Blog

  • Bimbingan Perkawinan: Penyuluh Agama Ajak Suami Istri Hadapi Konflik Bersama, Bukan dengan Pihak Ketiga

    Bimbingan Perkawinan: Penyuluh Agama Ajak Suami Istri Hadapi Konflik Bersama, Bukan dengan Pihak Ketiga

    Kontributor: Totok / Editor : Saiful – Tiem Bimas

    Banyuanyar— Kantor Urusan Agama (KUA) Banyuanyar kembali memberikan penguatan kepada calon pengantin melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KUA Banyuanyar, petugas dari Puskesmas Banyuanyar, serta Penyuluh Agama Islam yang turut memberikan pembekalan mengenai kehidupan rumah tangga.

    Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting sebagai bekal membangun keluarga yang harmonis, sehat, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan rumah tangga. Kehadiran petugas Puskesmas Banyuanyar juga memberikan perspektif penting mengenai kesehatan keluarga sebagai salah satu bagian dari kesiapan membangun kehidupan pernikahan.

    Salah satu pesan yang menarik perhatian peserta disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Banyuanyar, yang mengingatkan pentingnya komunikasi antara suami dan istri ketika menghadapi persoalan rumah tangga.

    “Kalau ada masalah dalam rumah tangga, selesaikan berdua terlebih dahulu. Jangan sedikit-sedikit melibatkan pihak ketiga,” pesan Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan tersebut.

    Menurutnya, setiap rumah tangga tentu memiliki persoalan dan perbedaan pendapat. Namun, persoalan tersebut hendaknya tidak langsung dibawa keluar rumah sehingga justru berpotensi memperbesar masalah. Suami dan istri perlu membangun komunikasi yang terbuka, saling mendengarkan, dan mencari jalan keluar bersama.

    Penyuluh juga menekankan bahwa menyelesaikan masalah berdua bukan berarti pasangan tidak boleh meminta bantuan. Jika persoalan sudah sulit diselesaikan atau membutuhkan pendampingan, pasangan dapat mencari bantuan dari pihak yang tepat, bijaksana, dan dapat dipercaya, seperti konselor, penyuluh agama, atau pihak profesional lainnya.

    Kegiatan Bimbingan Perkawinan KUA Banyuanyar dilaksanakan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada calon pengantin agar tidak hanya siap secara administratif untuk menikah, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan, mental, kesehatan, serta kemampuan membangun komunikasi dalam kehidupan berumah tangga.

    Melalui kegiatan ini, KUA Banyuanyar berharap para peserta mampu membawa bekal yang diperoleh dalam kehidupan pernikahan nantinya. Sebab, keluarga yang kokoh tidak selalu dibangun dari ketiadaan masalah, melainkan dari kesediaan suami dan istri untuk saling memahami, berkomunikasi, dan menyelesaikan setiap persoalan bersama.

  • Aksi ‘Super Kilat’ Penyuluh Agama Islam: Urus SKT Masjid Baburrahmah Tegalwatu Kini Tak Perlu Menunggu Lama

    Aksi ‘Super Kilat’ Penyuluh Agama Islam: Urus SKT Masjid Baburrahmah Tegalwatu Kini Tak Perlu Menunggu Lama

    Kontributor: Alif / Editor: Saiful – Tiem Bimas

    Tiris — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan efisien. Pada Jumat (11/9/2026), Penyuluh Agama Islam KUA Tiris, Nanang Qosim, S.Pd.I., mendampingi proses pembuatan dan kemudian menyerahkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) kepada pengurus Masjid Baburrahmah, Desa Tegalwatu. Pelayanan administrasi tempat ibadah ini diselesaikan hanya dalam hitungan menit.

    Kecepatan penyelesaian layanan administrasi ini mematahkan anggapan umum mengenai birokrasi pemerintahan yang lambat. Proses tersebut dapat tercapai karena kesiapan berkas persyaratan dari pihak pemohon, serta kesigapan petugas KUA. Sebagai Penyuluh Agama Islam, Nanang Qosim bertindak memfasilitasi jalannya verifikasi data Masjid Baburrahmah, Desa Tegalwatu, sehingga dokumen SKT dapat langsung diproses, dicetak, dan diserahkan kepada masyarakat pada saat itu juga tanpa waktu tunggu yang lama.

    Penerbitan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) memiliki signifikansi yang besar bagi tempat ibadah. Dokumen ini menjadi landasan hukum utama yang membuktikan bahwa Masjid Baburrahmah telah tercatat secara resmi dalam basis data Kementerian Agama Republik Indonesia.

    Kepemilikan SKT juga mempermudah pengurus atau takmir masjid dalam melakukan tata kelola administrasi kelembagaan, serta menjadi syarat utama bagi masjid untuk dapat mengakses berbagai program pembinaan dan bantuan dari pemerintah. Keberhasilan KUA Tiris dalam memberikan pelayanan kilat ini merepresentasikan keberhasilan program revitalisasi KUA yang berorientasi pada kemudahan akses layanan keagamaan bagi masyarakat luas.

  • KUA Pakuniran Gelar Maulid Nabi 1448 H, Perkuat Keteladanan dan Sinergi Keluarga Besar Kemenag

    KUA Pakuniran Gelar Maulid Nabi 1448 H, Perkuat Keteladanan dan Sinergi Keluarga Besar Kemenag

    Kontributor : Ibnu | editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    PAKUNIRAN, (11/09/2026) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pakuniran menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah bersama keluarga besar Kementerian Agama dan mitra kerja di Kecamatan Pakuniran, Jumat (11/9/2026).

    Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh ASN, Pengawas, Penyuluh Agama Islam, staf KUA, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta pengurus Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI), Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), dan Forum Komunikasi Guru (FKG) Kecamatan Pakuniran.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi, serta menumbuhkan semangat keteladanan dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

    Kepala KUA Kecamatan Pakuniran, Ibnu Hajar, S.Sy., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya dimaknai secara substantif dengan menjadikan akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan amanah kedinasan.

    “Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat kita hadirkan dalam kehidupan dan dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

    Ia menambahkan, nilai amanah, kejujuran, kesantunan, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari keteladanan Rasulullah SAW yang relevan untuk terus diimplementasikan dalam lingkungan kerja dan kehidupan bermasyarakat.

    Menurutnya, kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya membangun kolaborasi dan kebersamaan dalam mendukung tugas-tugas Kementerian Agama, khususnya dalam bidang pelayanan keagamaan dan pendidikan.

    “Sinergi antara KUA, Pengawas, Penyuluh, tenaga pendidikan, serta organisasi dan mitra kerja lainnya harus terus diperkuat. Dengan kebersamaan, ikhtiar memberikan pelayanan kepada masyarakat akan menjadi lebih kuat dan bermakna,” imbuhnya.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah sekaligus merefleksikan kembali nilai-nilai luhur yang diwariskan Rasulullah SAW.

    Melalui momentum tersebut, KUA Kecamatan Pakuniran berharap semangat keteladanan Rasulullah SAW dapat terus diwujudkan dalam sikap, pelayanan, dan pengabdian seluruh keluarga besar Kementerian Agama serta mitra kerja di Kecamatan Pakuniran.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa membangun pelayanan keagamaan yang berkualitas tidak hanya membutuhkan profesionalitas, tetapi juga keteladanan, integritas, dan sinergi dari seluruh unsur yang terlibat di dalamnya.

  • Pisah Sambut Kepala KUA Tongas, Silaturahmi dan Pengabdian Terus Berlanjut

    Pisah Sambut Kepala KUA Tongas, Silaturahmi dan Pengabdian Terus Berlanjut

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

    TONGAS, (11/09/2026) — Keluarga besar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tongas bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana KUA Tongas menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus pisah sambut kepala KUA di aula KUA Tongas, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi, mengenang keteladanan Rasulullah, serta menyambut kepemimpinan Kudsiya Azizah, S.Ag., sebagai kepala KUA yang baru.

    Kegiatan dihadiri Kepala KUA Lumbang yang sebelumnya bertugas sebagai penyuluh agama Islam di KUA Tongas, Kepala KUA Wonomerto, Kepala KUA Tongas, Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI), Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kecamatan Tongas, serta segenap civitas keluarga besar KUA Tongas dan DWP UP KUA Tongas.

    Dalam kesempatan tersebut, Wildan Mahbubul Haq, S.Ag.,M.Pd.I., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala KUA Tongas dan kini mendapat amanah sebagai Kepala KUA Wonomerto, menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dan dukungan seluruh pihak selama menjalankan tugas di Tongas.

    “Orang baik tergantung siapa yang menceritakannya. Namun, kebaikan yang sesungguhnya akan tetap memiliki nilai ketika diwujudkan dalam pelayanan, ketulusan, dan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Ia berharap hubungan silaturahmi yang telah terjalin bersama seluruh civitas KUA Tongas, tokoh agama (toga), dan tokoh masyarakat (tomas) Kecamatan Tongas tetap terjaga. Menurutnya, perpindahan tugas merupakan bagian dari dinamika kedinasan, sedangkan hubungan baik dan semangat pengabdian perlu terus dilanjutkan.

    “Kepada seluruh civitas KUA Tongas, toga, dan tomas Kecamatan Tongas, saya berharap agar kebersamaan, komunikasi, serta kerja sama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terus dipertahankan. Semoga ke depan kita masih dapat berkonsultasi dalam banyak hal, saling bertukar pengalaman, dan bersama-sama memberikan manfaat bagi umat,” tuturnya.

    Sementara itu, Kepala KUA Tongas yang baru, Kudsiya Azizah, S.Ag., menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan sambutan yang diberikan keluarga besar KUA Tongas. Ia berharap dukungan dari seluruh unsur terkait dapat menjadi kekuatan dalam menjalankan tugas dan meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan.

    “Semoga ke depan kita dapat membangun kerja sama yang baik, menjaga komunikasi, dan bersama-sama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kecamatan Tongas,” ujarnya.

    Peringatan Maulid Nabi SAW tersebut diharapkan menjadi penguat semangat keteladanan, kebersamaan, dan kesinambungan pengabdian keluarga besar KUA Tongas.

  • Kebaikan Bapak Ali, KUA dan Polsek Tegalsiwalan Siapkan Isbat Nikah Massal

    Kebaikan Bapak Ali, KUA dan Polsek Tegalsiwalan Siapkan Isbat Nikah Massal

    Kontributor: Saiful Bahri/ Editor : Hifniy – Tiem Bimas

    Tegalsiwalan — Sebuah niat baik untuk membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan legalitas pernikahan mulai menemukan jalannya. Bapak Ali, seorang aghniya yang memiliki kepedulian terhadap kondisi masyarakat sekitar, berinisiatif membantu pembiayaan Isbat Nikah Massal bagi warga yang belum memiliki Kutipan Akta Nikah.

    Niat tersebut kemudian dikomunikasikan melalui Kapolsek Tegalsiwalan AKP Henky Yuwana, S.H. untuk dicarikan jalan bersama dengan pihak-pihak terkait. Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala KUA Kecamatan Tegalsiwalan Ananto Pratikno menugaskan Penyuluh Agama Islam Saiful Bahri dan Chomisun untuk melakukan koordinasi lintas sektoral dengan Polsek Tegalsiwalan.

    Koordinasi berlangsung di Mapolsek Tegalsiwalan, Kamis (10/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Saiful Bahri dan Chomisun bertemu langsung dengan Kapolsek Tegalsiwalan AKP Henky Yuwana, S.H., yang pada kesempatan itu didampingi oleh istrinya.

    Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyatukan langkah dan membicarakan kemungkinan pelaksanaan Isbat Nikah Massal bagi masyarakat kurang mampu. Gagasan ini mendapat perhatian karena tidak sekadar berbicara tentang administrasi, tetapi menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh kepastian dan legalitas hukum atas pernikahan mereka.

    Bapak Ali sendiri menyatakan keinginannya untuk menanggung pembiayaan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Niat baik tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan bagi keluarga-keluarga yang selama ini terkendala biaya maupun kondisi lainnya untuk memperoleh legalitas pernikahan.

    Bagi KUA Tegalsiwalan, inisiatif tersebut menjadi momentum penting untuk membangun sinergi dengan berbagai unsur. Penyuluh Agama Islam tidak hanya memiliki peran dalam memberikan bimbingan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

    Hasil koordinasi menyepakati bahwa Saiful Bahri dan Chomisun akan melanjutkan komunikasi dengan pihak-pihak terkait untuk menindaklanjuti gagasan tersebut, termasuk memastikan mekanisme, persyaratan, pendataan calon peserta, serta aspek teknis lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

    Kepala KUA Tegalsiwalan Ananto Pratikno berharap ikhtiar bersama tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Jika niat baik Bapak Ali dapat diwujudkan, maka bantuan tersebut bukan sekadar pembiayaan sebuah kegiatan. Lebih dari itu, ia menjadi bentuk kepedulian yang dapat membantu keluarga-keluarga kurang mampu memperoleh legalitas pernikahan, kepastian hukum, serta akses terhadap berbagai hak administrasi kependudukan.

    Dari sebuah niat baik, kemudian lahir sebuah ikhtiar bersama. KUA Tegalsiwalan dan Polsek Tegalsiwalan berharap langkah kecil ini dapat menjadi jalan hadirnya kemanfaatan yang lebih besar bagi masyarakat.

  • KOORDINASI LINTAS SEKTOR, PENYULUH AGAMA ISLAM DAN PLKB KOTAANYAR BAHAS PENGUATAN PROGRAM KELUARGA

    KOORDINASI LINTAS SEKTOR, PENYULUH AGAMA ISLAM DAN PLKB KOTAANYAR BAHAS PENGUATAN PROGRAM KELUARGA

    Kontributor : Ahmad Baidlawi F / Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    KOTAANYAR, (10/09/2026) — Dalam rangka meningkatkan efektivitas pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kotaanyar melaksanakan koordinasi lintas sektor bersama Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Kotaanyar. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, membangun kolaborasi, serta menyelaraskan program yang berkaitan dengan pembinaan keluarga dan masyarakat.

    Koordinasi lintas sektor ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan keluarga, pendewasaan usia perkawinan, pencegahan pernikahan dini, pengasuhan anak, pencegahan stunting, serta peningkatan kualitas kehidupan keluarga.

    Dalam pertemuan tersebut, Penyuluh Agama Islam dan PLKB saling bertukar informasi mengenai kondisi serta kebutuhan masyarakat di wilayah Kecamatan Kotaanyar. Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya membangun pola pembinaan yang dilakukan secara bersama-sama sehingga pesan edukasi yang diberikan kepada masyarakat dapat lebih terarah dan berkelanjutan.

    Penyuluh Agama Islam memiliki peran strategis dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti majelis taklim, bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, pembinaan remaja, konsultasi keluarga, serta kegiatan penyuluhan di kelompok binaan. Sementara itu, PLKB memiliki peran dalam mendukung program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga.

    Perbedaan peran tersebut justru menjadi peluang untuk membangun kolaborasi yang saling melengkapi. Nilai-nilai keagamaan yang disampaikan oleh penyuluh dapat berjalan beriringan dengan edukasi mengenai pembangunan keluarga yang diberikan oleh PLKB. Dengan demikian, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai pentingnya membangun keluarga yang sehat, harmonis, bertanggung jawab, dan memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan.

    Koordinasi juga menjadi langkah penting dalam upaya memberikan perhatian lebih kepada generasi muda. Edukasi mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga, kesiapan menikah, tanggung jawab dalam rumah tangga, serta pentingnya mencegah pernikahan pada usia yang belum matang perlu dilakukan secara bersama dan berkesinambungan.

    Melalui sinergi antara Penyuluh Agama Islam dan PLKB, diharapkan kegiatan pembinaan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor memungkinkan setiap pihak saling mendukung dalam menjalankan program dan mencari solusi terhadap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

    Selain itu, komunikasi yang terjalin diharapkan dapat membuka peluang untuk melaksanakan kegiatan bersama di tingkat desa maupun kelompok masyarakat. Penyuluh dan PLKB dapat berkolaborasi dalam kegiatan sosialisasi, edukasi keluarga, pembinaan remaja, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya.

    Kegiatan koordinasi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, penyuluh, petugas lapangan, tokoh agama, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat agar program yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak positif.

    Dengan adanya koordinasi lintas sektor ini, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kotaanyar dan PLKB Kecamatan Kotaanyar diharapkan dapat terus menjaga komunikasi dan meningkatkan kerja sama dalam berbagai program ke depan. Sinergi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan masyarakat yang lebih religius, sehat, mandiri, serta memiliki ketahanan keluarga yang kuat.

    Kolaborasi lintas sektor bukan sekadar menyatukan program, tetapi menyatukan langkah untuk memberikan pelayanan dan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat Kecamatan Kotaanyar.

  • Menuju Keluarga Sehat, KUA Dringu Jalin Kolaborasi dengan Puskesmas

    Menuju Keluarga Sehat, KUA Dringu Jalin Kolaborasi dengan Puskesmas

    Kontributor : M. Ainun Najib / Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    DRINGU, (10/09/2026) — KUA Dringu berkolaborasi dengan Puskesmas Dringu, Kecamatan Dringu dan PLKB dalam pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin. Kegiatan yang berlangsung di Aula Puskesmas Dringu, Kamis (10/9/2026), ini menjadi bagian dari upaya memberikan pembekalan yang lebih menyeluruh kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga, baik dari aspek keagamaan maupun kesehatan keluarga.

    Kegiatan tersebut dihadiri Kepala KUA Dringu Muhtar, S.Ag., Camat Dringu Indah Rohani, S.Sos., M.M., Kepala Puskesmas Dringu drg. Reni Meutia, perwakilan PLKB, serta jajaran pegawai KUA Dringu. Kolaborasi lintas sektor ini memberikan ruang bagi calon pengantin untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, mulai dari kehidupan beragama, kesehatan keluarga, kependudukan, hingga pembangunan keluarga.

    Dalam sambutannya, Kepala KUA Dringu Muhtar, S.Ag., menekankan pentingnya kesiapan calon pengantin sebelum membangun kehidupan rumah tangga. Menurutnya, pernikahan membutuhkan bekal yang tidak hanya berkaitan dengan pemahaman agama, tetapi juga pengetahuan mengenai kesehatan keluarga. “Pernikahan tidak hanya berlandaskan agama, tetapi juga perlu dilihat dari perspektif kesehatan,” ujarnya.

    Pandangan tersebut sejalan dengan yang disampaikan Camat Dringu Indah Rohani. Ia menilai pembekalan bagi calon pengantin menjadi bagian penting dalam mempersiapkan keluarga yang kuat dan sehat. Menurutnya, pernikahan bukan sekadar meresmikan hubungan, melainkan menjadi awal dari tanggung jawab bersama dalam membangun kehidupan keluarga.

    Dalam kesempatan itu, Indah Rohani juga mengingatkan calon pengantin untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, penggunaan media sosial yang tidak tepat dapat memicu persoalan dalam rumah tangga. “Jangan sampai media sosial menjadi sebab retaknya hubungan pernikahan,” pesannya.

    Usai sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh perwakilan Puskesmas, PLKB, dan KUA Dringu. Melalui kolaborasi tersebut, KUA Dringu berharap calon pengantin tidak hanya memahami tanggung jawab dalam kehidupan pernikahan, tetapi juga memiliki bekal yang cukup untuk membangun keluarga yang sakinah, sehat, kuat, dan harmonis.

  • Tak Sekadar Siap Akad, 33 Pasang Catin KUA Sumberasih Diperkuat melalui Binwin

    Tak Sekadar Siap Akad, 33 Pasang Catin KUA Sumberasih Diperkuat melalui Binwin

    KOntributor : Neni Dwi L / Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    SUMBERASIH, (10/09/2026) — Sebanyak 33 pasang calon pengantin (catin) mengikuti Bimbingan Perkawinan (Binwin) Angkatan VIII yang dilaksanakan KUA Kecamatan Sumberasih, Kamis (10/9/2026), bertempat di Aula Al-Ikhlas KUA Sumberasih.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KUA Sumberasih mempersiapkan calon pengantin agar tidak hanya siap melangsungkan akad, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan dan kesiapan dalam membangun kehidupan rumah tangga.

    Dalam kegiatan tersebut, Kepala KUA Sumberasih, H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H., menjadi pemateri dengan menyampaikan materi Binwin secara mendalam. Penyampaian materi dikemas dalam dua sesi, sehingga peserta mendapatkan pembekalan secara lebih terarah dan komprehensif.

    H. Wawan Ali Suhudi mengajak para catin memahami bahwa pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan, melainkan awal dari tanggung jawab bersama dalam membangun keluarga. Karena itu, kesiapan mental, komunikasi, pengelolaan konflik, pemenuhan hak dan kewajiban, serta kemampuan membangun relasi yang sehat menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan sejak sebelum akad.

    “Pernikahan bukan hanya tentang bagaimana kita memulai rumah tangga, tetapi bagaimana kita mampu menjaganya dengan ilmu, komunikasi, tanggung jawab, dan komitmen bersama,” jelasnya.

    Ia juga menekankan pentingnya membangun keluarga yang dilandasi nilai agama sekaligus mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga. Menurutnya, pasangan suami istri perlu memiliki kesadaran bahwa perbedaan karakter dan cara pandang merupakan hal yang wajar, sehingga harus dihadapi dengan komunikasi dan sikap saling menghargai.

    Antusiasme terlihat dari keterlibatan para peserta selama dua sesi pembelajaran. Binwin diharapkan mampu menjadi ruang pembekalan yang memberikan pemahaman praktis sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan bagi para calon pasangan suami istri.

    Melalui pelaksanaan Binwin Angkatan VIII ini, KUA Sumberasih terus memperkuat komitmennya menghadirkan layanan perkawinan yang tidak berhenti pada proses administrasi dan akad, tetapi juga memberikan pembinaan sebagai bekal menuju keluarga yang harmonis, kokoh, dan berketahanan.

  • Semarak Maulid Nabi, KUA Banyuanyar Gelar Pisah Sambut Kepala KUA dalam Nuansa Penuh Kekeluargaan

    Semarak Maulid Nabi, KUA Banyuanyar Gelar Pisah Sambut Kepala KUA dalam Nuansa Penuh Kekeluargaan

    Kontributor : Muh. Totok / Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    BANYUANYAR, (10/09/2026) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banyuanyar menggelar kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan acara pisah sambut Kepala KUA Kecamatan Banyuanyar, Kamis (10/9/2026). Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Ketua Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, jajaran Forkopimca Kecamatan Banyuanyar, ASN KUA Banyuanyar, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) UP Banyuanyar.

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk kembali meneladani akhlak, kepemimpinan, dan semangat pengabdian Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Nilai-nilai keteladanan tersebut diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran KUA Banyuanyar dalam memberikan pelayanan keagamaan yang profesional, ramah, transparan, dan berintegritas.

    Selain peringatan Maulid Nabi, kegiatan juga dirangkai dengan pisah sambut Kepala KUA Kecamatan Banyuanyar, yakni dari Bapak Hartono,S.Ag kepada Bapak Suharto, S.HI., M.Pd.I.

    Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari estafet pengabdian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam suasana penuh keakraban, keluarga besar KUA Banyuanyar menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Bapak Hartono, S.Ag., atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai Kepala KUA Kecamatan Banyuanyar.

    Di saat yang sama, keluarga besar KUA Banyuanyar menyambut Bapak Suharto, S.HI., M.Pd.I. sebagai Kepala KUA Kecamatan Banyuanyar yang baru. Kehadiran pimpinan baru diharapkan dapat melanjutkan berbagai program dan pelayanan yang telah berjalan sekaligus membawa semangat baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika seluruh tamu undangan, jajaran KUA, Forkopimca, serta DWP UP Banyuanyar bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarjajaran dalam mendukung pelaksanaan tugas dan pelayanan keagamaan di Kecamatan Banyuanyar.

    Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pisah sambut Kepala KUA ini, keluarga besar KUA Banyuanyar berkomitmen untuk terus menjaga semangat kebersamaan, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

    Selamat melanjutkan pengabdian kepada Bapak Hartono, S.Ag., dan selamat datang serta selamat mengemban amanah kepada Bapak Suharto, S.HI., M.Pd.I. Semoga estafet kepemimpinan ini semakin memperkuat komitmen KUA Banyuanyar dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas, berintegritas, dan penuh keteladanan.

     

  • Deklarasi Bersih dari Dalam: Kepala hingga Staf KUA Tiris Gandeng Catin Tolak Gratifikasi

    Deklarasi Bersih dari Dalam: Kepala hingga Staf KUA Tiris Gandeng Catin Tolak Gratifikasi

    Kontributor : Nanang Qosim / Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    TIRIS, (10/09/2026) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tiris menyelenggarakan program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang dirangkaikan dengan sosialisasi kegiatan Anti-Gratifikasi (MAHAR) pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan pembekalan pranikah ini dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB, bertempat di ruang aula KUA, dengan dipimpin langsung oleh Kepala KUA didampingi para penyuluh agama dan staf pelayanan setempat.

    Program Bimwin ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan kepada para calon pengantin dalam membangun fondasi rumah tangga yang kokoh. Namun, pada kesempatan kali ini, pihak KUA Tiris secara khusus menyisipkan agenda sosialisasi pencegahan korupsi dan gratifikasi di sektor pelayanan publik. Para penyuluh memberikan pemahaman tegas kepada peserta bahwa seluruh layanan pencatatan nikah berjalan sesuai regulasi tanpa adanya pungutan liar.

    Pihak KUA menegaskan larangan pemberian tip, hadiah, atau uang pelicin dalam bentuk apa pun kepada petugas. Sosialisasi bertajuk “MAHAR” ini merupakan komitmen nyata instansi untuk menciptakan Zona Integritas dan mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, serta profesional dalam melayani masyarakat. Calon pengantin diedukasi bahwa biaya administrasi pencatatan nikah telah diatur secara resmi melalui mekanisme Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

    Pelaksanaan kegiatan yang berjalan tertib ini juga didokumentasikan dengan baik. Seperti yang terlihat pada fail IMG-20260910-WA0007.jpg, jajaran Kepala KUA, penyuluh, staf, dan para peserta bimbingan melakukan sesi foto bersama di dalam ruangan KUA Pusaka Kecamatan Tiris. Dalam gambar tersebut, tampak sejumlah peserta dan staf memegang plakat dan sertifikat kampanye “MAHAR”, sebagai simbol komitmen bersama antara masyarakat dan pelayan publik dalam menolak praktik gratifikasi.

    Penggabungan agenda bimbingan pranikah dengan edukasi antikorupsi dinilai sebagai langkah strategis yang efektif. Melalui kegiatan yang komprehensif ini, KUA Tiris tidak hanya berharap dapat mencetak pasangan suami istri yang harmonis dan memahami manajemen keluarga, tetapi juga membentuk masyarakat yang kritis dan mendukung penuh terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas tinggi.