Blog

  • KUA Paiton Bekali Calon Pengantin Menuju Keluarga Sakinah pada Bimbingan Perkawinan Angkatan X

    KUA Paiton Bekali Calon Pengantin Menuju Keluarga Sakinah pada Bimbingan Perkawinan Angkatan X

    Kontributor : Sayyidina Ali I Editor : Tim Redaksi Bimas Islam

    Paiton, — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Paiton kembali menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Klasikal Angkatan X bagi calon pengantin sebagai bagian dari upaya mempersiapkan pasangan muda dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis, sehat, dan berkelanjutan. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, (8/9) pukul 08:30 WIB tersebut berlangsung di Aula Balai Nikah KUA Paiton dan diikuti oleh 15 pasang calon pengantin.

    Para peserta merupakan calon pengantin yang rata-rata dijadwalkan melangsungkan akad nikah pada bulan Rabiul Akhir 1448 H. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lintas sektor, yakni dari UPT Puskesmas Paiton dan Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB) Paiton, sehingga materi yang diberikan mencakup aspek keagamaan, kesehatan reproduksi, hingga perencanaan keluarga.

    Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Paiton, Fauzan, S.Sos.I., M.Pd. Dalam sambutannya, Fauzan menekankan pentingnya membangun komunikasi yang harmonis dan sikap saling memahami antara pasangan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.

    Menurutnya, keharmonisan rumah tangga tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga melalui sikap saling menghargai dan kepedulian antara suami dan istri.

    “Bagaimana sebuah rumah tangga akan meraih predikat sakinah, mawaddah dan rahmah, jika antar pasangan tidak membangun komunikasi yang harmonis, jika tidak saling memahami antar pasangan,” ujar Fauzan.

    Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak meninggalkan nilai-nilai positif yang telah diwariskan oleh orang tua terdahulu, khususnya dalam membangun perhatian dan pelayanan sederhana di dalam keluarga.

    “Mari kita hidupkan lagi tradisi-tradisi lama. Dulu orang tua-orang tua kita, isterinya menyiapkan makan dan minum untuk suaminya, bahkan sampai rela menemani suaminya makan. Nah, sekarang sikap-sikap seperti ini sudah mulai luntur bagi generasi-generasi muda. Oleh karenanya saya mengajak dan menghimbau kepada para peserta untuk menghidupkan tradisi ini agar terbentuk keluarga yang harmonis,” ungkapnya.

    Memasuki sesi bimbingan, materi pertama disampaikan oleh UPT Puskesmas Paiton yang diwakili oleh Airin Susilowati, S.Kep. Materi berfokus pada kesehatan reproduksi sebagai bekal penting bagi calon pasangan suami istri dalam menjalani kehidupan rumah tangga secara sehat dan bertanggung jawab.

    Materi berikutnya disampaikan oleh PLKB Paiton yang dihadiri langsung oleh Kepala PLKB Paiton, Yuyun. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai pilihan alat kontrasepsi yang aman bagi pasangan muda serta pentingnya perencanaan keluarga dalam membangun kehidupan rumah tangga.

    Sementara itu, materi terakhir disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Paiton, Rusdi Hisyam, S.Hi. dan Sayidina Ali, S.H. Materi yang diberikan mengangkat berbagai persoalan kehidupan rumah tangga dari perspektif keagamaan dan sosial-ekonomi.

    Dalam sesi tersebut, Sayidina Ali menyampaikan materi bertajuk “Tantangan Ekonomi Generasi Muda dalam Membangun Rumah Tangga.” Ia menekankan pentingnya kesiapan ekonomi, pengelolaan penghasilan, serta kesadaran pasangan muda dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi setelah menikah.

    “Dalam sebuah kehidupan rumah tangga kita harus menyisihkan sebagian dari penghasilan kita untuk dana darurat, karena sakit dan sehatnya kita, kita tidak pernah tahu. Oleh karena itu, bagi teman-teman para calon suami, kata kunci dalam mencari ma’isyah untuk keluarga adalah HALAL, apapun bentuk pekerjaannya,” tegas Ali.

    Melalui Bimwin Klasikal Angkatan X ini, KUA Paiton berharap para calon pengantin tidak hanya siap secara administratif untuk melangsungkan pernikahan, tetapi juga memiliki kesiapan pengetahuan, mental, kesehatan, keagamaan, dan ekonomi. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membekali generasi muda agar mampu membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan berorientasi pada terwujudnya keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.

  • DWP KUA Gending Peringati Maulid Nabi, Perkuat Silaturahmi dan Keteladanan

    DWP KUA Gending Peringati Maulid Nabi, Perkuat Silaturahmi dan Keteladanan

    Kontributor: Agus Hariyanto/ Editor : Saiful

    Gending, 8 September 2026 — Dharma Wanita Persatuan (DWP) KUA Kecamatan Gending menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (8/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan keluarga besar KUA Gending.

    Kegiatan berlangsung khidmat dalam suasana penuh kekeluargaan. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan Kepala KUA Kecamatan Gending Fathurrosi, S.Pd.I, beliau mengajak seluruh anggota DWP menjadikan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

    Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjadikan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat.

    Kegiatan dilanjutkan dengan Mauidzoh Hasanah yang disampaikan oleh Lailatul Fikriyah. Dalam tausiyahnya, disampaikan berbagai hikmah Maulid Nabi, di antaranya pentingnya memperkuat iman, memperbaiki akhlak, menjaga silaturahmi, dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

    Melalui kegiatan tersebut, seluruh keluarga besar KUA Gending diharapkan semakin termotivasi untuk mengamalkan ajaran dan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

    Peringatan Maulid Nabi berlangsung lancar dan penuh kekhidmatan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, kesehatan, kerukunan, serta kemudahan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

  • Bimwin Klasikal Lintas Sektoral untuk Catin di KUA Maron

    Bimwin Klasikal Lintas Sektoral untuk Catin di KUA Maron

    Kontributor : H. Ach. Noor Busthomi / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    MARON, 08 September 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Maron menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) secara massal lintas sektoral, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Maron. Kegiatan tersebut diikuti oleh 44 pasang catin dari berbagai desa baik dalam kecamatan Maron maupun dari luar Maron sebagai bagian dari upaya memberikan pembekalan kepada pasangan yang akan memasuki kehidupan rumah tangga. (Selasa, 8/9/2026).

    Kegiatan Bimwin ini menghadirkan pemateri dari KUA Kecamatan Maron yang terdiri atas para Penyuluh Agama Islam, yaitu Moh. Kamil, H. Ach. Noor Busthomi, H. Edi Suyanto, dan Siyatma. Para penyuluh memberikan materi seputar kesiapan membangun keluarga, kehidupan berumah tangga, serta pentingnya membangun keluarga yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai agama. Demikian yang tidak kalah pentingnya diantara suami istri adalah saling mengingatkan untuk memperhatikan sekaligus mengutamakan ibadah serta tidak lupa sebelum memulai aktivitas-aktivitas didahului dengan membaca doa.

    Sementara itu, dari pihak Puskesmas Maron, materi kesehatan disampaikan oleh Ibu Rumla, Dewi, dan Wahyuni. Materi dari sektor kesehatan memberikan pembekalan kepada para calon pengantin mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebelum dan setelah pernikahan sebagai bagian dari persiapan membangun keluarga yang sehat.

    Kolaborasi antara KUA Maron dan Puskesmas Maron dalam kegiatan ini menjadi bentuk sinergi lintas sektoral dalam mempersiapkan calon pengantin secara lebih komprehensif. Tidak hanya dari sisi keagamaan dan kehidupan keluarga, para catin juga mendapatkan pemahaman mengenai aspek kesehatan yang menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas.

    Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dari para peserta. Para calon pengantin mengikuti setiap sesi materi dengan baik dan diharapkan dapat menerapkan ilmu serta pembekalan yang diperoleh dalam kehidupan rumah tangga nantinya.

    Sebagai penutup, doa dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam, Ust. Moh. Andika. Doa tersebut menjadi bagian akhir dari rangkaian kegiatan Bimwin sekaligus menjadi harapan agar seluruh pasangan calon pengantin diberikan kelancaran dalam mempersiapkan pernikahan serta mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, rahmah & Barakah (SAMARABA).

    Melalui kegiatan Bimwin lintas sektoral ini, KUA Kecamatan Maron menunjukkan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan prima, profesional, dan berintegritas.

  • KUA Kecamatan Besuk Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

    KUA Kecamatan Besuk Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

    Besuk, 8 September 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Besuk menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan semangat meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

    Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh seluruh staf KUA Kecamatan Besuk, Penyuluh Agama Islam, serta Pengawas Madrasah Kecamatan Besuk.

    Rangkaian acara dipandu oleh Ustadz Budianto, SH selaku pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan shalawat yang dipimpin Ustadz Solikin, S.Pd.I. Lantunan shalawat bersama semakin menambah suasana khidmat sekaligus menjadi ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

    Melalui peringatan tersebut, peserta diajak untuk kembali mengenang perjuangan, akhlak, serta keteladanan Rasulullah SAW. Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi pengingat untuk mengamalkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam menjalankan tugas maupun kehidupan bermasyarakat.

    Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Kepala KUA Kecamatan Besuk, Mhafudz Syaifuddin. Doa bersama dipanjatkan untuk memohon keberkahan, kesehatan, kemudahan dalam menjalankan tugas, serta agar seluruh pengabdian yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antara jajaran KUA, Penyuluh Agama Islam, dan Pengawas Madrasah Kecamatan Besuk. Nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan terus diwujudkan melalui pelayanan keagamaan yang profesional, humanis, dan berlandaskan keikhlasan.

    Mari jadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.

  • KUA BANYUANYAR BERIKAN PEMBINAAN PENGUATAN KELUARGA SAKINAH SETIAP PRA PELAKSANAAN AKAD NIKAH

    KUA BANYUANYAR BERIKAN PEMBINAAN PENGUATAN KELUARGA SAKINAH SETIAP PRA PELAKSANAAN AKAD NIKAH

    Kontributor : Muhammad Totok / Editor : Saiful

    Banyuanyar– Selasa, 08 September 2026

    Kantor Urusan Agama Kecamatan Banyuanyar terus berkomitmen mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pembinaan pra akad nikah yang dilaksanakan secara rutin bersama para Penghulu dan Penyuluh Agama Islam Fungsional.

    Kepala KUA Banyuanyar Suharto, S.HI, M.Pd.I dalam pembinaannya menyampaikan bahwa keluarga adalah pondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat dan berakhlak. Karena itu, setiap pasangan yang akan melangsungkan akad nikah wajib mendapatkan pembekalan terlebih dahulu.“Pernikahan bukan hanya akad antara dua insan. Ini adalah ibadah panjang yang harus dipersiapkan dengan ilmu. Melalui pembinaan ini, kami ingin calon pengantin memahami hak dan kewajiban, komunikasi dalam rumah tangga, manajemen konflik, serta cara mendidik anak sesuai nilai-nilai Islam,” ujar Kepala KUA Banyuanyar di hadapan calon pengantin.

    Kegiatan pembinaan ini dilaksanakan tepat sebelum prosesi akad nikah dan dipandu langsung oleh Penghulu KUA Banyuanyar Muhammad Totok, S.H bersama Tim Penyuluh Agama Islam.

    Materi yang disampaikan meliputi Fikih Munakahat, Kesehatan Reproduksi, Ekonomi Keluarga, Psikologi Pernikahan, hingga pencegahan KDRT dan stunting.

    Penghulu KUA Banyuanyar menambahkan, pembinaan ini juga menjadi wadah untuk mengingatkan kembali tujuan pernikahan dalam Islam. “Kami ingin setiap pasangan yang keluar dari pintu KUA ini sudah siap lahir batin. Bukan hanya siap ijab kabul, tapi siap membangun bahtera rumah tangga,” jelasnya.

    Sementara itu, para Penyuluh Agama menekankan pentingnya peran suami istri sebagai mitra dalam ibadah. “Keluarga sakinah itu dibangun dari komunikasi, saling menghargai, dan ibadah bersama. Pondasinya adalah agama,” ungkap salah satu penyuluh.

    Program ini mendapat respon positif dari masyarakat. Para calon pengantin mengaku lebih siap dan tenang dalam menghadapi kehidupan baru setelah mengikuti pembinaan. Dengan adanya penguatan ini, KUA Banyuanyar berharap dapat menekan angka perceraian dan menciptakan generasi penerus yang tumbuh di lingkungan keluarga yang harmonis dan beriman.

  • Estafet Kepemimpinan dan Semangat Baru KUA Kotaanyar untuk Pelayanan Umat

    Estafet Kepemimpinan dan Semangat Baru KUA Kotaanyar untuk Pelayanan Umat

    Kontributor : Anas / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    KOTAANYAR, 7 September 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kotaanyar gelar kegiatan Serah Terima Jabatan (SerTiJab) Kepala KUA Kecamatan Kotaanyar. Kegiatan tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan dari Plt. Kepala KUA Kecamatan Kotaanyar, H. Fauzan, S.Sos.I kepada Kepala KUA Kecamatan Kotaanyar definitif, H. Nasir, M.H.I.

    Dalam kegiatan ini di pandu langsung oleh Yusril Fu’adi dalam melaksanakan acara tersebut hingga akhir.

    Kegiatan ini berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan sekaligus menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan roda organisasi peningkatan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

    Dalam sambutannya, H. Fauzan, S.Sos., M.Pd. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran KUA Kecamatan Kotaanyar yang telah mendukung pelaksanaan tugas selama dirinya mendapat amanah sebagai Plt. Kepala KUA Kotaanyar sejak awal bulan Juni lalu.

    Ia berharap seluruh program dan pelayanan yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan serta dikembangkan oleh kepala KUA definitif.

    Sementara itu, H. Nasir, M.H.I. selaku Kepala KUA definitif menyampaikan kesiapan untuk mengemban amanah sebagai Kepala KUA Kecamatan Kotaanyar. Ia mengajak seluruh jajaran untuk menjaga kekompakan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    “Mohon dukungan dan kerja sama dari seluruh jajaran. Mari bersama-sama melanjutkan program yang sudah baik dan melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, ujar H. Nasir.

    Dengan kepemimpinan baru, KUA Kecamatan Kotaanyar diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan keagamaan yang profesional, transparan, responsif, dan humanis.

    Kepala KUA bersama seluruh jajaran juga diharapkan terus memperkuat sinergi dengan penyuluh agama, penghulu, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat dalam mendukung program-program Kementerian Agama di tingkat kecamatan.

    “Kita semua adalah satu keluarga maka dari itu jangan ada dusta diantara”, tambahnya

    Sertijab ini bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi menjadi estafet pengabdian untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kecamatan Kotaanyar.

    Plt. Kepala KUA Kotaanyar H. Fauzan, S.Sos., M.Pd. menyerahkan tugas dan amanah kepemimpinan kepada Kepala KUA Kotaanyar definitif H. Nasir, M.H.I. sebagai bagian dari estafet kepemimpinan dan peningkatan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

  • Bimwin KUA Kotaanyar, Kebahagiaan Pasanganmu Tergantung Perlakuanmu Kepada Keluargamu

    Bimwin KUA Kotaanyar, Kebahagiaan Pasanganmu Tergantung Perlakuanmu Kepada Keluargamu

    Kontributor : Anas / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    KOTAANYAR, 7 September 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kotaanyar memberikan pembekalan kepada calon pengantin (catin) melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) yang digelar di Aula KUA Kecamatan Kotaanyar, Senin (7/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar KUA dalam mempersiapkan calon pasangan suami istri agar memiliki pengetahuan, kesiapan mental, spiritual, dan sosial sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

    BIMWIN dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada calon pengantin mengenai hakikat perkawinan, tanggung jawab suami dan istri, pengelolaan kehidupan keluarga, serta pentingnya membangun komunikasi dan komitmen dalam rumah tangga. Melalui pembekalan tersebut, calon pengantin diharapkan mampu mewujudkan keluarga yang  sakinah, mawaddah, warahmah.

    Kegiatan ini juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama dalam memperkuat layanan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. Kementerian Agama pada 2026 menempatkan penguatan fasilitator Bimwin sebagai salah satu bagian penting dalam peningkatan kualitas layanan bimbingan perkawinan.

    Kepala KUA Pernikahan Membutuhkan Ilmu dan Kematangan Dalam sambutannya, H.Nasir  Kepala KUA Kecamatan Kotaanyar  menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar prosesi akad, tetapi merupakan awal dari perjalanan panjang yang membutuhkan kesiapan, ilmu, komitmen, dan tanggung jawab.

    “Pernikahan merupakan ibadah sekaligus amanah yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Karena itu, calon pengantin perlu memiliki bekal ilmu dan pemahaman yang cukup agar mampu menjalani kehidupan rumah tangga dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

    Menurutnya, keluarga yang sakinah tidak terbentuk secara instan. Dibutuhkan kesediaan dari suami dan istri untuk saling memahami, menghargai, menjaga komunikasi, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan kedewasaan.

    “Seorang suami diharapkan mampu menjalankan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga dengan bijaksana, sementara istri juga memiliki peran penting dalam membangun keharmonisan rumah tangga. Keduanya harus mampu bekerja sama, saling menguatkan, dan berkomitmen untuk membahagiakan pasangannya,” lanjutnya.

    Ia berharap para calon pengantin tidak hanya menjadikan BIMWIN sebagai kegiatan formalitas sebelum menikah, tetapi benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali pengetahuan dan mempersiapkan diri menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga.

    Pada sesi pertama, Syaifullah selaku fasilitator BIMWIN  menyampaikan materi tentang hakikat perkawinan dan tanggung jawab dalam membangun keluarga.

    Ia menjelaskan bahwa perkawinan merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT yang harus disyukuri dan dijalani dengan penuh kesungguhan. Namun, menerima perkawinan sebagai takdir tidak berarti menghilangkan kewajiban untuk mempersiapkan diri.

    “Perkawinan adalah bagian dari ketetapan Allah SWT sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Tanggung jawab tersebut bukan hanya dalam kehidupan dunia, tetapi juga memiliki dimensi akhirat,” jelas Saifullah.

    Ia menekankan bahwa kehidupan rumah tangga membutuhkan kesiapan kedua belah pihak. Perbedaan karakter, cara berpikir, kebiasaan, dan latar belakang antara suami dan istri merupakan bagian dari dinamika keluarga yang harus dihadapi dengan komunikasi yang baik dan sikap saling memahami.

    Karena itu, calon pengantin didorong untuk membangun komitmen sejak sebelum akad nikah. Komitmen tersebut mencakup kesediaan untuk saling menjaga, menghormati, membantu, serta bersama-sama menghadapi berbagai persoalan yang mungkin muncul dalam kehidupan rumah tangga.

    BIMWIN sebagai Upaya Membangun Ketahanan Keluarga Bimbingan Perkawinan menjadi salah satu sarana penting bagi KUA untuk memberikan edukasi kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. Materi bimbingan diarahkan agar calon pengantin memahami bahwa keberhasilan rumah tangga tidak hanya ditentukan oleh rasa cinta, tetapi juga oleh kematangan sikap, komunikasi, tanggung jawab, dan kemampuan menyelesaikan persoalan secara bijaksana.

    Kementerian Agama juga menempatkan bimbingan perkawinan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon pengantin menuju keluarga yang harmonis dan berkualitas. Dalam pelaksanaannya di berbagai KUA, materi Bimwin antara lain mencakup landasan keluarga sakinah, perencanaan perkawinan yang kokoh, dinamika perkawinan, kebutuhan keluarga, kesehatan keluarga, serta pembangunan generasi berkualitas.

    Dari sisi regulasi, penyelenggaraan layanan pencatatan perkawinan saat ini mengacu antara lain pada ‘Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 22 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan’, yang berstatus berlaku dalam JDIH Kementerian Agama.

    Ditutup dengan Doa Seluruh rangkaian kegiatan BIMWIN KUA  Kotaanyar berlangsung dengan tertib dan khidmat. Para calon pengantin mengikuti materi yang disampaikan fasilitator dengan penuh perhatian sebagai bekal sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

    Kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Moh. Bahtiar Hufaidi, Penyuluh Agama Islam. Doa berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan kekhidmatan, memohon kepada Allah SWT agar seluruh calon pengantin diberikan kemudahan dalam melaksanakan pernikahan serta mampu membangun keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan.

    Melalui kegiatan BIMWIN tersebut, KUA Kecamatan Kotaanyar terus berupaya memperkuat pembinaan calon pengantin sebagai bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Harapannya, pasangan yang akan menikah tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga memiliki kesiapan ilmu, mental, spiritual, dan tanggung jawab untuk membangun keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah.

    KUA Kecamatan Kotaanyar berkomitmen menjadikan Bimbingan Perkawinan sebagai bagian dari ikhtiar membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan berkualitas, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan keluarga di tengah masyarakat.

  • Hari Pertama Bertugas, Kepala KUA Sumber Gelar Rakor dan Ajak ASN Perkuat Pelayanan Masyarakat

    Hari Pertama Bertugas, Kepala KUA Sumber Gelar Rakor dan Ajak ASN Perkuat Pelayanan Masyarakat

    Kontributor : Khoirul Anam | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    SUMBER, (07/09/2026) — Mengawali hari pertama bertugas sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumber, Munaamul Azizid, S.Ag.,M.Pd., langsung menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan KUA Sumber, Senin (7/9/2026). Rakor tersebut menjadi momentum taaruf sekaligus membangun koordinasi dan sinergi internal dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    Dalam pertemuan tersebut, Munaamul Azizid memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan harapannya agar seluruh jajaran KUA Sumber dapat membangun komunikasi dan kerja sama yang baik. Menurutnya, pelayanan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kontribusi dari seluruh unsur di lingkungan KUA.

    Ia mengajak seluruh ASN untuk saling mendukung dan berkontribusi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Dengan kolaborasi yang solid, berbagai kebutuhan masyarakat, baik dalam pelayanan, penyuluhan maupun layanan keagamaan lainnya, diharapkan dapat terakomodasi dengan baik.

    “Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa saling mendukung dan berkontribusi. KUA ini adalah rumah bersama, sehingga seluruh kebutuhan masyarakat harus kita layani dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, ia juga berbagi pengalaman selama menjalankan tugas dan pengabdian di Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Probolinggo. Sebelum dipercaya memimpin KUA Sumber, Munaamul Azizid pernah menjalankan tugas di sejumlah bidang, antara lain urusan kepegawaian dan Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam).

    Pengalamannya juga diperoleh melalui penugasan di sejumlah KUA di wilayah Kota Probolinggo. Ia pernah bertugas di KUA Kecamatan Mayangan, Kademangan, dan Wonoasih, sebelum kemudian mengakhiri penugasannya di KUA Kecamatan Kedopok.

    Berbekal pengalaman tersebut, Munaamul Azizid berharap dapat melanjutkan pengabdian dengan membangun kerja sama yang baik bersama seluruh jajaran KUA Sumber. Ia menilai kekompakan internal menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif, responsif, dan berdampak.

    “Semoga dengan kerja sama yang baik di jajaran keluarga besar KUA Sumber, kita dapat menjadikan KUA Sumber lebih prima dan semakin berdampak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat luas,” harapnya.

    Rakor perdana tersebut sekaligus menjadi langkah awal kepemimpinan Munaamul Azizid di KUA Sumber. Melalui koordinasi yang berkelanjutan, KUA Sumber diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan sekaligus menghadirkan layanan keagamaan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

  • Perkuat Ukhuwah, KUA Tiris Gelar Maulid Nabi SAW dan Pisah Sambut Kepala KUA

    Perkuat Ukhuwah, KUA Tiris Gelar Maulid Nabi SAW dan Pisah Sambut Kepala KUA

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

    TIRIS, (07/09/2026) — Keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tiris menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pisah sambut Kepala KUA di halaman KUA Tiris, Senin (07/09/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat ukhuwah sekaligus meneguhkan komitmen jajaran KUA untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Peringatan Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai sarana untuk merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah SAW, khususnya dalam aspek kejujuran, amanah, kesabaran, dan kepedulian terhadap sesama.

    Kepala KUA Tiris yang baru, Muhammad Is Afandi, S.HI., mengatakan momentum Maulid Nabi harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pribadi dan pelayanan aparatur kepada masyarakat.

    “Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah SAW. Nilai-nilai kejujuran, amanah, disiplin, dan pelayanan yang baik harus kita implementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujarnya.

    Menurutnya, amanah sebagai Kepala KUA merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh integritas. Ia juga mengajak seluruh keluarga besar KUA Tiris untuk membangun kerja sama dan komunikasi yang baik sehingga pelayanan keagamaan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.

    “Dengan semangat Maulid Nabi, mari kita perkuat ukhuwah dan kebersamaan. Saya berharap seluruh jajaran KUA Tiris dapat bekerja sebagai satu tim, saling mendukung, serta memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” katanya.

    Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag., M.HI., menekankan bahwa keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi landasan moral bagi para aparatur dalam menjalankan tugas.

    “Dalam momentum Maulid Nabi ini, kita tidak hanya mengingat sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga mengambil nilai-nilai keteladanan beliau untuk diterapkan dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas. Terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh amanah, santun, dan profesional,” tuturnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa pergantian pimpinan di lingkungan KUA merupakan bagian dari dinamika organisasi. Karena itu, proses pisah sambut diharapkan tidak hanya menjadi acara pergantian personel, tetapi juga menjadi momentum menjaga kesinambungan program dan meningkatkan kualitas layanan KUA.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Peringatan Maulid Nabi sekaligus pisah sambut tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antarpegawai serta memperkuat semangat pengabdian KUA Tiris dalam memberikan layanan keagamaan kepada masyarakat.

  • DWP UP Wonomerto Peringati Maulid Nabi, Sekaligus Gelar Pisah Sambut Kepala KUA

    DWP UP Wonomerto Peringati Maulid Nabi, Sekaligus Gelar Pisah Sambut Kepala KUA

    Kontributor : Muh. Munir | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    WONOMERTO, (04/09/2026) — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana (UP) Wonomerto menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pisah sambut Kepala KUA Wonomerto di Aula KUA Wonomerto, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menandai pergantian kepemimpinan KUA Wonomerto dan serah terima jabatan Ketua DWP UP Wonomerto.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dalam kegiatan tersebut ditekankan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi kesempatan untuk kembali mengingat dan meneladani akhlak serta keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

    Kepala KUA Wonomerto sebelumnya, H. Wawan Ali Suhudi,S.Ag., M.H., yang kini mendapat amanah sebagai Kepala KUA Sumberasih, menyampaikan bahwa pergantian tugas merupakan bagian dari dinamika organisasi dan amanah kedinasan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

    “Setiap amanah memiliki tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Selama bertugas di Wonomerto, tentu banyak pengalaman dan kebersamaan yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kami. Saya berharap silaturahmi dan komunikasi yang telah terbangun tetap terjaga,” ujar Wawan sapaan akrabnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran KUA Wonomerto, DWP, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

    Sementara itu, Kepala KUA Wonomerto yang baru, Wildan Mahbubul Haq,S.Ag.,M.Pd.I., mengatakan dirinya siap melanjutkan program dan pelayanan yang telah berjalan sekaligus membangun sinergi dengan seluruh unsur di wilayah kerja KUA Wonomerto.

    “Ini merupakan amanah yang harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap dukungan dan kerja sama dari seluruh jajaran, termasuk DWP, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” katanya.

    Dalam kesempatan yang sama, dilakukan serah terima jabatan Ketua DWP UP Wonomerto dari Hj. Siti Farida Wawan kepada Nailun Ni’mah Wildan. Pergantian tersebut mengikuti perubahan kepemimpinan di KUA Wonomerto.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Momentum Maulid Nabi sekaligus pisah sambut tersebut diharapkan tidak hanya menjadi seremoni pergantian tugas, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.