Author: KUA Banyuanyar

  • Bimbingan Perkawinan: Penyuluh Agama Ajak Suami Istri Hadapi Konflik Bersama, Bukan dengan Pihak Ketiga

    Bimbingan Perkawinan: Penyuluh Agama Ajak Suami Istri Hadapi Konflik Bersama, Bukan dengan Pihak Ketiga

    Kontributor: Totok / Editor : Saiful – Tiem Bimas

    Banyuanyar— Kantor Urusan Agama (KUA) Banyuanyar kembali memberikan penguatan kepada calon pengantin melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KUA Banyuanyar, petugas dari Puskesmas Banyuanyar, serta Penyuluh Agama Islam yang turut memberikan pembekalan mengenai kehidupan rumah tangga.

    Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting sebagai bekal membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga. Kehadiran petugas Puskesmas Banyuanyar juga memberikan perspektif penting mengenai kesehatan keluarga sebagai salah satu bagian dari kesiapan membangun kehidupan pernikahan.

    Salah satu pesan yang menarik perhatian peserta disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Banyuanyar, yang mengingatkan pentingnya komunikasi antara suami dan istri ketika menghadapi persoalan rumah tangga.

    “Kalau ada masalah dalam rumah tangga, selesaikan berdua terlebih dahulu. Jangan sedikit-sedikit melibatkan pihak ketiga,” pesan Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan tersebut.

    Menurutnya, setiap rumah tangga tentu memiliki persoalan dan perbedaan pendapat. Namun, persoalan tersebut hendaknya tidak langsung dibawa keluar rumah sehingga justru berpotensi memperbesar masalah. Suami dan istri perlu membangun komunikasi yang terbuka, saling mendengarkan, dan mencari jalan keluar bersama.

    Penyuluh juga menekankan bahwa menyelesaikan masalah berdua bukan berarti pasangan tidak boleh meminta bantuan. Jika persoalan sudah sulit diselesaikan atau membutuhkan pendampingan, pasangan dapat mencari bantuan dari pihak yang tepat, bijaksana, dan dapat dipercaya, seperti konselor, penyuluh agama, atau pihak profesional lainnya.

    Kegiatan Bimbingan Perkawinan KUA Banyuanyar dilaksanakan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada calon pengantin agar tidak hanya siap secara administratif untuk menikah, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan, mental, kesehatan, serta kemampuan membangun komunikasi dalam kehidupan berumah tangga.

    Melalui kegiatan ini, KUA Banyuanyar berharap para peserta mampu membawa bekal yang diperoleh dalam kehidupan pernikahan nantinya. Sebab, keluarga yang kokoh tidak selalu dibangun dari ketiadaan masalah, melainkan dari kesediaan suami dan istri untuk saling memahami, berkomunikasi, dan menyelesaikan setiap persoalan bersama.

  • Semarak Maulid Nabi, KUA Banyuanyar Gelar Pisah Sambut Kepala KUA dalam Nuansa Penuh Kekeluargaan

    Semarak Maulid Nabi, KUA Banyuanyar Gelar Pisah Sambut Kepala KUA dalam Nuansa Penuh Kekeluargaan

    Kontributor : Muh. Totok / Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    BANYUANYAR, (10/09/2026) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banyuanyar menggelar kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan acara pisah sambut Kepala KUA Kecamatan Banyuanyar, Kamis (10/9/2026). Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Ketua Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, jajaran Forkopimca Kecamatan Banyuanyar, ASN KUA Banyuanyar, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) UP Banyuanyar.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk kembali meneladani akhlak, kepemimpinan, dan semangat pengabdian Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Nilai-nilai keteladanan tersebut diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran KUA Banyuanyar dalam memberikan pelayanan keagamaan yang profesional, ramah, transparan, dan berintegritas.

    Selain peringatan Maulid Nabi, kegiatan juga dirangkai dengan pisah sambut Kepala KUA Kecamatan Banyuanyar, yakni dari Bapak Hartono,S.Ag kepada Bapak Suharto, S.HI., M.Pd.I.

    Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari estafet pengabdian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam suasana penuh keakraban, keluarga besar KUA Banyuanyar menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bapak Hartono, S.Ag., atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai Kepala KUA Kecamatan Banyuanyar.

    Di saat yang sama, keluarga besar KUA Banyuanyar menyambut Bapak Suharto, S.HI., M.Pd.I. sebagai Kepala KUA Kecamatan Banyuanyar yang baru. Kehadiran pimpinan baru diharapkan dapat melanjutkan berbagai program dan pelayanan yang telah berjalan sekaligus membawa semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika seluruh tamu undangan, jajaran KUA, Forkopimca, serta DWP UP Banyuanyar bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarjajaran dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan keagamaan di Kecamatan Banyuanyar.

    Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pisah sambut Kepala KUA ini, keluarga besar KUA Banyuanyar berkomitmen untuk terus menjaga semangat kebersamaan, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

    Selamat melanjutkan pengabdian kepada Bapak Hartono, S.Ag., dan selamat datang serta selamat mengemban amanah kepada Bapak Suharto, S.HI., M.Pd.I. Semoga estafet kepemimpinan ini semakin memperkuat komitmen KUA Banyuanyar dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas, berintegritas, dan penuh keteladanan.

     

  • Mempersiapkan Keluarga Sakinah, Bukan Hanya Pesta Tapi Cerita Dibalik BIMWIN KUA Banyuanyar

    Mempersiapkan Keluarga Sakinah, Bukan Hanya Pesta Tapi Cerita Dibalik BIMWIN KUA Banyuanyar

    Kontributor : H. Nasir I Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    BANYUANYAR, (27 Agustus 2026) — Kantor Urusan Agama (KUA) Banyuanyar terus berupaya memberikan pembekalan kepada calon pengantin (catin) sebagai bekal dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) yang dilaksanakan di Aula KUA Banyuanyar, Kamis (27/8/2026).

    Kegiatan BIMWIN menjadi salah satu sarana penting bagi calon pengantin untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Melalui kegiatan ini, para catin diarahkan agar memiliki kesiapan yang lebih matang, baik secara spiritual, emosional, maupun dalam menjalankan tanggung jawab sebagai suami dan istri.

    Dalam sambutannya, Plt. Kepala KUA Banyuanyar menyampaikan bahwa pernikahan bukan sekadar momentum untuk mengakhiri masa lajang. Lebih dari itu, pernikahan merupakan ikatan suci yang harus dibangun dengan niat yang baik dan dilaksanakan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

    “Menikah bukan hanya sekadar melepas masa lajang. Pernikahan harus disertai niat yang baik dan menjadi ibadah yang terus menghadirkan pahala selama pasangan mampu menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan para calon pengantin agar sejak awal memiliki komitmen untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan keluarga hendaknya dihadapi dengan komunikasi yang baik, kesabaran, saling memahami, dan mencari solusi secara bijaksana.

    “Jangan sampai pernikahan yang telah diawali dengan niat ibadah justru berakhir dengan perceraian di Pengadilan Agama. Karena itu, calon pengantin harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan memahami bahwa kehidupan rumah tangga membutuhkan komitmen, tanggung jawab, serta kesediaan untuk saling membahagiakan,” lanjutnya.

    Bekal Membangun Keluarga Sakinah

    Memasuki sesi pertama,  Nasir sebagi fasilitator BIMWIN memberikan materi mengenai Pilar Keluarga Sakinah. Materi tersebut menekankan pentingnya membangun rumah tangga bahagia berdasarkan nilai agama, komunikasi yang sehat, tanggung jawab, saling menghargai, serta kemampuan menyelesaikan persoalan keluarga secara dewasa.

    Nasir menjelaskan bahwa pasangan ideal bukan berarti pasangan yang tidak pernah menghadapi masalah. Justru, pasangan yang ideal adalah mereka yang mampu menghadapi dan menyelesaikan berbagai persoalan rumah tangga dengan cara yang baik, bijak, dan tidak mudah menyerah.

    “Dalam kehidupan rumah tangga, persoalan pasti ada. Yang terpenting bukan bagaimana menghindari semua masalah, tetapi bagaimana suami dan istri mampu menyelesaikannya dengan baik dan bijak. Jangan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menyalahkan, tetapi jadikan sebagai kesempatan untuk saling memahami,” jelasnya.

    Menurutnya, kebahagiaan rumah tangga tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kebutuhan materi. Perhatian, kasih sayang, penghargaan, komunikasi, kesetiaan, dan kesediaan untuk saling mendukung juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

    Ia mengajak para catin untuk membangun kebiasaan saling membahagiakan pasangan melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Sikap saling mendengarkan, menghargai pendapat, menjaga ucapan, membantu pekerjaan pasangan, serta memberikan dukungan ketika menghadapi kesulitan merupakan bentuk nyata dalam menjaga keharmonisan keluarga.

    “Bahagiakan pasanganmu. Jangan menunggu pasangan menjadi sempurna untuk kemudian memberikan kebahagiaan. Mulailah dari diri sendiri dengan memberikan perhatian, kasih sayang, penghormatan, dan keteladanan,” pesan Nasir kepada para peserta.

    Membangun Komitmen Sejak Sebelum Menikah

    Melalui BIMWIN, para calon pengantin diharapkan tidak hanya memahami aspek administratif dan hukum perkawinan, tetapi juga memiliki kesiapan dalam menjalani dinamika kehidupan keluarga.

    Kesiapan tersebut mencakup kemampuan membangun komunikasi, memahami hak dan kewajiban suami istri, mengelola perbedaan, menyelesaikan konflik, menjaga komitmen, serta membangun kehidupan keluarga yang berlandaskan nilai-nilai agama.

    KUA Banyuanyar berharap pembekalan tersebut dapat menjadi bekal bagi para catin untuk memasuki kehidupan rumah tangga dengan pemahaman dan kesiapan yang lebih baik. Dengan kesiapan yang matang, pasangan diharapkan mampu membangun keluarga yang harmonis serta mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

    Kegiatan BIMWIN kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Hisbullah. Suasana doa berlangsung khusyuk dan penuh penghayatan. Para peserta mengikuti doa dengan penuh perhatian dan suasana haru, sebagai bentuk ikhtiar dan harapan agar kehidupan rumah tangga yang akan mereka jalani senantiasa mendapatkan keberkahan dan ridha Allah SWT.

     

    Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa membangun keluarga sakinah membutuhkan proses panjang dan komitmen dari kedua belah pihak. Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tetapi juga tentang membangun kerja sama, menjaga amanah, dan bersama-sama menghadirkan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga.

  • KUA Banyuanyar Serahkan Sertipikat Wakaf Masjid Baitul Ghofur Desa Liprak Wetan

    KUA Banyuanyar Serahkan Sertipikat Wakaf Masjid Baitul Ghofur Desa Liprak Wetan

    Kontributor : H. Nasir / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    BANYUANYAR, (24 Agustus 2026) — Kepastian hukum terhadap aset wakaf Masjid Baitul Ghofur, Dusun Karanganyar, Desa Liprak Wetan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, semakin diperkuat dengan telah terbitnyasertipikat tanah wakaf dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Probolinggo.

    Sertipikat tanah wakaf tersebut secara resmi diserahkan kepada Takmir Masjid Baitul Ghofur dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Ghofur, Desa Liprak Wetan, Kecamatan Banyuanyar, Senin (25/8/2026).

    Penyerahan sertipikat dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Banyuanyar, yakni H. Nasir, Muhammad Junaidi, Hisbullah, dan Lailatus Sa’adah, kepada jajaran Takmir Masjid Baitul Ghofur. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Takmir Masjid Baitul Ghofur Ust. Dhofir, Ust. Sarwi, Ust. Syamsul Hadi, serta LWPNU Kecamatan Banyuanyar Kyai Syarifuddin.

    Sertipikat Berikan Kepastian Hukum

    Dalam suasana ramah tamah, Ketua Takmir Masjid Baitul Ghofur, Ust. Dhofir, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terbitnya sertipikat tanah wakaf tersebut.

    Menurutnya, sertipikat wakaf menjadi dokumen penting dalam memberikan kepastian hukum terhadap keberadaan tanah yang digunakan untuk Masjid Baitul Ghofur. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu proses pengurusan wakaf hingga diterbitkannya sertipikat oleh BPN Kabupaten Probolinggo.

    “Alhamdulillah, kami merasa sangat senang dan bersyukur atas terbitnya sertipikat tanah wakaf Masjid Baitul Ghofur. Ini tidak lepas dari perjuangan dan kerja keras teman-teman KUA, Penyuluh Agama Islam, dan LWPNU. Kami menyampaikan terima kasih atas bantuan, perhatian, dan kepedulian semua pihak,” ungkap Ust. Dhofir.

    Ia berharap legalitas tanah wakaf tersebut dapat memberikan rasa aman kepada Takmir dan masyarakat serta memastikan bahwa aset wakaf Masjid Baitul Ghofur dapat terus dimanfaatkan untuk kepentingan ibadah dan kemaslahatan umat.

    Proses AIW Berlangsung Panjang

    Sementara itu, Plt. Kepala KUA Kecamatan Banyuanyar, Hartono, dalam sambutannya menjelaskan bahwa terbitnya sertipikat tanah wakaf Masjid Baitul Ghofur merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kesabaran, ketelitian, koordinasi, dan sinergi berbagai pihak.

    Hartono menyampaikan bahwa proses Akta Ikrar Wakaf (AIW) hingga terbitnya sertipikat tanah wakaf Masjid Baitul Ghofur telah melalui perjuangan selama kurang lebih tujuh tahun.

    “Proses AIW Masjid Baitul Ghofur merupakan perjuangan yang cukup panjang, kurang lebih selama tujuh tahun. Alhamdulillah, setelah melalui berbagai tahapan dan proses administrasi, akhirnya sertipikat tanah wakaf Masjid Baitul Ghofur dapat diterbitkan,” jelas Hartono.

    Menurutnya, legalitas aset wakaf sangat penting untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap tanah wakaf. Sertipikat juga menjadi bukti administratif yang memperkuat status tanah agar dapat dikelola dan dimanfaatkan sesuai dengan peruntukan wakaf.

    KUA dan Penyuluh Terus Dorong Tertib Administrasi Wakaf

    Hartono juga mengapresiasi peran Penyuluh Agama Islam, Takmir Masjid, LWPNU, serta pihak-pihak terkait yang telah bersama-sama mengawal proses administrasi wakaf hingga selesai.

    Ia berharap pengalaman pengurusan sertipikat Masjid Baitul Ghofur dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar setiap aset wakaf segera ditata dan dilengkapi administrasinya sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Harapan kami, masyarakat semakin sadar akan pentingnya tertib administrasi wakaf. Jangan sampai tanah yang sudah diwakafkan untuk masjid, musala, lembaga pendidikan, atau kepentingan sosial-keagamaan belum memiliki legalitas yang memadai. Dengan administrasi wakaf yang tertib, insyaallah aset wakaf akan lebih terlindungi dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.

    Sinergi untuk Perlindungan Aset Wakaf

    Penyerahan sertipikat Masjid Baitul Ghofur menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara KUA Kecamatan Banyuanyar, Penyuluh Agama Islam, Takmir Masjid, LWPNU, serta instansi terkait dalam memberikan kepastian hukum terhadap aset wakaf masyarakat.

    Keberadaan sertipikat tanah wakaf diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan terhadap aset umat agar tetap terjaga dan dimanfaatkan sesuai dengan ikrar dan peruntukannya.

    Bagi KUA Kecamatan Banyuanyar, proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang perwakafan, melalui pendampingan dan penguatan tertib administrasi wakaf.

    Dengan diterimanya sertipikat tanah wakaf tersebut, Takmir Masjid Baitul Ghofur diharapkan dapat semakin optimal dalam mengelola dan mengembangkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan keagamaan, pembinaan umat, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

    Penyerahan sertipikat ini sekaligus menjadi momentum untuk terus memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya legalitas aset wakaf. Sebab, wakaf bukan hanya amanah keagamaan, tetapi juga memerlukan tata kelola administrasi yang baik agar kebermanfaatannya dapat terus dirasakan oleh umat dan generasi yang akan datang.

     

  • Proses AIW Yayasan Fatihus Sholeh Berlangsung di Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo

    Proses AIW Yayasan Fatihus Sholeh Berlangsung di Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo

    Kontributor : Lail / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    PROBOLINGGO, 18 Agustus 2026 – Dalam rangka mewujudkan tertib administrasi serta memberikan kepastian hukum terhadap harta benda wakaf, telah dilaksanakan Proses Pelaksanaan Ikrar Wakaf Yayasan Fatihis Sholeh 06 bertempat di Kantor Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

    Kegiatan Ikrar Wakaf  dipimpin Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Yazid ZainDalam kesempatan tersebut, beliau memberikan arahan mengenai pentingnya proses ikrar wakaf sebagai bagian dari upaya menjaga legalitas aset wakaf agar memiliki kekuatan hukum yang jelas, sehingga keberadaannya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kepentingan ibadah dan kemaslahatan umat.

    Adapun yang bertindak sebagai wakif adalah Muzayyana, yang dengan penuh keikhlasan mengikrarkan harta wakafnya untuk kepentingan Yayasan Fatihis Sholeh. Sementara itu, pengelolaan harta wakaf dipercayakan kepada nazhir yang terdiri atas Agus Fawaid selaku Ketua Nazhir, Arik Aryanto selaku Sekretaris Nazhir, dan Anisah Lutfiatin selaku Bendahara Nazhir.

    Pelaksanaan ikrar wakaf berlangsung dengan tertib, khidmat, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melalui proses ini diharapkan seluruh administrasi wakaf dapat terpenuhi secara lengkap, sehingga memberikan perlindungan hukum terhadap aset wakaf serta meminimalkan potensi sengketa di kemudian hari.

    Penyelenggara Zakat dan Wakaf juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam mengelola wakaf secara profesional, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Menurut beliau, wakaf bukan hanya menjadi amal jariyah bagi wakif, tetapi juga merupakan investasi akhirat yang manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi mendatang apabila dikelola dengan baik.

    Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya dalam bidang perwakafan. Diharapkan, melalui pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan, pengelolaan wakaf di Kabupaten Probolinggo semakin tertib, transparan, dan mampu memberikan manfaat yang luas bagi kesejahteraan umat.

  • Doa untuk Negeri, Warnai Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

    Doa untuk Negeri, Warnai Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

    Kontributor : H. Nasir / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    BANYUANYAR, 17 Agustus 2026 – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Banyuanyar berlangsung khidmat dan penuh haru. Upacara yang dipusatkan di Lapangan Gununggeni, Kecamatan Banyuanyar, tersebut diikuti oleh unsur pemerintahan, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat.

    Rangkaian upacara berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh semangat nasionalisme. Momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali rasa cinta tanah air, memperkuat persatuan, serta meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

    Suasana semakin khidmat ketika rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Nasir, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Banyuanyar. Dengan penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

    Dalam doanya, Nasir mengajak seluruh peserta untuk senantiasa mensyukuri kemerdekaan yang diperoleh melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan. Kemerdekaan hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga menjadi amanah untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, kedamaian, serta membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.

    “Ya Allah, Tuhan Yang Maha Esa, kami bersyukur atas anugerah kemerdekaan yang Engkau berikan kepada bangsa Indonesia. Ampunilah dosa dan kesalahan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaan negeri ini. Tempatkanlah mereka di tempat terbaik di sisi-Mu,” demikian inti doa yang dipanjatkan.

    Doa juga dipanjatkan untuk keselamatan dan kemajuan bangsa Indonesia. Nasir memohon agar Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, keamanan, serta dijauhkan dari berbagai perpecahan dan bencana. Para pemimpin bangsa juga didoakan agar diberikan kekuatan, kebijaksanaan, kejujuran, dan kemampuan dalam menjalankan amanah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

    Suasana hening dan penuh haru terasa ketika seluruh peserta menundukkan kepala dan mengaminkan setiap lantunan doa. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak berhenti setelah bangsa Indonesia merdeka, tetapi terus berlanjut melalui pengabdian, menjaga persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan negara.

    Bagi jajaran KUA Banyuanyar, keterlibatan dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi bagian dari penguatan nilai-nilai keagamaan sekaligus kebangsaan. Nilai agama dan semangat nasionalisme dapat berjalan beriringan dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, toleran, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa.

    Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Gununggeni akhirnya ditutup dalam suasana penuh haru dan kekhusyukan. Lantunan doa menjadi simbol rasa syukur sekaligus harapan agar kemerdekaan yang telah diwariskan para pahlawan dapat terus dijaga dan diisi dengan karya nyata.

    Melalui momentum tersebut, seluruh masyarakat diajak untuk menjadikan kemerdekaan sebagai spirit dalam meningkatkan pengabdian, mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan umat beragama, serta bersama-sama membangun Indonesia yang semakin maju, adil, makmur, dan bermartabat.

    Kemerdekaan adalah anugerah sekaligus amanah. Mari kita isi dengan persatuan, pengabdian, dan doa untuk Indonesia yang lebih baik.

  • Mini Lokakarya Lintas Sektoral, KUA Banyuanyar Perkuat Sinergi Kesehatan dan Keagamaan

    Mini Lokakarya Lintas Sektoral, KUA Banyuanyar Perkuat Sinergi Kesehatan dan Keagamaan

    Banyuanyar, 13 Agustus 2026 — UPT Puskesmas Klenang Kidul melaksanakan Rapat Mini Lokakarya (Minilok) Lintas Sektoral sebagai upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Banyuanyar.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Banyuanyar, Kepala KUA Banyuanyar, para Kepala Desa se-Kecamatan Banyuanyar, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Pendamping Desa, serta unsur terkait lainnya. Kehadiran berbagai lintas sektor menjadi bentuk komitmen bersama dalam mendukung program kesehatan dan pembangunan masyarakat di tingkat kecamatan maupun desa.

    Rapat ini menjadi forum strategis untuk melakukan koordinasi, evaluasi, serta membahas berbagai permasalahan kesehatan yang berkembang di masyarakat. Selain itu, masing-masing sektor dapat menyampaikan kondisi, kendala, serta dukungan yang dapat diberikan dalam rangka mempercepat penyelesaian berbagai persoalan kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Klenang Kidul.

    Keterlibatan Kepala KUA Banyuanyar dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara bidang kesehatan dan pelayanan keagamaan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan memiliki kepedulian terhadap kesehatan serta kesejahteraan keluarga.

    Para Kepala Desa se-Kecamatan Banyuanyar turut berperan dalam menyampaikan berbagai kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing. Dengan adanya koordinasi secara langsung, berbagai program kesehatan diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih tepat sasaran dan mendapat dukungan dari pemerintah desa serta seluruh unsur masyarakat.

    Melalui Mini Lokakarya Lintas Sektoral ini, diharapkan terbangun komunikasi dan kerja sama yang semakin solid antara UPT Puskesmas Klenang Kidul, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, KUA, PLKB, Pendamping Desa, serta seluruh stakeholder terkait. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan masyarakat Kecamatan Banyuanyar yang semakin sehat, mandiri, dan sejahtera. (Red)

  • KUA Banyuanyar Teguhkan Komitmen Pelayanan Prima dan Bebas Gratifikasi

    KUA Banyuanyar Teguhkan Komitmen Pelayanan Prima dan Bebas Gratifikasi

    Kontributor : Totok / Editor : Lutfi Hidayat

    BANYUANYAR, 13 Agustus 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banyuanyar terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan keagamaan yang ramah, profesional, transparan, dan berintegritas kepada masyarakat.

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat di KUA Kecamatan Banyuanyar yang melibatkan jajaran petugas KUA dan masyarakat penerima layanan. Dalam kegiatan tersebut, turut disampaikan pesan “MAHAR” (Mari Hindari Gratifikasi) sebagai bentuk edukasi sekaligus upaya membangun budaya pelayanan publik yang bersih dan berintegritas.

    Kampanye “MAHAR” menjadi bagian dari langkah KUA Banyuanyar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mencegah gratifikasi dalam setiap proses pelayanan. Melalui pesan tersebut, masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga agar pelayanan keagamaan berlangsung secara transparan, akuntabel, dan bebas dari pemberian yang dapat memengaruhi proses maupun kualitas pelayanan.

    Kegiatan ini dilaksanakan di KUA Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, sebagai salah satu pusat layanan keagamaan bagi masyarakat Kecamatan Banyuanyar. Pelayanan diberikan dengan mengedepankan sikap ramah, profesional, terbuka, serta berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan masyarakat.

    Penguatan pelayanan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang keagamaan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap KUA. Selain itu, komitmen tersebut menjadi langkah nyata dalam mencegah praktik pungutan liar (pungli), gratifikasi, dan berbagai bentuk pemberian yang tidak semestinya dalam penyelenggaraan pelayanan.

    Pelayanan Berintegritas untuk Masyarakat

    KUA Kecamatan Banyuanyar berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang mudah diakses, informatif, profesional, dan akuntabel. Setiap proses pelayanan diharapkan dapat berlangsung sesuai dengan ketentuan serta menjunjung tinggi nilai integritas dan etika pelayanan publik.

    Melalui semangat “MAHAR” (Mari Hindari Gratifikasi), KUA Banyuanyar mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pelayanan yang bersih dan berintegritas. Masyarakat diharapkan tidak memberikan hadiah, uang, maupun bentuk pemberian lainnya kepada petugas yang berkaitan dengan proses pelayanan.

    Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan KUA yang tidak hanya cepat dan mudah, tetapi juga bersih, transparan, profesional, dan bebas dari gratifikasi.

  • BIMWIN KUA Banyuanyar, Dorong Calon Pengantin Siapkan Keluarga Sakinah

    BIMWIN KUA Banyuanyar, Dorong Calon Pengantin Siapkan Keluarga Sakinah

    Kontributor : H. Nasir / Editor : Lutfi Hidayat

    BANYUANYAR, 13 Agustus 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Banyuanyar terus berkomitmen memberikan pembekalan kepada calon pengantin melalui program Bimbingan Perkawinan (BIMWIN). Kegiatan yang berlangsung di Aula KUA Banyuanyar, Kamis (13/8/2026), mengusung semangat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta maslahat.

    Kegiatan BIMWIN menjadi salah satu upaya KUA Banyuanyar dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki pemahaman yang cukup sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Pembekalan tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga menanamkan kesiapan mental, tanggung jawab, komunikasi, serta komitmen dalam menjalani kehidupan berkeluarga.

    Dalam sambutannya, Plt. Kepala KUA Banyuanyar, Hartono mengingatkan calon pengantin agar meluruskan niat sebelum memasuki jenjang pernikahan. Menurutnya, pernikahan bukan sekadar momentum untuk mengakhiri masa lajang, tetapi merupakan bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

    Menikah itu tata niat terlebih dahulu. Pernikahan bukan hanya sekadar melepaskan masa lajang, tetapi lebih dari itu, niatkan semata-mata sebagai ibadah kepada Allah SWT,” ujarnya.

    Ia menambahkan, niat yang benar menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan rumah tangga. Dengan niat ibadah, pasangan diharapkan mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga dengan penuh kesabaran, tanggung jawab, dan saling menghargai.

    “Ketika pernikahan diniatkan sebagai ibadah, maka setiap tanggung jawab, pengorbanan, dan perjuangan dalam rumah tangga akan memiliki nilai kebaikan di sisi Allah SWT,” imbuhnya.

    Pasangan adalah Amanah  Memasuki sesi materi, H. Nasir selaku fasilitator BIMWIN menyampaikan pembekalan mengenai pentingnya menjaga pasangan dan membangun komitmen dalam kehidupan rumah tangga.

     

    Ia mengajak calon pengantin untuk memahami bahwa pasangan yang akan dinikahi merupakan amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Karena itu, kehidupan rumah tangga perlu dibangun di atas rasa saling percaya, kasih sayang, komunikasi yang baik, serta kesediaan untuk saling memahami.

    “Pasangan merupakan takdir terbaik dari Allah SWT. Karena itu, jagalah amanah ini hingga ajal menjemput. Kebahagiaan dalam rumah tangga harus menjadi tujuan bersama yang dibangun dengan kasih sayang, kesetiaan, dan tanggung jawab,” tutur H. Nasir.

    Menurutnya, kebahagiaan rumah tangga tidak selalu diukur dari terpenuhinya kebutuhan materi. Lebih dari itu, keluarga yang bahagia adalah keluarga yang mampu menghadirkan ketenteraman, saling menghormati, dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menjalani kehidupan.

    Nasir juga menekankan pentingnya kesiapan calon pengantin untuk menerima kelebihan sekaligus kekurangan pasangan. Perbedaan karakter, pola pikir, dan kebiasaan merupakan bagian dari kehidupan berumah tangga yang perlu disikapi dengan kedewasaan.

    “Jangan membangun rumah tangga hanya dengan mengandalkan perasaan. Bangunlah dengan ilmu, komunikasi, kesabaran, dan komitmen. Ketika muncul persoalan, selesaikan dengan musyawarah dan jangan mudah menyerah,” pesannya.

    Bekal Menuju Keluarga Sakinah Maslahat

    Melalui kegiatan BIMWIN tersebut, KUA Banyuanyar berharap calon pengantin memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi kehidupan setelah akad nikah. Pernikahan diharapkan tidak hanya menjadi ikatan antara dua insan, tetapi juga menjadi awal terbentuknya keluarga yang mampu memberikan ketenteraman, pendidikan, dan keteladanan bagi generasi berikutnya.

    Program BIMWIN juga menjadi bagian dari penguatan peran KUA dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. KUA tidak hanya hadir dalam proses administrasi pencatatan pernikahan, tetapi juga memberikan pendampingan dan edukasi agar calon pengantin benar-benar memiliki bekal dalam membangun keluarga.

    Dengan bekal keagamaan dan pemahaman kehidupan rumah tangga yang memadai, calon pengantin diharapkan mampu mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah dan maslahat, sekaligus membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan bertanggung jawab.

    Kegiatan BIMWIN KUA Banyuanyar kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Hisbullah. Doa berlangsung dengan khusyuk dan khidmat, memohon keberkahan serta kelancaran bagi para calon pengantin dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga.

    KUA Banyuanyar berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan calon pengantin sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan keluarga yang kokoh, harmonis, dan maslahat di tengah masyarakat.

  • KUA Banyuanyar Perkuat Pelayanan “MAHAR”, Wujudkan Proses AIW Bersih dan Transparan

    KUA Banyuanyar Perkuat Pelayanan “MAHAR”, Wujudkan Proses AIW Bersih dan Transparan

    Kontributor : H. Nasir / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    BANYUANYAR, (12 Agustus 2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Banyuanyar terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang mudah, cepat, bersih, dan transparan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan Pelayanan “MAHAR” (Mari Hindari Gratifikasi) dalam proses permohonan Akta Ikrar Wakaf (AIW) bagi Yayasan Pendidikan Fatihus Sholih, Rabu pagi (12/08/2026).

    Pelayanan permohonan AIW tersebut diterima oleh jajaran pegawai KUA Kecamatan Banyuanyar. Dalam prosesnya, pemohon H. Marsus mendapatkan pelayanan dan pendampingan administrasi sesuai prosedur yang berlaku.

    KUA Banyuanyar memastikan setiap tahapan pelayanan dilaksanakan secara tertib, cepat, dan transparan. Masyarakat juga diberikan informasi terkait proses dan persyaratan administrasi sehingga pelayanan dapat berlangsung secara efektif serta memberikan kepastian kepada pemohon.

    Pelayanan “MAHAR” menjadi salah satu bentuk komitmen KUA Banyuanyar dalam membangun budaya pelayanan publik yang berintegritas. Melalui gerakan “Mari Hindari Gratifikasi”, masyarakat diajak bersama-sama menjaga agar proses pelayanan berjalan bersih dan bebas dari praktik pungutan liar maupun pemberian yang tidak sesuai dengan ketentuan.

    Plt. Kepala KUA Banyuanyar, H. Hartono menegaskan bahwa seluruh jajaran KUA Banyuanyar berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan kemudahan, kecepatan, kebersihan, dan transparansi.

    “Kami berkomitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan mudah, cepat, bersih, dan transparan. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menghindari pungutan liar dan gratifikasi dalam setiap proses pelayanan di KUA,” tegasnya.

    Menurutnya, pelayanan publik tidak hanya diukur dari cepatnya proses administrasi, tetapi juga dari integritas petugas dan adanya keterbukaan kepada masyarakat. Karena itu, setiap layanan harus diberikan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    “Pelayanan yang baik adalah pelayanan yang memberikan kemudahan dan kepastian kepada masyarakat. Semua masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang sama, tanpa membedakan latar belakang maupun kepentingannya,” tambahnya.

    Dalam proses permohonan AIW, KUA Banyuanyar juga memberikan pendampingan kepada pemohon agar setiap tahapan administrasi dapat dipahami dan dilaksanakan dengan benar. Hal ini penting untuk memastikan proses wakaf berjalan tertib secara administrasi dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Penguatan pelayanan “MAHAR” sekaligus menjadi bagian dari upaya KUA Banyuanyar dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan mengedepankan prinsip transparansi dan integritas, KUA diharapkan semakin mendapatkan kepercayaan masyarakat sebagai institusi pelayanan keagamaan yang profesional.

    KUA Banyuanyar mengajak masyarakat untuk tidak memberikan imbalan, hadiah, atau pemberian dalam bentuk apa pun yang berkaitan dengan pelayanan di luar ketentuan. Apabila terdapat hal yang belum dipahami dalam proses pelayanan, masyarakat dapat menyampaikannya secara langsung kepada petugas KUA.

    Melalui pelayanan “MAHAR”, KUA Banyuanyar meneguhkan semangat “Melayani dengan Bersih, Cepat, Mudah, dan Transparan” sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang berintegritas dan berorientasi kepada masyarakat.