Kontributor : Muh. Hefni / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam
Probolinggo, (04/08/2026) – Upaya memperkuat kesalehan umat sekaligus memberantas buta aksara Al-Qur’an terus dilakukan Kementerian Agama melalui para penyuluh agama. Salah satunya dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Tegalsiwalan dalam kegiatan pembinaan keagamaan di TPQ Darussalam, Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan pembinaan tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak usia dini sebagai bagian dari ikhtiar membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia. Pada kesempatan yang sama juga digelar doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas capaian salah seorang santri, Moh. Abdillah Justin Gilbert, yang berhasil menuntaskan hafalan dan bacaan 30 juz Al-Qur’an pada usia 7 tahun.
Penyuluh Agama Islam KUA Tegalsiwalan, Khomisun, mengatakan bahwa pembinaan tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam membangun masyarakat yang religius melalui pendidikan Al-Qur’an.

“Pembinaan ini kami laksanakan dalam rangka meningkatkan kesalehan umat sekaligus mendukung pemberantasan buta aksara Al-Qur’an sejak dini. Kami berharap anak-anak semakin mencintai Al-Qur’an, mampu membacanya dengan baik, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan seorang santri menyelesaikan bacaan 30 juz pada usia yang masih sangat muda menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk semakin bersemangat belajar Al-Qur’an. Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten dengan dukungan orang tua dan para guru mampu melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
Secara terpisah, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag.,M.HI, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan keagamaan yang dilakukan para penyuluh agama merupakan bagian yang selaras dengan program pemberdayaan umat yang menjadi prioritas Kementerian Agama.
“Kegiatan seperti ini sangat kami apresiasi karena sejalan dengan program Kementerian Agama dalam pemberdayaan umat. Penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak dini merupakan investasi penting untuk membentuk masyarakat yang religius, berkarakter, dan memiliki fondasi keagamaan yang kuat,” ungkapnya.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan, Kementerian Agama berharap gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an semakin meluas, sehingga lahir generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga menghayati serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Leave a Reply