Author: admin

  • Semarak Peaceful Muharram 1448 H, Kabupaten Probolinggo Raih Penghargaan Terbanyak Santunan Yatim

    Semarak Peaceful Muharram 1448 H, Kabupaten Probolinggo Raih Penghargaan Terbanyak Santunan Yatim

    Kontributor : Humas I Editor : Lutfi Hidayat

    SIDOARJO, 13 Juli 2026 – Komitmen Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dalam memperkuat kepedulian sosial kembali menuai apresiasi. Pada apel bersama yang digelar di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Senin (13/7/2026), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, didampingi Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Yazid Zain, menerima Sertifikat Penghargaan Perolehan Santunan Terbaik III Nasional pada Program Lebaran Yatim 1448 Hijriah/2026 Masehi.

    Penghargaan diserahkan di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Jalan Raya Bandar Juanda Nomor 26, Sidoarjo, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan satuan kerja Kementerian Agama dalam menyukseskan Program Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026 yang menjadi bagian dari gerakan nasional Peaceful Muharram 1448 H.

    Pemberian penghargaan tersebut mengacu pada Surat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Nomor 523/Kw.13.07/BA.04/07/2026 tanggal 6 Juli 2026 tentang Undangan Penyerahan Sertifikat Penghargaan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Probolinggo.

    Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Lumajang meraih Perolehan Santunan Terbaik I Nasional, disusul Kementerian Agama Kabupaten Ngawi sebagai Perolehan Santunan Terbaik II Nasional, sedangkan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo memperoleh Perolehan Santunan Terbaik III Nasional.

    Prestasi tersebut diraih berkat keberhasilan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menghimpun dan menyalurkan 1.200 santunan kepada anak-anak yatim melalui Program Lebaran Yatim 1448 Hijriah. Program yang diinisiasi Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan penyandang disabilitas.

    Piagam penghargaan bernomor 379/Kw.13.07/07/2026 ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dalam mendukung gerakan nasional kepedulian sosial.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo bersama berbagai mitra dan masyarakat.

    ”Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan buah dari kerja sama, kepedulian, dan semangat gotong royong seluruh keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN, penyuluh agama, KUA, madrasah, pondok pesantren, lembaga zakat, para dermawan, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim,” ujar Samsur.

    Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas jumlah santunan yang berhasil dihimpun dan disalurkan, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

    ”Kami berharap semangat berbagi ini terus tumbuh menjadi budaya bersama. Kementerian Agama akan terus menghadirkan program-program sosial yang memperkuat solidaritas, kepedulian, serta pelayanan publik yang semakin humanis dan berdampak,” tambahnya.

    Sementara itu, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Yazid Zain, mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara Kementerian Agama dengan berbagai pemangku kepentingan dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan.

  • Monev Triwulan II  Berlanjut, KUA Gending Hadirkan Kejutan dengan Penyerahan Sertifikat Halal

    Monev Triwulan II Berlanjut, KUA Gending Hadirkan Kejutan dengan Penyerahan Sertifikat Halal

    Kontributor : Muh. Hefni M I Editor : Lutfi Hidayat

    GENDING, 13 Juli 2026 – Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan yang dilaksanakan Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo terus berlanjut. Pada Senin (13/7/2026), tim supervisi melaksanakan monitoring di tiga Kantor Urusan Agama (KUA), yakni KUA Gending, KUA Pajarakan, dan KUA Kraksaan.

    Berbeda dari pelaksanaan monitoring sebelumnya, kegiatan di KUA Gending dirangkai dengan penyerahan Sertifikat Halal kepada pelaku usaha mikro, yaitu Bawang Goreng Haqqin asal Desa Sumberkerang, Kecamatan Gending. Penyerahan sertifikat halal tersebut menjadi bentuk nyata komitmen Kementerian Agama dalam mendorong penguatan ekosistem produk halal sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.

    Sertifikat Halal diserahkan secara langsung oleh Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imamuddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI, yang akrab disapa Mas Imam. Kegiatan tersebut didampingi oleh Kepala KUA Gending Fathur Rozi, S.Ag, Ketua IPARI Kabupaten Probolinggo, serta Pendamping Proses Produk Halal (P3H).

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Gending, Fathur Rozi, S.Ag, menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya KUA Gending sebagai lokasi penyerahan sertifikat halal.

    “Kami menyambut baik rangkaian monitoring dan evaluasi yang dikombinasikan dengan penyerahan Sertifikat Halal kepada pelaku usaha. Ini menjadi motivasi bagi KUA untuk terus memperkuat layanan keagamaan yang berdampak langsung kepada masyarakat, termasuk pendampingan sertifikasi halal bagi para pelaku UMK di wilayah Kecamatan Gending,” ujarnya.

    Sementara itu, Mas Imam menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi bukan sekadar kegiatan administrasi, tetapi menjadi sarana memastikan seluruh layanan Bimas Islam berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Monitoring dan evaluasi ini bertujuan memastikan kualitas layanan KUA terus meningkat. Pada saat yang sama, kami ingin menunjukkan bahwa Bimas Islam tidak hanya hadir melalui layanan administrasi keagamaan, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi umat melalui program Sertifikasi Halal. Hal ini sejalan dengan semangat Ikhlas Beramal yang harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Ia juga berharap sinergi seluruh unsur Bimas Islam terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat semakin luas dan berkualitas. “Bimas Islam memiliki kekuatan besar melalui kolaborasi berbagai sayap organisasi. Selain KUA sebagai garda terdepan pelayanan, ada APRI yang terus menguatkan peran penghulu, serta IPARI yang menjadi mitra strategis para penyuluh agama. Ketiganya harus terus bersinergi dan saling menguatkan agar pelayanan keagamaan, pembinaan umat, hingga pemberdayaan masyarakat dapat berjalan semakin optimal dan memberikan manfaat yang nyata,” pungkas Mas Imam.

    Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berkomitmen terus meningkatkan mutu pelayanan publik, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta menghadirkan berbagai program Bimas Islam yang profesional, akuntabel, dan berdampak bagi kemaslahatan umat.

  • Sosialisasi dan Simulasi Rashdul Kiblat Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Penentuan Arah Kiblat

    Sosialisasi dan Simulasi Rashdul Kiblat Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Tentang Penentuan Arah Kiblat

    Kontributor : H. Nasir-M. Munir I Editor : Lutfi Hidayat

    PROBOLINGGO, 13 Juli 2026 – Sosialisasi dan simulasi Rashdul Kiblat dalam rangka mensukseskan program Kemenag RI “Indonesia Berkiblat” 2026, kian gencar dilakukan seluruh jajaran KUA di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo, Senin siang (12/07/2026).

    Seperti yang dilakukan KUA Banyuanyar dan KUA Wonomerto, upaya menyampaikan informasi bisa dilakukannya kalibrasi kiblat pada 15 dan 16 Juli 2026 mendatang, menjadi salah satu prioritas pelayanan dalam memberikan pemahaman terhadap masyarakat luas.

    Sosialisasi dan Simulasi Rashdul Qiblat dilaksanakan di Yayasan Al Hira (Hidayatur Rabbani) Desa Tarokan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus yayasan, tokoh agama, takmir masjid serta masyarakat sekitar sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Gerakan Nasional Kalibrasi Arah Kiblat.

    Plt. Kepala KUA Banyuanyar, H. Hartono menegaskan bahwa Rashdul Qiblat merupakan metode ilmiah yang sederhana namun memiliki tingkat akurasi tinggi dalam menentukan arah kiblat.

    “Rashdul Kiblat adalah fenomena ketika posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah di Kota Mekah. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak akan menunjukkan arah yang berlawanan dengan arah kiblat. Fenomena ini dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk memverifikasi maupun mengkalibrasi arah kiblat masjid, musala dan tempat ibadah lainnya secara mudah, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” terangnya.

    Ia berharap melalui sosialisasi ini, masyarakat semakin memahami pentingnya memastikan arah kiblat sesuai kaidah ilmu falak, sehingga pelaksanaan ibadah salat menjadi lebih sempurna.

    Usai sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi kalibrasi arah kiblat yang dipandu oleh tim Penyuluh Agama Islam KUA Banyuanyar, terdiri dari H. Nasir, Moh. Junaidi, Zainuddin, Hisbullah, dan Lailatus Sa’adah. Dalam simulasi tersebut, peserta diajak mempraktikkan secara langsung metode penentuan arah kiblat menggunakan media sederhana berupa botol air mineral yang digantungkan dengan tali sebagai bandul (LOT).

    Saat fenomena matahari tepat berada di atas Ka’bah, bayangan tali yang tergantung akan menunjukkan garis berlawanan dengan arah matahari dan menjadi acuan untuk menentukan arah kiblat secara tepat. Metode sederhana ini mendapat perhatian dan antusiasme peserta karena mudah diterapkan oleh masyarakat tanpa memerlukan peralatan yang rumit.

    Hal serupa juga dilakukan jajaran KUA Pusaka Wonomerto sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat dan pengelola tempat ibadah dalam menentukan arah kiblat secara tepat dan sesuai dengan kaidah ilmu falak serta ketentuan syariat Islam.

    Kegiatan ini dipimpin dan dibuka oleh Kepala KUA Pusaka Wonomerto, H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H sekaligus memberikan materi mengenai tata cara pengukuran arah kiblat menggunakan metode Rashdul Kiblat, yaitu memanfaatkan posisi matahari yang berada tepat di atas Ka’bah sebagai acuan penentuan arah kiblat yang akurat dan mudah dipraktikkan.

    Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias, dihadiri oleh Guru Madrasah, Guru Madin dan TPQ, Penyuluh Agama Islam, Pengadministrasi KUA, Penghulu, Takmir Masjid, Imam Masjid dan Musholla, unsur MUI, MWC NU, IPNU-IPPNU, serta berbagai elemen masyarakat lainnya yang memiliki perhatian terhadap pelayanan keagamaan dan penguatan fungsi masjid di tengah masyarakat.

    Dalam penyampaiannya, Wawan Ali Suhudi menjelaskan tahapan pengukuran arah kiblat mulai dari persiapan alat, penentuan waktu pelaksanaan Rashdul Kiblat, hingga teknik penarikan garis kiblat yang dapat diterapkan di masjid, musholla, maupun bangunan lainnya.

    Tak hanya materi yang ia sampaikan, ia juga mengajak peserta untuk mempraktikkan tata cara ukur arah kiblat di halaman depan KUA. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta mampu melakukan verifikasi dan pengukuran arah kiblat secara mandiri, sehingga tercipta keseragaman arah kiblat yang lebih presisi di wilayah Kecamatan Wonomerto.

    Kegiatan tersebut sebagai komitmen KUA Pusaka Wonomerto untuk terus menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang profesional, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pelayanan arah kiblat dan ilmu falak.

  • Pendidikan Agama dan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Moral Bangsa

    Pendidikan Agama dan Ketahanan Keluarga sebagai Benteng Moral Bangsa

    Oleh : Dr. H. Samsur, S.Ag. M.Pd.I (Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo) 

    Sejak lama telah mengakar kuat dalam kesadaran kolektif kita bahwa, Kabupaten Probolinggo sebagai daerah religius yang ditopang oleh tradisi pesantren nan kokoh. Jati diri ini bukan sekadar warisan masa lalu yang statis, melainkan identitas dinamis yang harus terus dirawat di tengah derasnya arus modernitas dan disrupsi digital.

    Ketika hari ini kita dihadapkan pada berbagai tantangan moral kontemporer—mulai dari maraknya diskursus LGBT di ruang publik, penyalahgunaan narkoba, judi online, pornografi, hingga pergaulan bebas—kita disadarkan bahwa benteng pertahanan terkuat suatu bangsa tidak terletak pada ketatnya regulasi formal semata, melainkan pada kedalaman moralitas masyarakatnya.

    Nilai-nilai agama sejatinya adalah fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat. Maka, ketika muncul fenomena perilaku yang tidak selaras dengan ajaran agama, hal tersebut harus diletakkan sebagai alarm bagi pembinaan keagamaan kita.

    Dalam perspektif tata negara, komitmen keagamaan ini sepenuhnya sejalan dengan amanat Pasal 29 UUD 1945 yang menegaskan bahwa, negara kita berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Bahkan, jika kita menelisik Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara, ancaman terhadap ideologi, moral, dan ketahanan sosial secara eksplisit telah dikategorikan sebagai tantangan nonmiliter yang wajib diantisipasi melalui penguatan karakter bangsa. Artinya, menjaga moralitas generasi muda adalah bagian dari bela negara.

    Namun, persoalan moral tidak akan pernah selesai jika hanya didekati dengan kacamata hukum absolut atau penegakan aturan yang kaku. Pendekatan yang melulu mengandalkan sanksi sering kali kehilangan sentuhan kemanusiaan. Yang jauh lebih mendesak untuk kita bangun hari ini adalah kesadaran kolektif melalui jalur pendidikan, keteladanan, dan pembinaan yang berkelanjutan.

    Di sinilah relevansi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas (Sistem pendidikan nasional) dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menemukan momentumnya, yaitu mencetak insan yang beriman, bertakwa, dan berakhlakul karimah.

    Langkah preventif terbaik yang harus kita kedepankan adalah memperkuat institusi terkecil dalam masyarakat, yakni ketahanan keluarga. Institusi domestik, terkecil dan pertama ini harus berjalan beriringan dengan penguatan pendidikan agama di madrasah, pondok pesantren, serta optimalisasi peran para penyuluh agama di lapangan.

    Penguatan karakter beragama yang moderat dan berorientasi pada pembentukan akhlak mulia juga memegang peranan krusial agar masyarakat tidak terjebak dalam sikap ekstrem, baik ekstrem dalam berperilaku maupun ekstrem dalam merespons fenomena sosial.

    Guna mewujudkan cita-cita besar tersebut, sinergi semua stakeholder menjadi kunci utama. Sinergi pemerintah daerah  dan Kementerian Agama diperlukan untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, religius, dan berdaya saing sebagaimana program prioritas Pembangunan saat ini. Persoalan moralitas generasi siber adalah kerja peradaban yang menuntut kehadiran bersama dari orang tua, sekolah, pesantren, tokoh agama, pemerintah, hingga masyarakat umum.

    Pada akhirnya, kita harus menyikapi setiap dinamika sosial dan isu moralitas di tengah umat secara bijaksana, matang, dan penuh kepala dingin. Segala bentuk respons yang reaktif dan bertentangan dengan hukum justru akan mencederai nilai kesucian agama itu sendiri.

    Mari kita jaga Kota dan Kabupaten Probolinggo ini sebagai daerah yang religius, aman, rukun, dan bermartabat melalui cara-cara pembinaan yang edukatif serta persuasif. Dengan cara demikian, kita tidak hanya sedang menyelamatkan masa depan daerah, tetapi juga sedang meletakkan “batu bata” yang kokoh dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

  • Selamat Datang  Di Portal Layanan dan Informasi Bimas Islam

    Selamat Datang Di Portal Layanan dan Informasi Bimas Islam

    Berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) nomor 19 Tahun 2019, Direktorat Jenderal  Bimbingan Masyarakat Islam memiliki ruang lingkup tugas memberikan pelayanan dan bimbingan teknis di bidang urusan agama Islam dan pembinaan syariah, pengelolaan data dan informasi, serta penyusunan rencana dan pelaporan di bidang urusan agama Islam dan bina syariah, bina kantor urusan agama dan keluarga sakinah, serta penerangan agama Islam.

    Maka, sebagaimana disebutkan pula dalam Pasal 658 ayat (5), Seksi Bimas (Bimbingan Masyarakat) Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berkewajiban mengelola data dan informasi yang berkaitan dengan pembinaan Kantor Urusan Agama (KUA), pembinaan keluarga sakinah, serta penerangan agama Islam kepada masyarakat.

    Selain itu, Seksi Bimas Islam juga bertanggung jawab menyusun rencana kerja dan laporan pelaksanaan guna mendukung peningkatan kualitas pembinaan masyarakat dalam aspek keagamaan. Melalui berbagai tugas pokok dan fungsi ini, Bimas Islam diharapkan dapat berperan aktif dalam memperkuat pemahaman dan pelaksanaan nilai-nilai Islam, mendorong kehidupan berkeluarga yang harmonis, serta meningkatkan kesadaran keagamaan khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo. demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Probolinggo yang religius, berakhlak mulia, dan berdaya saing. Hal ini selaras pula dengan Visi Misi Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

    Sejalan dengan tujuan tersebut, seksi Bimas Islam memiliki kewajiban untuk memberikan bimbingan dan pembinaan, transformasi dan informasi keagamaan melalui platform digital maupun media sosial. 

    Kehadiran Website Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dengan tagline “IkhlasBerdampak” ini, diharapkan mampu menjembatani kebutuhan masyarakat dan Kementerian Agama sebagai media informasi, pusat layanan digital dan data di era digitalisasi informasi dan pelayanan perkantoran modern.

    Salah satu fitur unggulan di website ini adalah rubrik “Pojok Konseling (Poling)” dan “Halo KUA”. Fitur ini dirancang sebagai ruang interaktif untuk mendekatkan dan menghilangkan jarak antara layanan Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dan Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan untuk melayani dan memberikan informasi secara langsung dan menjadi media informasi bagi masyarakat.

    Salam Hormat,

    Kepala Seksi Bimas Islam

    H.M. Imamuddin Nur Fajri, S.Ag. M.H.I

  • Bersama Lintas Sektor, Bimas Islam Kemenag Probolinggo Gencar Sosialisasi Gerakan Indonesia Berkiblat 2026

    Bersama Lintas Sektor, Bimas Islam Kemenag Probolinggo Gencar Sosialisasi Gerakan Indonesia Berkiblat 2026

    Kontributor : M. Hefni I Editor : Lutfi Hidayat

    LUMBANG, 06 Juli 2026 – Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam bersama Asosiasi Penghulu Republik Indoneisa (APRI) dan seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) mengintensifkan sosialisasi Gerakan Indonesia Berkiblat di 24 kecamatan guna mendukung program Kementerian Agama RI dalam rangka pelaksanaan Rashdul Kiblat Nasional pada 15–16 Juli 2026 mendatang.

    Setelah sebelumnya dilaksanakan di Aula KUA Tongas, sosialisasi berlanjut di Masjid Baitul Muttaqien, Kecamatan Lumbang, Senin (06/07/2026). Di waktu yang sama, kegiatan serupa juga digelar oleh KUA Wonomerto, KUA Tegalsiwalan, KUA Maron dan sejumlah KUA lainnya secara massif di wilayah Kabupaten Probolinggo.

    Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah kecamatan, organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama, Muslimat NU, Fatayat NU dan sejumlah Ormas Islam lainnya. Kepala KUA Lumbang, Arif Rahman Hakim, S.H menyampaikan sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya akurasi arah kiblat.

    “Gerakan Indonesia Berkiblat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan arah kiblat masjid, musala, maupun tempat ibadah lainnya sesuai dengan kaidah ilmiah dan syariat. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat agar berpartisipasi aktif menyukseskan pelaksanaan Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli 2026 nanti,” ujarnya pria asal Jombang, Jawa Timur ini.

    Dukungan juga disampaikan oleh Camat Lumbang, Budi Utomo dengan apresiasi yang tinggi atas sinergi lintas sektor dalam menyukseskan program nasional tersebut.

    “Pemerintah Kecamatan Lumbang siap mendukung penuh Gerakan Indonesia Berkiblat. Kami berharap seluruh desa, pengurus masjid, musala dan masyarakat memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli 2026 untuk melakukan pengecekan arah kiblat secara bersama-sama,” ajaknya.

    Ketua APRI Jawa Timur, H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H menyampaikan materi mengenai metode pelaksanaan Rashdul Kiblat dan urgensi ketepatan arah kiblat berdasarkan fenomena astronomi yang terjadi setahun dua kali tersebut.

    “Rashdul Kiblat merupakan metode ilmiah yang sederhana, akurat dan dapat dilakukan oleh masyarakat ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah. Momentum ini hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana edukasi dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri, S.Ag., M.H.I menegaskan Gerakan Indonesia Berkiblat merupakan bagian dari rangkaian Peacefull Muharram 1448 Hijriah yang diharapkan mampu memperkuat pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

    “Kami berharap seluruh KUA, penyuluh agama, penghulu, pengurus masjid, organisasi kemasyarakatan Islam serta pemerintah daerah terus bersinergi mengedukasi masyarakat. Dengan gerakan yang dilakukan secara masif ini, pelaksanaan Rashdul Kiblat pada 15–16 Juli 2026 dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi umat Islam di Kabupaten Probolinggo,” tuturnya.

    Antusiasme peserta tampak tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Sinergitas antara Kementerian Agama, pemerintah kecamatan, KUA, organisasi keagamaan dan berbagai elemen masyarakat mendapat respons positif dari seluruh jajaran yang hadir. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam menyukseskan Gerakan Indonesia Berkiblat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari kualitas pelayanan dan pembinaan kehidupan keagamaan.

  • Monev Seksi Bimas Islam Sasar Kualitas Pelayanan Publik 24 KUA, Budaya Kerja Berkualitas Penuh Integritas Jadi Target

    Monev Seksi Bimas Islam Sasar Kualitas Pelayanan Publik 24 KUA, Budaya Kerja Berkualitas Penuh Integritas Jadi Target

    Kontributor : M. Hefni I Editor : Lutfi Hidayat

    TONGAS, 06 Juli 2026 – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam memulai pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan II Tahun 2026 terhadap seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di 24 kecamatan. Kegiatan ini berlangsung secara bertahap mulai 6 hingga 16 Juli 2026.

    Monev perdana dilaksanakan di tiga KUA, yakni KUA Tongas, KUA Lumbang dan KUA Sukapura, Senin (07/07/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan kualitas tata kelola layanan KUA terus meningkat, baik dari aspek administrasi maupun pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan.

    Berbeda dari monev sebelumnya yang lebih berfokus pada administrasi, kali ini tim Seksi Bimas Islam juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap bidang kepenghuluan serta kepenyuluhan agama, sehingga seluruh layanan keagamaan yang diberikan kepada masyarakat dapat berjalan sesuai regulasi, profesional dan berorientasi pada pelayanan prima.

    Kepala KUA Tongas, Wildan Mahbubul Haq, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut. Menurutnya, monev menjadi sarana yang sangat baik untuk mengukur capaian kinerja sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    “Monitoring dan evaluasi bukan sekadar kegiatan pemeriksaan, tetapi menjadi ruang pembinaan, refleksi, dan perbaikan berkelanjutan. Kami berkomitmen menindaklanjuti setiap masukan agar pelayanan KUA semakin profesional, akuntabel dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, M.Pd menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan instrumen penting dalam membangun budaya kerja yang berkualitas dan berintegritas.

    “KUA merupakan garda terdepan pelayanan Kementerian Agama. Karena itu, seluruh aspek pelayanan harus terus ditingkatkan melalui evaluasi yang objektif, pembinaan yang berkesinambungan, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia agar masyarakat memperoleh layanan yang semakin cepat, tepat, dan berkualitas,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI, menjelaskan bahwa monev dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan sekaligus pendampingan terhadap seluruh KUA.

    “Monev ini tidak semata-mata mencari kekurangan, tetapi menjadi media pendampingan untuk memastikan seluruh layanan administrasi, kepenghuluan dan kepenyuluhan berjalan sesuai standar. Kami ingin membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik,” tutur Mas Imam, sapaan akrabnya.

    Melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Triwulan II tersebut, seluruh KUA di Kabupaten Probolinggo diharapkan terus mampu meningkatkan profesionalisme, memperkuat akuntabilitas kinerja serta menghadirkan layanan keagamaan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sinergi antara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dan seluruh KUA akan terus terjalin kuat sebagai wujud komitmen bersama dalam memberikan pelayanan publik yang unggul, modern dan berdampak bagi umat.

  • Investasi Abadi, Wakaf Untuk Muhammadiyah Probolinggo

    Investasi Abadi, Wakaf Untuk Muhammadiyah Probolinggo

    Kontributor : Yazid Zain I Editor : Lutfi Hidayat

    KRAKSAAN, 03 Juli 2026 – Prosesi Ikrar Wakaf dan penandatanganan Akta Ikrar Wakaf tanah seluas 238 m² yang terletak di Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo berlangsung khidmat di Gedung PD. Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo, Jumat (03/07/2026). Tanah berstatus SHM tersebut diwakafkan oleh Emy Hariaty, S.Pd untuk keperluan Persyarikatan Muhammadiyah, menandai pengelolaan aset wakaf yang lebih profesional dan terjamin secara hukum.

    Kegiatan yang dipandu langsung PPAIW Kemenag Kabupaten Probolinggo, Yazid Zain, S.Ag., M.Pd.I ini diawali pelantikan dan sumpah Nazhir Badan Hukum, dilanjutkan Ikrar Wakaf, penandatanganan akta, pembinaan nazhir, penyerahan akta, serta doa dan foto bersama. Hadir dalam acara tersebut Plt. Kepala KUA Kraksaan, Muchlison, wakif dan para nazhir : Sigit Prasetyo (Ketua), Dwi Rohmadiyanto (Sekretaris), Syamsuhadi (Bendahara), beberapa Penyuluh Agama Islam KUA Kraksaan, jajaran pengurus Persyarikatan, para saksi (Akhmad Rosidi dan M. Isfak Yulianto) dan pemangku kepentingan lainnya.

    Yazid Zain menyebutkan pentingnya Nazhir Badan Hukum bagi kepastian dan perlindungan hukum aset wakaf, terutama bagi Perserikatan Muhammadiyah yang memiliki amal usaha luas. “Nazhir Badan Hukum memberikan kepastian hukum dan mampu bertahan melintasi pergantian kepengurusan. Wakaf adalah investasi cerdas untuk mengabadikan harta, sekalipun pemiliknya sudah tiada,” tegasnya, mengingatkan para nazhir untuk mengelola amanah dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

    Emy Hariaty, S.Pd selaku wakif menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Kemenag Kabupaten Probolinggo, PPAIW, serta jajaran KUA Kraksaan yang telah memfasilitasi proses ini. “Semoga amal ini diterima Allah dan menjadi investasi akhirat yang tak pernah putus,” ujarnya dengan haru. 

    Sigit Prasetyo selaku Ketua Nazhir menyatakan komitmen penuh jajarannya untuk mengelola dan mengembangkan aset wakaf secara produktif, transparan, dan akuntabel demi kemajuan Muhammadiyah, serta terbuka terhadap pengawasan demi perbaikan pengelolaan ke depan.

    Dengan terlaksananya ikrar wakaf dan pelantikan Nazhir Badan Hukum ini, Muhammadiyah Kabupaten Probolinggo kini memiliki landasan hukum kokoh untuk mengelola aset wakaf secara mandiri dan profesional. Pengelolaan terstruktur ini sejalan dengan semangat mengembangkan wakaf produktif di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, dan dakwah, menjawab tuntutan tata kelola aset umat yang baik.

    Ke depan, pengelolaan tanah wakaf ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Persyarikatan dan menjadi inspirasi masyarakat untuk berwakaf sebagai investasi abadi. Kesuksesan ini juga menjadi momentum mengedukasi umat akan potensi besar wakaf dalam membangun kesejahteraan bersama, sebagaimana pesan yang terus bergema: bahwa harta paling abadi adalah yang diwakafkan, karena kebaikannya terus mengalir selamanya.

  • IPARI Probolinggo Tebar Ribuan Benih Ikan, Gaungkan Ekoteologi Merawat Indonesia di Momen Harlah IPARI ke-3

    IPARI Probolinggo Tebar Ribuan Benih Ikan, Gaungkan Ekoteologi Merawat Indonesia di Momen Harlah IPARI ke-3

    Kontributor : Ansori. MP I Editor : Saiful Bahri

    LECES, 03 Juni 2026 – Ribuan benih ikan ditebar oleh para Penyuluh Agama Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) di kawasan wisata Rawa Tirta Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Rabu pagi (03/06/2026).

    Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan harlah IPARI ke-3. Sebelum tebar benih ikan para Penyuluh Agama bersama sejumlah elemen masyarakat dan Ormas kepemudaan melakukan bersih-bersih kawasan tersebut. Penebaran benih ikan sebagai implementasi dari spirit “Ekoteologi Merawat Indonesia” yang menjadi salah satu  tema nasional harlah IPARI ke-3 tahun 2026.

    Mengusung tema “IPARI Merawat Indonesia: Gerakan Spiritual, Literasi, dan Ekoteologi”, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menegaskan peran penyuluh agama sebagai agen perubahan sosial yang mampu menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan aksi nyata untuk kemaslahatan masyarakat dan lingkungan.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd.I didampingi Kasi Bimas Islam H. Muhammad Imamuddin Nur Fajri, M.H.I, Kasi PD Pontren H. Ansori, M.Pd.I, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Yazid Zain M.H.I, jajaran Forkopimka Leces, perwakilan KUA, serta unsur Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo.

    Mewakili Ketua IPARI Kabupaten Probolinggo, Muhammad Nasir menyampaikan bahwa Harlah ke-3 IPARI menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi penyuluh agama dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat melalui pendekatan yang lebih inklusif dan berdampak.

    Kasi Bimas Islam, Muhammad Imamuddin Nur Fajri membuka sambutannya dengan yel-yel penuh semangat, “IPARI Bergerak, IPARI Berdampak, IPARI Sae… Sae… Sae!” yang langsung disambut antusias para peserta. Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa Desa Sumber Kedawung memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pemberdayaan masyarakat berbasis zakat dan lingkungan.

    “Desa Sumber Kedawung siap kita jadikan Kampung Zakat. Potensi yang dimiliki desa ini sangat besar untuk dikembangkan melalui sinergi lintas sektor. Penyuluh agama harus hadir sebagai penggerak yang mampu membangun kesadaran spiritual sekaligus pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo terus memperkuat program pemberdayaan umat, termasuk pengembangan Kampung Zakat, penguatan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di wilayah Leces dan Tongas, serta optimalisasi peran penyuluh agama di tengah masyarakat.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur menilai kegiatan yang memadukan aksi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat tersebut merupakan implementasi nyata program ekoteologi yang saat ini menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama.

    Menurutnya, penyuluh agama tidak hanya bertugas menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga harus mampu menggerakkan masyarakat untuk menjaga alam sebagai amanah Tuhan. “Ekoteologi bukan sekadar konsep. Hari ini kita melihat bagaimana nilai-nilai agama diwujudkan dalam aksi nyata menjaga lingkungan, memberdayakan masyarakat, dan membangun kesadaran kolektif untuk merawat ciptaan Allah,” tegasnya.

    Ia mengajak seluruh penyuluh agama menjadikan Harlah IPARI sebagai ruang refleksi terhadap pengabdian yang telah dilakukan kepada umat. “Selamat Harlah ke-3 IPARI. Mari kita melihat kembali apa yang telah kita lakukan dan apa yang masih harus kita perjuangkan untuk masyarakat. Penyuluh agama harus semakin hadir, semakin relevan, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh umat,” pungkasnya.

    Penebaran benih ikan di kawasan wisata air Rawa Tirta Sumber Kedawung, merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Agama, IPARI, dan Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo sebagai upaya mendorong ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

    Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, Wahab menyatakan pihaknya siap memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama dan para penyuluh agama untuk mengembangkan budidaya perikanan berbasis masyarakat.

    “Budidaya ikan merupakan sektor yang memiliki prospek besar. Dengan sistem keramba tancap dan pendampingan yang baik, masyarakat dapat memperoleh tambahan penghasilan. Saat ini sudah ada empat kelompok yang mendapatkan fasilitasi dan kami siap memperluas manfaatnya,” ujarnya.

    Dari implementasi ekoteologi ini, menunjukkan bahwa dakwah masa kini tidak hanya berbicara di mimbar, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui aksi nyata menjaga lingkungan, memperkuat literasi, dan meningkatkan kesejahteraan umat.

    Di tengah tantangan perubahan sosial dan lingkungan, langkah IPARI ini menjadi pesan kuat bahwa merawat alam sejatinya adalah bagian dari merawat masa depan bangsa. Dengan semangat “IPARI Merawat Indonesia”, para penyuluh agama membuktikan bahwa dakwah dapat bergerak lebih luas, berdampak lebih nyata, dan menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat.

  • Tengger Jadi Lokasi Puncak HAB ke-80 Kemenag di Probolinggo

    Tengger Jadi Lokasi Puncak HAB ke-80 Kemenag di Probolinggo

    Kontributor : Lutfi Hidayat I Editor : M. Hefni

    SUKAPURA, 03 Januari 2026 – Puncak Perayaan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI di Kabupaten Probolinggo digelar di Gerbang Wisata Sukapura (GWS) Pegunungan Tengger, Kecamatan Sukapura, Sabtu (03/01/2026). 

    Ratusan ASN Kemenag Kabupaten Probolinggo memadati GWS mengikuti upacara bendera dengan inspektur upacara Bupati Probolinggo, Haris Damanhuri. Bupati yang akrab disapa Gus Haris ini menyampaikan peran penting Kementerian Agama sejak awal pendiriannya yang telah mampu menaungi beragam agama dan kepercayaan di Indonesia dalam sebuah harmony dan kerukunan.

    “Jangan sampai ada ASN Kemenag tidak mengetahui Hari Amal Bhakti ini. Ada ribuan pulau, suku dan tradisinya serta agama-agama di Indonesia. Selama ini Kemenag mampu menjaga keragaman dan kebersamaan,” ungkapnya.

    Satu hal yang tak kalah penting, sambung Gus Haris adalah semakin maraknya propaganda di media sosial yang menggunakan kecanggihan teknologi AI (artificial intelligence) untuk merusak kerukunan, persatuan dan kesatuan NKRI.

    “Apakah kita sama-sama menyadari bahwa akhir-akhir ini semakin banyak upaya adu domba di media sosial dengan penggunaan AI. Bencana Aceh dan beberapa daerah lain misalnya, ada oknum yang berusaha melakukan propaganda di tengah bencana tersebut. ASN Kemenag harus upgrade skill agar tidak tertinggal, jangan sampai tenaga profesional kita tergantikan oleh AI,” tambahnya.

    Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd menyebut upacara bendera Hari Amal Bhakti Kemenag di daerah pegunungan Tengger pertama kali digelar. Hal itu, karena kawasan Tengger memiliki masyarakat yang beragam dalam kepercayaan keagamaan. Ada masyarakat Muslim, Hindu juga Kristen, oleh karena itupantas disebut sebagai Gerbang Moderasi Beragama.

    “Masyarakat Tengger ini menjadi model bagaimana Moderasi Beragama yang digaungkan Kemenag RI bisa berjalan dengan harapan. Masyarakat Tengger dengan latar belakang agama berbeda-beda, dapat hidup rukun, damai, bersinergi satu dengan yang lain. Masyarakat di sini dapat saling menjaga umat beragama lainnya,” ungkapnya.