Author: Admin Bimas

  • PD IPARI Probolinggo Matangkan Persiapan Bimtek Hisab Rukyat

    PD IPARI Probolinggo Matangkan Persiapan Bimtek Hisab Rukyat

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (01/09/2026) – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) persiapan Bimbingan Teknis (Bimtek) Hisab Rukyat, Selasa (1/9/2026), bertempat di Sekretariat APRI dan IPARI Kabupaten Probolinggo. Rakor tersebut digelar untuk mematangkan persiapan teknis dan kepanitiaan kegiatan yang mengusung tema “Dinamika Hisab Rukyat dalam Menjawab Tantangan Astronomi Islam Kontemporer.”

    Rakor membahas sejumlah aspek penting, mulai dari konsep kegiatan, materi, teknis pelaksanaan, hingga pembagian tugas kepanitiaan. Kegiatan Bimtek diharapkan menjadi ruang peningkatan kapasitas bagi penyuluh agama dan pihak terkait dalam memahami perkembangan hisab rukyat serta dinamika astronomi Islam di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag., M.HI, menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek Hisab Rukyat memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kompetensi penyuluh agama, khususnya dalam memahami aspek keislaman yang berkaitan dengan ilmu falak dan astronomi.

    “Hisab rukyat merupakan bagian penting dalam kehidupan umat Islam, terutama dalam penentuan waktu-waktu ibadah. Karena itu, peningkatan pemahaman dan kompetensi penyuluh dalam bidang ini perlu terus dilakukan agar mampu memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat,” ujarnya.

    Ia berharap pelaksanaan Bimtek dapat berlangsung dengan baik, menghadirkan materi yang relevan dengan perkembangan astronomi Islam kontemporer, serta memberikan manfaat nyata bagi peserta dan masyarakat.

    Sementara itu, Ketua PD IPARI Kabupaten Probolinggo, H. Suharto, S.HI., M.Pd.I, menegaskan bahwa rakor tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh persiapan kegiatan dilakukan secara terarah dan terkoordinasi.

    “Kami berharap Bimtek Hisab Rukyat ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan tambahan wawasan dan keterampilan kepada para peserta. Dengan persiapan yang matang, kami optimistis kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat,” katanya.

    Dalam rakor tersebut juga ditetapkan susunan panitia pelaksana. Saiful Bahri, S.Ag. dipercaya sebagai Ketua Panitia, Muhammad Hefniyul Mubarok, S.HI sebagai Sekretaris, dan Kudsiya Azizah, S.Ag.,sebagai Bendahara.

    Melalui koordinasi dan persiapan yang dilakukan sejak awal, seluruh pihak berharap Bimtek Hisab Rukyat dapat terlaksana dengan sukses, tertib, dan penuh khidmat, sekaligus menjadi sarana penguatan kompetensi penyuluh agama dalam merespons perkembangan astronomi Islam kontemporer.

  • KUA Tegalsiwalan Berikan Bimbingan Mandiri bagi Calon Pengantin, Perkuat Pondasi Keluarga Sakinah

    KUA Tegalsiwalan Berikan Bimbingan Mandiri bagi Calon Pengantin, Perkuat Pondasi Keluarga Sakinah

    Kontributor: Aly Machsan Moesa / Editor : Saiful Bahri

    Tegalsiwalan, 1 September 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegalsiwalan memberikan Bimbingan Penyuluhan kepada Calon Pengantin secara mandiri sebagai upaya membekali pasangan yang akan memasuki kehidupan rumah tangga dengan pemahaman keagamaan dan kesiapan membangun keluarga yang harmonis.

    Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (1/9/2026) tersebut bertempat di Aula KUA Kecamatan Tegalsiwalan. Kegiatan diikuti oleh 8 pasangan calon pengantin dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 20 orang.

    Bimbingan disampaikan oleh Siti Sururin Nasihin Robiati, Penyuluh Agama Islam KUA Tegalsiwalan, sebagai pemateri. Dengan mengangkat tema “Pondasi Keluarga Sakinah”, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya membangun rumah tangga berdasarkan nilai-nilai agama, komunikasi yang baik, saling memahami, serta menjalankan hak dan kewajiban antara suami dan istri.

    Siti Sururin Nasihin Robiati menekankan bahwa keluarga sakinah tidak terbentuk secara instan, melainkan membutuhkan komitmen, kesabaran, komunikasi, dan kesediaan kedua pasangan untuk saling mendukung dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

    “Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua orang, tetapi juga menyatukan visi, membangun komunikasi, serta menciptakan keluarga yang dilandasi ketakwaan dan kasih sayang,” jelasnya.

    Melalui bimbingan tersebut, para calon pengantin diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik, baik secara spiritual maupun sosial, sehingga mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh tanggung jawab dan mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

    Kegiatan bimbingan calon pengantin secara mandiri ini juga menjadi bagian dari upaya KUA Tegalsiwalan dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan pasangan sebelum memasuki jenjang pernikahan.

  • KUA Wonomerto Fasilitasi Ikrar Wakaf, Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

    KUA Wonomerto Fasilitasi Ikrar Wakaf, Perkuat Kepastian Hukum Aset Umat

    Kontributor : Muh. Munir | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    WONOMERTO, (31/08/2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Wonomerto memfasilitasi pelaksanaan ikrar wakaf untuk peruntukan makam Islam yang berasal dari Desa Pohsangit Lor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, di Aula KUA Wonomerto, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) sebagai bagian dari pelayanan administrasi wakaf sekaligus upaya memberikan kepastian hukum terhadap harta benda wakaf yang dimanfaatkan untuk kepentingan umat.

    Sebelum pelaksanaan sumpah nadzir, Kepala KUA Wonomerto sekaligus PPAIW, H. Wawan Ali Suhudi,S.Ag., M.H., memberikan penjelasan mengenai wakaf dan kedudukan nadzir dalam pengelolaan harta benda wakaf.

    Dalam penjelasannya, Wawan menyampaikan bahwa wakaf merupakan perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.

    Sementara itu, nadzir memiliki peran penting dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan peruntukannya. Karena itu, pengelolaan wakaf membutuhkan tanggung jawab, amanah, dan pemahaman yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

    “Wakaf bukan hanya sebatas menyerahkan harta benda, tetapi juga terdapat amanah untuk menjaga dan memanfaatkan harta tersebut sesuai dengan ikrar wakaf. Nadzir memiliki tanggung jawab untuk memastikan harta wakaf dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Wawan sapaan akrabnya.

    Setelah penyampaian materi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan sumpah nadzir dan ikrar wakaf. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam administrasi perwakafan agar status dan peruntukan harta benda wakaf tercatat secara resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

    Wawan berharap harta benda yang telah diwakafkan untuk makam Islam tersebut dapat dimanfaatkan dan dikelola secara optimal, berkelanjutan, serta tetap sesuai dengan tujuan wakaf.

    “Kami berharap harta benda wakaf ini benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya, dijaga keberadaannya, dan dikelola secara amanah sehingga dapat memberikan kemaslahatan bagi masyarakat Desa Pohsangit Lor, khususnya untuk kebutuhan pemakaman umat Islam,” ungkapnya.

    KUA Wonomerto melalui layanan PPAIW terus mendorong masyarakat untuk menertibkan administrasi perwakafan. Legalitas dan pencatatan yang baik diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap aset wakaf sekaligus memastikan keberlanjutan manfaatnya bagi generasi mendatang.

  • Dari Pembinaan hingga Wisuda, Penyuluh KUA Tegalsiwalan Dampingi TPQ Raudlatul Mujawwidin

    Dari Pembinaan hingga Wisuda, Penyuluh KUA Tegalsiwalan Dampingi TPQ Raudlatul Mujawwidin

    Kontributor: Aly Machsan / Editor : Saiful dan Tim Bimas

    Tegalsiwalan, 31 Agustus 2026 — Pembinaan yang dilakukan secara tekun dan berkelanjutan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tegalsiwalan, Saiful Bahri, bersama TPQ Raudlatul Mujawwidin, Desa Tegalmojo, mulai menunjukkan hasil. Sebanyak 12 santri berhasil mencapai tahap Khotmil/Wisuda setelah melalui rangkaian evaluasi pendidikan Al-Qur’an.

    Capaian tersebut terlihat dalam kegiatan Uji Publik yang dihadiri para wali santri. Dalam kegiatan ini, kemampuan santri diuji dan disaksikan secara langsung oleh orang tua sebagai bentuk keterbukaan sekaligus pertanggungjawaban lembaga atas proses pendidikan yang telah diberikan.

    TPQ Raudlatul Mujawwidin merupakan salah satu lembaga pendidikan Al-Qur’an yang menjadi binaan Saiful Bahri dalam menjalankan tugas kepenyuluhannya di Desa Tegalmojo. Pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembinaan lembaga, penguatan proses pembelajaran hingga mempersiapkan santri menghadapi tahapan evaluasi EBTAQ (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Al Qur’an), baik di tingkat Kecamatan maupun Cabang.

    Menurut Saiful, Uji Publik menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan bahwa proses pendidikan yang berlangsung di lembaga benar-benar menghasilkan capaian yang dapat dipertanggungjawabkan.

    “Uji Publik ini merupakan bentuk pertanggungjawaban lembaga secara langsung kepada wali santri dan masyarakat. Apa yang selama ini dipelajari dan dibina, akhirnya dapat dilihat serta diuji secara terbuka,” jelas Saiful.

    Ia menilai keberhasilan 12 santri tersebut bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Ada proses panjang yang membutuhkan ketekunan pengasuh, guru, santri, serta dukungan dari para wali santri.

    “Keberhasilan ini merupakan hasil dari proses. Santri tidak langsung sampai pada tahap ini, tetapi melalui tahapan-tahapan ujian EBTAQ, baik di tingkat Kecamatan maupun Cabang,” tambahnya.

    Apresiasi untuk Penyuluh

    Pengasuh TPQ Raudlatul Mujawwidin, Jaiz Sahir, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang selama ini diberikan Saiful Bahri. Menurutnya, kehadiran Penyuluh Agama tidak hanya sebatas menjalankan tugas administratif, tetapi benar-benar memberikan pendampingan kepada lembaga.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas keberperanan dan bimbingan Pak Saiful Bahri selama ini. Pendampingan beliau memberikan motivasi kepada kami untuk terus meningkatkan kualitas lembaga dan kemampuan santri,” ungkap Jaiz.

    Bagi Saiful, keberhasilan TPQ Raudlatul Mujawwidin diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian satu lembaga. Ia berharap pola pembinaan dan semangat peningkatan mutu pendidikan Al-Qur’an tersebut dapat menginspirasi lembaga lainnya.

    “Harapan saya, apa yang dilakukan TPQ Raudlatul Mujawwidin ini bisa menjadi contoh bagi lembaga pendidikan Al-Qur’an lainnya. Ketika pembinaan dilakukan secara konsisten, insyaallah akan terlihat hasilnya,” tuturnya.

    Saiful juga menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembinaan lembaga pendidikan Al-Qur’an di wilayah Kecamatan Tegalsiwalan.

    “Saya siap apabila dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya lembaga pendidikan Al-Qur’an di wilayah Kecamatan Tegalsiwalan. Mari bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an,” pungkasnya.

    Kegiatan Uji Publik tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara penyuluh, pengelola TPQ, guru, santri dan wali santri dapat melahirkan proses pendidikan Al-Qur’an yang terarah, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

  • KPRI Al-Ikhlas Salurkan Bantuan Rp5 Juta untuk Renovasi Masjid Ar-Roheim

    KPRI Al-Ikhlas Salurkan Bantuan Rp5 Juta untuk Renovasi Masjid Ar-Roheim

    Kontributor : Saiful Bahri – TimRed Bimas Islam

    Probolinggo, (28/08/2026) — Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menyalurkan bantuan sebesar Rp. 5 juta rupiah untuk mendukung renovasi Masjid Ar-Roheim Kemenag Kabupaten Probolinggo.

    Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Kabupaten Probolinggo sekaligus Ketua KPRI Al-Ikhlas, H. Moh. Sakdun, S.Pd. M.Pd.I kepada Ketua Panitia Renovasi Masjid Ar-Roheim, H. Chomisun. S.Pd.I Penyerahan berlangsung di Aula 2 Al-Ikhlas dan disaksikan oleh seluruh Kepala Seksi (Kasi) di lingkungan Kankemenag Kabupaten Probolinggo.

    Dalam pesannya, H. Moh. Sakdun menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian KPRI Al-Ikhlas terhadap renovasi sarana ibadah di lingkungan Kementerian Agama. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat dan turut membantu kelancaran proses renovasi Masjid Ar-Roheim.

    “Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung renovasi Masjid Ar-Roheim. Mudah-mudahan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi seluruh anggota KPRI Al-Ikhlas,” pesannya.

    Seluruh Kasi yang hadir turut memberikan apresiasi atas kepedulian KPRI Al-Ikhlas dalam mendukung renovasi masjid. Dukungan tersebut sekaligus menjadi wujud kebersamaan dan gotong royong keluarga besar Kemenag Kabupaten Probolinggo dalam meningkatkan fasilitas ibadah.

    Sementara itu, Ketua Panitia Renovasi Masjid Ar-Roheim, H. Chomisun, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas bantuan yang diberikan KPRI Al-Ikhlas.

    “Terima kasih kepada KPRI Al-Ikhlas atas bantuan sebesar Rp 5 juta rupiah untuk renovasi Masjid Ar-Roheim. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan menjadi penyemangat dalam menyelesaikan renovasi masjid. Semoga menjadi amal jariyah dan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT,” ungkapnya.

    Penyerahan bantuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kepedulian. Bantuan KPRI Al-Ikhlas diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Masjid Ar-Roheim yang lebih nyaman dan representatif sebagai tempat ibadah bagi keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

  • Upaya Tekan Perkawinan Anak, Kemenag Probolinggo Terapkan Sistem Deteksi Dini

    Upaya Tekan Perkawinan Anak, Kemenag Probolinggo Terapkan Sistem Deteksi Dini

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (27/08/2026) – Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak di Mall Pelayanan Publik Dringu, Kamis (27/8/2026). Forum tersebut menjadi ruang penguatan sinergi lintas sektor untuk menekan praktik perkawinan anak.

    Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Imamuddin Nur Fajri, memaparkan upaya Kemenag melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), Bimbingan Perkawinan (Binwin), dan Bimbingan Keluarga yang turut mendorong penurunan angka perkawinan anak secara konsisten sejak 5 tahun terakhir. Berdasarkan data Sistem Informasi Nikah (SIMKAH) Kemenag, tren penurunan angka perkawinan anak di Kabupaten Probolinggo tercatat konsisten :

    Tahun 2022: angka perkawinan anak 12% dari total pendaftaran nikah
    Tahun 2023: Turun menjadi 11%, Tahun 2024: Terjadi penurunan signifikan hingga 5%, Tahun 2025: turun menjadi 2% dan pertengahan 2026 (semester 1) menyisakan 0,6%

    “Melalui BRUS, Binwin, dan Bimbingan Keluarga, kita terus melakukan upaya preventif dan edukatif. Alhamdulillah, angka perkawinan anak menunjukkan tren penurunan secara konsisten sejak 2023. Namun, pekerjaan kita belum selesai,” ujarnya.

    Menurutnya, penurunan angka perkawinan anak perlu diikuti kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya praktik perkawinan di bawah tangan atau nikah siri. Karena itu, pencegahan harus diperkuat hingga tingkat masyarakat paling bawah dengan melibatkan RT, RW, pemerintah desa, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.

    “Kita jangan sampai terlena. Ketika angka perkawinan anak yang tercatat menurun, kita juga harus mewaspadai kemungkinan bergesernya praktik ke perkawinan di bawah tangan. Pencegahan harus dimulai dari akar rumput,” tegasnya.

    Kemenag juga mendorong penguatan Early Warning System (EWS) di daerah yang memiliki potensi kerawanan sosial. Sistem ini diarahkan sebagai sarana deteksi dini agar potensi persoalan dapat segera dikenali dan ditindaklanjuti melalui kolaborasi lintas sektor.

    “Kita mendorong Early Warning System di daerah-daerah yang memiliki potensi kerawanan sosial. Prinsipnya deteksi dini dan respons cepat. Jangan menunggu masalah menjadi besar baru ditangani,” jelas mas imam sapaan akrabnya.

    Ia menambahkan, KUA perlu semakin dilibatkan dalam kebijakan strategis pencegahan perkawinan anak karena memiliki jejaring langsung dengan masyarakat. KUA diharapkan tidak hanya berperan dalam pelayanan keagamaan dan pernikahan, tetapi juga menjadi pusat edukasi keluarga dan agen perubahan di tingkat masyarakat.

    Pertemuan PD Aisyiyah tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi pemerintah, Kemenag, organisasi perempuan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya dalam memastikan anak mendapatkan perlindungan, kesempatan pendidikan, serta masa depan yang lebih baik.

  • Semarak Gerak Jalan Kecamatan Wonomerto, Pelajar SD/MI dan MTs/SMP Tunjukkan Semangat Kemerdekaan

    Semarak Gerak Jalan Kecamatan Wonomerto, Pelajar SD/MI dan MTs/SMP Tunjukkan Semangat Kemerdekaan

    Kontributor : Muh. Munir | Editor : Muh. Hefni M – Tim Bimas Islam

    Wonomerto — Sebanyak 100 kompi dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs mengikuti gerak jalan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Selasa (26/8/2026). Kegiatan yang mengusung semangat tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” tersebut berlangsung dengan titik pemberangkatan di depan Kantor Kecamatan Wonomerto dan dikoordinasikan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Wonomerto.

    Kegiatan ini diikuti para pelajar dari satuan pendidikan di wilayah Kecamatan Wonomerto. Selain peserta didik, kegiatan juga dihadiri unsur lintas sektor Kecamatan Wonomerto, Korwil Pendidikan, Kepolisian Sektor (Polsek), Komando Rayon Militer (Koramil), serta jajaran Kecamatan Wonomerto.

    Pengawas Madrasah Wonomerto, Hj. Siti Farida, S.Pd., M.Pd., turut hadir sekaligus melepas peserta gerak jalan. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap keterlibatan lembaga pendidikan, khususnya madrasah, dalam menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI.

    Camat Wonomerto, H. Rasyidi, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para pelajar dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, gerak jalan bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, sportivitas, dan cinta Tanah Air kepada generasi muda.

    “Semangat anak-anak hari ini merupakan gambaran semangat generasi penerus bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin membangun kebersamaan, kedisiplinan, dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” ujarnya.

    Sementara itu, Hj. Siti Farida memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta dan satuan pendidikan yang telah berpartisipasi, terutama madrasah yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

    “Kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada seluruh madrasah yang ikut andil dan berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan dan akademik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, kebangsaan, dan kemasyarakatan,” ungkapnya.

    Ia berharap ke depan sinergi antara pemerintah kecamatan, satuan pendidikan, madrasah, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang semakin maju, berkarakter, disiplin, dan mampu mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

    Gerak jalan tersebut berlangsung semarak dengan antusiasme peserta yang menunjukkan kekompakan dan semangat kebangsaan sepanjang kegiatan. Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme kepada generasi muda di Kecamatan Wonomerto.

  • Kemenag Apresiasi Sinergi Sertifikasi Wakaf dan PTSL dalam Momentum Maulid Nabi di Karengkidul

    Kemenag Apresiasi Sinergi Sertifikasi Wakaf dan PTSL dalam Momentum Maulid Nabi di Karengkidul

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (26/08/2026) — Ratusan warga Desa Karengkidul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, memadati halaman rumah Kepala Desa Karengkidul, Rabu (26/8/2026), untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat tanah wakaf dan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Desa Karengkidul tersebut berlangsung dengan antusias dan dihadiri penerima sertifikat maupun masyarakat sekitar.

    Selain warga, kegiatan tersebut dihadiri Bupati Probolinggo yang diwakili Asisten III, Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Probolinggo, Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo yang diwakili Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa), KUA Wonomerto yang diwakili Penyuluh Agama Islam, Camat Wonomerto, Danramil, jajaran Forkopimka, tokoh agama, serta perangkat Desa Karengkidul.

    Kepala Desa Karengkidul, H. Suladi, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pemerintah desa dan masyarakat. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi sarana memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga dapat dirangkaikan dengan pelayanan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

    “Alhamdulillah, kegiatan ini mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Penyerahan sertifikat wakaf dan PTSL merupakan bagian penting dalam memberikan kepastian hukum atas tanah masyarakat. Kami berharap sertifikat yang diterima dapat dijaga dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” ujarnya.

    Secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Probolinggo, jajaran Kementerian Agama, KUA, pemerintah desa, para nazhir, serta seluruh pihak yang telah bersinergi dalam proses sertifikasi tanah wakaf dan PTSL.

    “Sinergi seperti ini perlu terus diperkuat. Kementerian Agama melalui layanan KUA tidak hanya hadir dalam urusan pencatatan pernikahan, tetapi juga memiliki peran dalam memberikan pelayanan dan fasilitasi keagamaan kepada masyarakat, termasuk dalam penguatan tata kelola perwakafan,” ungkapnya.

    Samsur juga mengajak masyarakat yang memiliki tanah wakaf tetapi belum bersertifikat agar segera berkoordinasi dengan nazhir, KUA, pemerintah desa, dan instansi pertanahan sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Jangan menunggu sampai muncul persoalan, baru kemudian kita melakukan pengurusan administrasi,” tegasnya.

    Ia juga mengimbau masyarakat memanfaatkan program PTSL dengan sebaik-baiknya. Sertifikasi tanah, menurutnya, merupakan langkah penting untuk memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat. Dokumen pertanahan yang telah diterima juga perlu dijaga dan disimpan dengan baik.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan penuh antusiasme. Penyerahan sertifikat tersebut diharapkan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya legalitas tanah, termasuk tanah wakaf, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

  • Sertifikat Wakaf dan PTSL Diserahkan, Maulid Nabi di Karengkidul Berlangsung Meriah

    Sertifikat Wakaf dan PTSL Diserahkan, Maulid Nabi di Karengkidul Berlangsung Meriah

    Kontributor : Sunari | Editor : Muh. Hefni M – Tim Bimas Islam

    WONOMERTO, (26/08/2026) — Ratusan warga Desa Karengkidul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, memadati halaman rumah Kepala Desa Karengkidul, Rabu (26/8/2026), untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat tanah wakaf dan sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

    Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Desa Karengkidul tersebut dihadiri warga penerima sertifikat, masyarakat sekitar, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. Kehadiran warga menunjukkan antusiasme terhadap kegiatan keagamaan sekaligus program pelayanan pertanahan yang memberikan kepastian hukum atas kepemilikan dan pemanfaatan tanah.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Probolinggo yang diwakili Asisten III, Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Probolinggo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo yang diwakili Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa), Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, KUA Wonomerto yang diwakili Penyuluh Agama Islam, Camat Wonomerto, Danramil, jajaran Forkopimka, tokoh agama, serta perangkat Desa Karengkidul.

    Kepala Desa Karengkidul, H. Suladi, S.H., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat karena memadukan kegiatan keagamaan dengan pelayanan publik, khususnya dalam memberikan kepastian hukum terhadap tanah masyarakat.

    “Alhamdulillah, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini dapat dilaksanakan sekaligus dengan penyerahan sertifikat wakaf dan PTSL. Kami berharap sertifikat yang diterima masyarakat dapat memberikan kepastian hukum dan manfaat bagi penerima serta masyarakat secara luas,” ujarnya.

    Sementara itu, mewakili KUA Wonomerto, Penyuluh Agama Islam Muhammad Hefniyul Mubarok, S.HI, menekankan bahwa wakaf memiliki dimensi ibadah dan sosial yang kuat.

    “Wakaf merupakan amal jariyah. Selama harta yang diwakafkan dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat, insyaallah pahalanya terus mengalir. Pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW ini, mari kita meneladani Rasulullah dengan memperkuat kepedulian, berbagi manfaat, dan menjaga amanah wakaf sebaik-baiknya,” katanya.

    Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah desa, Kementerian Agama, ATR/BPN, dan unsur Forkopimka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan penuh antusiasme. Penyerahan sertifikat tersebut diharapkan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya legalitas tanah, termasuk tanah wakaf, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

  • KUA Pajarakan Gelar Bimwin, Kasi Bimas Islam Tekankan Pondasi Keluarga Sakinah

    KUA Pajarakan Gelar Bimwin, Kasi Bimas Islam Tekankan Pondasi Keluarga Sakinah

    Kontributor : Badru Tamam | Editor : Muh. Hefni M – Tim Bimas Islam

    PAJARAKAN, (26/08/2026) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pajarakan kembali menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin di Aula Puskesmas Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (26/8/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 25 pasangan calon pengantin tersebut menghadirkan Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag.,S.HI., sebagai fasilitator dengan materi Pondasi Keluarga Sakinah dan Tips Membina Rumah Tangga, disertai materi kesehatan reproduksi yang di ampu langsung oleh kepala puskesmas Pajarakan.

    Kegiatan berlangsung antusias dan khidmat dengan dihadiri Camat Pajarakan Sudarmono, S.T., M.T., jajaran KUA Pajarakan, serta pihak Puskesmas Pajarakan. Bimwin tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan bekal pengetahuan dan kesiapan kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

    Dalam penyampaian materinya, H. Imammuddin Nur Fajri menekankan bahwa keluarga sakinah tidak cukup dibangun hanya dengan rasa cinta, tetapi membutuhkan komitmen, komunikasi, tanggung jawab, kesabaran, serta kesediaan untuk saling berkorban.

    “Rumah tangga bukan hanya sekadar cinta, tetapi juga perjuangan dan pengorbanan. Cinta menjadi awal, sedangkan komitmen, tanggung jawab, komunikasi dan kesabaran menjadi kekuatan untuk mempertahankan keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan,” ujarnya.

    Menurutnya, pasangan suami istri perlu memahami bahwa kehidupan rumah tangga memiliki dinamika yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Karena itu, calon pengantin perlu membangun kesepahaman sejak awal, termasuk dalam hal pengelolaan ekonomi keluarga, pembagian peran, komunikasi, pengasuhan anak, serta penyelesaian konflik secara bijaksana.

    “Harapan kami, para calon pengantin tidak hanya memahami pernikahan sebagai prosesi akad, tetapi benar-benar memiliki bekal untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Ke depan, Bimwin harus semakin mampu menghadirkan keluarga yang kokoh dan berkualitas,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Maulida, M.Kes., menegaskan pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi bagi pasangan yang akan membangun keluarga. Menurutnya, kesehatan suami dan istri merupakan salah satu unsur penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.

    “Keluarga yang sehat perlu dipersiapkan sejak sebelum pernikahan. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, perencanaan kehamilan, dan pola hidup sehat menjadi bekal penting bagi calon pasangan suami istri,” tuturnya.

    Camat Pajarakan Sudarmono, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pembangunan keluarga tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Kolaborasi antara KUA, Puskesmas, pemerintah kecamatan, dan berbagai unsur masyarakat diperlukan untuk membangun generasi yang berkualitas.

    “Peradaban bangsa dibangun dari keluarga. Karena itu, kolaborasi dalam membina dan memperkuat keluarga merupakan investasi penting untuk melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, dan berkualitas,” ujarnya.

    Melalui Bimwin tersebut, para calon pengantin diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang, baik secara keagamaan, psikologis, sosial maupun kesehatan, sehingga mampu membangun rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan.