Kontributor : Muh. Hefni M / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam
PROBOLINGGO, (04/08/2026) – Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Probolinggo menggelar Evaluasi Kinerja Penyuluh Agama Islam Triwulan I dan Triwulan II sekaligus penguatan integritas melalui program MAHAR (Mari Hindari Gratifikasi) bagi wilayah kerja timur yang meliputi Kecamatan Paiton, Pakuniran, Kotaanyar, dan Besuk. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Paiton pada Selasa (4/8/2026) tersebut menjadi bagian dari evaluasi berkala yang dilaksanakan secara bertahap berdasarkan zona kerja di Kabupaten Probolinggo.
Evaluasi ini bertujuan meninjau capaian kinerja penyuluh agama selama enam bulan pertama tahun 2026, mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, serta memperkuat komitmen aparatur dalam memberikan layanan keagamaan yang profesional, berintegritas, dan bebas dari praktik gratifikasi. Zona timur menjadi lokasi pertama dalam rangkaian evaluasi yang akan dilanjutkan ke wilayah lainnya.
Kepala KUA Paiton, H. Fauzan, S.Sos.I, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, evaluasi menjadi sarana penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan penyuluh agama kepada masyarakat.
“Evaluasi bukan sekadar menilai hasil kerja, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperbaiki kualitas pelayanan. Saya berharap seluruh penyuluh terus menjaga profesionalisme, memperkuat sinergi, dan menjunjung tinggi nilai integritas dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PD IPARI Kabupaten Probolinggo yang juga Katim Pelaksana, H. Suharto, S.HI., M.Pd.I, menegaskan bahwa evaluasi triwulanan merupakan instrumen penting untuk memastikan setiap program penyuluhan berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Melalui evaluasi ini kita dapat mengukur capaian kinerja, menyelesaikan berbagai kendala di lapangan, serta menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program. Penguatan integritas melalui MAHAR juga menjadi pengingat bahwa penyuluh agama harus menjadi teladan dalam membangun budaya kerja yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan,” katanya.
Secara terpisah, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI, menitipkan pesan agar seluruh penyuluh agama semakin mengoptimalkan pelaporan kegiatan secara daring melalui akun Simpenais, khususnya pada dashboard E-PA.
“Pelaporan secara online di dashboard E-PA perlu terus diaktifkan dan diperbarui secara berkala karena menjadi salah satu tolok ukur kinerja penyuluh agama. Ketepatan dan kelengkapan pelaporan mencerminkan akuntabilitas sekaligus menjadi dasar evaluasi pelaksanaan tugas di lapangan,” pesannya.
Melalui kegiatan evaluasi dan penguatan integritas ini, PD IPARI Kabupaten Probolinggo berharap seluruh penyuluh agama semakin meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat budaya kerja yang transparan, serta memberikan pelayanan keagamaan yang profesional, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat.

Leave a Reply