
Kontributor : H. Nasir-M. Munir I Editor : Lutfi Hidayat
PROBOLINGGO, 13 Juli 2026 – Sosialisasi dan simulasi Rashdul Kiblat dalam rangka mensukseskan program Kemenag RI “Indonesia Berkiblat” 2026, kian gencar dilakukan seluruh jajaran KUA di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo, Senin siang (12/07/2026).
Seperti yang dilakukan KUA Banyuanyar dan KUA Wonomerto, upaya menyampaikan informasi bisa dilakukannya kalibrasi kiblat pada 15 dan 16 Juli 2026 mendatang, menjadi salah satu prioritas pelayanan dalam memberikan pemahaman terhadap masyarakat luas.
Sosialisasi dan Simulasi Rashdul Qiblat dilaksanakan di Yayasan Al Hira (Hidayatur Rabbani) Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus yayasan, tokoh agama, takmir masjid serta masyarakat sekitar sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Gerakan Nasional Kalibrasi Arah Kiblat.
Plt. Kepala KUA Banyuanyar, H. Hartono menegaskan bahwa Rashdul Qiblat merupakan metode ilmiah yang sederhana namun memiliki tingkat akurasi tinggi dalam menentukan arah kiblat.
“Rashdul Kiblat adalah fenomena ketika posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah di Kota Mekah. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak akan menunjukkan arah yang berlawanan dengan arah kiblat. Fenomena ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk memverifikasi maupun mengkalibrasi arah kiblat masjid, musala dan tempat ibadah lainnya secara mudah, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” terangnya.
Ia berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat semakin memahami pentingnya memastikan arah kiblat sesuai kaidah ilmu falak, sehingga pelaksanaan ibadah salat menjadi lebih sempurna.
Usai sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi kalibrasi arah kiblat yang dipandu oleh tim Penyuluh Agama Islam KUA Banyuanyar, terdiri dari H. Nasir, Moh. Junaidi, Zainuddin, Hisbullah, dan Lailatus Sa’adah. Dalam simulasi tersebut, peserta diajak mempraktikkan secara langsung metode penentuan arah kiblat menggunakan media sederhana berupa botol air mineral yang digantungkan dengan tali sebagai bandul (LOT).
Saat fenomena matahari tepat berada di atas Ka’bah, bayangan tali yang tergantung akan menunjukkan garis berlawanan dengan arah matahari dan menjadi acuan untuk menentukan arah kiblat secara tepat. Metode sederhana ini mendapat perhatian dan antusiasme peserta karena mudah diterapkan oleh masyarakat tanpa memerlukan peralatan yang rumit.
Hal serupa juga dilakukan jajaran KUA Pusaka Wonomerto sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dan pengelola tempat ibadah dalam menentukan arah kiblat secara tepat dan sesuai dengan kaidah ilmu falak serta ketentuan syariat Islam.
Kegiatan ini dipimpin dan dibuka oleh Kepala KUA Pusaka Wonomerto, H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H sekaligus memberikan materi mengenai tata cara pengukuran arah kiblat menggunakan metode Rashdul Kiblat, yaitu memanfaatkan posisi matahari yang berada tepat di atas Ka’bah sebagai acuan penentuan arah kiblat yang akurat dan mudah dipraktikkan.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias, dihadiri oleh Guru Madrasah, Guru Madin dan TPQ, Penyuluh Agama Islam, Pengadministrasi KUA, Penghulu, Takmir Masjid, Imam Masjid dan Musholla, unsur MUI, MWC NU, IPNU-IPPNU, serta berbagai elemen masyarakat lainnya yang memiliki perhatian terhadap pelayanan keagamaan dan penguatan fungsi masjid di tengah masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Wawan Ali Suhudi menjelaskan tahapan pengukuran arah kiblat mulai dari persiapan alat, penentuan waktu pelaksanaan Rashdul Kiblat, hingga teknik penarikan garis kiblat yang dapat diterapkan di masjid, musholla, maupun bangunan lainnya.
Tak hanya materi yang ia sampaikan, ia juga mengajak peserta untuk mempraktikkan tata cara ukur arah kiblat di halaman depan KUA. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta mampu melakukan verifikasi dan pengukuran arah kiblat secara mandiri, sehingga tercipta keseragaman arah kiblat yang lebih presisi di wilayah Kecamatan Wonomerto.
Kegiatan tersebut sebagai komitmen KUA Pusaka Wonomerto untuk terus menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang profesional, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pelayanan arah kiblat dan ilmu falak.

Leave a Reply