Author: KUA Sumberasih

  • Tak Sekadar Siap Akad, 33 Pasang Catin KUA Sumberasih Diperkuat melalui Binwin

    Tak Sekadar Siap Akad, 33 Pasang Catin KUA Sumberasih Diperkuat melalui Binwin

    KOntributor : Neni Dwi L / Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    SUMBERASIH, (10/09/2026) — Sebanyak 33 pasang calon pengantin (catin) mengikuti Bimbingan Perkawinan (Binwin) Angkatan VIII yang dilaksanakan KUA Kecamatan Sumberasih, Kamis (10/9/2026), bertempat di Aula Al-Ikhlas KUA Sumberasih.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KUA Sumberasih mempersiapkan calon pengantin agar tidak hanya siap melangsungkan akad, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan dan kesiapan dalam membangun kehidupan rumah tangga.

    Dalam kegiatan tersebut, Kepala KUA Sumberasih, H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H., menjadi pemateri dengan menyampaikan materi Binwin secara mendalam. Penyampaian materi dikemas dalam dua sesi, sehingga peserta mendapatkan pembekalan secara lebih terarah dan komprehensif.

    H. Wawan Ali Suhudi mengajak para catin memahami bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan awal dari tanggung jawab bersama dalam membangun keluarga. Karena itu, kesiapan mental, komunikasi, pengelolaan konflik, pemenuhan hak dan kewajiban, serta kemampuan membangun relasi yang sehat menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan sejak sebelum akad.

    “Pernikahan bukan hanya tentang bagaimana kita memulai rumah tangga, tetapi bagaimana kita mampu menjaganya dengan ilmu, komunikasi, tanggung jawab, dan komitmen bersama,” jelasnya.

    Ia juga menekankan pentingnya membangun keluarga yang dilandasi nilai agama sekaligus mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga. Menurutnya, pasangan suami istri perlu memiliki kesadaran bahwa perbedaan karakter dan cara pandang merupakan hal yang wajar, sehingga harus dihadapi dengan komunikasi dan sikap saling menghargai.

    Antusiasme terlihat dari keterlibatan para peserta selama dua sesi pembelajaran. Binwin diharapkan mampu menjadi ruang pembekalan yang memberikan pemahaman praktis sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan bagi para calon pasangan suami istri.

    Melalui pelaksanaan Binwin Angkatan VIII ini, KUA Sumberasih terus memperkuat komitmennya menghadirkan layanan perkawinan yang tidak berhenti pada proses administrasi dan akad, tetapi juga memberikan pembinaan sebagai bekal menuju keluarga yang harmonis, kokoh, dan berketahanan.

  • Cegah Pernikahan Dini, Penyuluh KUA Sumberasih Kolaborasi dengan Mahasiswa UIN KHAS Jember

    Cegah Pernikahan Dini, Penyuluh KUA Sumberasih Kolaborasi dengan Mahasiswa UIN KHAS Jember

    Kontributor : Neni Dwi L | Editor : Muh. Hefni M -TimRed Bimas Islam

    SUMBERASIH, (09/09/2026) – Upaya mencegah pernikahan dini di kalangan remaja terus diperkuat melalui edukasi sejak usia sekolah. Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sumberasih berkolaborasi dengan mahasiswa UIN KHAS Jember serta Pengawas Mts dalam melaksanakan penyuluhan pencegahan pernikahan dini di MTs Al Hikmah, Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Rabu (9/9/2026).

    Kegiatan tersebut menyasar para siswa sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman tentang pentingnya mempersiapkan masa depan sebelum memasuki jenjang pernikahan. Para siswa diajak memahami bahwa pernikahan bukan sekadar persoalan kesiapan usia, tetapi juga membutuhkan kematangan mental, emosional, pendidikan, kesehatan, serta kemampuan menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga.

    Penyuluh KUA Sumberasih memberikan penguatan dari perspektif keagamaan dan pembinaan keluarga, sementara mahasiswa UIN KHAS Jember turut memberikan wawasan dan pendekatan yang dekat dengan dunia remaja.

    Kolaborasi tersebut membuat penyampaian materi berlangsung lebih interaktif dan membuka ruang bagi siswa untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.

    Dalam penyuluhan, siswa juga diarahkan untuk lebih fokus pada pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta membangun pergaulan yang sehat. Mereka diberikan pemahaman mengenai berbagai konsekuensi yang dapat muncul apabila pernikahan dilakukan tanpa kesiapan yang memadai.

    Penyuluhan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara KUA, lembaga pendidikan, dan perguruan tinggi dalam membangun ketahanan generasi muda. Edukasi yang dilakukan sejak bangku madrasah diharapkan dapat membentuk pola pikir remaja agar mampu mengambil keputusan secara bijak dan tidak terburu-buru memasuki kehidupan rumah tangga.

    Melalui kegiatan tersebut, KUA Sumberasih terus memperkuat peran penyuluh sebagai mitra masyarakat dan lembaga pendidikan dalam memberikan edukasi keagamaan serta sosial. Kolaborasi bersama mahasiswa UIN KHAS Jember diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam menciptakan generasi muda yang lebih siap, berpendidikan, dan memiliki perencanaan masa depan yang matang.

  • Kepala KUA Tekankan Pentingnya Kebersamaan dan Kekompakan Keluarga Besar KUA dan DWP Sumberasih

    Kepala KUA Tekankan Pentingnya Kebersamaan dan Kekompakan Keluarga Besar KUA dan DWP Sumberasih

    Kontributor : Neni Dwi L I Editor : Tim Redaksi Bimas Islam

    Sumberasih, 8 September 2026 – Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) UP KUA Kecamatan Sumberasih menjadi momentum untuk memperkuat kerukunan, kekompakan, dan kebersamaan keluarga besar KUA Sumberasih. Kegiatan yang digelar Selasa (8/9/2026) tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

    Kegiatan diikuti seluruh keluarga besar KUA Sumberasih dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh kekeluargaan. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Al-Qur’an, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars DWP, kemudian dilanjutkan dengan lantunan sholawat Nabi.

    Momentum tersebut semakin bermakna ketika H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H., selaku Kepala KUA Sumberasih sekaligus Pembina DWP UP KUA Sumberasih, memberikan pembinaan kepada seluruh anggota.

    Dalam arahannya, H. Wawan menekankan bahwa kekompakan di lingkungan KUA tidak hanya dibangun melalui hubungan kedinasan, tetapi juga melalui hubungan kekeluargaan. Kerukunan antaranggota DWP menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang nyaman, saling mendukung, dan harmonis.

    Ia juga menyoroti pentingnya dukungan keluarga terhadap tugas dan tanggung jawab suami. Menurutnya, tugas sebagai aparatur dan pelayan masyarakat membutuhkan dukungan dari keluarga agar dapat dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab.

    “Dukungan keluarga menjadi energi tersendiri bagi suami dalam menjalankan tugas. Karena itu, kerukunan dan kekompakan di dalam keluarga harus terus dijaga. Ketika keluarga saling menguatkan, tugas kedinasan pun dapat dijalankan dengan lebih baik,” pesannya.

    Pembinaan tersebut juga menjadi pengingat bahwa DWP memiliki peran penting sebagai ruang silaturahmi sekaligus wadah untuk memperkuat kebersamaan para keluarga pegawai. Bukan sekadar organisasi pendamping, keberadaan DWP diharapkan mampu menjadi bagian dari terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan saling mendukung.

    Suasana haru kemudian hadir saat DWP UP KUA Sumberasih memberikan tali asih kepada Ibu Kudsiyah, anggota DWP yang berpindah tugas. Kesan dan pesan disampaikan sebagai ungkapan terima kasih sekaligus kenangan selama menjadi bagian dari keluarga besar DWP UP KUA Sumberasih.

    Peringatan Maulid Nabi pun menjadi penguat nilai kebersamaan tersebut. Keteladanan Rasulullah SAW tentang kasih sayang, persaudaraan, dan menjaga hubungan baik menjadi semangat yang diharapkan terus tumbuh di tengah keluarga besar KUA Sumberasih.

    Dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat namun penuh kebahagiaan, pertemuan rutin DWP UP KUA Sumberasih tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat kerukunan, mempererat kekompakan, dan menguatkan dukungan keluarga dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

  • Sinergi Penyuluh dan Mahasiswa, SMPI Riyadlus Solihin Perkuat Ketahanan Karakter Remaja

    Sinergi Penyuluh dan Mahasiswa, SMPI Riyadlus Solihin Perkuat Ketahanan Karakter Remaja

    Kontributor : Neni / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    SUMBERASIH, 2 September 2026 – Membangun generasi muda yang memiliki karakter kuat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Hal tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih bersama mahasiswa UIN KHAS Jember dalam kegiatan penyuluhan kepada siswa SMPI Riyadlus Solihin Sumberasih, Rabu (2/9/2026).

    Pembinaan kali ini mengambil fokus pada pencegahan dan pengentasan kenakalan remaja. Para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai tantangan yang dapat memengaruhi perilaku remaja sekaligus pentingnya membangun kemampuan mengendalikan diri, memilah pergaulan, dan menentukan pilihan yang bertanggung jawab.

    Masa remaja menjadi fase penting dalam pembentukan kepribadian. Karena itu, penyuluhan diarahkan tidak hanya untuk memberikan larangan terhadap perilaku negatif, tetapi juga mengajak siswa memahami alasan di balik setiap pilihan serta membangun keberanian untuk mengatakan tidak terhadap hal-hal yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

    Interaksi antara penyuluh, mahasiswa, dan siswa berlangsung sebagai ruang edukasi yang terbuka. Pengalaman dan perspektif mahasiswa UIN KHAS Jember turut memperkaya pembinaan, sementara penyuluh memberikan penguatan dari sisi keagamaan dan pembentukan karakter.

    Kegiatan tersebut juga menegaskan bahwa upaya mencegah kenakalan remaja membutuhkan ekosistem yang saling mendukung. Sekolah menjadi ruang pendidikan, keluarga menjadi fondasi utama, sementara masyarakat dan lembaga terkait memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang generasi muda.

    Bagi KUA Sumberasih, pembinaan remaja merupakan bagian dari peran Penyuluh Agama Islam dalam merespons persoalan sosial yang berkembang di masyarakat. Pendekatan keagamaan diharapkan mampu menjadi salah satu fondasi dalam membentuk remaja yang memiliki akhlak, tanggung jawab, dan ketahanan diri.

    Kolaborasi bersama UIN KHAS Jember dan SMPI Riyadlus Solihin Sumberasih diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari penguatan pembinaan generasi muda. Melalui sinergi lintas lembaga tersebut, nilai-nilai keagamaan dan pendidikan karakter diharapkan semakin hadir dalam kehidupan remaja, sehingga mereka mampu tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, produktif, dan bertanggung jawab.

  • Jalan Sehat Bersama, KUA Sumberasih Perkuat Sinergi Lintas Sektoral di Momentum Kemerdekaan

    Jalan Sehat Bersama, KUA Sumberasih Perkuat Sinergi Lintas Sektoral di Momentum Kemerdekaan

    Kontributor : Neni Lestari | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    Sumberasih, (28/08/2026) – Semangat kebersamaan menjadi warna dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Sumberasih. Pada Jumat (28/8/2026), pegawai KUA Sumberasih turut mengikuti Fun Walk sejauh 3 kilometer bersama jajaran Puskesmas Sumberasih, Kecamatan Sumberasih, dan masyarakat.

    Kegiatan berlangsung semarak dengan suasana penuh keakraban. Berjalan bersama dalam satu rute menjadi kesempatan bagi peserta dari berbagai unsur untuk berinteraksi, bersilaturahmi, sekaligus menikmati aktivitas fisik yang menyehatkan.

    Lebih dari sekadar olahraga, Fun Walk menjadi sarana memperkuat hubungan antarlembaga di wilayah Kecamatan Sumberasih. Keterlibatan KUA Sumberasih dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya membangun komunikasi dan kebersamaan lintas sektoral, terutama dalam mendukung berbagai program yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

    Bagi jajaran KUA Sumberasih, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kebersamaan yang sederhana namun memiliki dampak. Kegiatan seperti ini membuka ruang untuk membangun kedekatan, memperkuat koordinasi, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

    Nuansa kemerdekaan pun semakin terasa ketika aparatur dan masyarakat berbaur tanpa sekat. Semangat merah putih tidak hanya hadir sebagai simbol perayaan, tetapi juga tercermin melalui kebersamaan, sportivitas, dan kepedulian terhadap kesehatan.

    Keikutsertaan KUA Sumberasih dalam Fun Walk tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus membangun sinergi lintas sektoral bersama unsur pemerintahan, layanan kesehatan, dan masyarakat. Kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat menjadi modal sosial dalam menghadirkan berbagai pelayanan dan program yang semakin dekat, humanis, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

  • Satu Ikrar, Manfaat Berkelanjutan: Wakaf Masjid Ditunaikan di Desa Pesisir

    Satu Ikrar, Manfaat Berkelanjutan: Wakaf Masjid Ditunaikan di Desa Pesisir

    Sumberasih – Suasana khidmat terasa di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Jumat (21/8/2026), saat prosesi ikrar wakaf dilaksanakan untuk kepentingan dan kemanfaatan masjid. Momen tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan wakaf yang tidak hanya memenuhi aspek keagamaan, tetapi juga memberikan kepastian terhadap keberadaan dan peruntukan aset wakaf.

    Prosesi ikrar dipimpin oleh Yazid Zain selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), didampingi tim serta Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih. Dalam pelaksanaannya, seluruh rangkaian ikrar berlangsung dengan tertib dan penuh penghayatan.

    Pelaksanaan wakaf tersebut menjadi wujud nyata keikhlasan wakif dalam menyerahkan sebagian hartanya untuk kepentingan umat. Dengan diperuntukkan bagi masjid, aset tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan, baik dalam mendukung kegiatan ibadah maupun aktivitas keagamaan masyarakat sekitar.

    Selain prosesi ikrar, pendampingan juga diberikan terkait pentingnya tertib administrasi dan kepastian hukum dalam perwakafan. Hal ini menjadi perhatian penting agar aset yang telah diwakafkan dapat terjaga amanahnya dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

    Kehadiran Yazid Zain selaku Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kab. Probolinggo berlaku sebagai PPAIW bersama tim dan penyuluh menjadi bagian dari sinergi pelayanan Kementerian Agama dalam memastikan proses perwakafan masyarakat berjalan sesuai ketentuan.

    Bagi Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, pendampingan wakaf juga menjadi ruang untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa wakaf bukan sekadar menyerahkan harta, melainkan menjaga sebuah amanah agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

    Melalui sinergi antara PPAIW, tim Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Penyuluh Agama Islam, dan masyarakat, layanan perwakafan terus diarahkan agar semakin tertib, transparan, dan memiliki kepastian hukum. Dengan demikian, setiap aset yang diwakafkan dapat benar-benar menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan kemaslahatan dan kebermanfaatan bagi umat. (Red.)

  • Muhasabah Diri, Menyalakan Kembali Harapan Warga Binaan Lapas Perempuan Kraksaan

    Muhasabah Diri, Menyalakan Kembali Harapan Warga Binaan Lapas Perempuan Kraksaan

    Kontributor : Neni | Editor Tim Redaksi Bimas Islam Probolinggo

    KRAKSAAN – Semangat kemerdekaan dan nilai-nilai keagamaan berpadu dalam kegiatan pembinaan warga binaan di Lapas Kelas III Perempuan Kraksaan, Kamis (20/8/2026). Dalam momentum yang sarat makna tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Sumberasih, Neni Dwi Lestari, S.Pd., bersama Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran, Dechi Handini, S.Pd., hadir memberikan pendampingan dan penguatan rohani dengan mengangkat tema “Bermuhasabah Diri.”

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektoral dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Para penyuluh didampingi oleh petugas lapas dalam memberikan penguatan kepada warga binaan yang mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh penghayatan.

    Melalui tema muhasabah, warga binaan diajak untuk sejenak berhenti dan melihat kembali perjalanan hidup. Kesalahan masa lalu tidak ditempatkan sebagai akhir dari segalanya, melainkan sebagai bahan pembelajaran untuk memperbaiki diri, memperkuat keteguhan hati, serta menata kembali harapan untuk masa depan.

    Pesan tentang kesempatan untuk berubah, pentingnya tidak berputus asa, serta keyakinan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik disampaikan dengan pendekatan yang humanis dan penuh pengharapan. Suasana kegiatan pun terasa semakin menyentuh ketika beberapa warga binaan tampak menitikkan air mata saat mengikuti rangkaian pembinaan.

    Momentum pembinaan kali ini juga berlangsung dalam semarak bulan kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus berada dalam suasana menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Dua momentum tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menumbuhkan semangat kebangsaan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW.

    Semangat kemerdekaan menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki hak untuk memperbaiki diri dan menatap masa depan dengan penuh harapan. Sementara momentum Maulid Nabi menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW tentang kasih sayang, pengampunan, kesabaran, dan akhlak mulia. Dua nilai tersebut kemudian dihadirkan dalam pembinaan sebagai pesan bahwa perubahan diri membutuhkan keberanian, keteguhan, dan harapan.

    Bagi para penyuluh, kegiatan ini tidak sekadar menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kepenyuluhan. Pertemuan bersama warga binaan menjadi pengalaman berharga untuk memahami bahwa pendekatan keagamaan dapat menjadi ruang untuk menghadirkan ketenangan, pemulihan, sekaligus kekuatan spiritual bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan.

    Kolaborasi antara KUA Sumberasih, KUA Bantaran, dan Lapas Kelas III Perempuan Kraksaan menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan membutuhkan sinergi lintas sektoral. Kehadiran penyuluh di tengah warga binaan menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan menyentuh mereka yang membutuhkan penguatan.

    Melalui pembinaan keagamaan yang dilakukan secara konsisten dan sinergis, para warga binaan diharapkan mampu menjalani masa pembinaan dengan lebih bermakna serta memiliki bekal spiritual dan karakter yang lebih kuat ketika kembali ke tengah masyarakat.

    Bagi Kementerian Agama, keterlibatan Penyuluh Agama Islam dalam pembinaan warga binaan merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan nilai-nilai agama sebagai sumber kekuatan bagi setiap individu untuk memperbaiki diri, membangun kepedulian, dan menatap masa depan dengan semangat yang lebih baik.

    Pada akhirnya, kemerdekaan dan keteladanan Nabi mengajarkan pesan yang sama-sama kuat: selalu ada jalan untuk menjadi lebih baik. Dari ruang pembinaan, muhasabah menjadi pintu untuk menyalakan kembali harapan—bahwa masa lalu boleh menjadi pelajaran, tetapi masa depan tetap memiliki kesempatan untuk diperjuangkan.

  • Integrasi Disdikdaya dan FKDT: Tangkal Judi Online, Napza, hingga Bullying

    Integrasi Disdikdaya dan FKDT: Tangkal Judi Online, Napza, hingga Bullying

    Kontributor : Wahyu / Editor : Lutfi Hidayat

    KRAKSAAN, 22 Juli 2026 – Upaya memperkuat kualitas pendidikan keagamaan dan karakter generasi muda terus dimaksimalkan di Kabupaten Probolinggo. Langkah konkret ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo.

    Sinergi lintas sektor tersebut disepakati dalam pertemuan strategis yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Rabu (22/07/2026). Pertemuan ini berfokus pada integrasi sistem pendidikan formal dengan Madrasah Diniyah (Madin) untuk membendung isu-isu sosial remaja sekaligus mencetak generasi unggul.

    Pertemuan dihadiri langsung oleh Ketua DPC FKDT Kabupaten Probolinggo, Ahmad Ubaidillah, bersama jajaran pengurus harian. Perwakilan DPC FKDT disambut oleh Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, S.E., M.M., Sekretaris Dinas Yunita Nur Laili, para Kepala Bidang (Kabid) di lingkungan Disdikdaya, serta para pemangku kepentingan terkait.

    Hary Tjahjono, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif DPC FKDT. Menurutnya, kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam menyelaraskan pendidikan formal dan nonformal di daerah.

    “Kolaborasi ini menjadi langkah bersama untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih terintegrasi dan terkoordinasi, memperluas akses pendidikan keagamaan, sekaligus memperkuat karakter peserta didik. Diharapkan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, religius, dan berdaya saing, sejalan dengan visi Kabupaten Probolinggo SAE,” ujarnya.

    Ia menambahkan, ke depan akan dibentuk Tim Kerja Bersama yang melibatkan Disdikdaya, FKDT, Kemenag, hingga Bagian Kesra untuk merumuskan draf Memorandum of Understanding (MoU) sinergi pendidikan formal dan diniyah.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC FKDT Kab. Probolinggo, Ahmad Ubaidillah menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta integrasi kurikulum keagamaan lokal. Salah satu poin krusial yang diusulkan adalah penyesuaian skema jam pulang sekolah formal agar tidak berbenturan dengan KBM Madin di sore hari.

    • Regulasi Jam Sekolah: FKDT berharap Disdikdaya dapat mengatur regulasi jam pulang sekolah SD dan SMP agar siswa dapat mengikuti KBM Madin secara tepat waktu.

    • Jadwal Adaptif: Di sisi lain, pihak Madin siap menyesuaikan jadwal KBM agar lebih adaptif dengan ritme sekolah formal.

    Selain masalah teknis pembelajaran, Gus Ubaid sapaan akrabnya, menekankan pentingnya penguatan karakter spiritual sebagai benteng pertahanan mental para siswa di era modern.

    “Pendidikan karakter yang terintegrasi ini menjadi sarana vital untuk membendung berbagai isu sosial yang marak mengintai generasi muda saat ini, seperti bullying, pergaulan bebas, hingga maraknya ancaman judi online,” tegasnya.

    Melalui komitmen bersama ini, Kabupaten Probolinggo optimistis mampu mencetak generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kokoh.