Kontributor : Nur Mursyid / Editor : Lutfi Hidayat
BANTARAN, (06 Agustus 2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaran kembali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin sebagai upaya meningkatkan kualitas kehidupan keluarga dan mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
Kegiatan ini diikuti oleh calon pengantin dengan penuh antusias sebagai bekal sebelum memasuki jenjang pernikahan. Kepala KUA Bantaran, Ananto Pratikno, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan bahwa Bimbingan Perkawinan merupakan program strategis Kementerian Agama dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki kesiapan lahir dan batin dalam membangun rumah tangga.
“Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Melalui Bimbingan Perkawinan ini, kami berharap para calon pengantin memiliki bekal ilmu, pemahaman agama, kemampuan berkomunikasi, serta komitmen untuk saling menghormati dan bekerja sama dalam membangun keluarga yang harmonis. Keluarga yang kuat akan menjadi pondasi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia,” ujar Ananto.

Sementara itu, Camat Bantaran, Junaidi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada KUA Kecamatan Bantaran atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan calon pengantin merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Keberhasilan pembangunan daerah dimulai dari keluarga. Oleh karena itu, pemerintah kecamatan sangat mendukung pelaksanaan Bimbingan Perkawinan sebagai sarana membentuk keluarga yang berkualitas, mampu menghadapi tantangan kehidupan, serta berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera. Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan rumah tangga nantinya,” ungkapnya.
Memasuki sesi inti, peserta memperoleh berbagai materi dari narasumber yang kompeten. Materi kesehatan disampaikan oleh Afifatus Zahro, A.Md Keb dan Ayu Tri Ismaningrum dari Puskesmas Bantaran yang membahas kesehatan calon pengantin, kesehatan reproduksi, gizi keluarga, pencegahan stunting, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Supriyanto, S.A.P dari BKKBN yang menjelaskan mengenai pembangunan keluarga, perencanaan kehidupan berkeluarga, kesiapan menjadi orang tua, pengasuhan anak, serta pentingnya membangun keluarga yang berkualitas sebagai pondasi pembangunan bangsa.
Materi keagamaan dan hukum perkawinan disampaikan oleh Mohamad Adla Waro, SH, Penghulu KUA Kecamatan Bantaran. Dalam pemaparannya dijelaskan mengenai tujuan perkawinan menurut ajaran Islam, hak dan kewajiban suami istri, penyelesaian konflik rumah tangga secara bijaksana, komunikasi yang efektif, serta nilai-nilai yang menjadi dasar terwujudnya keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
Selama kegiatan berlangsung, peserta juga mendapatkan pendampingan dari Penyuluh Agama Islam, Nur Mursyid, S.Pd.I, Mualiman, S.Pd.I, Dechi Handini, S.Pd dan Ani Nur Diana, S.Kom, yang memberikan bimbingan, motivasi, serta pendampingan selama proses pembelajaran. Pendampingan ini diharapkan mampu membantu peserta memahami materi secara lebih mendalam sekaligus menjadi ruang konsultasi bagi calon pengantin terkait kehidupan berkeluarga.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak aktif mengajukan pertanyaan mengenai berbagai persoalan yang mungkin dihadapi dalam kehidupan rumah tangga, sehingga kegiatan berjalan dengan dinamis dan memberikan manfaat yang nyata.
Melalui pelaksanaan Bimbingan Perkawinan ini, KUA Kecamatan Bantaran berharap para calon pengantin memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Kementerian Agama bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun keluarga yang tangguh, berkualitas, serta mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.










