Kontributor : Rodinabillah / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam
SUKAPURA, (12 Agustus 2026) – Di tengah tantangan Gen Z yang banyak mulai meninggalkan aktivitas mengaji setelah masuk jenjang sekolah menengah pertama, LPQ Sunan Kalijaga, Kecamatan Sukapura justru mampu menjaga santri tetap dekat dengan Al-Qur’an hingga usia menikah melalui pembinaan, motivasi, dan kepedulian terhadap masa depan mereka.
Hal itu terungkap saat Penyuluh Agama Islam KUA Sukapura melakukan monitoring terhadap Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin). Penyuluh Agama Islam menemukan sebuah praktik yang baik dan menarik di LPQ Sunan Kalijaga Sukapura. Rata-rata santri di lembaga tersebut tetap mengaji hingga memasuki usia menikah.
Fenomena ini terbilang istimewa, di tengah tantangan generasi Z saat ini tidak sedikit anak yang mulai meninggalkan kegiatan mengaji dan disibukkan dengan kegiatan sekolah, pergaulan, perkembangan teknologi, dan aktivitas lainnya membuat sebagian santri tidak lagi melanjutkan pendidikan Al-Qur’an secara rutin.
Dalam sesi diskusi dengan Penyuluh Agama Islam, Ustadz Suprianto menjelaskan bahwa pembinaan santri tidak berhenti pada kemampuan membaca Al-Qur’an. Ketika santri mulai beranjak dewasa, dirinya tetap memberikan motivasi sekaligus perhatian terhadap perkembangan kehidupan mereka.
Menariknya, perhatian tersebut juga diwujudkan dengan membantu mencarikan peluang pekerjaan bagi santri yang telah dewasa. Ketika ada kebutuhan tenaga, santri diarahkan untuk mengisi peluang sebagai sukarelawan, guru honorer, maupun pekerjaan di instansi swasta dan pemerintah sesuai kesempatan yang tersedia.
Pendekatan tersebut ternyata mampu membangun ikatan yang kuat antara santri dengan lembaga. Mereka tidak hanya merasa sebagai peserta didik yang datang untuk belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga merasa diperhatikan perjalanan hidupnya.
Dampaknya terlihat dari keberlangsungan kegiatan mengaji, para santri tetap bersemangat datang dan belajar Al-Qur’an hingga mereka menikah. Setelah menikah, sebagian kemudian berhenti mengikuti kegiatan secara rutin dan melanjutkan mengaji secara mandiri di rumah.
Bagi Penyuluh Agama Islam KUA Sukapura, pengalaman LPQ Sunan Kalijaga merupakan praktik baik yang layak ditiru. Monitoring LPQ dan Madin tidak hanya menjadi kegiatan untuk melihat proses pembelajaran, tetapi juga menjadi kesempatan menemukan pola pembinaan yang berhasil diterapkan masyarakat.
Pengalaman Ustadz Suprianto memberikan pelajaran bahwa menjaga generasi muda tetap dekat dengan Al-Qur’an membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Santri perlu diajari membaca Al-Qur’an, tetapi juga perlu dimotivasi, diperhatikan, dan didampingi dalam menghadapi masa depan.

Leave a Reply