Blog

  • Komitmen KUA Banyuanyar, Pelayanan Gratis, Mudah, Bebas Gratifikasi

    Komitmen KUA Banyuanyar, Pelayanan Gratis, Mudah, Bebas Gratifikasi

    Kontributor : Nasir / Editor : Muh. Hefni, & Tim Redaksi Probolinggo

    BANYUANYAR, 27 Juli 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banyuanyar terus berkomitmen memberikan pelayanan pernikahan yang profesional, transparan, dan berintegritas kepada seluruh masyarakat. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah penyelenggaraan layanan akad nikah di KUA yang gratis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta dilaksanakan tanpa praktik gratifikasi.

    Kepala KUA Kecamatan Banyuanyar menegaskan bahwa seluruh proses pelayanan pernikahan di kantor KUA dilakukan secara terbuka dan tidak dipungut biaya di luar ketentuan yang berlaku. Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan uang, hadiah, atau bentuk pemberian apa pun kepada petugas sebagai ucapan terima kasih ataupun dengan maksud memperoleh kemudahan layanan.

    Selain memberikan pelayanan pencatatan nikah, KUA Banyuanyar juga menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) bagi calon pengantin. Program ini bertujuan membekali pasangan dengan pengetahuan mengenai kehidupan rumah tangga, komunikasi keluarga, pengelolaan ekonomi, kesehatan keluarga, hingga upaya mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

    Melalui semangat Zona Integritas, KUA Banyuanyar terus membangun budaya pelayanan publik yang bersih, akuntabel, dan bebas dari korupsi, kolusi, nepotisme, maupun gratifikasi. Seluruh ASN berkomitmen memberikan pelayanan dengan prinsip ikhlas, profesional, dan melayani sepenuh hati.

    Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai layanan pernikahan maupun ingin menyampaikan pengaduan terkait dugaan gratifikasi dapat menghubungi layanan WhatsApp KUA Banyuanyar di +62 851-1366-9522.

    Dengan pelayanan yang gratis, mudah, dan bebas gratifikasi, KUA Kecamatan Banyuanyar berharap masyarakat dapat melaksanakan pernikahan secara sah, tertib administrasi, serta memperoleh pelayanan yang nyaman, transparan, dan berintegritas.

  • Simulasi Akad Nikah; KUA Pajarakan Bekali Mahasiswa Praktikum UNZAH Genggong

    Simulasi Akad Nikah; KUA Pajarakan Bekali Mahasiswa Praktikum UNZAH Genggong

    Kontributor : Nurhasan / Editor : Hefny

    PAJARAKAN, 27 Juli 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pajarakan melaksanakan kegiatan Simulasi Riil Saat Pelaksanaan Akad Nikah bagi mahasiswa Praktikum Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong pada Senin (27/7/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Aula Al Ikhlas KUA Pajarakan ini merupakan bagian dari pembelajaran lapangan untuk memberikan pemahaman secara langsung mengenai tata cara pelaksanaan akad nikah sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan regulasi yang berlaku.

    Dalam simulasi tersebut, para mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung setiap tahapan prosesi akad nikah, mulai dari pemeriksaan kesiapan administrasi, penataan majelis akad, pelaksanaan ijab kabul, hingga penandatanganan dokumen resmi pernikahan. Selain itu, mahasiswa juga diberikan penjelasan mengenai tugas dan tanggung jawab penghulu serta pentingnya ketelitian dalam pelayanan administrasi pernikahan.

    Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif, sehingga mampu memahami prosedur pelayanan nikah di lingkungan KUA secara komprehensif.

    Kepala KUA Kecamatan Pajarakan, Winarko, S.Ag, menyampaikan bahwa praktik lapangan merupakan sarana penting dalam membentuk kompetensi calon akademisi maupun praktisi di bidang keagamaan.

    “Melalui simulasi riil ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami proses akad nikah secara utuh, mulai dari aspek administrasi, teknis pelaksanaan, hingga etika pelayanan kepada masyarakat. Pengalaman lapangan seperti ini menjadi bekal yang sangat berharga sebelum mereka terjun ke tengah masyarakat,” ujarnya.

    Kegiatan Melibatkan Penghulu dan Penyuluh Agama Islam berlangsung dengan tertib, interaktif, dan penuh antusiasme. Para mahasiswa aktif berdiskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait praktik pelayanan nikah di KUA. Diharapkan, sinergi antara KUA Kecamatan Pajarakan dan Universitas Islam Zainul Hasan Genggong dapat terus terjalin dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan serta pelayanan publik yang profesional. (NH)

  • KUA Besuk Lepas Pisah Peserta Praktikum Mahasiswa UNZAH Genggong

    KUA Besuk Lepas Pisah Peserta Praktikum Mahasiswa UNZAH Genggong

    Kontributor : Ali Fikri / Editor : Lutfi Hidayat

    BESUK, 27 Juli 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Besuk secara resmi melepas mahasiswa Praktikum Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong yang telah menyelesaikan masa pengabdian dan praktik lapangan di KUA Kecamatan Besuk. Kegiatan praktikum berlangsung selama 24 hari, mulai 4 Juli 2026 hingga 27 Juli 2026.

    Selama masa praktikum, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai tugas dan fungsi KUA, mulai dari pelayanan administrasi keagamaan, pelayanan pernikahan, bimbingan perkawinan, penyuluhan agama, pengelolaan administrasi perkantoran, hingga berbagai kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

    Kepala KUA Besuk, Mahfudz menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat mahasiswa UNZAH Genggong selama mengikuti kegiatan praktikum. Diharapkan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mengembangkan kompetensi akademik maupun profesional di masa mendatang.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah melaksanakan praktikum dengan penuh tanggung jawab. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapatkan di KUA Kecamatan Besuk menjadi bekal untuk mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

    Perwakilan mahasiswa UNZAH Genggong juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar KUA Kecamatan Besuk atas bimbingan, arahan, serta kesempatan belajar yang diberikan selama pelaksanaan praktikum.

    Kegiatan pelepasan ditutup dengan penyerahan cindera mata, sesi foto bersama, serta doa bersama sebagai ungkapan harapan agar silaturahmi antara KUA Kecamatan Besuk dan Universitas Islam Zainul Hasan Genggong terus terjalin dengan baik.

    Semoga kerja sama antara KUA Kecamatan Besuk dan Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong dapat terus berlanjut dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan keagamaan yang lebih baik.

  • Ada yang Unik, “Batman” dan “Spiderman” Jadi Saksi di KUA

    Ada yang Unik, “Batman” dan “Spiderman” Jadi Saksi di KUA

    Kontributor : Nur Hasan / Editor : Lutfi Hidayat

    PAJARAKAN, 27 Juli 2026 –

    Suasana ceria menyelimuti KUA Pajarakan, Probolinggo, saat pasangan lansia Zaini (60) dan Rosidah (60) resmi menikah di tengah kehadiran “Batman” dan “Spiderman” cilik yang mencuri perhatian. Pernikahan yang dilangsungkan pada Senin (27/7/2026) ini menjadi momen istimewa yang membuktikan cinta tak mengenal usia, didukung oleh kehadiran keluarga dari berbagai generasi.

    Prosesi akad nikah berlangsung dengan khidmat dipimpin oleh penghulu KUA Pajarakan. Di hadapan para saksi, keluarga, dan tamu undangan, kedua mempelai yang sama-sama berstatus duda dan janda karena ditinggal meninggal dunia pasangan masing-masing mengucapkan ijab kabul dengan lancar dan penuh keyakinan.

    Momen sakral ini menjadi bukti bahwa pernikahan sebagai ikatan suci dan ibadah tidak mengenal batas usia. Semangat kedua mempelai untuk kembali membangun rumah tangga yang sah mendapat apresiasi dari keluarga maupun para tamu yang hadir.

    Suasana semakin hangat dengan kehadiran anggota keluarga dari berbagai generasi, mulai dari anak, cucu, hingga cicit. Kehadiran dua anak kecil yang mengenakan topeng karakter Spiderman dan Batman turut mencuri perhatian para tamu. Kehangatan dan keceriaan tersebut menambah kesan istimewa tanpa mengurangi kekhusyukan prosesi akad nikah.

    Kepala KUA Kecamatan Pajarakan, Winarko, S.Ag., menegaskan bahwa KUA berkomitmen memberikan pelayanan pencatatan nikah yang profesional, ramah, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan usia maupun latar belakang.

    “Akad nikah adalah ibadah sekaligus ikatan yang sangat mulia. KUA hadir memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat agar setiap pernikahan tercatat secara sah menurut agama dan negara,” ujarnya.

    Ia juga berharap momen tersebut menjadi inspirasi bagi masyarakat bahwa membangun keluarga sakinah dapat dimulai kapan saja. Pernikahan yang dilandasi niat baik, tanggung jawab, dan komitmen untuk menjalani kehidupan bersama merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan keluarga yang harmonis, tenteram, dan penuh keberkahan.

  • Rahasia Bahtera Rumah Tangga Sakinah dalam Pernikahan

    Rahasia Bahtera Rumah Tangga Sakinah dalam Pernikahan

    Kontributor : Abd. Rahman / Editor : Lutfi Hidayat

    LUMBANG, 27 Juli 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lumbang kembali mengingatkan kepada pasangan pengantin bahwa akad nikah bukanlah sekadar seremonial belaka, melainkan kunci utama dan fondasi kokoh serta sumpah-janji dalam membangun bahtera rumah tangga yang diridhoi.

    Plt. Kepala KUA Lumbang, Arif Rahman Hakim menyampaikan bahwa dalam ikrar suci tersebut tersimpan janji setia yang mendalam, rasa saling percaya yang tulus, serta kesiapan penuh untuk memikul tanggung jawab bersama di bawah naungan ridho Allah SWT.

    “Keberkahan yang terjalin saat prosesi akad diucapkan menjadi landasan spiritual, agar setiap pasangan mampu mengarungi samudera kehidupan, baik di saat suka maupun ketika diuji duka. Lebih lanjut, Hakim, sapaan akrabnya, menekankan bahwa tujuan akhir dari ikatan ini adalah membentuk keluarga yang sakinah (penuh kedamaian), mawaddah (penuh kasih sayang), dan rahmah (penuh belas kasih).

    “Akad nikah adalah komitmen ibadah. Ketika pasangan memposisikan pernikahan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, maka tantangan sebesar apa pun akan dapat dilalui dengan kesabaran dan komunikasi yang baik,” ujarnya.

    Melalui bimbingan perkawinan sebelum melangsung akad Nikah, pihak KUA Lumbang berharap agar setiap calon pengantin tidak hanya fokus pada kemeriahan resepsi, tetapi lebih mengutamakan kemantapan hati dan pemahaman akan hak serta kewajiban masing-masing pasangan sebelum memasuki gerbang pernikahan yang sakral.

  • Doa Bersama dan Tasyakuran Tandai Dimulainya Renovasi Masjid Ar-Rahim Kemenag Kabupaten Probolinggo

    Doa Bersama dan Tasyakuran Tandai Dimulainya Renovasi Masjid Ar-Rahim Kemenag Kabupaten Probolinggo

    Kontributor : Muh. Hefni / Editor : Lutfi Hidayat & Tim Redaksi

    Probolinggo – Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo mengawali renovasi Masjid Ar-Rahim dengan menggelar doa bersama, istighotsah, dan tasyakuran di Masjid Ar-Rahim Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Jalan KH. Hasan Genggong No. 235, Sukoharjo, Senin (27/7/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur,S.Ag., M.Pd., para pejabat struktural, Kepala KUA, Ketua Takmir Masjid Ar-Rahim, penyuluh agama, serta seluruh aparatur di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

    Renovasi Masjid Ar-Rahim dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana ibadah agar semakin nyaman, representatif, dan mampu mendukung aktivitas keagamaan maupun pelayanan kepada masyarakat. Pembangunan ini juga merupakan hasil swadaya dan kebersamaan keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

    Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, menyampaikan bahwa masjid memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan spiritual bagi seluruh aparatur dan masyarakat.

    “Renovasi ini merupakan wujud komitmen kita bersama untuk menghadirkan rumah ibadah yang lebih layak dan nyaman. Semoga proses pembangunan berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh pegawai serta masyarakat yang memanfaatkan Masjid Ar-Rahim,” ujarnya.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan doa bersama dan istighotsah yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Seluruh peserta memanjatkan doa agar setiap tahapan renovasi diberikan kemudahan, keselamatan, dan keberkahan.

    Sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penanda dimulainya renovasi, Dr. H. Samsur melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada H. Imamuddin Nur Fajri, S.Ag., M.H.I. selaku Ketua Takmir Masjid Ar-Rahim. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya pekerjaan renovasi serta amanah untuk mewujudkan masjid yang lebih representatif.

    Melalui renovasi ini, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berharap Masjid Ar-Rahim dapat menjadi pusat ibadah dan pembinaan umat yang semakin nyaman, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan, pelayanan, dan nilai-nilai keagamaan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

  • MUI Banyuanyar Gelar Konsolidasi, Kawal Tausiyah HUT RI dan Antisipasi Radikalisme

    MUI Banyuanyar Gelar Konsolidasi, Kawal Tausiyah HUT RI dan Antisipasi Radikalisme

    Kontributor : Syaiful Bahri

    BANYUANYAR, 27 Juli 2026

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Banyuanyar menggelar rapat konsolidasi pengurus di Aula Pondok Pesantren Bahrul Huda, Klenang Kidul, Sabtu (25/7/2026). Pertemuan ini bertujuan menindaklanjuti tausiyah MUI Kabupaten Probolinggo Nomor: 06/TSH/MUI/MUI.KAB.PROB/VII/2026 terkait pedoman pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris MUI Banyuanyar ini dihadiri oleh 90 persen pengurus. Turut hadir dalam acara tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), termasuk Camat Banyuanyar, Hudan Kurniawan dan perwakilan penyuluh agama islam Kemenag Kabupaten Probolinggo.

    Ketua MUI Kecamatan Banyuanyar, Kyai Hilmi Thalib, menegaskan bahwa tausiyah dari kabupaten merupakan pedoman moral yang wajib diwujudkan dalam langkah nyata. Ia mengimbau seluruh jajaran untuk menyemarakkan HUT RI dengan semangat persatuan, ukhuwah, dan cinta tanah air.

    Merespons hal itu, Camat Banyuanyar, Hudan Kurniawan, mengapresiasi langkah cepat MUI. Ia menyatakan kesiapan pemerintah kecamatan untuk mendukung penuh agar arahan dalam tausiyah tersebut terlaksana secara optimal di masyarakat.

    Selain membahas persiapan HUT RI, pertemuan ini juga menghadirkan perwakilan Idensos Densus 88 AT Polda Jawa Timur, Andika. Dalam sosialisasinya, Andika mengingatkan pentingnya membentengi generasi muda dari bahaya paham radikalisme dan terorisme, terutama yang menyebar melalui media sosial. Ia mengajak tokoh agama dan keluarga untuk memperkuat literasi digital serta menanamkan nilai keagamaan yang moderat.

    Melalui konsolidasi ini, MUI Banyuanyar berharap peringatan kemerdekaan tahun ini tidak hanya meriah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nasionalisme dan ketahanan masyarakat terhadap ancaman yang dapat memecah belah bangsa.

  • Terbitkan Legalitas Majelis Taklim, Kepala KUA Tegalsiwalan Serahkan 2 SKT

    Terbitkan Legalitas Majelis Taklim, Kepala KUA Tegalsiwalan Serahkan 2 SKT

    Kontributor : Homisun / Editor : Syaiful Bahri

    TEGALSIWALAN, 26 Juli 2026 –

    Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tegalsiwalan, Ananto Pratikno, secara resmi menyerahkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) kepada dua majelis taklim di Desa Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat legalitas hukum sekaligus menertibkan administrasi lembaga keagamaan di tingkat desa.

    Penyerahan dokumen resmi tersebut dilaksanakan di sela-sela agenda rutin mingguan Majelis Taklim Pembinaan Pengamalan Agama (P2A) yang bertempat di kediaman Ibu Sugito, Dusun Krajan. Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Taklim P2A, Ibu Yeni Asmawati, ini dihadiri oleh sedikitnya 55 jamaah setempat yang mengikuti jalannya kegiatan dengan antusias.

    Dua lembaga keagamaan yang resmi menerima legalitas hukum tersebut adalah:

    Majelis Taklim P2A (Pembinaan Pengamalan Agama), Dusun Krajan, Desa Sumberbulu dan Majelis Taklim Aisyah, Dusun Tegaljuwet, Desa Sumberbulu.

    Dalam sambutannya, Kepala KUA Tegalsiwalan Ananto Pratikno menegaskan bahwa kepemilikan SKT ini bukan sekadar pemenuhan aspek administratif formal di atas kertas, melainkan sebuah bentuk pengakuan resmi dari negara.

    “Legalitas formal ini merupakan payung hukum yang penting. Kami berharap, dengan diterbitkannya SKT ini, para pengurus dan jamaah semakin termotivasi untuk mengembangkan kegiatan syiar serta pembinaan keagamaan secara lebih tertib, aktif, akuntabel, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Ananto Pratikno.

    Ia juga menambahkan bahwa majelis taklim memegang peranan krusial sebagai pilar pendidikan keagamaan nonformal yang bersentuhan langsung dengan umat.

    “Negara hadir memberikan legalitas ini agar majelis taklim dapat terus bergerak maju menjadi pusat syiar yang sehat. Ke depan, peran aktif kedua majelis taklim di Desa Sumberbulu ini sangat kami nantikan untuk membentengi umat dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang religius, harmonis, serta berakhlakul karimah,” imbuhnya.

    Dengan diterbitkannya SKT ini, kedua majelis taklim di Desa Sumberbulu tersebut kini memiliki landasan hukum yang kuat untuk memperluas jangkauan pembinaan umat serta mempererat tali ukhuwah Islamiyah di wilayah Kecamatan Tegalsiwalan.

  • Cegah Perkawinan Anak dan Stunting Jadi Isu Strategis Muskercab NU

    Cegah Perkawinan Anak dan Stunting Jadi Isu Strategis Muskercab NU

    Kontributor : Munir / Editor : Moh. Hefni M

    WONOMERTO, 26 Juli 2026 – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2026–2031 menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program prioritas pemerintah. Dalam Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I yang digelar di Pondok Pesantren Al-Barokah Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, PCNU secara resmi memasukkan gerakan pencegahan stunting dan pernikahan dini sebagai agenda program unggulan organisasi.

    Langkah ini dinilai sangat strategis dalam upaya menyelamatkan generasi masa depan serta memperkuat ketahanan keluarga, khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo. Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Teguh Mahameru Zainul Hasan, menegaskan bahwa forum ini menjadi pijakan awal untuk merumuskan program yang menyentuh langsung kebutuhan umat.

    Guna memaksimalkan eksekusi di lapangan, PCNU meluncurkan sistem koordinasi baru melalui enam Koordinator Bidang (Koorbid) di bawah pembinaan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah. Struktur baru ini diharapkan mampu mempercepat sinergi antarlembaga dan badan otonom (Banom) dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya pernikahan anak dan pentingnya pemenuhan gizi untuk mencegah stunting.

    Hadir dalam pembukaan Muskercab I tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Muhammad Sa’dun, didampingi Kasi PD Pontren dan Kepala KUA Wonomerto, Wawan Ali Suhuidi.

    Kehadiran unsur Kemenag ini mempertegas kesiapan pemerintah untuk berkolaborasi dengan jajaran ulama dan umara dalam menekan angka pernikahan usia dini yang menjadi salah satu pemicu utama melonjaknya kasus stunting.

    Selain fokus pada isu sosial-keagamaan, Muskercab I yang juga dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, anggota DPRD, TNI-Polri, dan kepala desa ini turut membahas program besar lainnya. Di antaranya adalah realisasi pendirian Perguruan Tinggi NU, optimalisasi Badan Usaha Milik NU (BUMNU), penguatan kaderisasi, serta gerakan Koin NU Peduli untuk kemandirian umat, pencegahan konflik sosial, Pencegahan Radikalisme, Terorisme, Penguatan dan Pendampingan Majelis Taklim disemua ranting NU.

  • Ribuan Jemaah Padati Haul Habib Husein Brani

    Ribuan Jemaah Padati Haul Habib Husein Brani

    Kontributor : A.Noor Busthomi

    MARON, 26 Juli 2026 – Ribuan jemaah menghadiri peringatan Haul ke-42 Almarhum Habib Husein bin Hadi Al-Hamid yang digelar hari ini di Brani, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Acara keagamaan yang penuh khidmat ini dihadiri langsung oleh Bupati Probolinggo, Gus Dr. Muhammad Haris (Gus Haris), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolingggo, Dr. Samsur beserta jajaran ulama, tokoh masyarakat, dan ribuan umat Islam dari berbagai daerah.

    Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo Gus Haris menyampaikan rasa syukur mendalam atas keberkahan yang dimiliki wilayahnya. Beliau menyebut bahwa Kabupaten Probolinggo beruntung karena bertabur para wali Allah yang diberikan anugerah usia yang panjang.

    Gus Haris kemudian mengupas rahasia di balik panjangnya umur para kekasih Allah tersebut. Menurutnya, kunci utamanya terletak pada kebersihan hati yang selalu dijaga dengan istiqomah.”Rahasia beliau-beliau panjang umur adalah karena hatinya bersih. Tidak pernah memiliki rasa iri dan dengki terhadap pemberian serta nikmat Allah kepada orang lain. Beliau semua selalu menjaga kesucian hati,” ujar Gus Haris di hadapan ribuan jemaah.

    Lebih lanjut, Gus Haris menitipkan pesan penting kepada seluruh masyarakat yang hadir untuk senantiasa mendoakan para guru, kiai, dan ulama agar terus diberikan kesehatan serta usia yang panjang. Beliau mengingatkan tentang filosofi doa yang akan kembali kepada orang yang memanjatkannya. “Dahulukan mendoakan orang lain, terutama para ulama kita. Doa itu akan memantul kepada diri kita sendiri,” pesannya.

    Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para ulama. Gus Haris mengapresiasi dedikasi para tokoh agama yang tiada henti dan istiqomah dalam mendidik serta membimbing moral masyarakat demi terwujudnya Kabupaten Probolinggo yang senantiasa diberkahi.

    Selain menyentuh aspek spiritual, Gus Haris memaparkan komitmen nyata pemerintah daerah melalui visi pembangunan “SAE”. Fokus utama kerja pemerintah saat ini meliputi akselerasi pembangunan infrastruktur, peningkatan mutu pendidikan, layanan kesehatan, serta penguatan kesejahteraan masyarakat. Kabar baik dan strategis turut disampaikan bagi warga di wilayah Probolinggo bagian timur-selatan.

    Di bidang kesehatan, Gus Haris membawa angin segar mengenai rencana besar pemerataan fasilitas medis.”InsyaAllah, ke depan Kecamatan Maron akan memiliki rumah sakit sendiri. Fasilitas ini dibangun untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat di sekitar Maron, Krucil, Tiris, dan wilayah sekitarnya, sehingga warga tidak perlu jauh-jauh lagi untuk berobat,” pungkas Gus Haris disambut riuh syukur para jemaah.Acara haul kemudian dilanjutkan dengan pembacaan salawat, tahlil, dan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, serta kemakmuran seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo. (Inf)