Kontributor: Totok / Editor : Saiful – Tiem Bimas
Banyuanyar— Kantor Urusan Agama (KUA) Banyuanyar kembali memberikan penguatan kepada calon pengantin melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KUA Banyuanyar, petugas dari Puskesmas Banyuanyar, serta Penyuluh Agama Islam yang turut memberikan pembekalan mengenai kehidupan rumah tangga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting sebagai bekal membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga. Kehadiran petugas Puskesmas Banyuanyar juga memberikan perspektif penting mengenai kesehatan keluarga sebagai salah satu bagian dari kesiapan membangun kehidupan pernikahan.
Salah satu pesan yang menarik perhatian peserta disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Banyuanyar, yang mengingatkan pentingnya komunikasi antara suami dan istri ketika menghadapi persoalan rumah tangga.
“Kalau ada masalah dalam rumah tangga, selesaikan berdua terlebih dahulu. Jangan sedikit-sedikit melibatkan pihak ketiga,” pesan Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, setiap rumah tangga tentu memiliki persoalan dan perbedaan pendapat. Namun, persoalan tersebut hendaknya tidak langsung dibawa keluar rumah sehingga justru berpotensi memperbesar masalah. Suami dan istri perlu membangun komunikasi yang terbuka, saling mendengarkan, dan mencari jalan keluar bersama.
Penyuluh juga menekankan bahwa menyelesaikan masalah berdua bukan berarti pasangan tidak boleh meminta bantuan. Jika persoalan sudah sulit diselesaikan atau membutuhkan pendampingan, pasangan dapat mencari bantuan dari pihak yang tepat, bijaksana, dan dapat dipercaya, seperti konselor, penyuluh agama, atau pihak profesional lainnya.

Kegiatan Bimbingan Perkawinan KUA Banyuanyar dilaksanakan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada calon pengantin agar tidak hanya siap secara administratif untuk menikah, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan, mental, kesehatan, serta kemampuan membangun komunikasi dalam kehidupan berumah tangga.
Melalui kegiatan ini, KUA Banyuanyar berharap para peserta mampu membawa bekal yang diperoleh dalam kehidupan pernikahan nantinya. Sebab, keluarga yang kokoh tidak selalu dibangun dari ketiadaan masalah, melainkan dari kesediaan suami dan istri untuk saling memahami, berkomunikasi, dan menyelesaikan setiap persoalan bersama.

Leave a Reply