Author: Admin Bimas

  • Semarak HUT RI ke-81, Kemenag Kabupaten Probolinggo Gelar ‘Senam, Sehat, Berkah

    Semarak HUT RI ke-81, Kemenag Kabupaten Probolinggo Gelar ‘Senam, Sehat, Berkah

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (21/08/2026) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan “Senam, Sehat, Berkah” dalam rangka memperingati Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” di halaman belakang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang diikuti keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo tersebut dilanjutkan dengan berbagai lomba ceria yang berlangsung di Aula 1 Al-Ikhlas.

    Kegiatan senam bersama menjadi bagian dari upaya membangun kebugaran sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Setelah senam, peserta mengikuti sejumlah perlombaan yang dikemas secara meriah dan sederhana dengan mengedepankan semangat kebersamaan.

    Selain kegiatan olahraga dan perlombaan, momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan perkembangan renovasi masjid yang berada di lingkungan kantor. Renovasi tersebut dilaksanakan melalui semangat gotong royong dan swadaya bersama keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

    Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri, S.Ag.,M.HI., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas olahraga, tetapi juga sebagai sarana memperkuat silaturahmi dan kebersamaan.

    “Senam, Sehat, Berkah ini menjadi momentum untuk menjaga kesehatan sekaligus memperkuat kebersamaan. Semangat gotong royong dalam renovasi masjid juga merupakan bagian dari nilai keberkahan yang harus terus kita rawat,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag.,M.Pd.I., menekankan pentingnya menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk meningkatkan semangat pengabdian.

    “Peringatan HUT Kemerdekaan RI bukan sekadar seremoni. Semangat kemerdekaan harus kita wujudkan melalui kerja nyata, kedisiplinan, kebersamaan, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur membutuhkan kontribusi dari setiap insan sesuai tugas dan tanggung jawabnya,” katanya.

    Semangat kemerdekaan juga tercermin melalui kegiatan gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian terhadap fasilitas keagamaan. Melalui kegiatan “Senam, Sehat, Berkah”, keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas sekaligus menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat dan negara.

    Dengan rangkaian kegiatan tersebut, peringatan HUT RI ke-81 di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat persaudaraan, kesehatan, gotong royong, dan semangat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

  • Kemenag Probolinggo Fasilitasi Nazhir Badan Hukum Yayasan Nurul Jadid Paiton

    Kemenag Probolinggo Fasilitasi Nazhir Badan Hukum Yayasan Nurul Jadid Paiton

    Kontributor : Y. Zain | Editor Tim Redaksi Bimas Islam

    PAITON (20 Agustus 2026)– Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo resmi memfasilitasi Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pergantian Nazhir Perseorangan menjadi Nazhir Badan Hukum Yayasan Nurul Jadid Paiton. Agenda penting ini dilaksanakan di Wisma Tamu Pondok Pesantren Nurul Jadid, Desa Karanganyar, Kecamatan Paiton. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya penguatan legalitas pengelolaan aset wakaf di lingkungan pesantren.

    Acara dipimpin langsung oleh Yazid Zain, S.Ag., M.Pd.I., selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Probolinggo sekaligus Sekretaris Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Probolinggo. Prosesi ini dihadiri oleh perwakilan Nazhir Badan Hukum yang dilantik, Muhammad Imdad, bersama jajaran saksi dari Divisi Aset Wakaf Pesantren Nurul Jadid. Kepala KUA Kecamatan Paiton Fauzan dan perwakilan BWI Probolinggo Nasir Hamimullah juga turut menyaksikan rangkaian acara yang dimulai dari pembekalan hingga penandatanganan Surat Keputusan (SK).

    Dalam sambutannya, Yazid Zain menegaskan bahwa perubahan status pengelola wakaf dari perseorangan ke badan hukum merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola aset. Melalui sistem badan hukum, manajemen aset pesantren dinilai akan menjadi jauh lebih tertib, produktif, dan akuntabel. Potensi wakaf yang dikelola dengan baik nantinya dapat dialokasikan untuk pembangunan asrama santri, kesejahteraan ustadz, beasiswa, hingga program pengembangan ekonomi mandiri agar pesantren tidak bergantung pada donasi temporer.

    Menanggapi hal tersebut, Muhammad Imdad menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada pihak Kemenag dan BWI Probolinggo atas layanan yang diberikan. Ia mengungkapkan bahwa seluruh proses pengurusan pergantian status nazhir ini berjalan dengan sangat mudah, cepat, praktis, serta sepenuhnya gratis tanpa biaya. Edukasi dan pencerahan yang didapatkan selama proses ini juga sangat membantu pihak yayasan dalam menguatkan kelembagaan wakaf secara internal.

    Melalui fasilitasi formal ini, pengelolaan wakaf di lingkungan Yayasan Nurul Jadid Paiton diharapkan dapat bertransformasi menjadi lebih profesional. Optimalisasi aset wakaf tersebut ditargetkan mampu memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi masyarakat luas. Hasil konkretnya diharapkan segera menyentuh penguatan bidang sosial, peningkatan mutu pendidikan, serta pemantapan kemandirian ekonomi pondok pesantren ke depan.

  • Webinar Kehumasan Sukses Digelar, KUA se-Probolinggo Ikuti “Humas KUA Level Up”

    Webinar Kehumasan Sukses Digelar, KUA se-Probolinggo Ikuti “Humas KUA Level Up”

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (20/08/2026) — Ribuan penghulu, penyuluh agama Islam, dan staf Kantor Urusan Agama (KUA) se-Indonesia, termasuk KUA se-Kabupaten Probolinggo, mengikuti webinar “Humas KUA Level Up” yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Kamis (20/8/2026) siang, secara daring melalui Zoom dan siaran langsung YouTube. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan literasi digital dan kapabilitas komunikasi publik aparatur KUA sebagai garda terdepan pelayanan Kementerian Agama.

    Pelatihan tersebut membekali peserta dengan sejumlah kompetensi kehumasan dan komunikasi publik, antara lain kaidah dasar jurnalistik, strategi public speaking, pengelolaan media sosial, serta pemahaman algoritma digital. Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan aparatur KUA dalam menyampaikan informasi secara akurat, menarik, dan mudah dipahami masyarakat.

    Selain kemampuan teknis komunikasi, webinar juga membahas pentingnya membangun personal branding yang positif. Langkah tersebut dipandang relevan dalam memperkuat citra KUA sebagai institusi pelayanan publik yang modern, adaptif, dan mampu memanfaatkan ruang digital secara efektif.

    Staf Khusus Menteri Agama Bidang Komunikasi, Ismail Cawidei, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi turut mengubah peran penghulu dan penyuluh agama Islam dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

    “Penghulu dan penyuluh tidak lagi hanya bertugas memberikan bimbingan keagamaan secara konvensional, tetapi juga bertransformasi sebagai duta informasi yang aktif menerjemahkan kebijakan dan layanan KUA,” ungkapnya.

    Sementara itu, dalam materi yang disampaikan Thobib Al-Asyhar, peserta mendapatkan gambaran mengenai enam langkah KUA untuk “naik kelas”. Salah satu aspek yang ditekankan adalah pentingnya menghadirkan pelayanan prima, transparan, dan responsif sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan publik di lingkungan KUA.

    Penguatan fungsi kehumasan dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung pelayanan KUA. Humas tidak hanya berperan dalam menyebarluaskan informasi, tetapi juga membantu memastikan berbagai layanan, seperti bimbingan perkawinan, konsultasi keluarga, pendaftaran nikah, hingga edukasi wakaf, dapat diketahui masyarakat secara cepat, kreatif, akurat, dan mudah dipahami.

    Keikutsertaan KUA se-Kabupaten Probolinggo dalam webinar tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas aparatur dalam menghadapi perkembangan komunikasi digital sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan KUA yang semakin informatif, transparan, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

  • Menuju Dapur Bersertifikat Halal, Rutan Kraksaan Gelar Sosialisasi Manajemen Halal

    Menuju Dapur Bersertifikat Halal, Rutan Kraksaan Gelar Sosialisasi Manajemen Halal

    Kontributor : Rusdi / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    KRAKSAAN, 20 Agustus 2026 – Dalam rangka mendukung proses pengajuan Sertifikat Halal, Dapur Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo menggelar Sosialisasi Manajemen Halal pada Kamis (20/08/2026). Kegiatan berlangsung di Dapur Rutan Kraksaan dan diikuti oleh para pegawai Rutan serta seluruh juru masak.

    Kegiatan tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Paiton, Rusdi yang dalam proses sertifikasi halal tersebut bertindak sebagai Penyelia Halal. Sosialisasi menjadi bagian penting dalam memastikan penerapan proses produksi di Dapur Rutan Kraksaan berjalan sesuai dengan ketentuan dan komitmen halal yang diajukan dalam proses sertifikasi.

    Dalam penyampaiannya, Rusdi menekankan pentingnya konsistensi dalam setiap tahapan pengelolaan makanan, mulai dari pemilihan dan penerimaan bahan, penyimpanan, proses pengolahan hingga penyajian. Setiap proses perlu diperhatikan agar tetap sesuai dengan standar dan ketentuan halal yang telah ditetapkan.

    “Yang diajukan dalam proses sertifikasi halal harus benar-benar diterapkan dalam praktik sehari-hari. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat di dapur memiliki peran penting dalam menjaga konsistensi proses halal,” terangnya.

    Sosialisasi juga menjadi momentum untuk memberikan pemahaman kepada para juru masak dan pegawai mengenai pentingnya dokumentasi serta penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) secara berkelanjutan. Dengan demikian, proses pengelolaan makanan di Dapur Rutan Kraksaan tidak hanya memenuhi aspek kebersihan dan keamanan pangan, tetapi juga memperhatikan aspek kehalalan.

    Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator Dapur Rutan Kraksaan, Yasin dan Tanoko. Kehadiran pihak pengelola dapur menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung proses pengajuan Sertifikat Halal.

    Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh pegawai dan juru masak memiliki pemahaman yang sama serta mampu menjaga konsistensi penerapan manajemen halal dalam setiap proses pengolahan makanan di Dapur Rutan Kraksaan.

    Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola dapur yang halal, bersih, aman, dan sesuai dengan ketentuan, sehingga proses sertifikasi halal dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

  • Pesan Jibril yang Menggetarkan Hati, Penyuluh Agama Ajak Warga Binaan Rutan Kraksaan Bermuhasabah

    Pesan Jibril yang Menggetarkan Hati, Penyuluh Agama Ajak Warga Binaan Rutan Kraksaan Bermuhasabah

    Kontributor : Rusdi / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    KRAKSAAN, 20 Agustus 2026 – Suasana penuh khidmat mewarnai kegiatan penyuluhan keagamaan bagi kelompok binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II Kraksaan, Kamis (20/08/2026). Bertempat di Masjid At-Taubah Rutan Kraksaan, kegiatan tersebut diikuti oleh para penghuni Rutan Kraksaan.

    Penyuluhan kali ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Paiton, Rusdi dengan mengusung tema tentang pesan “Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW”. Salah satu pesan yang disampaikan menjadi bahan renungan mendalam bagi para peserta:

    «عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقٌ بِهِ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ»

    Pesan tersebut mengingatkan bahwa kehidupan dunia memiliki batas, setiap pertemuan akan berujung pada perpisahan, dan setiap amal yang dilakukan manusia akan mendapatkan balasan. Dalam penyampaiannya, Rusdi mengajak para penghuni Rutan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum muhasabah dan memperbaiki diri. Masa lalu tidak dapat diubah, tetapi kesempatan untuk memperbaiki masa depan selalu terbuka selama seseorang masih diberikan kehidupan.

    “Yang paling penting bukan seberapa panjang masa lalu kita, tetapi bagaimana kita menggunakan kesempatan yang masih diberikan Allah SWT untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pesan Rusdi dalam penyuluhan tersebut.

    Penyuluhan berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh perhatian. Para peserta diajak memahami bahwa kehidupan merupakan perjalanan menuju pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Karena itu, setiap kesempatan hendaknya diisi dengan amal kebaikan, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

    Melalui penyuluhan ini, diharapkan para penghuni Rutan Kraksaan memperoleh penguatan spiritual dan motivasi untuk menjalani masa pembinaan dengan penuh kesadaran, kesabaran, dan tekad untuk memperbaiki kehidupan.

    Pesan sederhana yang disampaikan menjadi pengingat bersama: hidup akan berakhir, pertemuan akan menjadi perpisahan, dan setiap amal akan mendapatkan balasan. Maka, selagi masih diberi kesempatan, mari memperbanyak kebaikan.

  • Cinta Nabi Cinta Negeri, Merdeka dalam Iman dan Aksi; Pesan Spiritual Maulid Nabi

    Cinta Nabi Cinta Negeri, Merdeka dalam Iman dan Aksi; Pesan Spiritual Maulid Nabi

    Tim Redaksi Bimas Islam Probolinggo

    PROBOLINGGO, (19 Agustus 2026) -Puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menempatkan materi ceramah keagamaan sebagai inti acara. Ustaz Aly Maschan Moesa, S.Pd., Penyuluh Agama Islam dari KUA Tegalsiwalan, hadir sebagai penceramah utama dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Al Ikhlas tersebut. Dalam mauidoh hasanah yang disampaikannya, beliau menekankan bahwa esensi utama dari peringatan ini adalah meneladani secara mendalam bagaimana kecintaan Rasulullah SAW terhadap umatnya.

    Dalam paparannya, Ustaz Aly Maschan Moesa mengajak seluruh pengurus dan anggota DWP untuk memperkuat fondasi iman sebagai modal utama kehidupan. Beliau menjelaskan bahwa iman yang kuat harus direfleksikan melalui perbaikan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup keluarga, organisasi, maupun masyarakat luas. Menurutnya, meneladani nabi tidak boleh berhenti pada tataran teori, melainkan harus diwujudkan menjadi tindakan konkret yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.

    Lebih lanjut, Ustaz Aly Maschan Moesa mengaitkan pesan spiritual tersebut dengan semangat nasionalisme melalui tema “Cinta Nabi Cinta Negeri: Merdeka dalam Iman dan Aksi.” Beliau menegaskan bahwa bukti nyata dari kecintaan kepada Rasulullah SAW juga wajib diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Cinta tanah air, menurut pandangan beliau, merupakan bagian dari ekspresi keimanan yang merdeka, di mana setiap individu didorong untuk aktif melakukan aksi-aksi sosial yang bermanfaat bagi sesama.

    Pesan tentang kepedulian sosial yang disampaikan Ustaz Aly tersebut langsung diimplementasikan dalam rangkaian acara melalui aksi nyata berupa pemeriksaan kesehatan gratis bekerjasama dengan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) serta kegiatan donasi untuk pembangunan masjid ar-Rohim Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo yang saat ini sedang dienovasi. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan pentas seni religi hadrah dan tarian samman oleh siswa siswi MTSn 2 Probolinggo.

    Ketua DWP Kankemenag Kabupaten Probolinggo, Ny. Siti Choiriyah Samsur, S.Ag., berharap materi ceramah dari Ustaz Aly Maschan Moesa ini dapat menjadi motor penggerak bagi organisasi agar semakin solid. Melalui penguatan iman dan kepedulian sesama yang disampaikan penceramah, seluruh anggota DWP diharapkan mampu menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. (Inf/Ney)

  • Bekali Calon Pengantin Hadapi Dinamika Rumah Tangga, KUA Wonomerto Gelar Bimwin Angkatan VIII

    Bekali Calon Pengantin Hadapi Dinamika Rumah Tangga, KUA Wonomerto Gelar Bimwin Angkatan VIII

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    Wonomerto, (19/08/2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, kembali menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Angkatan VIII yang diikuti 25 pasang calon pengantin, Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula KUA Wonomerto ini merupakan bagian dari program Kementerian Agama dalam mempersiapkan pasangan yang akan memasuki kehidupan berumah tangga agar memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan mental dan fisik dalam membangun keluarga yang harmonis.

    Bimbingan perkawinan tersebut menghadirkan sejumlah materi penting, mulai dari pengelolaan kehidupan keluarga, komunikasi pasangan, penyelesaian konflik rumah tangga, hingga kesehatan reproduksi. Materi kesehatan reproduksi diberikan sebagai bekal bagi calon ibu dan ayah dalam memahami kesiapan reproduksi, sekaligus sebagai upaya deteksi dini guna menekan angka kematian ibu dan bayi.

    Kepala KUA Wonomerto sekaligus fasilitator Bimwin, H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa kehidupan rumah tangga tidak selalu berjalan sesuai harapan, sehingga pasangan perlu dibekali kemampuan untuk menghadapi berbagai dinamika yang mungkin terjadi.

    “Pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga menyatukan cara pandang, kebiasaan, dan tanggung jawab. Karena itu, calon pengantin perlu memiliki bekal ilmu, keterampilan komunikasi, serta kemampuan menyelesaikan konflik secara bijak agar mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah,” ujarnya.

    Menurutnya, bimbingan perkawinan menjadi salah satu langkah preventif untuk meminimalisasi persoalan keluarga di masa mendatang. Selain itu, pemahaman tentang kesehatan reproduksi juga penting agar pasangan memiliki kesiapan dalam merencanakan kehidupan keluarga yang sehat dan berkualitas.

    Wawan berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh dalam kehidupan rumah tangga nantinya.

    “Kami berharap para calon pengantin tidak hanya memahami hak dan kewajiban sebagai suami istri, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik, saling menghargai, dan bersama-sama menghadapi setiap tantangan rumah tangga. Semoga keluarga yang dibangun kelak menjadi keluarga yang kokoh, harmonis, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

    Melalui Bimbingan Perkawinan ini, KUA Wonomerto terus berupaya memberikan pendampingan kepada calon pengantin sebagai bagian dari ikhtiar menciptakan keluarga yang berkualitas dan berketahanan.

  • PPAIW Wonomerto Kembali Laksanakan Ikrar Wakaf dan Pengambilan Sumpah Nadzir

    PPAIW Wonomerto Kembali Laksanakan Ikrar Wakaf dan Pengambilan Sumpah Nadzir

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    WONOMERTO, (18/08/2026) — Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) KUA Kecamatan Wonomerto kembali melaksanakan ikrar wakaf dan pengambilan sumpah nadzir terhadap satu bidang tanah wakaf yang diperuntukkan bagi makam Islam. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Pohsangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Selasa (18/8/2026), sebagai bagian dari upaya menertibkan administrasi dan memastikan pengelolaan harta benda wakaf sesuai dengan peruntukannya.

    Prosesi tersebut dipimpin oleh PPAIW Kecamatan Wonomerto, H. Wawan Ali Suhudi, S. Ag., M.H., yang sekaligus menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Wonomerto. Ikrar wakaf dilaksanakan oleh wakif di hadapan PPAIW dan disaksikan pihak terkait, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah nadzir sebagai pihak yang menerima amanah untuk mengelola dan menjaga tanah wakaf.

    Dalam penyampaiannya, H. Wawan Ali Suhudi menjelaskan bahwa wakaf merupakan ibadah yang memiliki dimensi sosial dan kemanfaatan jangka panjang. Karena itu, harta benda yang telah diwakafkan harus dijaga dan dimanfaatkan sesuai dengan tujuan serta ikrar wakaf.

    “Wakaf merupakan amanah yang tidak hanya berkaitan dengan penyerahan harta, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga kebermanfaatannya. Setelah diikrarkan, nadzir memiliki tanggung jawab untuk mengelola, memelihara, mengamankan, dan memastikan tanah wakaf digunakan sesuai dengan peruntukannya,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa nadzir memiliki posisi penting dalam tata kelola perwakafan. Nadzir tidak sekadar menerima tanah wakaf, tetapi memiliki kewajiban administratif dan sosial untuk memastikan harta wakaf tetap terpelihara serta memberikan manfaat kepada masyarakat.

    Sementara itu, Kepala Desa Pohsangit Lor, A. Taufik, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan ikrar wakaf yang berlangsung di wilayahnya. Ia juga mengapresiasi kekompakan masyarakat yang telah mendukung proses wakaf untuk kepentingan bersama.

    “Kami sangat mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam pelaksanaan wakaf ini. Semangat kebersamaan harus terus dipertahankan karena tanah yang diwakafkan nantinya akan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya untuk kepentingan makam Islam,” katanya.

    Pelaksanaan ikrar wakaf dan pengambilan sumpah nadzir tersebut berlangsung tertib. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya KUA Kecamatan Wonomerto melalui PPAIW dalam mendorong masyarakat untuk menata administrasi wakaf secara resmi, sehingga status, peruntukan, dan pengelolaannya memiliki kepastian serta dapat dipertanggungjawabkan.

  • Maknai Filosofi Garuda, Kemenag Kabupaten Probolinggo Teguhkan Semangat Kemerdekaan

    Maknai Filosofi Garuda, Kemenag Kabupaten Probolinggo Teguhkan Semangat Kemerdekaan

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (17/08/2026) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” di halaman belakang Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti pengawas madrasah, pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), penyuluh agama, penghulu, serta aparatur sipil negara (ASN) Kemenag Kabupaten Probolinggo dan berlangsung lancar serta khidmat.

    Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kemenag Kabupaten Probolinggo, H. Moh. Sa’dun, M.Pd., dalam amanatnya mengajak seluruh peserta memaknai kemerdekaan tidak sekadar sebagai peristiwa sejarah, tetapi sebagai amanah yang harus diwujudkan melalui tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

    Menurutnya, filosofi kemerdekaan tercermin dalam lambang negara Garuda Pancasila. Burung Garuda menggambarkan kekuatan dan keteguhan bangsa dalam menjaga kedaulatan, sementara perisai di dadanya melambangkan Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam kehidupan berbangsa.

    “Makna kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana kita mampu mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga persatuan, menegakkan keadilan, dan menghadirkan kemakmuran bagi masyarakat. Garuda Pancasila mengajarkan kepada kita untuk berdiri kokoh sebagai bangsa, tetapi tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila,” ujar Sa’dun dalam amanatnya.

    Ia juga menekankan bahwa semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas setiap ASN. Pengabdian melalui pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat dinilai menjadi salah satu bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tasyakuran bersama di Aula 1 Al-Ikhlas Kemenag Kabupaten Probolinggo. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma), H. As’adi, memimpin istighosah dan tahlil.

    Suasana tasyakuran berlangsung penuh kekhusyukan dan haru. Doa bersama tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan sekaligus memanjatkan doa bagi para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Melalui rangkaian upacara dan tasyakuran tersebut, keluarga besar Kemenag Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan, pengabdian, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

  • MT P2A Aisyah Gelar Tirakatan HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi SAW

    MT P2A Aisyah Gelar Tirakatan HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi SAW

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    Tegalsiwalan, (16/08/2026) — Majelis Taklim P2A Aisyah Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, menggelar kegiatan tirakatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahad (16/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Sri Wahyuni, Sumberbulu, tersebut diikuti sekitar 54 jamaah dan diisi pembinaan keagamaan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Tegalsiwalan, Chomisun Basofi, S.Pd.

    Ketua Majelis Taklim P2A Aisyah, Yeni,S.Ag., turut hadir bersama para jamaah dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh antusias tersebut. Momentum peringatan kemerdekaan dan Maulid Nabi dipadukan sebagai sarana memperkuat semangat kebangsaan sekaligus meningkatkan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

    Dalam tausiyahnya, Chomisun Basofi yang akrab disapa Homisun memberikan edukasi mengenai fadilah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan bahwa shalawat tidak hanya merupakan amalan lisan, tetapi juga menjadi bentuk kecintaan, penghormatan, dan komitmen umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

    “Shalawat adalah tanda cinta kepada Rasulullah. Semakin cinta kepada beliau, hendaknya semakin banyak pula kita bershalawat dan mengikuti sunnah serta akhlaknya,” tuturnya.

    Selain membahas keutamaan shalawat, Homisun juga mengajak jamaah memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan RI secara substantif. Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati secara seremonial, tetapi perlu diisi dengan kontribusi positif, menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat.

    “Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal yang bermanfaat. Sebagai umat Islam, kita dapat berkontribusi melalui penguatan akhlak, menjaga kerukunan, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Yeni,S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi jamaah untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa.

    “Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai peringatan, tetapi menjadi pengingat bagi kita untuk semakin istiqamah bershalawat, meneladani Rasulullah, dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif,” ungkapnya.

    Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Para jamaah diharapkan dapat mengamalkan shalawat secara istiqamah serta menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus menjaga semangat persatuan dan pengabdian dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.