Blog

  • Doa untuk Negeri, Warnai Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

    Doa untuk Negeri, Warnai Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

    Kontributor : H. Nasir / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    BANYUANYAR, 17 Agustus 2026 – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Banyuanyar berlangsung khidmat dan penuh haru. Upacara yang dipusatkan di Lapangan Gununggeni, Kecamatan Banyuanyar, tersebut diikuti oleh unsur pemerintahan, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

    Rangkaian upacara berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat nasionalisme. Momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air, memperkuat persatuan, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

    Suasana semakin khidmat ketika rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Nasir, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Banyuanyar. Dengan penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

    Dalam doanya, Nasir mengajak seluruh peserta untuk senantiasa mensyukuri kemerdekaan yang diperoleh melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan. Kemerdekaan hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga menjadi amanah untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, kedamaian, serta membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.

    “Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa, kami bersyukur atas anugerah kemerdekaan yang Engkau berikan kepada bangsa Indonesia. Ampunilah dosa dan kesalahan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan negeri ini. Tempatkanlah mereka di tempat terbaik di sisi-Mu,” demikian inti doa yang dipanjatkan.

    Doa juga dipanjatkan untuk keselamatan dan kemajuan bangsa Indonesia. Nasir memohon agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, keamanan, serta dijauhkan dari berbagai perpecahan dan bencana. Para pemimpin bangsa juga didoakan agar diberikan kekuatan, kebijaksanaan, kejujuran, dan kemampuan dalam menjalankan amanah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

    Suasana hening dan penuh haru terasa ketika seluruh peserta menundukkan kepala dan mengaminkan setiap lantunan doa. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak berhenti setelah bangsa Indonesia merdeka, tetapi terus berlanjut melalui pengabdian, menjaga persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara.

    Bagi jajaran KUA Banyuanyar, keterlibatan dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi bagian dari penguatan nilai-nilai keagamaan sekaligus kebangsaan. Nilai agama dan semangat nasionalisme dapat berjalan beriringan dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, toleran, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.

    Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Gununggeni akhirnya ditutup dalam suasana penuh haru dan kekhusyukan. Lantunan doa menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan agar kemerdekaan yang telah diwariskan para pahlawan dapat terus dijaga dan diisi dengan karya nyata.

    Melalui momentum tersebut, seluruh masyarakat diajak untuk menjadikan kemerdekaan sebagai spirit dalam meningkatkan pengabdian, mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan umat beragama, serta bersama-sama membangun Indonesia yang semakin maju, adil, makmur, dan bermartabat.

    Kemerdekaan adalah anugerah sekaligus amanah. Mari kita isi dengan persatuan, pengabdian, dan doa untuk Indonesia yang lebih baik.

  • Penyuluh Agama Islam KUA Dringu Raih Penghargaan Komitmen Terbaik Kampung Zakat

    Penyuluh Agama Islam KUA Dringu Raih Penghargaan Komitmen Terbaik Kampung Zakat

    Kontributor : Ainun Najib / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    PROBOLINGGO, 17 Agustus 2026 – Penyuluh Agama Islam pada KUA Kecamatan Dringu, Muhammad Hafid, S.Pd., M.Pd., menerima piagam penghargaan sebagai Penyuluh Agama dengan Komitmen Terbaik dalam Penyelenggaraan Kampung Zakat se-Kabupaten Probolinggo. Penghargaan tersebut diserahkan usai upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Senin (17/08/2026).

    Piagam penghargaan diserahkan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo bersama Kepala Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa). Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kontribusi Muhammad Hafid dalam mendukung penyelenggaraan Kampung Zakat di Kabupaten Probolinggo.

    Selain Muhammad Hafid, penghargaan juga diberikan kepada Toyyib dari KUA Kecamatan Sukapura dan Abdussalam, S.Pd., dari KUA Kecamatan Krejengan. Penyelenggaraan Kampung Zakat merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan potensi zakat sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang terarah dan berkelanjutan.

    Dalam pelaksanaannya, penyuluh agama memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan penguatan kesadaran masyarakat terkait zakat. Bagi Muhammad Hafid, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat. Peran penyuluh agama, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan pembinaan keagamaan, tetapi juga mencakup pendampingan masyarakat dalam berbagai program sosial dan pemberdayaan.

    Penghargaan tersebut sekaligus menjadi apresiasi bagi KUA Kecamatan Dringu dalam mendorong penyuluh agama untuk aktif menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui penghargaan ini, diharapkan semakin banyak penyuluh agama di Kabupaten Probolinggo yang termotivasi untuk berinovasi, memperkuat pendampingan masyarakat, dan berkontribusi dalam pengembangan program pemberdayaan umat.

  • Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, KUA Tongas Bersama Keluarga Besar Madrasah Gelar Upacara Bersama di Halaman KUA

    Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, KUA Tongas Bersama Keluarga Besar Madrasah Gelar Upacara Bersama di Halaman KUA

    Kontributor : Fifin NR | Editor Tim Redaksi Bimaispro

    Tongas, (17/8/2026) – Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, KUA Tongas bersama DWP UP KUA Tongas, Pengawas Madrasah, Kepala Sekolah, serta guru-guru MI/RA se-Kecamatan Tongas melaksanakan upacara bendera, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat di halaman KUA Tongas dengan penuh semangat nasionalisme dan kebersamaan dari seluruh peserta.

    Pelaksanaan upacara melibatkan kolaborasi keluarga besar madrasah. Seluruh petugas upacara berasal dari guru-guru MI, sementara tim paduan suara terdiri dari guru-guru RA se-Kecamatan Tongas. Penampilan para petugas berlangsung tertib dan kompak, menunjukkan kesiapan serta semangat para pendidik dalam mengambil bagian pada momentum penting peringatan kemerdekaan Indonesia.

    Bertindak sebagai pembina upacara, Pengawas Madrasah Kecamatan Tongas, Suparman, S.Pd., M.Pd., mengajak seluruh peserta menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dan tanggung jawab. “Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan karya, kedisiplinan, kejujuran, serta memberikan pendidikan terbaik bagi generasi penerus,” pesannya.

    Suparman juga menekankan pentingnya sinergi antara madrasah, KUA, guru, dan seluruh unsur pendidikan dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai nasionalisme, toleransi, gotong royong, dan kecintaan terhadap tanah air sejak usia dini.

    Upacara berlangsung dengan tertib hingga selesai dan ditutup dengan suasana kebersamaan seluruh peserta. Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan harus terus diwariskan melalui pengabdian nyata. Dari halaman KUA Tongas, semangat kemerdekaan terus dinyalakan melalui sinergi, pendidikan, dan pengabdian untuk generasi Indonesia yang lebih baik.

  • Maknai Filosofi Garuda, Kemenag Kabupaten Probolinggo Teguhkan Semangat Kemerdekaan

    Maknai Filosofi Garuda, Kemenag Kabupaten Probolinggo Teguhkan Semangat Kemerdekaan

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (17/08/2026) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” di halaman belakang Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti pengawas madrasah, pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI), penyuluh agama, penghulu, serta aparatur sipil negara (ASN) Kemenag Kabupaten Probolinggo dan berlangsung lancar serta khidmat.

    Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kemenag Kabupaten Probolinggo, H. Moh. Sa’dun, M.Pd., dalam amanatnya mengajak seluruh peserta memaknai kemerdekaan tidak sekadar sebagai peristiwa sejarah, tetapi sebagai amanah yang harus diwujudkan melalui tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

    Menurutnya, filosofi kemerdekaan tercermin dalam lambang negara Garuda Pancasila. Burung Garuda menggambarkan kekuatan dan keteguhan bangsa dalam menjaga kedaulatan, sementara perisai di dadanya melambangkan Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman dalam kehidupan berbangsa.

    “Makna kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana kita mampu mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, menjaga persatuan, menegakkan keadilan, dan menghadirkan kemakmuran bagi masyarakat. Garuda Pancasila mengajarkan kepada kita untuk berdiri kokoh sebagai bangsa, tetapi tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila,” ujar Sa’dun dalam amanatnya.

    Ia juga menekankan bahwa semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas setiap ASN. Pengabdian melalui pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat dinilai menjadi salah satu bentuk nyata dalam mengisi kemerdekaan.

    Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tasyakuran bersama di Aula 1 Al-Ikhlas Kemenag Kabupaten Probolinggo. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma), H. As’adi, memimpin istighosah dan tahlil.

    Suasana tasyakuran berlangsung penuh kekhusyukan dan haru. Doa bersama tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan sekaligus memanjatkan doa bagi para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

    Melalui rangkaian upacara dan tasyakuran tersebut, keluarga besar Kemenag Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan, pengabdian, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

  • MT P2A Aisyah Gelar Tirakatan HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi SAW

    MT P2A Aisyah Gelar Tirakatan HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi SAW

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    Tegalsiwalan, (16/08/2026) — Majelis Taklim P2A Aisyah Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, menggelar kegiatan tirakatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahad (16/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Sri Wahyuni, Sumberbulu, tersebut diikuti sekitar 54 jamaah dan diisi pembinaan keagamaan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Tegalsiwalan, Chomisun Basofi, S.Pd.

    Ketua Majelis Taklim P2A Aisyah, Yeni,S.Ag., turut hadir bersama para jamaah dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh antusias tersebut. Momentum peringatan kemerdekaan dan Maulid Nabi dipadukan sebagai sarana memperkuat semangat kebangsaan sekaligus meningkatkan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

    Dalam tausiyahnya, Chomisun Basofi yang akrab disapa Homisun memberikan edukasi mengenai fadilah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan bahwa shalawat tidak hanya merupakan amalan lisan, tetapi juga menjadi bentuk kecintaan, penghormatan, dan komitmen umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

    “Shalawat adalah tanda cinta kepada Rasulullah. Semakin cinta kepada beliau, hendaknya semakin banyak pula kita bershalawat dan mengikuti sunnah serta akhlaknya,” tuturnya.

    Selain membahas keutamaan shalawat, Homisun juga mengajak jamaah memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan RI secara substantif. Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati secara seremonial, tetapi perlu diisi dengan kontribusi positif, menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat.

    “Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal yang bermanfaat. Sebagai umat Islam, kita dapat berkontribusi melalui penguatan akhlak, menjaga kerukunan, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Yeni,S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi jamaah untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa.

    “Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai peringatan, tetapi menjadi pengingat bagi kita untuk semakin istiqamah bershalawat, meneladani Rasulullah, dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif,” ungkapnya.

    Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Para jamaah diharapkan dapat mengamalkan shalawat secara istiqamah serta menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus menjaga semangat persatuan dan pengabdian dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

  • Pawai Budaya IGRA Kecamatan Tongas Meriahkan HUT Kemerdekaan RI, Libatkan 2.000 Peserta

    Pawai Budaya IGRA Kecamatan Tongas Meriahkan HUT Kemerdekaan RI, Libatkan 2.000 Peserta

    Kontributor : Fifih NR | Editor tim redaksi Bimas Islam

    TONGAS,(15/8/2026) – Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Tongas menggelar Pawai Budaya dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026), bertempat di Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas. Kegiatan berlangsung meriah dan semarak dengan melibatkan sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari guru, murid, dan orang tua dari 27 lembaga Raudhatul Athfal (RA) se-Kecamatan Tongas.

    Beragam busana dan kreasi budaya ditampilkan dalam pawai tersebut. Para peserta membawa semangat kebersamaan dengan menampilkan kostum bernuansa budaya, kreativitas anak, serta berbagai atribut yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Ketua IGRA Kecamatan Tongas, Siti Aminah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana untuk mengenalkan keberagaman budaya kepada anak sejak usia dini sekaligus mempererat silaturahmi antar-RA. “Pawai budaya ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal keberagaman, mencintai budaya Indonesia, dan belajar tampil percaya diri bersama teman-temannya,” ujarnya.

    Dalam sambutan pelepasan, Pengawas RA Kecamatan Tongas, Siti Nur Fadilah, M.Pd., mengapresiasi antusiasme seluruh lembaga, guru, murid, dan orang tua yang turut menyukseskan kegiatan. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memiliki nilai edukatif yang penting bagi perkembangan anak. “Anak-anak belajar bahwa Indonesia itu kaya akan budaya dan perbedaan. Melalui pawai ini, mari kita tanamkan sejak dini rasa cinta tanah air, percaya diri, kebersamaan, dan sikap saling menghargai. Biarkan anak-anak menikmati prosesnya, karena dari kegembiraan itulah mereka belajar,” tuturnya.

    Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Tongas turut mengambil peran dalam menyukseskan Pawai Budaya IGRA Kecamatan Tongas. Lutfi Hidayat, S.Pd.I. bertugas sebagai Master of Ceremony (MC) yang memandu jalannya kegiatan dengan penuh semangat dan suasana yang ceria, sementara Fifin Naili Rizkiyah, M.Pd. turut dipercaya sebagai juri untuk menilai penampilan paran peserta. Keterlibatan Penyuluh Agama ini menjadi wujud sinergi KUA Tongas dalam mendukung kegiatan pendidikan, kebudayaan, dan pembinaan generasi sejak usia dini.

    Pawai Budaya IGRA Kecamatan Tongas berlangsung semarak dengan antusiasme peserta dan masyarakat yang menyaksikan di sepanjang rute. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara lembaga RA, guru, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak. Semangat kemerdekaan pun terasa semakin hidup melalui langkah kecil anak-anak RA yang tampil penuh percaya diri membawa pesan “Berbeda dalam budaya, bersatu dalam Indonesia.”

  • Layanan Survei Lokasi Tanah Wakaf KUA Tiris

    Layanan Survei Lokasi Tanah Wakaf KUA Tiris

    Kontributor : Ulfatul Hasanah / Editor : Lutfi Hidayat

    TIRIS, 14 Agustus 2026 — Dalam rangka meningkatkan tertib administrasi dan memastikan pengelolaan aset wakaf berjalan sesuai ketentuan, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tiris melaksanakan kegiatan survei dan pengecekan tanah wakaf di dua lembaga pendidikan dan sosial keagamaan, yakni Yayasan Al Hidayah Desa Tiris dan Yayasan Aszuhriyah Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo.

    Kegiatan survei tersebut menjadi bagian dari upaya KUA Kecamatan Tiris dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat dan lembaga pengelola wakaf, khususnya dalam memastikan keberadaan, batas-batas, kondisi, serta pemanfaatan tanah wakaf di lapangan.

    Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pengecekan langsung terhadap lokasi tanah wakaf sekaligus melakukan dokumentasi kondisi fisik dan lingkungan sekitar. Survei juga diarahkan untuk memastikan kesesuaian antara kondisi tanah di lapangan dengan data dan dokumen administrasi wakaf yang dimiliki.

    Kegiatan ini turut melibatkan pengurus yayasan dan tokoh masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya menjaga aset wakaf agar tetap terlindungi dan dimanfaatkan sesuai dengan tujuan wakaf.

    Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tiris menyampaikan bahwa survei tanah wakaf bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga amanah umat.

    “Survei ini bertujuan memastikan kejelasan batas, legalitas, dan pemanfaatan tanah wakaf sesuai dengan tujuan awal wakaf serta memberikan kemaslahatan bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Tiris terus mendorong agar pengelolaan wakaf dilakukan secara tertib, transparan, amanah, dan berkelanjutan. Kejelasan administrasi dan kondisi aset wakaf diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah munculnya persoalan di kemudian hari.

    KUA Kecamatan Tiris berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dan lembaga pengelola wakaf dalam mewujudkan tata kelola wakaf yang profesional, sehingga keberadaan tanah wakaf benar-benar memberikan manfaat bagi pendidikan, dakwah, sosial, dan kemaslahatan umat.

  • Isbat Nikah, Langkah Ibu Gumi Menuju Tanah Suci

    Isbat Nikah, Langkah Ibu Gumi Menuju Tanah Suci

    Kontributot : Nur Hasan / Editor : Lutfi Hidayat

    PAJARAKAN, 14 Agustus 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pajarakan melaksanakan proses isbat nikah bagi pasangan An Misran (almarhum) dan Gumi, warga Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo.

    Pelaksanaan isbat nikah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan administrasi dan kepastian hukum perkawinan, khususnya dalam rangka persiapan pelunasan biaya ibadah haji bagi Ibu Gumi. Kepastian status perkawinan menjadi bagian penting dalam melengkapi dokumen administrasi yang diperlukan.

    Proses pelayanan dilakukan bersama Penghulu KUA Pajarakan, Khairur Rozikin, didampingi staf KUA, Ibu Mutammimah dan Sri Indrayanti. Petugas memberikan pendampingan terhadap proses administrasi dan dokumen yang diperlukan agar pengurusan dapat berjalan tertib sesuai prosedur.

    Dalam prosesnya, terdapat kondisi khusus karena An Misran telah meninggal dunia. Sementara itu, pihak keluarga atau keturunan almarhum tidak bersedia menggantikan atau melanjutkan proses yang diperlukan. Oleh karena itu, proses administrasi dan pembatalan atas nama almarhum dilakukan agar urusan dokumen Ibu Gumi dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

    KUA Pajarakan memberikan pelayanan dan pendampingan administratif agar proses tersebut dapat berjalan tertib, jelas, dan sesuai prosedur. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk komitmen KUA dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam penyelesaian administrasi perkawinan dan kebutuhan dokumen keagamaan.

    Melalui pelayanan isbat nikah tersebut, KUA Pajarakan berharap kepastian administrasi dan dokumen Ibu Gumi dapat segera terpenuhi sehingga dapat mendukung kelancaran proses pelunasan dan persiapan keberangkatan ibadah haji. Pelayanan ini juga menjadi pengingat pentingnya memastikan pencatatan perkawinan agar hak-hak administrasi keluarga tetap terlindungi.

  • Peringati Hari Pramuka Nasional, Korwil Disdikdaya dan KUA Sumber Kolaborasi Tanamkan Nilai Integritas Sejak Dini

    Peringati Hari Pramuka Nasional, Korwil Disdikdaya dan KUA Sumber Kolaborasi Tanamkan Nilai Integritas Sejak Dini

    Kontributor : Choirul Anam | Editor : Tim Redaksi Bimas Islam

    SUMBER, (14 Agustus 2026) – Koordinator wilayah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (disdikdaya) Kecamatan Sumber, H. Asis M. Pd. resmi membuka Lomba Prestasi Siaga dalam rangka memperingati Hari Pramuka Nasional pada Jumat (14/8/2026). Kompetisi yang diinisiasi oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Sumber ini melibatkan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) kelas 1 hingga kelas 3 dari seluruh wilayah kecamatan setempat.

    Dalam sambutannya, Korwil Disdikdaya menegaskan pentingnya Gerakan Pramuka sebagai wadah strategis untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan nasionalisme generasi muda.

    Peringatan tahun ini secara khusus diorientasikan untuk Pramuka Siaga (anggota usia 7 hingga 10 tahun) dengan mengusung tema “Prestasi Siaga Kwarran Sumber; Ceria, mandiri, berkarakter dan berprestasi” kegiatan lomba ini menjadi ajang prestasi dan sebagai ruang apresiasi bagi tumbuh kembang dan penanaman nilai-nilai kepanduan pada anak usia dini.

    Acara tersebut turut dihadiri oleh Camat Sumber Bambang Hermanto, Kapolsek, serta Danramil Sumber. Selain jajaran pimpinan daerah, jajaran Penyuluh Agama Islam beserta keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumber juga hadir sebagai undangan, sekaligus memanfaatkan momentum tersebut untuk menyosialisasikan program MAHAR (Mari Hindari Gratifikasi).

    Melalui sinergi lintas instansi ini, perayaan Hari Pramuka di Kecamatan Sumber tidak hanya menjadi ajang kompetisi fisik dan ketangkasan semata. Kegiatan ini berhasil dikembangkan menjadi sarana edukasi moral yang komprehensif, di mana penanaman karakter kepanduan dipadukan langsung dengan pembentukan dasar-dasar integritas antikorupsi sejak usia sekolah.

  • “Laulaka laulaka ya Muhammad, ma khalaqtul aflak” Khutbah Penyuluh Agama Sukapura semarakkan Syi’ar Bulan Maulid

    “Laulaka laulaka ya Muhammad, ma khalaqtul aflak” Khutbah Penyuluh Agama Sukapura semarakkan Syi’ar Bulan Maulid

    Kontributor : Rodina Billah | Tim redaksi Bimas Islam

    Sukapura, (14 Agustus 2026) — Syiar Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW menggema dari sejumlah masjid di Kecamatan Sukapura pada Jumat, 14 Agustus 2026. Penyuluh Agama Kecamatan Sukapura mengisi khutbah Jumat dengan mengangkat tema tentang bagaimana umat Islam mensyukuri kelahiran manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW.

    Tiga Penyuluh Agama hadir di sejumlah mimbar masjid. Syafi’i, S.Pd.I menyampaikan khutbah di Masjid Nurul Fatah Sapikerep, Rodinabillah, S.H. di Masjid Baitur Ridwan Sukapura, dan Ainur Ridho, S.Pd.I di Masjid Watulumpang.

    Dalam khutbahnya, penyuluh agama mengajak jamaah menjadikan Bulan Maulid bukan sekadar momentum perayaan, tetapi sebagai kesempatan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kecintaan tersebut diwujudkan dengan memperbanyak selawat, mempelajari sirah Nabi, meneladani akhlaknya, serta mengamalkan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.

    Salah satu pesan yang disampaikan mengangkat Hadits Qudsi, “Laulaka laulaka ya Muhammad, ma khalaqtul aflak”, yang secara populer dimaknai, “Andai bukan karena engkau, wahai Muhammad, tidaklah Aku menciptakan alam semesta.”

    Hadits Qudsi tersebut menjadi pengantar untuk menggambarkan kemuliaan Rasulullah SAW sekaligus mengajak jamaah memperdalam rasa syukur atas diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah Islam.

    Penyuluh Agama juga menekankan bahwa rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan Maulid secara seremonial. Lebih dari itu, umat perlu menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, seperti kejujuran, kasih sayang, kesabaran, kepedulian, serta menjaga persaudaraan.

    Kepala KUA Kecamatan Sukapura, Muhammad Arif Rahman Hakim, S.H., mengapresiasi keaktifan para Penyuluh Agama dalam menjalankan tugas dan mengambil peran dalam syiar keagamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran penyuluh di tengah umat merupakan bagian penting dari tugas kepenyuluhan, terlebih dalam momentum keagamaan seperti Bulan Maulid.

    “Kami sangat mengapresiasi keaktifan para Penyuluh Agama Kecamatan Sukapura. Mereka tidak hanya hadir menjalankan tugas administratif, tetapi juga aktif turun ke tengah masyarakat, mengisi mimbar, memberikan bimbingan, dan menguatkan syiar keagamaan. Semoga semangat ini terus dijaga dan ditingkatkan,” ungkap Muhammad Arif Rahman Hakim.

    Ia berharap momentum Maulid Nabi dapat menjadi sarana untuk semakin mendekatkan masyarakat kepada Rasulullah SAW serta mendorong lahirnya kehidupan umat yang semakin berakhlak.

    Melalui khutbah Jumat tersebut, para Penyuluh Agama Kecamatan Sukapura menunjukkan bahwa mimbar masjid dapat menjadi ruang strategis untuk menyemarakkan syiar Islam. Pesan Maulid tidak berhenti pada kisah kelahiran Nabi, tetapi diarahkan untuk membangkitkan kecintaan umat sekaligus menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

    Dari mimbar Masjid Al Hidayah, Masjid Baitur Ridwan, dan Masjid Watulumpang, syiar itu kembali digaungkan: mencintai Nabi Muhammad SAW bukan hanya dengan mengenang kelahiran beliau, tetapi juga dengan berusaha mengenal, meneladani, dan menghidupkan sunnahnya.