Author: Admin Bimas

  • Cegah Stunting sejak Dini, KUA dan Puskesmas Leces Bekali Calon Pengantin Edukasi Agama dan Kesehatan

    Cegah Stunting sejak Dini, KUA dan Puskesmas Leces Bekali Calon Pengantin Edukasi Agama dan Kesehatan

    LECES, 28 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menekan angka stunting, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Leces berkolaborasi dengan Puskesmas Leces menggelar program “Bimbingan Pernikahan dan Kesehatan serta Screening Layak Hamil bagi Calon Pengantin”.

    Kegiatan yang berlangsung di Aula KUA Kecamatan Leces, Senin (27/7/2026) ini diikuti oleh puluhan pasangan calon pengantin. Program lintas sektor tersebut dirancang untuk memberikan pembekalan komprehensif, mulai dari kesiapan mental-spiritual hingga pemeriksaan kesehatan medis sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

    Kepala KUA Kecamatan Leces, Hartono, S.Ag., menegaskan bahwa peran KUA saat ini tidak hanya terbatas pada urusan administrasi pendaftaran dan pencatatan nikah, tetapi juga memastikan kesiapan lahir batin para calon pengantin.

    “KUA bertanggung jawab memastikan calon pengantin benar-benar siap secara lahir dan batin. Pernikahan membutuhkan kerja sama, pengelolaan konflik yang bijak tanpa kekerasan, serta pemahaman bahwa keluarga adalah madrasah pertama bagi anak,” ujar Hartono saat memberikan materi pembinaan.

    Ia menambahkan, sinergi antara KUA dan Puskesmas merupakan bentuk pelayanan publik terpadu di tingkat kecamatan untuk mendukung program nasional dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan mempercepat penurunan angka anak gagal tumbuh (stunting).

    Sebelumnya, pembekalan keagamaan dibuka oleh Nanang Suhartono, S.H., yang mengingatkan pentingnya komunikasi dan keluhuran akhlak dalam menjaga ikatan pernikahan (mitsaqan ghaliza) agar terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

    Dari sisi medis, tim tenaga kesehatan Puskesmas Leces yang terdiri dari dr. Idwan, Mariana E., dan dr. Risma memberikan edukasi mengenai kesehatan pranikah. Topik yang dibahas mencakup kebersihan organ reproduksi, pemenuhan gizi seimbang, pencegahan anemia, hingga penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

    Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah pemeriksaan Screening Layak Hamil untuk mengetahui kesiapan fisik calon ibu sebelum mengandung.

    “Pemeriksaan kesehatan pranikah bukan untuk mencari-cari penyakit, melainkan langkah antisipasi. Jika ditemukan masalah medis lebih awal, pasangan memiliki waktu untuk memperbaikinya sehingga peluang melahirkan bayi yang sehat dan bebas dari risiko stunting menjadi jauh lebih besar,” terang dr. Idwan.

    Senada dengan hal tersebut, Mariana E. menekankan bahwa perencanaan kehamilan yang matang merupakan bentuk tanggung jawab orang tua dalam melahirkan generasi masa depan yang sehat dan tangguh. (Inf)

  • Hadir Berdampak untuk Umat, Kemenag Fasilitasi Legalitas Wakaf Dua Musholla di Krejengan

    Hadir Berdampak untuk Umat, Kemenag Fasilitasi Legalitas Wakaf Dua Musholla di Krejengan

    KREJENGAN, 28 Juli 2026 — Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik dan berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Kemenag memfasilitasi prosesi ikrar wakaf sekaligus penandatanganan Akta Ikrar Wakaf (AIW) untuk dua bidang tanah di Kecamatan Krejengan pada Selasa (28/7/2026).

    Langkah ini dilakukan untuk memastikan aset keagamaan masyarakat memiliki kepastian hukum sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal bagi sarana ibadah dan kemaslahatan umat. Mengusung tema “Wakaf Investasi Cerdas Mengabadikan Harta”, kegiatan ini menekankan pentingnya menjaga, melestarikan, serta mengembangkan aset wakaf secara berkelanjutan.

    Prosesi penandatanganan AIW dipandu langsung oleh Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Yazid Zain, S.Ag, M.Pd.I. Dua lokasi tanah yang diresmikan legalitasnya meliputi:

    1. Musholla Hubbun Nabi (Desa Krejengan): Tanah seluas ±197 m² diikrarkan oleh Wakif Astutik.

    2. Musholla Nurul Hasan (Desa Kedungcaluk): Tanah seluas ±910 m² diikrarkan oleh Wakif Syaiful Ulum.

    Guna memastikan tata kelola wakaf berjalan akuntabel, Kemenag Kabupaten Probolinggo terlebih dahulu melantik dan mengambil sumpah Nazhir Perseorangan dari kedua musholla tersebut. Setelah prosesi sumpah, para nazhir menerima pembinaan intensif mengenai tugas pokok, fungsi, dan tanggung jawab pengelolaan wakaf.

    Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pengucapan ikrar wakaf oleh para wakif, penerimaan ikrar oleh nazhir, penandatanganan AIW, serta ditutup dengan doa bersama.

    Dalam pembinaannya, Yazid Zain menegaskan bahwa peran Kemenag tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga memberikan edukasi agar harta wakaf berdampak panjang bagi kesejahteraan masyarakat.

    “Wakaf merupakan investasi cerdas untuk mengabadikan harta. Begitu diikrarkan dan ditandatangani aktanya, status tanah tersebut secara syariat dan hukum telah menjadi milik Allah yang dikelola untuk kepentingan umat. Ini amanah besar bagi para nazhir untuk mengelola dan mengembangkannya secara produktif agar manfaatnya terus mengalir,” ujar Yazid.

    Selain itu, Kemenag mendesak para nazhir untuk segera menindaklanjuti penerbitan AIW ke tahap sertifikasi tanah melalui kerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat dan Kantor Pertanahan (BPN). Langkah sertifikasi ini sangat vital untuk memberikan kepastian hukum yang mutlak, melindungi aset dari potensi sengketa di masa depan, serta mempermudah pengembangan sarana keagamaan.

    Kehadiran Kemenag Kabupaten Probolinggo dalam mengawal legalitas tanah wakaf ini disambut baik oleh para pengelola musholla. Mewakili para nazhir, Saifuddin dan Abd. Hamid menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut secara profesional.

    Dengan kepastian hukum yang kini dimiliki oleh Musholla Hubbun Nabi dan Musholla Nurul Hasan, keberadaan kedua tempat ibadah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pusat pembinaan spiritual, tetapi juga menjadi sentra kegiatan sosial yang membawa keberkahan dan dampak positif bagi warga sekitar. (Inf)

  • Membangun Keluarga Berkwalitas Melalui Bimbingan Perkawinan di KUA Wonomerto

    Membangun Keluarga Berkwalitas Melalui Bimbingan Perkawinan di KUA Wonomerto

    WONOMERTO, 28 Juli 2026 – Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan fondasi ilmu yang kokoh. Semangat inilah yang diusung dalam Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pranikah Angkatan VI oleh KUA Pusaka Wonomerto, Selasa (28/07/2026)

    Sebanyak 54 peserta (27 pasang calon pengantin) antusias mengikuti Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pranikah Angkatan VI yang digelar KUA Pusaka Wonomerto. Kegiatan ini berfokus pada pemberian bekal ilmu praktis dan kontekstual bagi calon pengantin.

    Selama kegiatan, para peserta dibekali empat pilar materi utama:

    1. Kesiapan Menikah: Pemantapan niat dan mental mengarungi bahtera rumah tangga.

    2. Hak & Kewajiban: Menyelaraskan peran suami dan istri demi keharmonisan bersama.

    3. Komunikasi Keluarga: Keterampilan mengekspresikan empati dan menyelesaikan perbedaan secara bijaksana.

    4. Ketahanan Keluarga: Mengembangkan sikap saling menguatkan dan bertanggung jawab saat menghadapi ujian kehidupan

    Para peserta diajak menyelami pentingnya kesiapan diri secara menyeluruh, pemahaman mendalam atas hak dan kewajiban pasangan, hingga seni berkomunikasi dalam keluarga. Poin-poin ini dirancang agar calon pengantin memiliki kesiapan matang dalam menghadapi berbagai dinamika rumah tangga dengan bijak dan saling menghormati.

    Fasiloitator Wawan Ali Suhudi selaku Kepala KUA Pusaka Wonomerto sekaligus Ketua APRI Jatim, menitipkan pesan mendalam bagi para peserta:

    “Persiapkan pernikahan dengan ilmu, agar cinta tidak hanya indah saat diucapkan, tetapi juga kuat ketika diuji.”

    Harapannya, bekal pengetahuan yang didapat dari Bimwin ini menjadi kompas bagi setiap pasangan untuk menahkodai rumah tangga yang harmonis, penuh kasih sayang (sakinah, mawaddah, warahmah), dan tangguh menghadapi masa depan. (Inf)

  • Melalui Program “SAHABAT” (Solusi Hadir Bagi Umat), KUA Tegalsiwalan Wujudkan Gerakan “MAHAR” (Mari Hindari Gratifikasi)

    Melalui Program “SAHABAT” (Solusi Hadir Bagi Umat), KUA Tegalsiwalan Wujudkan Gerakan “MAHAR” (Mari Hindari Gratifikasi)

    TEGALSIWALAN, 28 Juli 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, menyerahkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) kepada Majelis Taklim Ranting Aisyiyah Desa Sumberbulu Kecamatan Tegalsiwalan pada Selasa (28/7/2026). Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian hukum sekaligus meningkatkan tata kelola administrasi lembaga keagamaan di wilayah tersebut.

    Dokumen kepengurusan resmi tersebut diserahkan langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Tegalsiwalan, Ustadz Homisun, kepada perwakilan pengurus Majelis Taklim Aisyiyah. Penyerahan ini merupakan bagian dari realisasi program kerja Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui sistem jemput bola dan semuanya merupakan pelayanan gratis tidak dipungut biaya sepeserpun.

    Kepala KUA Tegalsiwalan, Ananto Pratikno menjelaskan bahwa pelayanan Kementerian Agama ini mengusung tagline “Sahabat”, yang merupakan akronim dari Solusi Hadir Bagi Umat. Melalui program tersebut, petugas KUA aktif mendatangi kelompok masyarakat untuk mengurus kelengkapan administrasi keagamaan tanpa memungut biaya sepeser pun. Sistem jemput bola ini dirancang untuk memotong jalur birokrasi dan memudahkan pengurus majelis taklim yang memiliki keterbatasan waktu.

    Selain komitmen kemudahan akses, KUA Tegalsiwalan juga menegaskan penerapan prinsip integritas dalam setiap aspek pelayanan. Seluruh proses penerbitan SKT ini mengacu pada gerakan “Mahar”, yakni akronim dari Mari Hindari Gratifikasi. Program ini memastikan komitmen seluruh aparatur KUA untuk menolak segala bentuk pemberian atau pungutan liar dari masyarakat.

    Pihak Majelis Taklim Aisyiyah Tegalsiwalan menyampaikan apresiasi atas transparansi dan efisiensi layanan ini. Keberadaan SKT kelembagaan menjadi hal krusial bagi majelis taklim sebagai legalitas formal untuk mengakses berbagai program pembinaan dan kemitraan keagamaan dari Kementerian Agama ke depan. Melalui integrasi program Sahabat dan gerakan Mahar, KUA Tegalsiwalan berharap dapat terus membangun kepercayaan publik. Penguatan administrasi keagamaan di tingkat kecamatan di targetkan mampu menciptakan ekosistem dakwah yang lebih tertib, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi. (Inf)

  • Ada yang Unik, “Batman” dan “Spiderman” Jadi Saksi di KUA

    Ada yang Unik, “Batman” dan “Spiderman” Jadi Saksi di KUA

    Kontributor : Nur Hasan / Editor : Lutfi Hidayat

    PAJARAKAN, 27 Juli 2026 –

    Suasana ceria menyelimuti KUA Pajarakan, Probolinggo, saat pasangan lansia Zaini (60) dan Rosidah (60) resmi menikah di tengah kehadiran “Batman” dan “Spiderman” cilik yang mencuri perhatian. Pernikahan yang dilangsungkan pada Senin (27/7/2026) ini menjadi momen istimewa yang membuktikan cinta tak mengenal usia, didukung oleh kehadiran keluarga dari berbagai generasi.

    Prosesi akad nikah berlangsung dengan khidmat dipimpin oleh penghulu KUA Pajarakan. Di hadapan para saksi, keluarga, dan tamu undangan, kedua mempelai yang sama-sama berstatus duda dan janda karena ditinggal meninggal dunia pasangan masing-masing mengucapkan ijab kabul dengan lancar dan penuh keyakinan.

    Momen sakral ini menjadi bukti bahwa pernikahan sebagai ikatan suci dan ibadah tidak mengenal batas usia. Semangat kedua mempelai untuk kembali membangun rumah tangga yang sah mendapat apresiasi dari keluarga maupun para tamu yang hadir.

    Suasana semakin hangat dengan kehadiran anggota keluarga dari berbagai generasi, mulai dari anak, cucu, hingga cicit. Kehadiran dua anak kecil yang mengenakan topeng karakter Spiderman dan Batman turut mencuri perhatian para tamu. Kehangatan dan keceriaan tersebut menambah kesan istimewa tanpa mengurangi kekhusyukan prosesi akad nikah.

    Kepala KUA Kecamatan Pajarakan, Winarko, S.Ag., menegaskan bahwa KUA berkomitmen memberikan pelayanan pencatatan nikah yang profesional, ramah, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan usia maupun latar belakang.

    “Akad nikah adalah ibadah sekaligus ikatan yang sangat mulia. KUA hadir memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat agar setiap pernikahan tercatat secara sah menurut agama dan negara,” ujarnya.

    Ia juga berharap momen tersebut menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa membangun keluarga sakinah dapat dimulai kapan saja. Pernikahan yang dilandasi niat baik, tanggung jawab, dan komitmen untuk menjalani kehidupan bersama merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan keluarga yang harmonis, tenteram, dan penuh keberkahan.

  • Doa Bersama dan Tasyakuran Tandai Dimulainya Renovasi Masjid Ar-Rahim Kemenag Kabupaten Probolinggo

    Doa Bersama dan Tasyakuran Tandai Dimulainya Renovasi Masjid Ar-Rahim Kemenag Kabupaten Probolinggo

    Kontributor : Muh. Hefni / Editor : Lutfi Hidayat & Tim Redaksi

    Probolinggo – Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo mengawali renovasi Masjid Ar-Rahim dengan menggelar doa bersama, istighotsah, dan tasyakuran di Masjid Ar-Rahim Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Jalan KH. Hasan Genggong No. 235, Sukoharjo, Senin (27/7/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur,S.Ag., M.Pd., para pejabat struktural, Kepala KUA, Ketua Takmir Masjid Ar-Rahim, penyuluh agama, serta seluruh aparatur di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

    Renovasi Masjid Ar-Rahim dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana ibadah agar semakin nyaman, representatif, dan mampu mendukung aktivitas keagamaan maupun pelayanan kepada masyarakat. Pembangunan ini juga merupakan hasil swadaya dan kebersamaan keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

    Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, menyampaikan bahwa masjid memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan spiritual bagi seluruh aparatur dan masyarakat.

    “Renovasi ini merupakan wujud komitmen kita bersama untuk menghadirkan rumah ibadah yang lebih layak dan nyaman. Semoga proses pembangunan berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh pegawai serta masyarakat yang memanfaatkan Masjid Ar-Rahim,” ujarnya.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan doa bersama dan istighotsah yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Seluruh peserta memanjatkan doa agar setiap tahapan renovasi diberikan kemudahan, keselamatan, dan keberkahan.

    Sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penanda dimulainya renovasi, Dr. H. Samsur melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada H. Imamuddin Nur Fajri, S.Ag., M.H.I. selaku Ketua Takmir Masjid Ar-Rahim. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya pekerjaan renovasi serta amanah untuk mewujudkan masjid yang lebih representatif.

    Melalui renovasi ini, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berharap Masjid Ar-Rahim dapat menjadi pusat ibadah dan pembinaan umat yang semakin nyaman, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan, pelayanan, dan nilai-nilai keagamaan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

  • MUI Banyuanyar Gelar Konsolidasi, Kawal Tausiyah HUT RI dan Antisipasi Radikalisme

    MUI Banyuanyar Gelar Konsolidasi, Kawal Tausiyah HUT RI dan Antisipasi Radikalisme

    Kontributor : Syaiful Bahri

    BANYUANYAR, 27 Juli 2026

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Banyuanyar menggelar rapat konsolidasi pengurus di Aula Pondok Pesantren Bahrul Huda, Klenang Kidul, Sabtu (25/7/2026). Pertemuan ini bertujuan menindaklanjuti tausiyah MUI Kabupaten Probolinggo Nomor: 06/TSH/MUI/MUI.KAB.PROB/VII/2026 terkait pedoman pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris MUI Banyuanyar ini dihadiri oleh 90 persen pengurus. Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), termasuk Camat Banyuanyar, Hudan Kurniawan dan perwakilan penyuluh agama islam Kemenag Kabupaten Probolinggo.

    Ketua MUI Kecamatan Banyuanyar, Kyai Hilmi Thalib, menegaskan bahwa tausiyah dari kabupaten merupakan pedoman moral yang wajib diwujudkan dalam langkah nyata. Ia mengimbau seluruh jajaran untuk menyemarakkan HUT RI dengan semangat persatuan, ukhuwah, dan cinta tanah air.

    Merespons hal itu, Camat Banyuanyar, Hudan Kurniawan, mengapresiasi langkah cepat MUI. Ia menyatakan kesiapan pemerintah kecamatan untuk mendukung penuh agar arahan dalam tausiyah tersebut terlaksana secara optimal di masyarakat.

    Selain membahas persiapan HUT RI, pertemuan ini juga menghadirkan perwakilan Idensos Densus 88 AT Polda Jawa Timur, Andika. Dalam sosialisasinya, Andika mengingatkan pentingnya membentengi generasi muda dari bahaya paham radikalisme dan terorisme, terutama yang menyebar melalui media sosial. Ia mengajak tokoh agama dan keluarga untuk memperkuat literasi digital serta menanamkan nilai keagamaan yang moderat.

    Melalui konsolidasi ini, MUI Banyuanyar berharap peringatan kemerdekaan tahun ini tidak hanya meriah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nasionalisme dan ketahanan masyarakat terhadap ancaman yang dapat memecah belah bangsa.

  • Terbitkan Legalitas Majelis Taklim, Kepala KUA Tegalsiwalan Serahkan 2 SKT

    Terbitkan Legalitas Majelis Taklim, Kepala KUA Tegalsiwalan Serahkan 2 SKT

    Kontributor : Homisun / Editor : Syaiful Bahri

    TEGALSIWALAN, 26 Juli 2026 –

    Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegalsiwalan, Ananto Pratikno, secara resmi menyerahkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) kepada dua majelis taklim di Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat legalitas hukum sekaligus menertibkan administrasi lembaga keagamaan di tingkat desa.

    Penyerahan dokumen resmi tersebut dilaksanakan di sela-sela agenda rutin mingguan Majelis Taklim Pembinaan Pengamalan Agama (P2A) yang bertempat di kediaman Ibu Sugito, Dusun Krajan. Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Taklim P2A, Ibu Yeni Asmawati, ini dihadiri oleh sedikitnya 55 jamaah setempat yang mengikuti jalannya kegiatan dengan antusias.

    Dua lembaga keagamaan yang resmi menerima legalitas hukum tersebut adalah:

    Majelis Taklim P2A (Pembinaan Pengamalan Agama), Dusun Krajan, Desa Sumberbulu dan Majelis Taklim Aisyah, Dusun Tegaljuwet, Desa Sumberbulu.

    Dalam sambutannya, Kepala KUA Tegalsiwalan Ananto Pratikno menegaskan bahwa kepemilikan SKT ini bukan sekadar pemenuhan aspek administratif formal di atas kertas, melainkan sebuah bentuk pengakuan resmi dari negara.

    “Legalitas formal ini merupakan payung hukum yang penting. Kami berharap, dengan diterbitkannya SKT ini, para pengurus dan jamaah semakin termotivasi untuk mengembangkan kegiatan syiar serta pembinaan keagamaan secara lebih tertib, aktif, akuntabel, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Ananto Pratikno.

    Ia juga menambahkan bahwa majelis taklim memegang peranan krusial sebagai pilar pendidikan keagamaan nonformal yang bersentuhan langsung dengan umat.

    “Negara hadir memberikan legalitas ini agar majelis taklim dapat terus bergerak maju menjadi pusat syiar yang sehat. Ke depan, peran aktif kedua majelis taklim di Desa Sumberbulu ini sangat kami nantikan untuk membentengi umat dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang religius, harmonis, serta berakhlakul karimah,” imbuhnya.

    Dengan diterbitkannya SKT ini, kedua majelis taklim di Desa Sumberbulu tersebut kini memiliki landasan hukum yang kuat untuk memperluas jangkauan pembinaan umat serta mempererat tali ukhuwah Islamiyah di wilayah Kecamatan Tegalsiwalan.

  • Cegah Perkawinan Anak dan Stunting Jadi Isu Strategis Muskercab NU

    Cegah Perkawinan Anak dan Stunting Jadi Isu Strategis Muskercab NU

    Kontributor : Munir / Editor : Moh. Hefni M

    WONOMERTO, 26 Juli 2026 – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026–2031 menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program prioritas pemerintah. Dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I yang digelar di Pondok Pesantren Al-Barokah Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, PCNU secara resmi memasukkan gerakan pencegahan stunting dan pernikahan dini sebagai agenda program unggulan organisasi.

    Langkah ini dinilai sangat strategis dalam upaya menyelamatkan generasi masa depan serta memperkuat ketahanan keluarga, khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo. Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Teguh Mahameru Zainul Hasan, menegaskan bahwa forum ini menjadi pijakan awal untuk merumuskan program yang menyentuh langsung kebutuhan umat.

    Guna memaksimalkan eksekusi di lapangan, PCNU meluncurkan sistem koordinasi baru melalui enam Koordinator Bidang (Koorbid) di bawah pembinaan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah. Struktur baru ini diharapkan mampu mempercepat sinergi antarlembaga dan badan otonom (Banom) dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya pernikahan anak dan pentingnya pemenuhan gizi untuk mencegah stunting.

    Hadir dalam pembukaan Muskercab I tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Muhammad Sa’dun, didampingi Kasi PD Pontren dan Kepala KUA Wonomerto, Wawan Ali Suhuidi.

    Kehadiran unsur Kemenag ini mempertegas kesiapan pemerintah untuk berkolaborasi dengan jajaran ulama dan umara dalam menekan angka pernikahan usia dini yang menjadi salah satu pemicu utama melonjaknya kasus stunting.

    Selain fokus pada isu sosial-keagamaan, Muskercab I yang juga dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, anggota DPRD, TNI-Polri, dan kepala desa ini turut membahas program besar lainnya. Di antaranya adalah realisasi pendirian Perguruan Tinggi NU, optimalisasi Badan Usaha Milik NU (BUMNU), penguatan kaderisasi, serta gerakan Koin NU Peduli untuk kemandirian umat, pencegahan konflik sosial, Pencegahan Radikalisme, Terorisme, Penguatan dan Pendampingan Majelis Taklim disemua ranting NU.

  • Ribuan Jemaah Padati Haul Habib Husein Brani

    Ribuan Jemaah Padati Haul Habib Husein Brani

    Kontributor : A.Noor Busthomi

    MARON, 26 Juli 2026 – Ribuan jemaah menghadiri peringatan Haul ke-42 Almarhum Habib Husein bin Hadi Al-Hamid yang digelar hari ini di Brani, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Acara keagamaan yang penuh khidmat ini dihadiri langsung oleh Bupati Probolinggo, Gus Dr. Muhammad Haris (Gus Haris), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolingggo, Dr. Samsur beserta jajaran ulama, tokoh masyarakat, dan ribuan umat Islam dari berbagai daerah.

    Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo Gus Haris menyampaikan rasa syukur mendalam atas keberkahan yang dimiliki wilayahnya. Beliau menyebut bahwa Kabupaten Probolinggo beruntung karena bertabur para wali Allah yang diberikan anugerah usia yang panjang.

    Gus Haris kemudian mengupas rahasia di balik panjangnya umur para kekasih Allah tersebut. Menurutnya, kunci utamanya terletak pada kebersihan hati yang selalu dijaga dengan istiqomah.”Rahasia beliau-beliau panjang umur adalah karena hatinya bersih. Tidak pernah memiliki rasa iri dan dengki terhadap pemberian serta nikmat Allah kepada orang lain. Beliau semua selalu menjaga kesucian hati,” ujar Gus Haris di hadapan ribuan jemaah.

    Lebih lanjut, Gus Haris menitipkan pesan penting kepada seluruh masyarakat yang hadir untuk senantiasa mendoakan para guru, kiai, dan ulama agar terus diberikan kesehatan serta usia yang panjang. Beliau mengingatkan tentang filosofi doa yang akan kembali kepada orang yang memanjatkannya. “Dahulukan mendoakan orang lain, terutama para ulama kita. Doa itu akan memantul kepada diri kita sendiri,” pesannya.

    Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para ulama. Gus Haris mengapresiasi dedikasi para tokoh agama yang tiada henti dan istiqomah dalam mendidik serta membimbing moral masyarakat demi terwujudnya Kabupaten Probolinggo yang senantiasa diberkahi.

    Selain menyentuh aspek spiritual, Gus Haris memaparkan komitmen nyata pemerintah daerah melalui visi pembangunan “SAE”. Fokus utama kerja pemerintah saat ini meliputi akselerasi pembangunan infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan, layanan kesehatan, serta penguatan kesejahteraan masyarakat. Kabar baik dan strategis turut disampaikan bagi warga di wilayah Probolinggo bagian timur-selatan.

    Di bidang kesehatan, Gus Haris membawa angin segar mengenai rencana besar pemerataan fasilitas medis.”InsyaAllah, ke depan Kecamatan Maron akan memiliki rumah sakit sendiri. Fasilitas ini dibangun untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat di sekitar Maron, Krucil, Tiris, dan wilayah sekitarnya, sehingga warga tidak perlu jauh-jauh lagi untuk berobat,” pungkas Gus Haris disambut riuh syukur para jemaah.Acara haul kemudian dilanjutkan dengan pembacaan salawat, tahlil, dan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, serta kemakmuran seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo. (Inf)