Kontributor : Neni / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam
SUMBERASIH, 2 September 2026 – Membangun generasi muda yang memiliki karakter kuat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Hal tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih bersama mahasiswa UIN KHAS Jember dalam kegiatan penyuluhan kepada siswa SMPI Riyadlus Solihin Sumberasih, Rabu (2/9/2026).
Pembinaan kali ini mengambil fokus pada pencegahan dan pengentasan kenakalan remaja. Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai tantangan yang dapat memengaruhi perilaku remaja sekaligus pentingnya membangun kemampuan mengendalikan diri, memilah pergaulan, dan menentukan pilihan yang bertanggung jawab.
Masa remaja menjadi fase penting dalam pembentukan kepribadian. Karena itu, penyuluhan diarahkan tidak hanya untuk memberikan larangan terhadap perilaku negatif, tetapi juga mengajak siswa memahami alasan di balik setiap pilihan serta membangun keberanian untuk mengatakan tidak terhadap hal-hal yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Interaksi antara penyuluh, mahasiswa, dan siswa berlangsung sebagai ruang edukasi yang terbuka. Pengalaman dan perspektif mahasiswa UIN KHAS Jember turut memperkaya pembinaan, sementara penyuluh memberikan penguatan dari sisi keagamaan dan pembentukan karakter.

Kegiatan tersebut juga menegaskan bahwa upaya mencegah kenakalan remaja membutuhkan ekosistem yang saling mendukung. Sekolah menjadi ruang pendidikan, keluarga menjadi fondasi utama, sementara masyarakat dan lembaga terkait memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang generasi muda.
Bagi KUA Sumberasih, pembinaan remaja merupakan bagian dari peran Penyuluh Agama Islam dalam merespons persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Pendekatan keagamaan diharapkan mampu menjadi salah satu fondasi dalam membentuk remaja yang memiliki akhlak, tanggung jawab, dan ketahanan diri.
Kolaborasi bersama UIN KHAS Jember dan SMPI Riyadlus Solihin Sumberasih diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari penguatan pembinaan generasi muda. Melalui sinergi lintas lembaga tersebut, nilai-nilai keagamaan dan pendidikan karakter diharapkan semakin hadir dalam kehidupan remaja, sehingga mereka mampu tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, produktif, dan bertanggung jawab.

Leave a Reply