah sambut Kepala KUA Tongas.

    Kegiatan yang diselenggarakan keluarga besar KUA Tongas bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) UP KUA Tongas tersebut dihadiri Kepala KUA Lumbang, Kepala KUA Wonomerto, Kepala KUA Tongas Kudsiya Azizah, S.Ag., KKMI, IGRA Tongas, Pengawas RA/MI serta jajaran dan keluarga besar KUA Tongas dan DWP UP KUA Tongas.

    Dalam tausiyahnya, Wildan Mahbubul Haq mengajak peserta menjadikan Maulid Nabi sebagai ruang untuk merefleksikan kembali akhlak Rasulullah SAW. Menurutnya, kecintaan kepada Nabi tidak cukup diwujudkan melalui peringatan dan seremonial, tetapi harus tercermin dalam sikap, pelayanan, komunikasi, dan hubungan sosial sehari-hari.

    “Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya dilihat dari apa yang dikatakan, tetapi dari akhlaknya, kejujurannya, kesabarannya, dan manfaat yang diberikan kepada orang lain. Karena itu, Maulid Nabi hendaknya menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut dalam kehidupan kita,” tutur Wildan.

    Ia juga menyampaikan pesan tentang perjuangan dan cara manusia dipandang oleh orang lain. “Orang baik itu tergantung siapa yang menceritakannya. Karena itu, jangan terlalu sibuk membuktikan bahwa kita baik kepada semua orang. Teruslah berbuat baik, menjaga niat, dan istiqamah dalam perjuangan. Biarlah waktu dan amal yang menjadi saksi,” pesannya.

    Sementara itu, Kepala KUA Tongas Kudsiya Azizah, S.Ag., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi sekaligus pisah sambut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan membangun semangat baru dalam menjalankan tugas.

    “Kami berharap kebersamaan keluarga besar KUA Tongas, DWP, serta seluruh mitra kerja dapat terus terjaga. Pergantian kepemimpinan hendaknya menjadi energi baru untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan semangat kebersamaan,” ujarnya.

    Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan doa dan silaturahmi. Momentum Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti sebagai peringatan tahunan, tetapi mampu menumbuhkan semangat untuk menghadirkan akhlak Rasulullah dalam pelayanan, keluarga, dan kehidupan bermasyarakat.

  • Pisah Sambut Kepala KUA Tongas, Silaturahmi dan Pengabdian Terus Berlanjut

    Pisah Sambut Kepala KUA Tongas, Silaturahmi dan Pengabdian Terus Berlanjut

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

    TONGAS, (11/09/2026) — Keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tongas bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana KUA Tongas menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pisah sambut kepala KUA di aula KUA Tongas, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi, mengenang keteladanan Rasulullah, serta menyambut kepemimpinan Kudsiya Azizah, S.Ag., sebagai kepala KUA yang baru.

    Kegiatan dihadiri Kepala KUA Lumbang yang sebelumnya bertugas sebagai penyuluh agama Islam di KUA Tongas, Kepala KUA Wonomerto, Kepala KUA Tongas, Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI), Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Tongas, serta segenap civitas keluarga besar KUA Tongas dan DWP UP KUA Tongas.

    Dalam kesempatan tersebut, Wildan Mahbubul Haq, S.Ag.,M.Pd.I., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala KUA Tongas dan kini mendapat amanah sebagai Kepala KUA Wonomerto, menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dan dukungan seluruh pihak selama menjalankan tugas di Tongas.

    “Orang baik tergantung siapa yang menceritakannya. Namun, kebaikan yang sesungguhnya akan tetap memiliki nilai ketika diwujudkan dalam pelayanan, ketulusan, dan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Ia berharap hubungan silaturahmi yang telah terjalin bersama seluruh civitas KUA Tongas, tokoh agama (toga), dan tokoh masyarakat (tomas) Kecamatan Tongas tetap terjaga. Menurutnya, perpindahan tugas merupakan bagian dari dinamika kedinasan, sedangkan hubungan baik dan semangat pengabdian perlu terus dilanjutkan.

    “Kepada seluruh civitas KUA Tongas, toga, dan tomas Kecamatan Tongas, saya berharap agar kebersamaan, komunikasi, serta kerja sama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terus dipertahankan. Semoga ke depan kita masih dapat berkonsultasi dalam banyak hal, saling bertukar pengalaman, dan bersama-sama memberikan manfaat bagi umat,” tuturnya.

    Sementara itu, Kepala KUA Tongas yang baru, Kudsiya Azizah, S.Ag., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan sambutan yang diberikan keluarga besar KUA Tongas. Ia berharap dukungan dari seluruh unsur terkait dapat menjadi kekuatan dalam menjalankan tugas dan meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan.

    “Semoga ke depan kita dapat membangun kerja sama yang baik, menjaga komunikasi, dan bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kecamatan Tongas,” ujarnya.

    Peringatan Maulid Nabi SAW tersebut diharapkan menjadi penguat semangat keteladanan, kebersamaan, dan kesinambungan pengabdian keluarga besar KUA Tongas.

  • Kebaikan Bapak Ali, KUA dan Polsek Tegalsiwalan Siapkan Isbat Nikah Massal

    Kebaikan Bapak Ali, KUA dan Polsek Tegalsiwalan Siapkan Isbat Nikah Massal

    Kontributor: Saiful Bahri/ Editor : Hifniy – Tiem Bimas

    Tegalsiwalan — Sebuah niat baik untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan legalitas pernikahan mulai menemukan jalannya. Bapak Ali, seorang aghniya yang memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat sekitar, berinisiatif membantu pembiayaan Isbat Nikah Massal bagi warga yang belum memiliki Kutipan Akta Nikah.

    Niat tersebut kemudian dikomunikasikan melalui Kapolsek Tegalsiwalan AKP Henky Yuwana, S.H. untuk dicarikan jalan bersama dengan pihak-pihak terkait. Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala KUA Kecamatan Tegalsiwalan Ananto Pratikno menugaskan Penyuluh Agama Islam Saiful Bahri dan Chomisun untuk melakukan koordinasi lintas sektoral dengan Polsek Tegalsiwalan.

    Koordinasi berlangsung di Mapolsek Tegalsiwalan, Kamis (10/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Saiful Bahri dan Chomisun bertemu langsung dengan Kapolsek Tegalsiwalan AKP Henky Yuwana, S.H., yang pada kesempatan itu didampingi oleh istrinya.

    Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyatukan langkah dan membicarakan kemungkinan pelaksanaan Isbat Nikah Massal bagi masyarakat kurang mampu. Gagasan ini mendapat perhatian karena tidak sekadar berbicara tentang administrasi, tetapi menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh kepastian dan legalitas hukum atas pernikahan mereka.

    Bapak Ali sendiri menyatakan keinginannya untuk menanggung pembiayaan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Niat baik tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan bagi keluarga-keluarga yang selama ini terkendala biaya maupun kondisi lainnya untuk memperoleh legalitas pernikahan.

    Bagi KUA Tegalsiwalan, inisiatif tersebut menjadi momentum penting untuk membangun sinergi dengan berbagai unsur. Penyuluh Agama Islam tidak hanya memiliki peran dalam memberikan bimbingan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

    Hasil koordinasi menyepakati bahwa Saiful Bahri dan Chomisun akan melanjutkan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti gagasan tersebut, termasuk memastikan mekanisme, persyaratan, pendataan calon peserta, serta aspek teknis lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

    Kepala KUA Tegalsiwalan Ananto Pratikno berharap ikhtiar bersama tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Jika niat baik Bapak Ali dapat diwujudkan, maka bantuan tersebut bukan sekadar pembiayaan sebuah kegiatan. Lebih dari itu, ia menjadi bentuk kepedulian yang dapat membantu keluarga-keluarga kurang mampu memperoleh legalitas pernikahan, kepastian hukum, serta akses terhadap berbagai hak administrasi kependudukan.

    Dari sebuah niat baik, kemudian lahir sebuah ikhtiar bersama. KUA Tegalsiwalan dan Polsek Tegalsiwalan berharap langkah kecil ini dapat menjadi jalan hadirnya kemanfaatan yang lebih besar bagi masyarakat.

  • KUA Tegalsiwalan Siapkan Keluarga Dambaan

    KUA Tegalsiwalan Siapkan Keluarga Dambaan

    Kontributor: Aly Machsan Moesa/ Editor: Saiful – Tiem Bimas

    Tegalsiwalan, — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegalsiwalan memberikan bimbingan penyuluhan kepada calon pengantin (catin) sebagai bagian dari upaya membekali pasangan yang akan memasuki kehidupan berumah tangga.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026, bertempat di Aula KUA Kecamatan Tegalsiwalan. Bimbingan diikuti oleh dua pasang calon pengantin beserta keluarga.

    Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Tegalsiwalan menyampaikan materi “Keluarga Dambaan dan Estafet Kehidupan”. Materi diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada calon pengantin mengenai pentingnya membangun keluarga yang harmonis, saling memahami, serta memiliki kesiapan dalam menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing.

    Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala KUA Kecamatan Tegalsiwalan, Ananto Pratikno. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya mempersiapkan kehidupan rumah tangga tidak hanya dari sisi administratif, tetapi juga kesiapan mental, spiritual, dan sosial.

    Melalui bimbingan tersebut, calon pengantin diharapkan mampu memahami bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga menjadi awal dari perjalanan kehidupan yang akan diteruskan kepada generasi berikutnya.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Kehadiran keluarga juga menjadi bagian penting dalam proses pembekalan, mengingat dukungan keluarga turut berperan dalam mewujudkan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan penuh keberkahan.

    KUA Kecamatan Tegalsiwalan berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan bimbingan kepada calon pengantin sebagai bagian dari ikhtiar membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, sekaligus mempersiapkan generasi yang berkualitas.

  • Catat Nikah, Jaga Hak: Pernikahan sebagai Komitmen Cinta dan Keadilan

    Catat Nikah, Jaga Hak: Pernikahan sebagai Komitmen Cinta dan Keadilan

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    WONOMERTO, (09/09/2026) — Kepala KUA Pusaka Kecamatan Wonomerto melaksanakan akad nikah bagi pasangan calon pengantin asal Desa Pohsangit Lor di Aula KUA Pusaka Wonomerto, Rabu (9/9/2026). Pelaksanaan akad nikah tersebut menjadi bagian dari layanan KUA dalam memastikan pernikahan masyarakat berlangsung sesuai ketentuan sekaligus tercatat secara resmi oleh negara.

    Kepala KUA Pusaka Wonomerto, Wildan Mahbubul Haq, S.Ag.,M.Pd.I., mengatakan pencatatan perkawinan memiliki arti penting karena memberikan kepastian administrasi dan perlindungan terhadap hak-hak pasangan suami istri serta anak yang lahir dari perkawinan.

    “Pernikahan bukan hanya tentang cinta dan pengorbanan. Di dalamnya ada tanggung jawab, hak, dan kewajiban yang harus dijaga bersama. Karena itu, pencatatan perkawinan merupakan bagian penting dari ikhtiar menjaga hak dan memberikan kepastian bagi keluarga,” ujarnya.

    Menurutnya, akad nikah merupakan momentum sakral yang menandai dimulainya kehidupan rumah tangga. Namun, komitmen tersebut perlu diikuti dengan pencatatan perkawinan sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku sekaligus upaya memberikan perlindungan administratif kepada keluarga.

    Wildan begitu sapaan akrabyan menegaskan, pencatatan perkawinan bukan sekadar persoalan dokumen atau administrasi. Dokumen perkawinan menjadi salah satu bukti resmi yang dapat memberikan kepastian status hukum bagi suami, istri, maupun anak dalam berbagai keperluan di kemudian hari.

    “Ketika perkawinan dicatatkan di KUA, pasangan tidak hanya sedang memenuhi kewajiban administrasi, tetapi juga sedang membangun rumah tangga di atas prinsip keadilan dan ketersalingan. Suami dan istri memiliki hak serta kewajiban yang harus dihormati dan dipenuhi secara bersama,” katanya.

    Ia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya mencatatkan perkawinan melalui KUA. Menurutnya, cinta dan pengorbanan memang menjadi bagian penting dalam membangun keluarga, tetapi keduanya perlu diwujudkan dalam komitmen yang memberikan perlindungan dan kepastian bagi seluruh anggota keluarga.

    “Kami berharap masyarakat luas tidak memandang pencatatan perkawinan hanya sebagai formalitas. Catatlah perkawinan di KUA, karena keluarga yang dibangun dengan cinta juga perlu dijaga dengan kepastian, keadilan, dan ketersalingan,” pungkasnya.