Kemenag-Dikdaya Perkuat Sinergi Pembinaan Karakter dan Moderasi Beragama

Written by

in

Kontributor: Saiful Bahri / Editor: Tim Bimas

Probolinggo, 11 Agustus 2026 — Penguatan karakter peserta didik dan moderasi beragama membutuhkan sinergi lintas sektor. Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam pertemuan antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Probolinggo dengan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Probolinggo tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Dikdaya Kabupaten Probolinggo, Bapak Hary Tjahjono, SE, MM. , bersama Kasi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Kabupaten Probolinggo Bapak H. Moch. Sugianto, S. Kom. dan Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Imamudin Nur Fajri, S. Ag M.Hi

Silaturahmi dan koordinasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah melalui sektor pendidikan dengan Kementerian Agama, khususnya dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, toleransi, serta sikap keberagamaan yang moderat.

Dalam pembahasan, sinergi lintas sektor dipandang penting karena pembinaan karakter dan moderasi beragama di satuan pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah, guru, penyuluh agama, serta instansi pemerintah memiliki peran strategis dalam memberikan pendampingan dan edukasi kepada peserta didik.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan nilai-nilai moderasi beragama seperti toleransi, menghargai perbedaan, keseimbangan, dan sikap saling menghormati dapat semakin tumbuh dalam kehidupan peserta didik. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak, serta mampu hidup harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

Selain itu, koordinasi lintas sektor diharapkan dapat membuka ruang kerja sama dalam berbagai program pembinaan di satuan pendidikan, sehingga upaya penguatan karakter dan moderasi beragama dapat dilakukan secara lebih terarah, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata.

Pertemuan ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi dan sinergi yang semakin kuat antara Dinas Dikdaya dan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, pembinaan generasi muda diharapkan dapat berjalan lebih optimal serta mampu melahirkan peserta didik yang cerdas, berkarakter, religius, toleran, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial.

Sinergi tersebut menjadi langkah strategis untuk mewujudkan satuan pendidikan sebagai ruang tumbuh yang aman, inklusif, dan mampu menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta keberagamaan secara seimbang.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *