Blog

  • Kemenag Kabupaten Probolinggo Dorong Penguatan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal

    Kemenag Kabupaten Probolinggo Dorong Penguatan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal

    Kontributor: Fetta Nabilatus Sa’adah | Editor: Muh. Hefni M

    Probolinggo — Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Probolinggo turut hadir dalam kegiatan penguatan penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) yang membahas perkembangan sertifikasi halal serta pentingnya sinergi dalam mendukung percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

    Dalam kegiatan tersebut, Kankemenag Kabupaten Probolinggo diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Moh. Sa’dun, S.Ag., M.Pd.I. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) serta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Materi yang disampaikan membahas penyelenggaraan Jaminan Produk Halal, perkembangan sertifikasi halal, serta dukungan dan kebijakan dalam memperkuat ekosistem halal di Indonesia.

    Kehadiran Kankemenag Kabupaten Probolinggo dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus membangun sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung penyelenggaraan JPH. Kolaborasi lintas instansi dinilai penting untuk memperluas edukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat maupun pelaku usaha mengenai kewajiban dan manfaat sertifikasi halal.

    Kabupaten Probolinggo sendiri terus menunjukkan perkembangan positif dalam penyelenggaraan sertifikasi halal. Hal tersebut menjadi dorongan bagi seluruh pihak untuk semakin memperkuat koordinasi dan pendampingan kepada pelaku usaha, sehingga semakin banyak produk yang memenuhi ketentuan Jaminan Produk Halal.

    Melalui kegiatan tersebut, Kankemenag Kabupaten Probolinggo berharap sinergi antara pemerintah, BPJPH, legislatif, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, percepatan sertifikasi halal di Kabupaten Probolinggo diharapkan dapat semakin optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Kankemenag Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk terus mendukung berbagai upaya penguatan ekosistem halal serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk yang terjamin kehalalannya.

  • PPAIW Wonomerto Tegaskan Amanah Nadzir dalam Pengelolaan Harta Wakaf

    PPAIW Wonomerto Tegaskan Amanah Nadzir dalam Pengelolaan Harta Wakaf

    Kontributor : Muh. Hefni / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    WONOMERTO, (11/08/2026) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wonomerto melaksanakan pengambilan sumpah nadzir, ikrar wakaf, dan penyerahan Akta Ikrar Wakaf (AIW) di Balai Desa Karengkidul, Kecamatan Wonomerto, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang dipimpin Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kecamatan Wonomerto, H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H., tersebut menjadi bentuk layanan KUA yang memberikan kepastian hukum sekaligus mendorong pengelolaan harta wakaf secara amanah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Dalam arahannya, Wawan menjelaskan sejumlah aspek penting terkait wakaf, mulai dari pengertian dan keutamaan wakaf sebagai amal jariyah, hak wakif atas tanah wakaf, hingga fungsi, hak, dan kewajiban nadzir sebagai pihak yang bertanggung jawab mengelola harta wakaf.

    “Nadzir memiliki amanah yang besar dalam menjaga dan mengelola harta wakaf. Karena itu, pengelolaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan peruntukan wakaf. Objek wakaf juga tidak boleh dialihkan atau disalahgunakan di luar ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

    Ia menegaskan, pemahaman terhadap batas kewenangan nadzir menjadi bagian penting untuk memastikan harta wakaf tetap terlindungi. Menurutnya, pencatatan dan penerbitan AIW merupakan bagian dari upaya memberikan kepastian hukum terhadap pelaksanaan wakaf.

    Pada kegiatan tersebut, Mistiah mengikrarkan wakaf sebidang tanah seluas 140 meter persegi yang diperuntukkan bagi Jalan Dusun Wangkal RT 001/RW 002, Desa Karengkidul. Dan tanah seluas 35 meter persegi yang diperuntukkan bagi Nurul Hasanah, Desa Karengkidul.

    Mistiah selaku wakif menyampaikan bahwa pelaksanaan ikrar wakaf melalui KUA memberikan kepastian dan ketenangan dalam menyerahkan harta wakaf untuk kemanfaatan masyarakat.

    “Saya berharap tanah yang diwakafkan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan adanya AIW, pelaksanaan wakaf ini juga memiliki kepastian hukum,” katanya.

    Kepala Desa Karengkidul, H. Suladi, S.H., mengapresiasi pelayanan KUA Wonomerto yang memfasilitasi proses ikrar dan administrasi wakaf di tengah masyarakat.

    “Pelayanan seperti ini sangat penting karena masyarakat mendapatkan pendampingan dalam melaksanakan wakaf secara resmi. Kami berharap harta wakaf yang telah diikrarkan dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Suladi.

    Kegiatan tersebut dihadiri wakif, tiga orang nadzir, dua orang saksi, serta Kepala Desa Karengkidul bersama perangkat desa. Acara ditutup dengan penyerahan AIW sebagai dokumen autentik pelaksanaan wakaf yang menjadi dasar pengelolaan harta wakaf secara amanah, profesional, dan sesuai dengan peruntukannya.

  • Aksi “GEBER MAS” juga Digelar di KUA Pajarakan dan Sumber

    Aksi “GEBER MAS” juga Digelar di KUA Pajarakan dan Sumber

    Kontributor : Nur Hasan – Khoirul Anam / Editor : Lutfi Hidayat

    PROBOLINGGO, (10 Agustus 2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pajarakan dan KUA Kecamatan Sumber Kabupaten Probolinggo melaksanakan aksi serentak nasional Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MAS), Senin (10/08/2026). Di Kecamatan Pajarakan gerakan tersebut diawali di Masjid Hasanatul Abror, Pajarakan Kulon, kemudian dilanjutkan ke Masjid Zainal Abidin serta sejumlah masjid dan musala di wilayah Kecamatan Pajarakan.

    Kegiatan “GEBER MAS” menjadi bagian dari upaya KUA Pajarakan untuk menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah. Kepala KUA bersama jajaran Penyuluh Agama Islam turun langsung dalam kegiatan bersih-bersih sekaligus mengajak pengurus masjid, jemaah dan masyarakat menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya kehidupan sehari-hari.

    Gerakan ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan membersihkan tempat ibadah secara fisik, tetapi juga sebagai bentuk penguatan kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama. Masjid dan musala yang bersih diharapkan mampu menciptakan suasana ibadah yang lebih nyaman, sehat, dan khusyuk bagi masyarakat.

    Melalui kegiatan “GEBER MAS”, KUA Pajarakan mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar gerakan menjaga kebersihan tempat ibadah tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat bersih-bersih diharapkan menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, sehingga masjid dan musala benar-benar menjadi tempat ibadah yang bersih, nyaman, dan representatif bagi umat.

    Sementara itu, Gerakan Bersih- Bersih Masjid juga dilakukan di Kecamatan Sumber. Dalam kegiatan itu para ASN KUA Sumber mendatangi 4 titik mamsjid se-Kecamatan Sumber. Kegiatan tersebut juga mengikutsertakan siswa Sekolah Dasar yang lokasinya tidak jauh dari masjid.

    Di samping sebagai sarana pembelajaran bagi siswa juga merupakan penanaman karakter bagi mereka agar mereka mencintai agama dan tempat Ibadah masing-masing, walau di antara mereka ada yang berbeda keyakinan dan agama.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan riang gembira sebagai cerminan keikhlasan hati dan bukan hanya karena adanya program ini. Para guru pun tak luput ikut andil dalam hal ini sebagai sebuah teladan kepada siswanya bahwa kebersihan adalah hal penting dalam kehidupan, termasuk menjaga kebersihan dan ketertiban rumah ibadah.

  • Partisipasi Masjid Besar Sabilillah Bantaran Ikuti “Geber Mas”

    Partisipasi Masjid Besar Sabilillah Bantaran Ikuti “Geber Mas”

    Bantaran, (10 Agustus 2026) – Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah, Penyuluh Agama Islam bersama Takmir Masjid Besar Sabilillah Bantaran melaksanakan kegiatan Gerakan Bersih Masjid (GEBERMAS).

    Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi dan gotong royong antara Penyuluh Agama Islam dan Takmir Masjid dalam menjaga kebersihan lingkungan masjid. Para peserta bersama-sama membersihkan ruang utama masjid, halaman, tempat wudu, serta lingkungan sekitar masjid.

    Melalui GEBERMAS, diharapkan Masjid Besar Sabilillah Bantaran senantiasa menjadi tempat ibadah yang bersih, nyaman, dan memberikan suasana yang khusyuk bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan masjid merupakan tanggung jawab bersama.

    Penyuluh Agama Islam dan Takmir Masjid berkomitmen untuk terus membangun kebersamaan serta mengajak masyarakat berpartisipasi dalam menjaga kebersihan dan kemakmuran masjid. Dengan semangat gotong royong, diharapkan kegiatan GEBERMAS dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh jamaah.

  • 17 ASN KUA Paiton sukseskan “GEBER MAS” di Masjid Imam Nawawi

    17 ASN KUA Paiton sukseskan “GEBER MAS” di Masjid Imam Nawawi

    Kontributor Sayyidina Ali / Editor Tim Bimas

    PAITON (10 Agustus 2026) — Tidak sekadar memberikan pelayanan administratif kepada masyarakat, jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Paiton menunjukkan kepedulian sosial melalui aksi nyata di lingkungan masyarakat. Sebanyak 17 ASN Kementerian Agama yang bertugas di KUA Paiton turun langsung dalam Gerakan Bersih-bersih Masjid (GEBER MAS) di Masjid Imam Nawawi, Desa Sumberrejo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Pada Senin, 10/8/2026.

    Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.12 WIB hingga 10:47 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Paiton, Fauzan, S.Sos.I., M.Pd. Gerakan itu melibatkan unsur takmir masjid, marbot, serta sejumlah masyarakat yang tinggal di sekitar masjid.

    GEBER MAS menjadi ruang kolaborasi antara jajaran KUA dan masyarakat untuk memastikan lingkungan rumah ibadah tetap bersih, sehat, dan nyaman digunakan oleh jamaah. Para peserta tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi terlibat langsung dalam proses pembersihan berbagai bagian masjid.

    Sesaat setelah kegiatan dimulai, Fauzan membagi 17 personel KUA ke sejumlah titik sesuai kondisi dan kebutuhan Masjid Imam Nawawi. Pembagian tugas dilakukan agar proses pembersihan berlangsung efektif dan tidak ada bagian masjid yang terlewat.

    “Kita harus bagi tugas agar seluruh sudut masjid bisa terjangkau,” ujar Fauzan saat mengawali kegiatan bersih-bersih.

    Dengan pembagian tersebut, para personel bergerak membersihkan area-area masjid secara bersama-sama. Takmir dan marbot turut mendampingi kegiatan, sementara masyarakat sekitar ikut mengambil bagian dalam aksi gotong royong tersebut.

    Bagi KUA Paiton, GEBER MAS bukan semata-mata kegiatan kebersihan. Gerakan ini menjadi bentuk nyata kehadiran ASN Kementerian Agama di tengah masyarakat sekaligus upaya membangun kesadaran kolektif bahwa kebersihan rumah ibadah merupakan tanggung jawab bersama.

    Fauzan menegaskan bahwa masjid merupakan pusat aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat. Karena itu, menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid tidak dapat hanya dibebankan kepada takmir maupun marbot.

    Semangat gotong royong yang terlihat dalam kegiatan tersebut menjadi pesan penting bahwa kebersihan rumah ibadah dapat terwujud ketika seluruh elemen masyarakat mengambil peran.

    Kegiatan GEBER MAS di Masjid Imam Nawawi juga diharapkan tidak berhenti sebagai aksi sesaat. KUA Paiton mendorong agar kepedulian terhadap kebersihan masjid menjadi gerakan berkelanjutan yang tumbuh dari kesadaran masyarakat.

    Melalui kegiatan tersebut, KUA Paiton kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.

    Dari Masjid Imam Nawawi, semangat itu sederhana namun bermakna: masjid yang bersih adalah ruang ibadah yang nyaman, sementara gotong royong adalah kekuatan masyarakat untuk merawatnya bersama.

  • Semarak Kemerdekaan, ASN KUA Gading Bersih-bersih Masjid se-Kecamatan Gading

    Semarak Kemerdekaan, ASN KUA Gading Bersih-bersih Masjid se-Kecamatan Gading

    Kontributor : Damanhuri / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    Gading, 10 Agustus 2026 — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gading melaksanakan Gerakan Bersih-Bersih Masjid secara serentak di Empat titik Masjid yang berada di wilayah Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Senin (10/8/2026).

    Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian dan pengabdian ASN KUA Kecamatan Gading kepada masyarakat. Selain menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah, gerakan tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat gotong royong serta mempererat hubungan antara KUA dan masyarakat.

    Empat masjid yang menjadi lokasi kegiatan tersebut yakni Masjid Baiturrahman Desa Wangkal, Masjid Bin Idris Desa Mojolegi, Masjid Jawahirul Ma’ani Desa Gading Wetan, dan Masjid Ikromus Salam Desa Wangkal.

    Sejak pagi, para ASN KUA Kecamatan Gading, yang di Komandani Muchlison selaku Kepala KUA Kecamatan Gading bahu-membahu membersihkan berbagai bagian masjid dan lingkungan sekitarnya. Kegiatan dilakukan dengan penuh semangat dan kekeluargaan, mulai dari membersihkan halaman, menyapu dan mengepel lantai, membersihkan area tempat wudu, merapikan lingkungan masjid, hingga memastikan kawasan rumah ibadah tampak bersih, rapi, dan nyaman digunakan oleh masyarakat.

    Gerakan ini tidak sekadar dimaknai sebagai kegiatan membersihkan bangunan fisik masjid. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap kebersihan rumah ibadah sekaligus upaya menghidupkan kembali semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

    Momentum menyambut kemerdekaan pun terasa semakin bermakna ketika semangat pengabdian diwujudkan melalui aksi nyata. Para ASN KUA Kecamatan Gading menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.

    “Melalui gerakan bersih-bersih masjid ini, kami ingin menyemarakkan momentum kemerdekaan dengan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Masjid adalah pusat ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat, sehingga kebersihan dan kenyamanannya menjadi tanggung jawab kita bersama,” demikian semangat yang dibawa dalam kegiatan tersebut.

    Kegiatan di empat masjid ini juga diharapkan dapat menjadi pemantik bagi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan masjid secara berkelanjutan. Dengan lingkungan masjid yang bersih, sehat, dan nyaman, masyarakat diharapkan semakin betah untuk beribadah serta mengikuti berbagai kegiatan keagamaan.

    Gerakan Bersih-Bersih Masjid KUA Kecamatan Gading menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui pengabdian dan kepedulian. Dari masjid, dari lingkungan masyarakat, dan dari aksi sederhana yang dilakukan bersama, semangat gotong royong terus dirawat untuk membangun masyarakat yang semakin peduli, religius, dan harmonis.

    Bersih masjidnya, nyaman ibadahnya, kuat gotong royongnya, semangat kemerdekaannya.

  • Aksi Serentak Nasional “GEBER MAS” Kemenag Kabupaten Probolinggo

    Aksi Serentak Nasional “GEBER MAS” Kemenag Kabupaten Probolinggo

    Kontributor : All Team Bimas Islam / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (10 Agustus 2026) – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MAS) Tahun 2026 secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-Indonesia, Senin pagi (10/08/2026).

    Kick Off pelaksanaan kegiatan tersebut digelar di Masjid Fatahillah, Balaikota Pemprov DKI Jakarta, sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan seluruh takmir masjid dan musala, ASN Kementerian Agama, pengurus dan aktiivis serta remaja masjid, majelis taklim, Ormas Islam, dan seluruh masyarakat.

    Sementara itu, Di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur aksi lapangan dipusatkan di Masjid Ar Rahiem Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, serta menyebar secara simultan di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo yang terdiri dari masjid besar, masjid jami’ dan musala.

    Gerakan ini diinisiasi sebagai langkah konkrit Kemenag dalam mentransformasi peran masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah ritual, melainkan juga sebagai pusat peradaban yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan menyambut Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Mobilisasi Lintas Elemen Kemenag Kabupaten Probolinggo

    Pelaksanaan Gerakan Bersih Bersih Masjid (GEBER MAS) tahun 2026 di Kabupaten Probolinggo mencatatkan tingkat partisipasi yang tinggi dalam program kebersihan rumah ibadah Kemenag daerah. Seluruh pilar internal Kemenag dan institusi keagamaan dikerahkan secara terintegrasi, meliputi:

    Penyuluh Agama Islam, Penguhulu dan Pengawas Madrasah: Bertindak sebagai koordinator lapangan dan penggerak massa (educator & mobilizer), mengedukasi takmir masjid mengenai konsep ekoteologi dan pengelolaan lingkungan dengan memimpin aksi pembersihan fisik fasilitas masjid, khususnya area tempat wudu, sanitasi, dan toilet masjid di wilayah tugas KUA masing-masing.

    ASN Kemenag Kabupaten: Juga melibatkan diri secara langsung pada sejumlah titik Gerakan Bersih Bersih Masjid di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Begitu pun para Pengawas dan Guru Madrasah (MI, MTs, MA) membantu mengordinasikan siswa dan tenaga pendidik dalam gerakan pembersihan masjid/musala di sekitar lingkungan sekolah/madrasah.

    Pondok Pesantren dan Santri: Mengerahkan ribuan santri di kawasan Kecamatan Paiton, Gading, Dringu dan Wonomerto serta belasan kecamatan lainnya, untuk pembersihan sarana fisik massal dan aksi penanaman pohon peneduh.

    Berdasarkan data resmi yang dihimpun koordinator “GEBER MAS” Kankemenag Kabupaten Probolinggo pada Senin siang (10/08/2026), tercatat kegiatan Gerakan Bersih Bersih Masjid tahun 2026 sebanyak 308 masjid dan 201 musala. Sedangkan jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut mencapai 530 orang.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd, mengatakan Gerakan Bersih Bersih Masjid yang diinisiasi Kemenag RI merupakan implementasi dari nilai agama yang bisa diterapkan oleh para ASN Kemenag di manapun berada. Mereka harus dekat dengan masyarakat, melakukan pendampingan, dan selalu siap hadir saat dibutuhkan masyarakat.

    “GEBER MAS 2026 adalah manifestasi nyata dari nilai ‘Ikhlas Beramal’. Kita ingin mematahkan stigma bahwa pemeliharaan kebersihan masjid semata-mata tugas marbot. Ketika pejabat, penghulu, penyuluh agama, guru, hingga para santri menyapu dan menyikat tempat wudu bersama, di situlah nilai keteladanan agama diwujudkan,” ungkapnya.

    Pelaksanaan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (GEBER MAS) 2026 di Kabupaten Probolinggo berjalan sukses, tertib, dan lancar dengan tingkat partisipasi kolektif yang tinggi.

  • Kepala Kemenag Probolinggo; Porsadin Perkuat Tafaqquh Fid Din dan Ajang Prestasi Santri

    Kepala Kemenag Probolinggo; Porsadin Perkuat Tafaqquh Fid Din dan Ajang Prestasi Santri

    Kontributor : Inf / editor Tim Red Bimas Islam

    Probolinggo (10 Agustus 2026) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menegaskan pentingnya penguatan pendidikan diniyah sebagai fondasi pembentukan karakter dan daya saing generasi muda. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke-VII Kabupaten Probolinggo yang diikuti lebih dari 300 santri dari 24 kecamatan.

    Menurut Kepala Kemenag Probolinggo, PORSADIN tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi, tetapi merupakan momentum strategis untuk memperkuat kualitas lembaga pendidikan diniyah sekaligus memberikan ruang aktualisasi bagi para santri.

    “PORSADIN kali ini sangat membanggakan dan menjadi awal yang baik untuk membangun gerakan bersama dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan diniyah dan anak-anak kita,” ujarnya.

    Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar, maksimal, sportif, dan kondusif. Dewan juri dan penguji diharapkan menjalankan tugas secara objektif dan profesional, sedangkan para pendamping diminta memberikan dukungan agar para santri dapat mengikuti perlombaan dengan nyaman dan penuh percaya diri.

    *Perkuat Tafaqquh Fiddin*

    Kepala Kemenag Probolinggo menegaskan bahwa PORSADIN memiliki dimensi penting dalam penguatan tafaqquh fiddin, yakni memperdalam pemahaman terhadap ilmu agama. Pendidikan diniyah, menurutnya, harus terus menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang memiliki pengetahuan, akhlak, dan ketahanan moral.

    Ia mengajak para santri untuk tidak pernah berhenti belajar dan tidak merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki.

    “Jangan pernah merasa cukup dalam mencari ilmu. Semua ilmu penting, terlebih ilmu agama yang menjadi bekal kehidupan dunia dan akhirat. Dengan ilmu, kita juga mampu menata kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan negara,” tegasnya.

    Para peserta PORSADIN merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing kecamatan. Karena itu, ia meminta para santri menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, akhlak, dan semangat persaudaraan.

    “Santri pasti mampu bersaing. Jangan pernah pupus semangat untuk belajar dan teruslah mencari ilmu,” pesannya.

    *FKDT Didorong Perkuat Sinergi*

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kemenag Probolinggo memberikan apresiasi kepada Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang dinilai memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan di Kabupaten Probolinggo.

    Menurutnya, FKDT merupakan salah satu mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. Peran tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Kabupaten Probolinggo melalui visi Probolinggo SAE: Sejahtera, Amanah, Religius, Eksis, dan Berdaya Saing.

    “Kolaborasi, komunikasi, dan kebersamaan harus terus kita perkuat agar pendidikan diniyah semakin maju dan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah,” katanya.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Muhammad Sa’dun, Kepala Seksi Bimas Islam M. Imamuddin Nur Fajri, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Harry Cahyono, Kapolsek dan Danramil Pajarakan, pengurus FKDT kabupaten dan kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan juri, serta para pendamping santri.

    Hadir pula Ketua FKPQ Saiful Ulum yang turut mendukung penguatan pendidikan Al-Qur’an dan pendidikan keagamaan di Kabupaten Probolinggo.

    *Madrasah Diniyah Hadapi Tantangan Era Digital*

    Selain penguatan pendidikan agama, Kepala Kemenag Probolinggo mengingatkan pentingnya kesiapan lembaga pendidikan diniyah dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.

    Menurutnya, derasnya arus digital tidak mungkin dihindari. Karena itu, anak-anak harus dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dengan tetap memiliki landasan moral dan spiritual.

    Madrasah Diniyah dinilai memiliki posisi strategis dalam penguatan karakter tersebut. Pendidikan agama tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga harus membentuk moralitas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak peserta didik.

    Ia juga mengingatkan agar penggunaan telepon seluler tidak mengganggu proses belajar para santri. Teknologi harus diarahkan menjadi sarana pendukung pendidikan dan pengembangan diri.

    Kebersihan sebagai Implementasi Nilai Keagamaan

    Pesan mengenai pendidikan karakter juga dikaitkan dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Sebelumnya, Kepala Kemenag Probolinggo bersama Kepala Seksi Bimas Islam mengikuti gerakan bersih-bersih masjid bersama Menteri Agama RI dalam gerakan yang dilaksanakan secara nasional.

    Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa ajaran agama harus diwujudkan dalam perilaku nyata.

    “Kita mempunyai ajaran bahwa kebersihan sebagian dari iman. Jangan sampai kita mengajarkan kebersihan, tetapi lingkungan kita sendiri tidak bersih,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kebersihan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan fisik, tetapi juga kebersihan hati dan perilaku. Karena itu, para santri juga didorong untuk menghormati guru, orang tua, serta orang yang lebih tua.

    Lebih dari 300 Santri Berkompetisi

    PORSADIN VII Kabupaten Probolinggo diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai cabang lomba. Mereka merupakan perwakilan santri dari 24 kecamatan yang sebelumnya telah mengikuti proses pembinaan dan seleksi di wilayah masing-masing.

    Selain menjadi ruang kompetisi, kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi dan konsolidasi antara santri, guru, pendamping, pengurus FKDT, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah.

    Kepala Kemenag Probolinggo berharap PORSADIN dapat menjadi agenda yang terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan diniyah serta pembentukan generasi Kabupaten Probolinggo yang berilmu, berakhlak, religius, dan berdaya saing.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya PORSADIN VII, khususnya FKDT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, jajaran TNI-Polri, panitia, dewan juri, para pendamping, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur terkait.

    PORSADIN VII diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan diniyah dan karakter generasi bangsa, sebagaimana motto yang diusung: “Berkhidmat Bersama Madrasah Diniyah, Membangun Karakter Bangsa. (Aan).

  • “GEBER MAS” KUA Tongas, Penyuluh Agama dan Takmir Masjid Bersama Wujudkan Masjid Bersih dan Nyaman

    “GEBER MAS” KUA Tongas, Penyuluh Agama dan Takmir Masjid Bersama Wujudkan Masjid Bersih dan Nyaman

    Kontributor : Fifin Naili R / Editor : Muh. Hefni M – Tim Bimas Islam

    TONGAS, 10 Agustus 2026 – Penyuluh Agama Islam KUA Tongas bersama Takmir Masjid Atiyatul Karim melaksanakan GEBERMAS (Gerakan Bersih-Bersih Masjid), Senin (10/8/2026). Kegiatan diawali dengan mengikuti Zoom Meeting Kick Off GEBERMAS yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian dan budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan serta kenyamanan masjid sebagai pusat ibadah dan aktivitas masyarakat.

    Usai mengikuti kick off secara daring, Penyuluh Agama Islam KUA Tongas bersama Takmir Masjid Atiyatul Karim langsung melanjutkan kegiatan dengan kerja bakti membersihkan lingkungan masjid. Kegiatan meliputi membersihkan ruang utama masjid, halaman, tempat wudu, serta area pendukung lainnya. Dengan penuh semangat kebersamaan, para peserta bahu-membahu memastikan lingkungan masjid tetap bersih, rapi, dan nyaman bagi jamaah.

    Ketua Takmir Masjid Atiyatul Karim, Kyai Hamid, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap gerakan yang diinisiasi Kementerian Agama tersebut. Menurutnya, menjaga kebersihan masjid bukan hanya tanggung jawab takmir, tetapi merupakan kepedulian bersama seluruh umat. “Kami sangat mendukung GEBERMAS yang digagas Kementerian Agama. Masjid adalah rumah Allah dan tempat berkumpulnya umat. Karena itu, sudah seharusnya kita bersama-sama menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanannya agar jamaah semakin betah beribadah,” tuturnya.

    Penyuluh Agama Islam KUA Tongas juga menegaskan bahwa GEBERMAS tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih secara seremonial, tetapi diharapkan menjadi gerakan yang menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari nilai keagamaan. Masjid yang bersih dan nyaman akan semakin mendukung terciptanya suasana ibadah yang khusyuk sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat.

    Melalui GEBERMAS, KUA Tongas bersama Takmir Masjid Atiyatul Karim berharap semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan masjid dapat terus berlanjut dan menginspirasi masyarakat. Masjid bersih, ibadah nyaman, umat semakin guyub menjadi semangat bersama untuk menjadikan masjid sebagai tempat ibadah yang tidak hanya suci dan nyaman, tetapi juga hidup dengan berbagai kegiatan positif bagi masyarakat.

  • “GEBER MAS” KUA Lumbang, Bersihkan Masjid Bersihkan Hati

    “GEBER MAS” KUA Lumbang, Bersihkan Masjid Bersihkan Hati

    Kontributor Abd. Rahman / editor Tim Redaksi

    LUMBANG, 10 Agustus 2026 – Warga masyarakat dan jamaah Masjid Besar Baitul Muttaqin, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, bersama-sama melaksanakan kegiatan Gerakan Bersih Masjid, Bersih Hati pada hari (Senin ,10 Agustus 2026).

    Kegiatan ini dihadiri pula oleh Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Lumbang serta para pengurus masjid dan tokoh masyarakat setempat. Semangat kebersamaan tampak terlihat sejak pagi hari, di mana jamaah — baik laki-laki, perempuan, pemuda maupun anak-anak — bahu-membahu membersihkan halaman, ruang shalat, tempat wudhu, hingga halaman sekitar masjid.

    Dalam sambutannya, perwakilan KUA Lumbang menyampaikan, “Membersihkan rumah Allah adalah sebagian dari iman. Ketika kita menjaga kebersihan masjid, kita juga sedang membersihkan hati dari sifat malas, mementingkan diri sendiri, dan lupa bersyukur. Masjid yang bersih dan nyaman akan membuat ibadah menjadi lebih khusyuk dan diridhoi Allah SWT.”

    Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan tempat, melainkan wujud cinta dan kepedulian terhadap rumah Allah, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga. Diharapkan semangat ini terus terjaga, agar Masjid Besar Baitul Muttaqin senantiasa bersih, nyaman, dan menjadi tempat ibadah yang menenangkan hati semua jamaah.

    “Semoga setiap tetes keringat dan usaha ini dicatat sebagai amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus. Aamiin” Pungkas Arif Rahman Hakim Kepal KUA Sukapura