Blog

  • BIMWIN KUA Banyuanyar, Dorong Calon Pengantin Siapkan Keluarga Sakinah

    BIMWIN KUA Banyuanyar, Dorong Calon Pengantin Siapkan Keluarga Sakinah

    Kontributor : H. Nasir / Editor : Lutfi Hidayat

    BANYUANYAR, 13 Agustus 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Banyuanyar terus berkomitmen memberikan pembekalan kepada calon pengantin melalui program Bimbingan Perkawinan (BIMWIN). Kegiatan yang berlangsung di Aula KUA Banyuanyar, Kamis (13/8/2026), mengusung semangat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta maslahat.

    Kegiatan BIMWIN menjadi salah satu upaya KUA Banyuanyar dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki pemahaman yang cukup sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Pembekalan tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga menanamkan kesiapan mental, tanggung jawab, komunikasi, serta komitmen dalam menjalani kehidupan berkeluarga.

    Dalam sambutannya, Plt. Kepala KUA Banyuanyar, Hartono mengingatkan calon pengantin agar meluruskan niat sebelum memasuki jenjang pernikahan. Menurutnya, pernikahan bukan sekadar momentum untuk mengakhiri masa lajang, tetapi merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

    Menikah itu tata niat terlebih dahulu. Pernikahan bukan hanya sekadar melepaskan masa lajang, tetapi lebih dari itu, niatkan semata-mata sebagai ibadah kepada Allah SWT,” ujarnya.

    Ia menambahkan, niat yang benar menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan rumah tangga. Dengan niat ibadah, pasangan diharapkan mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga dengan penuh kesabaran, tanggung jawab, dan saling menghargai.

    “Ketika pernikahan diniatkan sebagai ibadah, maka setiap tanggung jawab, pengorbanan, dan perjuangan dalam rumah tangga akan memiliki nilai kebaikan di sisi Allah SWT,” imbuhnya.

    Pasangan adalah Amanah  Memasuki sesi materi, H. Nasir selaku fasilitator BIMWIN menyampaikan pembekalan mengenai pentingnya menjaga pasangan dan membangun komitmen dalam kehidupan rumah tangga.

     

    Ia mengajak calon pengantin untuk memahami bahwa pasangan yang akan dinikahi merupakan amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Karena itu, kehidupan rumah tangga perlu dibangun di atas rasa saling percaya, kasih sayang, komunikasi yang baik, serta kesediaan untuk saling memahami.

    “Pasangan merupakan takdir terbaik dari Allah SWT. Karena itu, jagalah amanah ini hingga ajal menjemput. Kebahagiaan dalam rumah tangga harus menjadi tujuan bersama yang dibangun dengan kasih sayang, kesetiaan, dan tanggung jawab,” tutur H. Nasir.

    Menurutnya, kebahagiaan rumah tangga tidak selalu diukur dari terpenuhinya kebutuhan materi. Lebih dari itu, keluarga yang bahagia adalah keluarga yang mampu menghadirkan ketenteraman, saling menghormati, dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menjalani kehidupan.

    Nasir juga menekankan pentingnya kesiapan calon pengantin untuk menerima kelebihan sekaligus kekurangan pasangan. Perbedaan karakter, pola pikir, dan kebiasaan merupakan bagian dari kehidupan berumah tangga yang perlu disikapi dengan kedewasaan.

    “Jangan membangun rumah tangga hanya dengan mengandalkan perasaan. Bangunlah dengan ilmu, komunikasi, kesabaran, dan komitmen. Ketika muncul persoalan, selesaikan dengan musyawarah dan jangan mudah menyerah,” pesannya.

    Bekal Menuju Keluarga Sakinah Maslahat

    Melalui kegiatan BIMWIN tersebut, KUA Banyuanyar berharap calon pengantin memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi kehidupan setelah akad nikah. Pernikahan diharapkan tidak hanya menjadi ikatan antara dua insan, tetapi juga menjadi awal terbentuknya keluarga yang mampu memberikan ketenteraman, pendidikan, dan keteladanan bagi generasi berikutnya.

    Program BIMWIN juga menjadi bagian dari penguatan peran KUA dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. KUA tidak hanya hadir dalam proses administrasi pencatatan pernikahan, tetapi juga memberikan pendampingan dan edukasi agar calon pengantin benar-benar memiliki bekal dalam membangun keluarga.

    Dengan bekal keagamaan dan pemahaman kehidupan rumah tangga yang memadai, calon pengantin diharapkan mampu mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah dan maslahat, sekaligus membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan bertanggung jawab.

    Kegiatan BIMWIN KUA Banyuanyar kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Hisbullah. Doa berlangsung dengan khusyuk dan khidmat, memohon keberkahan serta kelancaran bagi para calon pengantin dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga.

    KUA Banyuanyar berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan calon pengantin sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan keluarga yang kokoh, harmonis, dan maslahat di tengah masyarakat.

  • KUA Tongas Gelar Gladi Kotor Persiapan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

    KUA Tongas Gelar Gladi Kotor Persiapan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

    Kontributor : Fifin Naili R / Editor : Lutfi Hidayat

    TONGAS, 13 Agustus 2026 – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, unsur KUA, Pengawas, Kepala Sekolah, serta guru-guru RA dan MI se-Kecamatan Tongas mengikuti gladi kotor upacara, Kamis (13/8/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di halaman KUA Tongas ini menjadi bagian dari persiapan agar pelaksanaan upacara pada 17 Agustus mendatang dapat berjalan tertib, khidmat, dan lancar.

    Gladi kotor meliputi latihan baris-berbaris, pembagian posisi peserta, penyesuaian formasi, serta simulasi rangkaian upacara. Seluruh peserta mengikuti latihan dengan penuh semangat dan kedisiplinan. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara KUA, Pengawas, kepala sekolah, dan para pendidik Raudlatul Athfal dan Madrasah di Kecamatan Tongas dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan.

    Kegiatan upacara ini diinisiasi oleh KKMI Kecamatan Tongas. Subandi, S.Ag selaku Ketua KKMI menyampaikan bahwa keterlibatan keluarga besar madrasah dalam upacara kemerdekaan merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan sekaligus upaya menanamkan semangat nasionalisme kepada para pendidik dan peserta didik.

    “Upacara kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial. Di dalamnya ada nilai perjuangan, kedisiplinan, persatuan, dan rasa syukur atas kemerdekaan. Karena itu, kami ingin seluruh keluarga besar MI dan RA ikut mengambil bagian dan memberikan teladan kepada anak-anak,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala KUA Tongas, Wildan Mahbubul Haq, S.Ag., M.Pd.I., selaku tuan rumah menyambut baik pelaksanaan upacara gabungan berbagai unsur di halaman KUA Tongas. Ia berharap sinergi lintas unsur tersebut dapat terus terjaga.

    “Halaman KUA hari ini menjadi ruang kebersamaan untuk mempersiapkan momentum bersejarah. Semoga semangat yang kita bangun dalam gladi ini tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi menjadi semangat untuk terus memberikan pelayanan dan pendidikan terbaik bagi masyarakat serta generasi penerus bangsa,” tuturnya.

  • Jaga Buku Nikah, Jaga Bukti Sakral Pernikahan

    Jaga Buku Nikah, Jaga Bukti Sakral Pernikahan

    Kontributor : Nur Hasan / Editor : Lutfi Hidayat

    PAJARAKAN, 13 Agustus 2026 – Buku nikah bukan sekadar dokumen administrasi, tetapi menjadi bukti penting dan berharga atas sahnya sebuah pernikahan. Karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga dan menyimpan buku nikah dengan baik sebagaimana menjaga dan melestarikan kehidupan bersama pasangan.

    Pesan tersebut disampaikan dalam edukasi Gerakan “MAHAR” (Mari Hindari Gratifikasi) di tengah pelayanan masyarakat pada KUA Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (13/8/2026). Edukasi diberikan usai proses layanan duplikat buku nikah dengan melibatkan staf KUA Pajarakan, yakni Sri Indrayanti, Mutammimah, dan Mukmina.

    Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman bahwa apabila buku nikah hilang atau mengalami kerusakan, penyelesaiannya tidak dilakukan secara sembarangan. Ada prosedur pelayanan yang harus ditempuh melalui KUA, mulai dari menyampaikan keperluan, melengkapi persyaratan yang diperlukan, hingga proses pemeriksaan dan verifikasi data perkawinan oleh petugas.

    “Buku nikah harus dijaga dengan baik. Sebagaimana kita menjaga pasangan dan keluarga, dokumen pernikahan juga harus dirawat karena memiliki nilai penting dalam berbagai urusan administrasi,” ungkap Sri Indaryanti.

    Edukasi “MAHAR” juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu memberikan imbalan di luar ketentuan dalam memperoleh layanan KUA. Setiap layanan memiliki prosedur dan ketentuan yang harus diikuti secara transparan. Jika terdapat persoalan terkait buku nikah, masyarakat dianjurkan langsung berkonsultasi kepada petugas KUA agar mendapatkan informasi dan pelayanan sesuai prosedur.

    Melalui edukasi tersebut, KUA Pajarakan terus mendorong terwujudnya pelayanan publik yang mudah, transparan, dan berintegritas. Gerakan MAHAR diharapkan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pelayanan administrasi pernikahan harus dilakukan sesuai aturan, tanpa gratifikasi, sekaligus menumbuhkan budaya tertib dalam menjaga dokumen keluarga.

  • Halan dan Norwegia menjadi Materi Bimbingan Perkawinan Bagi 10 Pasangan Calon Pengantin

    Halan dan Norwegia menjadi Materi Bimbingan Perkawinan Bagi 10 Pasangan Calon Pengantin

    PAJARAKAN — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pajarakan menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi 10 pasang calon suami istri di Balai Nikah KUA Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (13/8).

    Pembekalan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman mengenai tata cara serta landasan syariat dalam mengarungi kehidupan berumah tangga.

    Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala KUA Kecamatan Pajarakan, Winarko, S.Ag. Dalam sambutannya, Winarko menekankan pentingnya pemahaman agama bagi pasangan yang akan membina rumah tangga agar kehidupan pernikahan berjalan selaras dengan syariat Islam.

    “Menjadi pasangan suami istri tanpa diajari, insyaallah, semua sudah tahu karena sudah menjadi rahasia umum. Namun, untuk menjalin rumah tangga yang sesuai dengan ajaran syariat, kita dituntut untuk selalu belajar dan berpegang teguh pada ajaran agama, Al-Qur’an, dan Al-Hadis,” ujar Winarko di hadapan para peserta.

    Kegiatan pembekalan ini diikuti oleh peserta dari beragam latar belakang, mulai dari pasangan muda-mudi hingga warga yang sebelumnya pernah berkeluarga. Selama kegiatan berlangsung, materi disampaikan oleh empat Penyuluh Agama Islam, yakni Gus Zaenal Abidin, Badru Tamam, Nur Kholili, dan Ustadz Nur Hasan.

    Dalam salah satu sesi, Ustadz Nur Hasan menyampaikan materi mengenai konsep keluarga sakinah yang dilanjutkan dengan simulasi tata cara akad nikah. Salah seorang peserta bernama Rizki ditunjuk untuk mempraktikkan prosesi ijab kabul tersebut.

    Di sela-sela simulasi, Ustadz Nur Hasan memberikan arahan teknis dengan diselingi humor ringan untuk mencairkan suasana. Ia mengingatkan peserta agar fokus saat mendengarkan lafaz dari wali nikah.

    “Apabila wali nikah telah sampai pada kata Halan, maka langsung dijawab ‘Qobiltu’ dan seterusnya. Jangan sampai salah, karena ada kejadian di desa sebelah, setelah mendengar kata Halan, malah dijawab Norwegia,” kelakar Nur Hasan yang disambut gelak tawa para peserta.

    Suasana bimbingan berlangsung riang dan penuh semangat hingga akhir acara. Melalui kegiatan ini, KUA Pajarakan berharap para calon pengantin memiliki kesiapan mental, pengetahuan spiritual, dan pemahaman hukum yang matang sebelum melangsungkan pernikahan resmi.

    Redaksi : Dru Tamamy

  • Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, Kemenag Probolinggo Gelar Rakor Bersama BPN

    Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, Kemenag Probolinggo Gelar Rakor Bersama BPN

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (12/08/2026) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi untuk mempercepat penyelesaian pengajuan berkas sertifikasi tanah wakaf yang masih tertunggak di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Probolinggo, Rabu (12/8/2026), di Aula 2 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

    Rapat tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Dr. H. Samsur, M.Pd.I., didampingi Kasubbag Tata Usaha H. Moh. Sa’dun, M.Pd., Penyelenggara Zakat dan Wakaf Yazid Zain, M.Pd.I., serta jajaran Penyuluh Agama Islam. Dari BPN Kabupaten Probolinggo hadir Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Probolinggo bersama staf yang menangani administrasi pertanahan dan wakaf.

    Koordinasi dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antarlembaga dalam menyelesaikan administrasi sertifikasi tanah wakaf. Pembahasan difokuskan pada pemetaan berkas yang masih dalam proses, identifikasi kendala administrasi, serta penentuan langkah tindak lanjut agar pengajuan sertifikasi dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, menegaskan bahwa percepatan sertifikasi tanah wakaf memerlukan koordinasi yang terukur antara Kementerian Agama, BPN, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan pengelolaan wakaf.

    “Penyelesaian sertifikasi tanah wakaf merupakan bagian penting dari upaya memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf. Karena itu, setiap berkas yang masih tertunggak perlu dipetakan dan ditindaklanjuti secara bersama-sama sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

    Menurutnya, koordinasi tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan berkas yang telah diajukan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan ketertiban administrasi pengelolaan tanah wakaf ke depan.

    Sementara itu, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Probolinggo, Yazid Zain, M.Pd.I., menyampaikan bahwa pemetaan berkas menjadi langkah awal untuk mengetahui status masing-masing pengajuan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

    “Dengan pemetaan ini, kita dapat mengetahui berkas mana yang masih memerlukan kelengkapan administrasi, mana yang sedang berproses, dan mana yang perlu segera dikoordinasikan dengan pihak terkait. Harapannya, tidak ada lagi berkas yang tertunda tanpa kejelasan tindak lanjut,” katanya.

    Melalui rapat koordinasi tersebut, Kemenag Kabupaten Probolinggo dan BPN Kabupaten Probolinggo berkomitmen memperkuat komunikasi serta mempercepat penyelesaian administrasi sertifikasi tanah wakaf. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung tertib administrasi sekaligus memberikan kepastian hukum atas aset wakaf di Kabupaten Probolinggo.

  • Perkuat Silaturrahmi Jelang HUT Kemerdekaan RI, DWP Probolinggo Gelar Salat Tasbih Berjemaah dan Istigasah

    Perkuat Silaturrahmi Jelang HUT Kemerdekaan RI, DWP Probolinggo Gelar Salat Tasbih Berjemaah dan Istigasah

    Kontributor : Agus Hary / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    KRAKSAAN, 12 Agustus 2026 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan keagamaan “Salat Tasbih Berjemaah dan Istigasah di Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan.

    Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bagian dari upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan antaranggota DWP. Salat Tasbih berjemaah dan Istigasah diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota DWP kabupaten, dinas, badan dan kecamatan se-Probolinggo. Acara dibuka oleh MC dan selanjutnya Ketua DWP Kemenag Kabupaten Probolinggo, Ny. Siti Choiriyah Samsur selaku Ketua Panitia menyampaikan laporan kegiatan. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi seluruh anggota DWP Kabupaten Probolinggo sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

    Sambutan kemudian disampaikan oleh Ketua DWP Kabupaten Probolinggo, Ny. Rita Erik Susanti Ugas Irwanto. Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh anggota untuk menjadikan momentum peringatan HUT ke-81 RI tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT. Nilai-nilai kemerdekaan diharapkan dapat diwujudkan melalui semangat kebersamaan, kepedulian, dan kontribusi positif perempuan dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan bangsa.

    Memasuki inti kegiatan, seluruh peserta mengikuti Sholat Tasbih berjamaah dan Istighosah dengan khusyuk dan khidmat. Kegiatan keagamaan tersebut dipimpin oleh Sri Musrifah, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Gending. Suasana penuh kekhusyukan semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa dan memohon keberkahan serta keselamatan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

    Usai salat tasbih dan istighosah, ceramah agama diisi oleh Penyuluh Agama Islam, Lailatul Fikriyah kepada anggota DWP Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo. Pencerahan tersebut diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual serta motivasi dalam menjalankan peran di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dalam tausiyahnya, beliau memberikan siraman rohani mengenai pentingnya mensyukuri kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan. Kemerdekaan dipandang sebagai nikmat yang harus diisi dengan kegiatan positif, memperkuat persatuan, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

    Selain itu, disampaikan pula tentang peran penting perempuan dalam membangun bangsa. Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga yang kuat, menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada generasi penerus, serta berkontribusi dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.

    Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan kemajuan bagi Kabupaten Probolinggo serta bangsa Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, DWP Kabupaten Probolinggo berharap semangat kemerdekaan dapat senantiasa diiringi dengan peningkatan keimanan, rasa syukur, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama.

    Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia pun menjadi pengingat bahwa mengisi kemerdekaan bukan hanya dengan pembangunan secara fisik, tetapi juga dengan membangun karakter, spiritualitas, keluarga, dan generasi bangsa yang lebih baik.

    Selain sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, kegiatan istigasah ini juga menjadi wadah mempererat ukhuwah islamiyah dan kebersamaan antaranggota DWP. Kegiatan di Masjid Ar-Raudlah Kraksaan berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh kebersamaan. (Red)

  • Perkuat Jaminan Produk Halal, KUA Dringu Serahkan Sertifikat Halal kepada UMKM NM Corp

    Perkuat Jaminan Produk Halal, KUA Dringu Serahkan Sertifikat Halal kepada UMKM NM Corp

    Kontributor : Ainun Najib / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    DRINGU, 12 Agustus 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Dringu menyerahkan sertifikat halal kepada UMKM NM Corp, Rabu (12/08/2026). Sertifikat tersebut mencakup empat produk unggulan NM Corp, yakni Biang Kunyit Asli, Kayu Manis Premium, Temulawak Premium, dan Jahe Merah Premium.

    Penyerahan sertifikat produk halal ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kepastian serta jaminan kehalalan produk yang dipasarkan kepada masyarakat.

    Penyerahan sertifikat halal dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM dalam memenuhi ketentuan jaminan produk halal sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan adanya sertifikat halal, produk-produk NM Corp diharapkan memiliki nilai tambah dan semakin mampu bersaing di tengah kebutuhan masyarakat terhadap produk yang terjamin kehalalannya.

    Kepala KUA Dringu, Muhtar, S.Ag menyampaikan bahwa sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan administrasi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada konsumen.

    “Sertifikat halal ini bukan sekadar dokumen, tetapi merupakan bentuk komitmen pelaku usaha untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa produk yang dikonsumsi telah memenuhi ketentuan kehalalan,” ujarnya.

    Empat produk yang memperoleh sertifikat halal tersebut merupakan produk unggulan NM Corp yang berbahan dasar rempah, yaitu Biang Kunyit Asli, Kayu Manis Premium, Temulawak Premium, dan Jahe Merah Premium. KUA Dringu berharap langkah yang dilakukan NM Corp dapat menjadi contoh bagi pelaku UMKM lainnya agar semakin sadar terhadap pentingnya sertifikasi halal dalam pengembangan usaha dan pemasaran produk.

    Muhtar menambahkan, KUA Dringu akan terus mendukung dan mendorong pelaku UMKM untuk memiliki sertifikat halal bagi produk-produknya. “Kami berharap semakin banyak UMKM yang mengikuti jejak NM Corp, karena sertifikasi halal dapat menjadi salah satu bentuk penguatan usaha sekaligus memberikan perlindungan dan ketenangan bagi konsumen,” pungkasnya.

  • Santri Tetap Mengaji hingga Usia Menikah, LPQ Sunan Kalijaga Punya Cara Layak Ditiru

    Santri Tetap Mengaji hingga Usia Menikah, LPQ Sunan Kalijaga Punya Cara Layak Ditiru

    Kontributor : Rodinabillah / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    SUKAPURA, (12 Agustus 2026) – Di tengah tantangan Gen Z yang banyak mulai meninggalkan aktivitas mengaji setelah masuk jenjang sekolah menengah pertama, LPQ Sunan Kalijaga, Kecamatan Sukapura justru mampu menjaga santri tetap dekat dengan Al-Qur’an hingga usia menikah melalui pembinaan, motivasi, dan kepedulian terhadap masa depan mereka.

    Hal itu terungkap saat Penyuluh Agama Islam KUA Sukapura melakukan monitoring terhadap Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin). Penyuluh Agama Islam menemukan sebuah praktik yang baik dan menarik di LPQ Sunan Kalijaga Sukapura. Rata-rata santri di lembaga tersebut tetap mengaji hingga memasuki usia menikah.

    Fenomena ini terbilang istimewa, di tengah tantangan generasi Z saat ini tidak sedikit anak yang mulai meninggalkan kegiatan mengaji dan disibukkan dengan kegiatan sekolah, pergaulan, perkembangan teknologi, dan aktivitas lainnya membuat sebagian santri tidak lagi melanjutkan pendidikan Al-Qur’an secara rutin.

    Dalam sesi diskusi dengan Penyuluh Agama Islam, Ustadz Suprianto menjelaskan bahwa pembinaan santri tidak berhenti pada kemampuan membaca Al-Qur’an. Ketika santri mulai beranjak dewasa, dirinya tetap memberikan motivasi sekaligus perhatian terhadap perkembangan kehidupan mereka.

    Menariknya, perhatian tersebut juga diwujudkan dengan membantu mencarikan peluang pekerjaan bagi santri yang telah dewasa. Ketika ada kebutuhan tenaga, santri diarahkan untuk mengisi peluang sebagai sukarelawan, guru honorer, maupun pekerjaan di instansi swasta dan pemerintah sesuai kesempatan yang tersedia.

    Pendekatan tersebut ternyata mampu membangun ikatan yang kuat antara santri dengan lembaga. Mereka tidak hanya merasa sebagai peserta didik yang datang untuk belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga merasa diperhatikan perjalanan hidupnya.

    Dampaknya terlihat dari keberlangsungan kegiatan mengaji, para santri tetap bersemangat datang dan belajar Al-Qur’an hingga mereka menikah. Setelah menikah, sebagian kemudian berhenti mengikuti kegiatan secara rutin dan melanjutkan mengaji secara mandiri di rumah.

    Bagi Penyuluh Agama Islam KUA Sukapura, pengalaman LPQ Sunan Kalijaga merupakan praktik baik yang layak ditiru. Monitoring LPQ dan Madin tidak hanya menjadi kegiatan untuk melihat proses pembelajaran, tetapi juga menjadi kesempatan menemukan pola pembinaan yang berhasil diterapkan masyarakat.

    Pengalaman Ustadz Suprianto memberikan pelajaran bahwa menjaga generasi muda tetap dekat dengan Al-Qur’an membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Santri perlu diajari membaca Al-Qur’an, tetapi juga perlu dimotivasi, diperhatikan, dan didampingi dalam menghadapi masa depan.

  • Kemenag Probolinggo Dukung Gerakan Zero ATS 2045

    Kemenag Probolinggo Dukung Gerakan Zero ATS 2045

    Kontributor: Saiful/ Editor: Tiem Bimas Kankemenag

    Probolinggo, 12 Agustus 2026 — Upaya pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Jawa Timur terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Kegiatan Advokasi Pencegahan dan Penanganan ATS Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BBPMP Jawa Timur secara daring melalui Zoom, Rabu (12/8/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut diikuti para pemangku kebijakan dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur. Peserta berasal dari unsur pemerintah daerah dan Kementerian Agama yang memiliki peran strategis dalam memastikan anak tetap memperoleh hak atas pendidikan.

    Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo turut mengikuti kegiatan tersebut. Kehadiran Kemenag menjadi bagian penting dalam membangun sinergi, khususnya melalui peran KUA, penyuluh agama, pembinaan keluarga, serta penguatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan bagi anak.

    Dalam kegiatan tersebut, data proyeksi ATS menjadi perhatian bersama. Kabupaten Probolinggo diproyeksikan memiliki 13.489 ATS pada 2029. Jumlah tersebut diproyeksikan turun menjadi 8.841 anak pada 2034 dan 4.739 anak pada 2039, dengan target mencapai 0 ATS pada 2045.

    Secara keseluruhan, Jawa Timur diproyeksikan memiliki 278.370 ATS pada 2029, kemudian menurun menjadi 182.450 anak pada 2034 dan 97.809 anak pada 2039. Pemerintah menargetkan tidak ada lagi anak yang berada di luar sistem pendidikan pada 2045.

    Kasi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Probolinggo, H. Imamudin Nur Fajri, S.Ag., M.H.I., menegaskan bahwa persoalan ATS tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. Menurutnya, diperlukan komitmen dan kerja bersama dari seluruh pemangku kepentingan.

    “Persoalan Anak Tidak Sekolah merupakan tanggung jawab kita bersama. Data proyeksi Kabupaten Probolinggo yang masih cukup tinggi menjadi perhatian serius sekaligus tantangan yang harus kita jawab melalui sinergi lintas sektor,” ungkapnya.

    Ia menjelaskan, Kementerian Agama siap mengambil bagian dalam upaya pencegahan dan penanganan ATS melalui penguatan peran penyuluh agama, KUA, keluarga, dan masyarakat. Edukasi kepada orang tua juga dinilai penting agar mereka memahami bahwa pendidikan merupakan investasi utama bagi masa depan anak.

    “Kementerian Agama, khususnya Bimas Islam, siap mengambil bagian dalam upaya pencegahan dan penanganan ATS melalui penguatan peran penyuluh agama, KUA, keluarga, serta pembinaan masyarakat. Edukasi kepada orang tua dan masyarakat perlu terus dilakukan agar setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dan membangun masa depan,” tegasnya.

    Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat perlu diwujudkan dalam langkah konkret. Tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga mengidentifikasi penyebab anak tidak sekolah serta memberikan pendampingan dan solusi sesuai kondisi masing-masing.

    Ia berharap kolaborasi yang semakin kuat dapat mempercepat penurunan angka ATS di Kabupaten Probolinggo sekaligus mendukung target Jawa Timur menuju Zero ATS 2045.

    “Kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, satuan pendidikan dan seluruh pemangku kepentingan dapat semakin kuat, sehingga target Jawa Timur Zero ATS pada 2045 dapat diwujudkan secara nyata, termasuk di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

    Kegiatan advokasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama bahwa tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan mendapatkan pendidikan. Dengan kerja bersama, pemetaan yang akurat, pendampingan keluarga, serta intervensi yang tepat sasaran, upaya mewujudkan Kabupaten Probolinggo dan Jawa Timur tanpa Anak Tidak Sekolah diharapkan dapat tercapai secara bertahap dan berkelanjutan.

  • Suasana Khidmat Mengiringi Pelaksanaan Pernikahan di Balai Nikah KUA Bantaran.

    Suasana Khidmat Mengiringi Pelaksanaan Pernikahan di Balai Nikah KUA Bantaran.

    Kontributor : Mualliman | Editor : Tim Bimas Islam

    BANTARAN (12 Agustus 2026) – Suasana khidmat dan penuh kebahagiaan mengiringi pelaksanaan pernikahan yang berlangsung di Aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaran. Prosesi akad nikah berlangsung tertib dan lancar dengan dipimpin langsung oleh penghulu KUA Bantaran.

    Kedua mempelai hadir bersama keluarga untuk mengikuti rangkaian prosesi akad nikah. Dengan suasana yang penuh haru, mempelai pria mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu, wali nikah, saksi, serta keluarga yang hadir.

    Penghulu KUA Bantaran, Mohammad Adlal Waro, SH. memimpin jalannya akad nikah sekaligus memastikan seluruh rangkaian prosesi berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Setelah ijab kabul dinyatakan sah, suasana bahagia pun terasa di dalam aula, disertai ucapan syukur dan doa dari keluarga kedua mempelai.

    Pelaksanaan pernikahan di Aula KUA Bantaran menjadi salah satu bentuk pelayanan KUA kepada masyarakat dalam memberikan fasilitas dan pendampingan bagi pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan. Keluarga kedua mempelai tampak bahagia menyaksikan momen sakral tersebut. Setelah akad dinyatakan sah, kedua mempelai menerima ucapan selamat dan doa agar kehidupan rumah tangga yang mereka jalani senantiasa diberikan keberkahan, keharmonisan, dan kebahagiaan.

    Dengan berlangsungnya akad nikah secara lancar dan khidmat, KUA Kecamatan Bantaran berharap kedua mempelai dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang.