KUA Pajarakan Gelar Bimwin, Kasi Bimas Islam Tekankan Pondasi Keluarga Sakinah

Written by

in

Kontributor : Badru Tamam | Editor : Muh. Hefni M – Tim Bimas Islam

PAJARAKAN, (26/08/2026) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pajarakan kembali menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin di Aula Puskesmas Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Rabu (26/8/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 25 pasangan calon pengantin tersebut menghadirkan Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag.,S.HI., sebagai fasilitator dengan materi Pondasi Keluarga Sakinah dan Tips Membina Rumah Tangga, disertai materi kesehatan reproduksi yang di ampu langsung oleh kepala puskesmas Pajarakan.

Kegiatan berlangsung antusias dan khidmat dengan dihadiri Camat Pajarakan Sudarmono, S.T., M.T., jajaran KUA Pajarakan, serta pihak Puskesmas Pajarakan. Bimwin tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan bekal pengetahuan dan kesiapan kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Dalam penyampaian materinya, H. Imammuddin Nur Fajri menekankan bahwa keluarga sakinah tidak cukup dibangun hanya dengan rasa cinta, tetapi membutuhkan komitmen, komunikasi, tanggung jawab, kesabaran, serta kesediaan untuk saling berkorban.

“Rumah tangga bukan hanya sekadar cinta, tetapi juga perjuangan dan pengorbanan. Cinta menjadi awal, sedangkan komitmen, tanggung jawab, komunikasi dan kesabaran menjadi kekuatan untuk mempertahankan keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan,” ujarnya.

Menurutnya, pasangan suami istri perlu memahami bahwa kehidupan rumah tangga memiliki dinamika yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Karena itu, calon pengantin perlu membangun kesepahaman sejak awal, termasuk dalam hal pengelolaan ekonomi keluarga, pembagian peran, komunikasi, pengasuhan anak, serta penyelesaian konflik secara bijaksana.

“Harapan kami, para calon pengantin tidak hanya memahami pernikahan sebagai prosesi akad, tetapi benar-benar memiliki bekal untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Ke depan, Bimwin harus semakin mampu menghadirkan keluarga yang kokoh dan berkualitas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Maulida, M.Kes., menegaskan pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi bagi pasangan yang akan membangun keluarga. Menurutnya, kesehatan suami dan istri merupakan salah satu unsur penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.

“Keluarga yang sehat perlu dipersiapkan sejak sebelum pernikahan. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, perencanaan kehamilan, dan pola hidup sehat menjadi bekal penting bagi calon pasangan suami istri,” tuturnya.

Camat Pajarakan Sudarmono, S.T., M.T., menyampaikan bahwa pembangunan keluarga tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Kolaborasi antara KUA, Puskesmas, pemerintah kecamatan, dan berbagai unsur masyarakat diperlukan untuk membangun generasi yang berkualitas.

“Peradaban bangsa dibangun dari keluarga. Karena itu, kolaborasi dalam membina dan memperkuat keluarga merupakan investasi penting untuk melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, dan berkualitas,” ujarnya.

Melalui Bimwin tersebut, para calon pengantin diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang, baik secara keagamaan, psikologis, sosial maupun kesehatan, sehingga mampu membangun rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *