Author: Admin Bimas

  • Menjawab Tantangan Astronomi Islam Kontemporer, PD IPARI Kabupaten Probolinggo Gelar Bimtek Hisab Rukyat

    Menjawab Tantangan Astronomi Islam Kontemporer, PD IPARI Kabupaten Probolinggo Gelar Bimtek Hisab Rukyat

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Syaiful Bahri – TimRed Bimas Islam

    GADING, (09/09/2026) — Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Probolinggo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Hisab Rukyat dengan tema “Dinamika Hisab Rukyat dalam Menjawab Tantangan Astronomi Islam Kontemporer” di Aula Songa Adventure, Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti penyuluh agama Islam, penghulu, dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai upaya memperkuat pemahaman dan kompetensi aparatur dalam bidang astronomi Islam.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag.,M.Pd., mengatakan hisab rukyat memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan keagamaan, terutama dalam persoalan yang berkaitan dengan waktu dan arah ibadah. Menurutnya, perkembangan teknologi dan ilmu astronomi menuntut aparatur memiliki kemampuan yang terus diperbarui.

    “Hisab rukyat merupakan bagian penting dalam pelayanan keagamaan. Karena itu, pemahaman terhadap ilmu dan metode hisab rukyat perlu terus dikembangkan agar penyuluh, penghulu, dan kepala KUA mampu memberikan layanan serta penjelasan kepada masyarakat secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

    Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI., yang menjadi salah satu narasumber, menyampaikan materi mengenai dinamika hisab rukyat dan penerapannya dalam kebutuhan keagamaan. Ia menjelaskan bahwa hisab dan rukyat memiliki keterkaitan dalam memperoleh informasi astronomis yang dibutuhkan untuk menentukan berbagai waktu ibadah.

    “Pemahaman hisab rukyat tidak cukup hanya mengetahui hasil perhitungannya, tetapi juga perlu memahami data astronomi, metode yang digunakan, serta bagaimana hasil tersebut diterapkan dalam konteks pelayanan keagamaan,” jelas mas Imam.

    Materi lainnya disampaikan Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Jawa Timur, H. Wawan Ali Suhudi,S.Ag., M.H., yang juga merupakan Tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kabupaten Probolinggo. Ia membahas rashdul kiblat, yakni fenomena astronomis yang dapat dimanfaatkan untuk memverifikasi arah kiblat.

    Rashdul kiblat dapat menjadi momentum untuk melakukan pengecekan arah kiblat secara lebih akurat dengan memanfaatkan posisi Matahari. Metode ini penting dipahami agar masyarakat, khususnya pengelola masjid dan musala, memiliki referensi dalam memastikan ketepatan arah kiblat,” terang Wawan sapaan akrabnya.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasubbag Tata Usaha H. Moh. Sa’dun, M.Pd., Kabag Kesra Kabupaten Probolinggo Drs. Samsul Huda, serta Ketua PD IPARI Kabupaten Probolinggo H. Suharto, S.HI., M.Pd.I.

    Melalui Bimtek tersebut, PD IPARI Kabupaten Probolinggo diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pengembangan tata kelola hisab rukyat yang lebih terarah dan berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo.

  • PD IPARI Probolinggo Gelar Bimtek Hisab Rukyat, Dorong Penguatan Kompetensi Astronomi Islam

    PD IPARI Probolinggo Gelar Bimtek Hisab Rukyat, Dorong Penguatan Kompetensi Astronomi Islam

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

    GADING, (09/09/2026) — Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Probolinggo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Hisab Rukyat dengan tema “Dinamika Hisab Rukyat dalam Menjawab Tantangan Astronomi Islam Kontemporer” di Aula Songa Adventure, Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti penyuluh agama Islam, penghulu, dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kompetensi dalam bidang hisab rukyat.

    Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Dr. H. Samsur,S.Ag.,M.Pd., Kasubbag Tata Usaha H. Moh. Sa’dun, M.Pd., Kabag Kesra Kabupaten Probolinggo Drs. Samsul Huda, Kasi Bimas Islam H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag.,M.HI., Ketua APRI Jawa Timur H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H., serta Ketua PD IPARI Kabupaten Probolinggo H. Suharto, S.HI., M.Pd.I.

    Dalam sambutannya, Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Moh. Sa’dun, M.Pd., menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur dan penyuluh agama dalam memahami persoalan hisab rukyat. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut adanya pemahaman yang semakin baik terhadap aspek astronomi Islam.

    “Hisab rukyat bukan hanya persoalan teknis perhitungan, tetapi juga bagian dari penguatan pemahaman keagamaan yang harus dilakukan secara ilmiah, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan kompetensi para penyuluh, penghulu, dan kepala KUA,” ujarnya.

    Sementara itu, Kabag Kesra Kabupaten Probolinggo Drs. Samsul Huda menyampaikan bahwa hisab rukyat memiliki peran penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat, khususnya dalam menentukan waktu-waktu ibadah yang berkaitan dengan posisi benda-benda langit.

    Saat membuka kegiatan, ia berharap penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang hisab rukyat dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai Bimtek, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk membangun penguatan kelembagaan hisab rukyat di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

    Ia juga berharap ke depan Kabupaten Probolinggo memiliki badan atau lembaga khusus yang dapat menangani persoalan hisab rukyat secara lebih terstruktur, sehingga kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah terkait persoalan astronomi Islam dapat ditangani dengan baik.

    Ketua PD IPARI Kabupaten Probolinggo H. Suharto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen IPARI dalam meningkatkan profesionalitas penyuluh agama. Melalui Bimtek, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep dasar hisab rukyat, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan astronomi Islam kontemporer dan menerapkannya dalam pelaksanaan tugas di tengah masyarakat.

    Kegiatan berlangsung dengan sesi pemaparan materi, diskusi, dan penguatan pemahaman peserta mengenai dinamika hisab rukyat serta tantangan astronomi Islam pada era perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.

  • KUA BANYUANYAR BERIKAN PEMBINAAN PENGUATAN KELUARGA SAKINAH SETIAP PRA PELAKSANAAN AKAD NIKAH

    KUA BANYUANYAR BERIKAN PEMBINAAN PENGUATAN KELUARGA SAKINAH SETIAP PRA PELAKSANAAN AKAD NIKAH

    Kontributor : Muhammad Totok / Editor : Saiful

    Banyuanyar– Selasa, 08 September 2026

    Kantor Urusan Agama Kecamatan Banyuanyar terus berkomitmen mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pembinaan pra akad nikah yang dilaksanakan secara rutin bersama para Penghulu dan Penyuluh Agama Islam Fungsional.

    Kepala KUA Banyuanyar Suharto, S.HI, M.Pd.I dalam pembinaannya menyampaikan bahwa keluarga adalah pondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat dan berakhlak. Karena itu, setiap pasangan yang akan melangsungkan akad nikah wajib mendapatkan pembekalan terlebih dahulu.“Pernikahan bukan hanya akad antara dua insan. Ini adalah ibadah panjang yang harus dipersiapkan dengan ilmu. Melalui pembinaan ini, kami ingin calon pengantin memahami hak dan kewajiban, komunikasi dalam rumah tangga, manajemen konflik, serta cara mendidik anak sesuai nilai-nilai Islam,” ujar Kepala KUA Banyuanyar di hadapan calon pengantin.

    Kegiatan pembinaan ini dilaksanakan tepat sebelum prosesi akad nikah dan dipandu langsung oleh Penghulu KUA Banyuanyar Muhammad Totok, S.H bersama Tim Penyuluh Agama Islam.

    Materi yang disampaikan meliputi Fikih Munakahat, Kesehatan Reproduksi, Ekonomi Keluarga, Psikologi Pernikahan, hingga pencegahan KDRT dan stunting.

    Penghulu KUA Banyuanyar menambahkan, pembinaan ini juga menjadi wadah untuk mengingatkan kembali tujuan pernikahan dalam Islam. “Kami ingin setiap pasangan yang keluar dari pintu KUA ini sudah siap lahir batin. Bukan hanya siap ijab kabul, tapi siap membangun bahtera rumah tangga,” jelasnya.

    Sementara itu, para Penyuluh Agama menekankan pentingnya peran suami istri sebagai mitra dalam ibadah. “Keluarga sakinah itu dibangun dari komunikasi, saling menghargai, dan ibadah bersama. Pondasinya adalah agama,” ungkap salah satu penyuluh.

    Program ini mendapat respon positif dari masyarakat. Para calon pengantin mengaku lebih siap dan tenang dalam menghadapi kehidupan baru setelah mengikuti pembinaan. Dengan adanya penguatan ini, KUA Banyuanyar berharap dapat menekan angka perceraian dan menciptakan generasi penerus yang tumbuh di lingkungan keluarga yang harmonis dan beriman.

  • Perkuat Ukhuwah, KUA Tiris Gelar Maulid Nabi SAW dan Pisah Sambut Kepala KUA

    Perkuat Ukhuwah, KUA Tiris Gelar Maulid Nabi SAW dan Pisah Sambut Kepala KUA

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

    TIRIS, (07/09/2026) — Keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tiris menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pisah sambut Kepala KUA di halaman KUA Tiris, Senin (07/09/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat ukhuwah sekaligus meneguhkan komitmen jajaran KUA untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Peringatan Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai sarana untuk merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah SAW, khususnya dalam aspek kejujuran, amanah, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama.

    Kepala KUA Tiris yang baru, Muhammad Is Afandi, S.HI., mengatakan momentum Maulid Nabi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pribadi dan pelayanan aparatur kepada masyarakat.

    “Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah SAW. Nilai-nilai kejujuran, amanah, disiplin, dan pelayanan yang baik harus kita implementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujarnya.

    Menurutnya, amanah sebagai Kepala KUA merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh integritas. Ia juga mengajak seluruh keluarga besar KUA Tiris untuk membangun kerja sama dan komunikasi yang baik sehingga pelayanan keagamaan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.

    “Dengan semangat Maulid Nabi, mari kita perkuat ukhuwah dan kebersamaan. Saya berharap seluruh jajaran KUA Tiris dapat bekerja sebagai satu tim, saling mendukung, serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” katanya.

    Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag., M.HI., menekankan bahwa keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi landasan moral bagi para aparatur dalam menjalankan tugas.

    “Dalam momentum Maulid Nabi ini, kita tidak hanya mengingat sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga mengambil nilai-nilai keteladanan beliau untuk diterapkan dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas. Terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh amanah, santun, dan profesional,” tuturnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa pergantian pimpinan di lingkungan KUA merupakan bagian dari dinamika organisasi. Karena itu, proses pisah sambut diharapkan tidak hanya menjadi acara pergantian personel, tetapi juga menjadi momentum menjaga kesinambungan program dan meningkatkan kualitas layanan KUA.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Peringatan Maulid Nabi sekaligus pisah sambut tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antarpegawai serta memperkuat semangat pengabdian KUA Tiris dalam memberikan layanan keagamaan kepada masyarakat.

  • DWP UP Wonomerto Peringati Maulid Nabi, Sekaligus Gelar Pisah Sambut Kepala KUA

    DWP UP Wonomerto Peringati Maulid Nabi, Sekaligus Gelar Pisah Sambut Kepala KUA

    Kontributor : Muh. Munir | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    WONOMERTO, (04/09/2026) — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana (UP) Wonomerto menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pisah sambut Kepala KUA Wonomerto di Aula KUA Wonomerto, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menandai pergantian kepemimpinan KUA Wonomerto dan serah terima jabatan Ketua DWP UP Wonomerto.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam kegiatan tersebut ditekankan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak serta keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

    Kepala KUA Wonomerto sebelumnya, H. Wawan Ali Suhudi,S.Ag., M.H., yang kini mendapat amanah sebagai Kepala KUA Sumberasih, menyampaikan bahwa pergantian tugas merupakan bagian dari dinamika organisasi dan amanah kedinasan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

    “Setiap amanah memiliki tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Selama bertugas di Wonomerto, tentu banyak pengalaman dan kebersamaan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kami. Saya berharap silaturahmi dan komunikasi yang telah terbangun tetap terjaga,” ujar Wawan sapaan akrabnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran KUA Wonomerto, DWP, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

    Sementara itu, Kepala KUA Wonomerto yang baru, Wildan Mahbubul Haq,S.Ag.,M.Pd.I., mengatakan dirinya siap melanjutkan program dan pelayanan yang telah berjalan sekaligus membangun sinergi dengan seluruh unsur di wilayah kerja KUA Wonomerto.

    “Ini merupakan amanah yang harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap dukungan dan kerja sama dari seluruh jajaran, termasuk DWP, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” katanya.

    Dalam kesempatan yang sama, dilakukan serah terima jabatan Ketua DWP UP Wonomerto dari Hj. Siti Farida Wawan kepada Nailun Ni’mah Wildan. Pergantian tersebut mengikuti perubahan kepemimpinan di KUA Wonomerto.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Momentum Maulid Nabi sekaligus pisah sambut tersebut diharapkan tidak hanya menjadi seremoni pergantian tugas, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

  • Transformasi KUA Berlanjut, Kepala Kemenag Probolinggo Tekankan Integritas dan Inovasi Layanan

    Transformasi KUA Berlanjut, Kepala Kemenag Probolinggo Tekankan Integritas dan Inovasi Layanan

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (04/09/2026) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Dr. H. Samsur,S.Ag., M.Pd.I. menekankan pentingnya integritas, profesionalisme, dan peningkatan kualitas layanan kepada delapan Penyuluh Agama Islam yang mendapat tambahan tugas sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA). Penekanan tersebut disampaikan dalam pertemuan di ruang Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Jumat (4/9/2026), sebagai bagian dari penguatan pelaksanaan tugas dan pelayanan KUA kepada masyarakat.

    Delapan Penyuluh Agama Islam tersebut mendapat tambahan tugas sebagai Kepala KUA sebagai bagian dari implementasi transformasi kebijakan Kementerian Agama. Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 24 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Urusan Agama serta Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1644 Tahun 2025 tentang Kepala Kantor Urusan Agama.

    Samsur mengatakan, jabatan Kepala KUA tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan pelayanan keagamaan dan layanan masyarakat berjalan secara profesional, transparan, dan berintegritas.

    “Menjadi Kepala KUA berarti menerima amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab. Saya berharap Kepala KUA yang baru mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

    Ia juga meminta para Kepala KUA memperkuat koordinasi dengan jajaran Kementerian Agama, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta unsur masyarakat dalam menjalankan tugas. Menurutnya, KUA harus mampu menjadi institusi pelayanan publik yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus terus beradaptasi dengan transformasi layanan Kementerian Agama.

    “Kedepan, saya berharap KUA semakin hadir sebagai pusat layanan keagamaan yang berkualitas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Integritas harus menjadi fondasi, sementara inovasi dan kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan,” katanya.

    Sementara itu, secara terpisah Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo H. Imammuddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI. menyampaikan bahwa penugasan tersebut perlu diikuti dengan pemahaman yang baik terhadap regulasi dan penguatan kapasitas dalam mengelola layanan KUA.

    “Kepala KUA harus mampu mengintegrasikan seluruh layanan yang menjadi tugas dan fungsi KUA dengan mengedepankan profesionalitas, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap regulasi,” tuturnya.

    Dari delapan Kepala KUA yang mendapat tambahan tugas tersebut, dua di antaranya merupakan perempuan. Kehadiran dua perempuan dalam jajaran Kepala KUA di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menjadi bagian dari dinamika penguatan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan layanan keagamaan di tingkat kecamatan.

  • KUA Tegalsiwalan Mantapkan Semangat “KUA berSAHABAT”

    KUA Tegalsiwalan Mantapkan Semangat “KUA berSAHABAT”

    Kontributor: Aly Machsan Moesa / Editor : Saiful

    Tegalsiwalan, 4 September 2026 — Komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus diperkuat Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegalsiwalan. Hal tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi (rakor) internal yang diikuti para ASN di lingkungan KUA Tegalsiwalan, Jumat (4/9/2026).

    Rakor yang berlangsung di KUA Kecamatan Tegalsiwalan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KUA Tegalsiwalan, Ananto Pratikno. Kegiatan menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, serta menyusun langkah bersama dalam menghadirkan pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat.

    Mengangkat tema besar “KUA berSAHABAT / SAHABAT KUA: Solusi Hadir Bagi Umat”, rakor menegaskan arah pelayanan KUA Tegalsiwalan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi juga menghadirkan kemudahan, keramahan, dan solusi bagi setiap kebutuhan masyarakat.

    Kepala KUA Tegalsiwalan, Ananto Pratikno, menekankan pentingnya kekompakan dan sinergi seluruh ASN dalam menjalankan tugas. Setiap personel diharapkan memiliki semangat yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik serta mampu menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.

    Semangat KUA berSAHABAT diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi nilai yang tercermin dalam perilaku dan budaya kerja sehari-hari. KUA harus mampu hadir secara dekat, terbuka, responsif, dan memberikan pelayanan yang profesional kepada umat.

    “SAHABAT KUA” menjadi representasi komitmen untuk menjadikan KUA sebagai tempat masyarakat mendapatkan pelayanan sekaligus solusi. Dengan demikian, keberadaan KUA benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam berbagai aspek pelayanan keagamaan dan kehidupan keluarga.

    Melalui rakor internal ini, KUA Tegalsiwalan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan. Sinergi seluruh ASN diharapkan mampu melahirkan inovasi dan peningkatan kualitas pelayanan yang mudah, cepat, ramah, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

    Dengan semangat “KUA berSAHABAT — Solusi Hadir Bagi Umat”, KUA Tegalsiwalan terus melangkah menjadi institusi pelayanan keagamaan yang semakin dekat, hadir, dan bermanfaat bagi masyarakat.

  • Gugah Warga Binaan, Penyuluh Agama Tekankan Pentingnya Taubat dan Harapan

    Gugah Warga Binaan, Penyuluh Agama Tekankan Pentingnya Taubat dan Harapan

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (03/09/2026) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo memberikan bimbingan keagamaan kepada warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan spiritual, pentingnya taubat, memperbanyak ibadah, serta membangun harapan agar warga binaan tetap optimistis memperbaiki diri.

    Bimbingan keagamaan diikuti oleh seluruh warga binaan dengan pendampingan petugas Rutan Kraksaan. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua tempat, masing-masing untuk warga binaan laki-laki dan perempuan, guna menyesuaikan pelaksanaan pembinaan dengan kondisi peserta.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama Islam Muhammad Hefniyul Mubarok, S.HI, Muhammad Munir, S.Pd.I, Sunari, S.Pd.I, Ani Nur Diana, S.Pd.I, dan Umi Riyati, S.Pd.I, bersama pendamping Rutan Kraksaan.

    Dalam penyampaiannya, Muhammad Hefniyul Mubarok atau yang akrab disapa Mas Hefni, mengajak warga binaan untuk tidak larut dalam penyesalan maupun keadaan yang sedang dihadapi. Menurutnya, kesalahan masa lalu tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan harapan terhadap ampunan Allah SWT.

    “Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Seberat apa pun kesalahan yang pernah dilakukan, pintu taubat dan kesempatan untuk memperbaiki diri selalu terbuka selama kita mau kembali kepada Allah,” ujar Mas Hefni.

    Ia menekankan bahwa taubat tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui perubahan sikap dan peningkatan kualitas ibadah. Masa pembinaan di Rutan, kata dia, dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

    Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Ani Nur Diana menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan ibadah sebagai bagian dari proses memperbaiki diri. Ia menyampaikan bahwa konsistensi dalam beribadah dapat menjadi jalan untuk memperoleh ketenangan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.

    “Teruslah berusaha memperbaiki ibadah. Insyaallah, ketika kita mendekat kepada Allah dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan kebaikan, akan ada kemudahan dalam setiap langkah,” kata Ani Nur Diana.

    Pembinaan bagi warga binaan perempuan turut didampingi Umi Riyati bersama tim Rutan Kraksaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan antusiasme yang tinggi dan penuh khidmat.

    Kegiatan kemudian ditutup oleh Muhammad Munir. Selanjutnya, warga binaan mengikuti doa Simtudduror yang dipimpin Sunari. Rangkaian tersebut menjadi penutup pembinaan dengan suasana religius dan penuh kekhusyukan.

  • Bupati Probolinggo Resmikan Masjid Jami’ Al-Firdaus Pabean, Dorong Masjid Jadi Pusat Pembinaan dan Pemberdayaan Umat

    Bupati Probolinggo Resmikan Masjid Jami’ Al-Firdaus Pabean, Dorong Masjid Jadi Pusat Pembinaan dan Pemberdayaan Umat

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor. : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (03/09/2026) — Bupati Probolinggo Gus Haris, M.Kes meresmikan Masjid Jami’ Al-Firdaus Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, sebagai bagian dari upaya memperkuat fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Kamis, 03/09/2026.

    Peresmian tersebut dihadiri Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo Reno Handoyo, anggota DPRD Edi Susanto, Kabag Kesra Setda Kabupaten Probolinggo, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo H. Imammuddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI, Kepala KUA Kecamatan Dringu, Forkopimca Dringu, serta sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Pabean.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Pabean Sulistiyono menyampaikan laporan mengenai proses pembangunan Masjid Jami’ Al-Firdaus. Ia menjelaskan bahwa pembangunan masjid sepenuhnya lahir dari inisiatif dan partisipasi masyarakat Desa Pabean.

    Mulai dari tahap perencanaan, konsep arsitektur hingga pelaksanaan konstruksi, masyarakat terlibat secara langsung. Pembangunan masjid dimulai pada 6 Juni 2023 dan selesai pada 14 Agustus 2026.

    Total anggaran pembangunan mencapai sekitar Rp2,388 miliar. Pembiayaan berasal dari swadaya masyarakat, donasi warga, bantuan dari berbagai instansi, Pemerintah Desa Pabean, serta sumbangan dari berbagai pihak.

    Bupati Probolinggo Gus Haris dalam sambutannya mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang telah berhasil mewujudkan pembangunan Masjid Jami’ Al-Firdaus.

    Menurutnya, kemegahan bangunan masjid hendaknya diikuti dengan kemakmuran masjid melalui aktivitas ibadah, pendidikan, pembinaan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.

    “Harapannya, masjid ini tidak hanya ditunjang dengan bangunan yang megah, tetapi juga benar-benar makmur dengan kegiatan ibadah serta menjadi pusat pembinaan dan pemberdayaan umat,” ujar Gus Haris.

    Ia juga mengaitkan peresmian masjid dengan semangat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi sarana untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

    “Dengan semangat Maulid Nabi, mari kita meneladani Rasulullah yang diutus untuk menyempurnakan akhlak. Innamā bu‘itstu li utammima makārimal akhlāq,” ungkapnya.

    Gus Haris berharap keberadaan Masjid Jami’ Al-Firdaus dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Pabean dan sekitarnya. Masjid diharapkan tidak berhenti sebagai bangunan fisik, tetapi hidup melalui berbagai kegiatan yang mampu memperkuat keimanan sekaligus memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

    Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag.,, M.HI menyampaikan bahwa peresmian masjid merupakan awal dari perjalanan panjang untuk memakmurkannya.

    “Masjid yang sudah dibangun dengan semangat gotong royong masyarakat ini harus dilanjutkan dengan semangat yang sama dalam memakmurkannya. Ukuran keberhasilan pembangunan masjid bukan hanya terlihat dari kemegahan fisiknya, tetapi dari seberapa besar masjid mampu menghadirkan kemanfaatan bagi jamaah dan masyarakat,” tuturnya.

    Ia menambahkan, masjid memiliki posisi strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis dan berdaya. Karena itu, pengelolaan masjid perlu dilakukan secara aktif, terbuka dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

    “Masjid harus menjadi rumah bersama. Selain menjadi tempat salat dan ibadah, masjid dapat menjadi ruang pendidikan, pembinaan generasi muda, penguatan keluarga, kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi umat,” tambahnya.

    Peresmian Masjid Jami’ Al-Firdaus menjadi momentum penting bagi masyarakat Desa Pabean setelah lebih dari tiga tahun menjalani proses pembangunan. Dengan dukungan dan gotong royong berbagai pihak, masjid tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.

  • Tujuh Penyuluh Agama Kemenag Probolinggo Resmi Jabat Kepala KUA

    Tujuh Penyuluh Agama Kemenag Probolinggo Resmi Jabat Kepala KUA

    Kontributor : Lutfi Hidayat / Editor : Muh. Hefni M – Timred Bimas Islam

    SIDOARJO, 03 September 2026 – Berbekal rekam jejak pengabdian di masyarakat, sebanyak tujuh Penyuluh Agama Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA).

    Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar di Kantor Wilayah Kemenag Jatim, Sidoarjo, Kamis pagi (3/9/2026).

    Ketujuh penyuluh agama tersebut merupakan bagian dari 15 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Kabupaten Probolinggo yang diambil sumpahnya hari ini. Mereka adalah Sutiyono, Suharto, Nasir, Muhammad Is Afandi, K. Budianto, Kudsiya Azizah, serta Sulusiyah.

    Promosi ini membuktikan bahwa pengembangan karier ASN di lingkungan Kementerian Agama kini makin berorientasi pada kompetensi, integritas, dan rekam jejak pelayanan langsung di lapangan.

    Ruang Kepemimpinan Perempuan Kian Terbuka

    Momen pelantikan ini sekaligus menegaskan komitmen Kemenag dalam memperluas ruang kepemimpinan bagi perempuan di sektor pelayanan keagamaan, yang ditandai dengan dilantiknya Kudsiya Azizah dan Sulusiya.

    Kehadiran dua figur perempuan tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif pelayanan KUA di tingkat kecamatan, khususnya dalam merespons isu-isu strategis seperti ketahanan keluarga, perlindungan perempuan dan anak, serta pencegahan pernikahan dini.

    Pesan Integritas dan Pelayanan Humanis

    Dalam arahannya, Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, mengingatkan para pejabat baru bahwa posisi yang mereka tempati merupakan amanah besar yang wajib dijalankan secara profesional.

    “Para pejabat yang dilantik diharapkan mampu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta membangun kolaborasi untuk menghadirkan pelayanan publik yang humanis dan adaptif,” tegasnya.

    Sebagai ujung tombak Kementerian Agama di tingkat kecamatan, peran Kepala KUA saat ini tidak hanya terbatas pada administrasi pernikahan semata, melainkan juga mencakup pembinaan umat, penyuluhan keagamaan, hingga pelayanan sosial masyarakat.

    Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Kementerian Agama dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.