Kontributor : Saiful Bahri | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam
Semarang, 12 September 2026 — Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 resmi memasuki momentum pembukaan di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9) malam. Kegiatan berlangsung meriah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang, dengan dihadiri kafilah dari berbagai provinsi di Indonesia.
Suasana pembukaan tampak semarak. Ribuan peserta, pendamping, tamu undangan, serta masyarakat turut memadati kawasan kegiatan. Nuansa religi dan budaya berpadu dalam rangkaian acara yang menjadi penanda dimulainya salah satu ajang syiar Al-Qur’an terbesar tingkat nasional tersebut.
Kafilah Provinsi Jawa Timur juga turut hadir dan mengambil bagian dalam kemeriahan pembukaan. Semangat kebersamaan para kafilah dan pendamping Jawa Timur terlihat dalam suasana penuh antusiasme, sebagaimana tergambar dalam dokumentasi kegiatan.

MTQ Nasional XXXI mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.” Ajang ini diikuti kafilah dari 38 provinsi dan berlangsung pada 11–20 September 2026, dengan perlombaan dijadwalkan mulai 13 September hingga 19 September 2026.
Pembukaan MTQ Nasional XXXI juga dirancang sebagai pesta rakyat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan masyarakat dapat menyaksikan secara langsung kemeriahan acara di kawasan Simpang Lima tanpa mengurangi prosesi utama kafilah.
Kemegahan pembukaan semakin terasa dengan berbagai pertunjukan, termasuk tari kolosal dan agenda menyanyikan Mars MTQ yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar. Rangkaian tersebut diharapkan semakin memperkuat pesan bahwa MTQ bukan sekadar kompetisi, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Dengan dibukanya MTQ Nasional XXXI, seluruh kafilah selanjutnya akan berkompetisi dalam berbagai cabang musabaqah yang tersebar di sejumlah venue di Kota Semarang. Perhelatan ini diharapkan melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Dari Semarang, cahaya Al-Qur’an kembali dipancarkan untuk Indonesia—dalam harmoni, persaudaraan, dan semangat menuju generasi yang berkeadaban.

Leave a Reply