Blog

  • KUA Paiton dan Puskesmas Jabung Bangun Ketahanan Keluarga Melalui Bimwin

    KUA Paiton dan Puskesmas Jabung Bangun Ketahanan Keluarga Melalui Bimwin

    Kontributor : Ali / Editor : Lutfi Hidayat

    PAITON, (30 Juli 2026) – Komitmen membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas terus diperkuat melalui kolaborasi lintas institusi. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Paiton berkolaborasi dengan Puskesmas Jabung menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) bagi calon pengantin pada Kamis, 30 Juli 2026, bertempat di Aula Puskesmas Jabung, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

    Kegiatan yang diinisiasi sebagai bentuk kolaborasi antara KUA Paiton, Puskesmas Jabung, dan PLKB Kecamatan Paiton tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala KUA Kecamatan Paiton, Fauzan, S.Sos.I., M.Pd. Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Puskesmas Jabung, dr. Yuniar Indah Savitri, Kepala PLKB Kecamatan Paiton, serta para calon pengantin sebanyak 15 pasang yang menjadi peserta bimbingan.

    Dalam sambutannya, Fauzan menegaskan bahwa KUA tidak hanya berperan sebagai lembaga pencatat pernikahan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam membangun ketahanan keluarga melalui berbagai program edukatif.

    “KUA akan selalu melebur dengan masyarakat, menggandeng seluruh institusi pemerintah serta stakeholder yang ada di Kecamatan Paiton. Ke depan, program Bimbingan Perkawinan ini akan kami selenggarakan di seluruh kantor desa agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh masyarakat,” ujar Fauzan sebelum secara resmi membuka kegiatan.

    Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor merupakan langkah strategis dalam menciptakan keluarga yang tangguh sejak sebelum akad nikah, sehingga angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, hingga persoalan kesehatan reproduksi dapat ditekan melalui edukasi yang komprehensif.

    Memasuki sesi materi, Kepala Puskesmas Jabung, dr. Yuniar Indah Savitri, menyampaikan pembekalan mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya kesiapan fisik maupun mental dalam kehidupan rumah tangga. Menurutnya, keharmonisan pasangan suami istri diawali dengan saling memahami kebutuhan satu sama lain serta membangun komunikasi yang sehat.

    “Dalam hubungan suami istri, luangkan waktu untuk melakukan pemanasan (foreplay) sebelum melakukan hubungan intim agar tubuh lebih siap, memberikan rasa nyaman, serta membantu mencegah terjadinya lecet,” jelas dr. Yuniar di hadapan peserta.

    Materi berikutnya disampaikan oleh Kepala PLKB Kecamatan Paiton yang mengupas pentingnya perencanaan keluarga melalui pengenalan berbagai jenis alat kontrasepsi bagi calon pengantin. Peserta diberikan pemahaman mengenai fungsi, manfaat, serta pemilihan metode kontrasepsi yang sesuai sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera.

    Sebagai penutup rangkaian materi, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Paiton, Sayidina Ali, S.H., mengangkat tema “Tahap Perkembangan Hubungan”. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara rinci dinamika kehidupan rumah tangga mulai dari usia perkawinan 12 bulan hingga memasuki 24 tahun pernikahan. Ia juga menguraikan berbagai tantangan yang lazim dihadapi pasangan pada setiap fase beserta pola penyelesaian masalah yang dapat diterapkan berdasarkan nilai-nilai agama, komunikasi yang efektif, dan sikap saling menghargai.

    Menurut Ali, setiap fase kehidupan rumah tangga memiliki karakteristik tersendiri sehingga pasangan dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, serta menjaga komitmen dalam membangun keluarga yang sakinah.

    “Semakin harmonis rumah tanggamu, semakin banyak berkah dan rezekimu,” tutur Ali menutup penyampaian materinya.

    Melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan ini, KUA Kecamatan Paiton berharap kolaborasi dengan Puskesmas, PLKB, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperluas. Dengan demikian, calon pengantin tidak hanya siap secara administratif untuk menikah, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan, kesehatan, dan spiritual yang memadai dalam membangun keluarga yang kokoh, harmonis, serta menjadi fondasi lahirnya generasi yang berkualitas.

  • BIMWIN KUA Kuripan, Bekali Calon Pengantin Membangun Keluarga Sakinah Maslahat Berbasis Problem Solving

    BIMWIN KUA Kuripan, Bekali Calon Pengantin Membangun Keluarga Sakinah Maslahat Berbasis Problem Solving

    Kontributor : Fadlur Rohman, SH / Editor : Lutfi Hidayat

    Kuripan, (30 Juli 2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuripan menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Binwin) bagi calon pengantin Kamis pagi (30/07/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali tujuh pasang calon pengantin dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membangun keluarga sakinah maslahat melalui pendekatan problem solving.

    Bimbingan menghadirkan tiga narasumber dari bidang kesehatan, keluarga berencana, dan penyuluhan agama untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai kehidupan berumah tangga.

    Materi pertama disampaikan oleh Kepala Puskesmas Kecamatan Kuripan, dr. Anum tentang Rumah Tangga Sehat. Dalam paparannya, dr. Anum menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental pasangan sebagai fondasi kehidupan keluarga. Ia juga menekankan perlunya menerapkan pola hidup sehat, menjaga kesehatan reproduksi, serta membangun komunikasi yang baik sebagai upaya menciptakan keluarga yang berkualitas.

    Materi kedua disampaikan oleh Tiara Putri, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Kuripan, dengan materi Perencanaan dalam Rumah Tangga Anti KDRT. Ia menjelaskan bahwa perencanaan keluarga yang matang, komunikasi yang terbuka, serta pemahaman mengenai hak dan kewajiban suami istri merupakan langkah penting dalam membangun hubungan yang harmonis sekaligus mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Menurutnya, penyelesaian persoalan melalui dialog dan musyawarah menjadi salah satu kunci terciptanya keluarga yang aman dan saling menghormati.

    Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Ustadz Nur Rohmad, S.Pd.I, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kuripan, dengan materi Keluarga yang Berpedoman pada Akhlakul Karimah. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa nilai-nilai akhlak mulia, seperti kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, saling menghargai, dan kasih sayang, menjadi pedoman utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis serta menghadapi berbagai tantangan kehidupan keluarga.

    Melalui penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan ini, KUA Kecamatan Kuripan berupaya meningkatkan kesiapan calon pengantin dalam memasuki kehidupan berumah tangga. Pembekalan yang mencakup aspek kesehatan, perencanaan keluarga, dan pembinaan keagamaan diharapkan mampu menjadi bekal bagi peserta dalam membangun keluarga yang sakinah, maslahat, serta memiliki kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan secara bijaksana melalui pendekatan problem solving.

  • Dari “Aku & Kamu” Menjadi “Kita”: Ikhtiar KUA Sumber Menenun Keluarga Tangguh

    Dari “Aku & Kamu” Menjadi “Kita”: Ikhtiar KUA Sumber Menenun Keluarga Tangguh

    Kontributor : Muhammad Sidratul Muntaha, S.H. / Editor : Lutfi Hidayat

    SUMBER, (30 Juli 2026) – Riuh rendah perbincangan pelan terdengar di sudut ruang Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumber pada Kamis pagi (30/07/2026). Di sana, puluhan pasang mata saling lempar senyum canggung, bersanding dengan pasangan masing-masing.

    Mereka datang bukan sekadar untuk mencatatkan nama atau menyelesaikan berkas administrasi akad nikah, melainkan untuk melangkah ke sebuah perjalanan baru: meluruhkan ego “aku” dan “kamu” demi melebur menjadi satu kata yang utuh, “kita.”

    Melalui Bimbingan Perkawinan (Binwin) bertajuk “Dari Aku & Kamu Menjadi Kita”, KUA Sumber siapkan langkah awal rumah tangga bahagia dengan terus berikhtiar mengubah wacana pernikahan agar tak berhenti di atas kertas “buku nikah”. Suasana bimbingan dikemas hangat dan interaktif—jauh dari kesan kaku sebuah seminar formal.

    Rumah tangga yang kuat tidak berdiri hanya karena cinta saat masa kasmaran, tetapi dibangun di atas pondasi komunikasi, komitmen, dan kesiapan mental yang matang.

    Para calon pengantin diajak menyelami realitas kehidupan pascanikah yang penuh dinamika. Tidak hanya diajarkan cara memelihara kehangatan lewat teknik komunikasi efektif, mereka juga dibekali strategi manajemen konflik secara damai. Sebuah keterampilan krusial yang kerap menjadi batu sandungan bagi pasangan muda ketika romantisme awal pernikahan mulai diuji oleh realitas harian.

    Namun, membangun benteng rumah tangga tak cukup hanya dengan modal rasa dan spiritual. KUA Kecamatan Sumber paham betul bahwa ketahanan keluarga juga ditopang oleh kesehatan fisik dan tata kelola domestik yang prima.

    Dalam bimbingan ini, kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting juga menjadi salah satu perhatian utama. Para calon pengantin diberi pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga gizi dan kesehatan sejak sebelum kehamilan. Langkah preventif ini ditanamkan agar setiap pasangan tidak hanya siap melahirkan keturunan, tetapi juga mampu melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

    Tak kalah penting, urusan dapur dan finansial juga dikupas tuntas. Edukasi mengenai manajemen keuangan keluarga secara bijak disampaikan sebagai bekal agar roda rumah tangga dapat berputar stabil, beriringan dengan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai jangkar moral keluarga.

    Pihak KUA Kecamatan Sumber menegaskan bahwa kegiatan Binwin ini diselenggarakan bukan sebagai formalitas demi selembar sertifikat nikah. Lebih dari itu, bimbingan ini adalah kawah candradimuka agar setiap calon pengantin memiliki peta jalan yang jelas sebelum mengikrarkan janji suci di hadapan penghulu.

    Saat sesi berakhir, riak kecemasan di wajah para peserta perlahan surut, berganti dengan binar keyakinan. Hari itu, di KUA Kecamatan Sumber, puluhan pasangan tidak hanya pulang membawa dokumen persyaratan nikah, tetapi juga membawa bekal pengetahuan, kelapangan dada, dan keteguhan hati untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang mandiri, harmonis, dan berkelanjutan.

  • KUA Pusaka Wonomerto Gelar BIMWIN Angkatan VII, Wujudkan Keluarga ‘SAE’

    KUA Pusaka Wonomerto Gelar BIMWIN Angkatan VII, Wujudkan Keluarga ‘SAE’

    Kontributor : M. Munir / Editor : Lutfi Hidayat

    WONOMERTO, (30 Juli 2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Pusaka Kecamatan Wonomerto kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi ketahanan keluarga di Indonesia. Melalui Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) Angkatan VII, sebanyak 56 pasangan calon pengantin (catin) mendapatkan pembekalan intensif sebelum melangkah ke jenjang pernikahan di Balai Nikah KUA Pusaka Wonomerto.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Kementerian Agama untuk membekali para calon pengantin dengan kesiapan mental, spiritual, emosional, hingga sosial. Langkah ini dipandang krusial dalam menekan angka perselisihan rumah tangga serta menciptakan keluarga yang tangguh, harmonis, dan berkualitas.

    Membangun Komunikasi Efektif dan Keluarga “SAE”

    Hadir sebagai narasumber pertama, Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Jawa Timur sekaligus Kepala KUA Pusaka Wonomerto, H. Wawan Ali Suhudi, S.Ag., M.H menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam rumah tangga. Ia memperkenalkan konsep keluarga “SAE”—yakni keluarga yang SAKINAH, AMANAH, dan EMPATI.

    Dalam paparan materinya, H. Wawan mengupas pemahaman hak dan kewajiban suami istri, seni mengelola konflik rumah tangga, hingga penanaman nilai-nilai keagamaan sebagai pilar utama keluarga. “Rumah tangga yang bahagia dibangun bukan karena tidak pernah ada masalah, melainkan karena selalu ada komitmen untuk bersama mencari jalan keluar,” tegasnya.

    Kesehatan Reproduksi dan Perencanaan Keluarga

    Tidak hanya aspek mental dan keagamaan, sisi kesehatan dan perencanaan masa depan juga menjadi perhatian utama. Penyuluh KB Kecamatan Wonomerto, Probo Puspa, hadir sebagai narasumber kedua yang menyampaikan materi komprehensif mengenai kesehatan keluarga, perencanaan kehidupan berkeluarga, serta pentingnya menjaga Kesehatan Reproduksi (Kespro).

    Kedua narasumber sepakat bahwa keberhasilan pernikahan tidak sekadar ditentukan oleh kesiapan administrasi di meja akad, melainkan oleh kematangan karakter, komitmen bersama, dan ketahanan dalam menghadapi dinamika kehidupan berumah tangga.

    Melalui BIMWIN Angkatan VII ini, KUA Pusaka Wonomerto berharap para peserta mampu menyerap keterampilan praktis dan sikap saling menghormati. Pembekalan ini diharapkan menjadi pendorong terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, sekaligus melahirkan generasi penerus yang sehat, berkualitas, dan berakhlak mulia.

  • Pererat Silaturahmi dan Matangkan Tour Religi, DWP KUA Pajarakan Gelar Pertemuan Rutin Bulanan

    Pererat Silaturahmi dan Matangkan Tour Religi, DWP KUA Pajarakan Gelar Pertemuan Rutin Bulanan

    Kontributor : Nur Hasan / Editor : Lutfi Hidayat

    PAJARAKAN, (30 Juli 2026) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pajarakan menggelar pertemuan rutin (pertin) bulanan, Kamis (30/07/2026). Pertin sebagai upaya memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kebersamaan antaranggota.

    Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan ini dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Pajarakan, Winarko, S.Ag., Ketua DWP KUA Pajarakan, Ny. Asri Windhiarti, beserta seluruh anggota DWP. Pertemuan rutin tersebut menjadi wadah untuk mengevaluasi berbagai kegiatan organisasi sekaligus mempererat hubungan antarsesama anggota. Selain membahas program kerja dan penguatan komunikasi internal, agenda utama pertemuan kali ini juga membahas persiapan pelaksanaan tour religi yang akan diikuti oleh anggota DWP KUA Pajarakan.

    Dalam arahannya, Kepala KUA Pajarakan, Winarko, S.Ag menyampaikan apresiasi atas konsistensi DWP dalam menjaga kekompakan dan membangun sinergi yang positif di lingkungan KUA. Menurutnya, keberadaan Dharma Wanita Persatuan memiliki peran strategis dalam mendukung terciptanya suasana kerja yang harmonis sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di lingkungan keluarga besar Kementerian Agama.

    Sementara itu, Ketua DWP KUA Pajarakan, Ny. Asri Windhiarti, menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang efektif di antara seluruh anggota. Ia berharap setiap kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga mampu meningkatkan rasa kekeluargaan, kepedulian, dan semangat kebersamaan dalam mendukung tugas serta pengabdian para pegawai KUA.

    Pembahasan mengenai tour religi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan seluruh anggota. Berbagai masukan disampaikan untuk menyempurnakan rencana kegiatan, mulai dari tujuan perjalanan, teknis pelaksanaan, hingga upaya menjaga kebersamaan selama kegiatan berlangsung. Tour religi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga menjadi media mempererat ukhuwah, meningkatkan wawasan keagamaan, dan memperkuat solidaritas antaranggota.

    Melalui pertemuan rutin yang dilaksanakan secara berkesinambungan, DWP KUA Pajarakan berkomitmen terus membangun organisasi yang aktif, solid, dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya. Semangat koordinasi, komunikasi, serta kebersamaan yang terus dipupuk diharapkan mampu mendukung terwujudnya pelayanan KUA yang semakin profesional, humanis, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

  • Pastikan Kesiapan Ikrar Wakaf, Penyuluh KUA Kraksaan Survei Tanah Wakaf Yayasan Darul Karomah Al Wafa

    Pastikan Kesiapan Ikrar Wakaf, Penyuluh KUA Kraksaan Survei Tanah Wakaf Yayasan Darul Karomah Al Wafa

    Kontributor : Anwar. S / Editor : Lutfi Hidayat

    KRAKSAAN, (30 Kuli 2026) – Dalam rangka menjamin ketertiban administrasi dan kepastian hukum aset keagamaan, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kraksaan melalui Tim Penyuluh Agama Islam melaksanakan survei lokasi tanah wakaf di Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kamis (30/07/2026).

    Survei lapangan tersebut menyasar objek tanah wakaf milik Yayasan Darul Karomah Al Wafa Desa Kebonagung. Dua Penyuluh Agama Islam KUA Kraksaan, Zaenal Fatah dan M. Taufik Hidayatullah, turun secara langsung ke lokasi untuk mengawal tahapan awal verifikasi tanah wakaf tersebut.

    Rombongan KUA Kraksaan disambut oleh Ketua Yayasan Darul Karomah Al Wafa sekaligus Ketua Nazhir, Ustaz Ali Wafa. Kehadiran petugas KUA di lokasi menjadi tahapan krusial dan esensial sebelum dilaksanakannya Prosesi Ikrar Wakaf secara resmi.

    Penyuluh Agama Islam KUA Kraksaan, Zaenal Fatah menjelaskan bahwa survei ini bertujuan untuk menyelaraskan data administratif dengan kondisi riil di lapangan.

    “Pemeriksaan fisik ini sangat penting untuk mencocokkan letak geografis, batas-batas tanah, luas objek wakaf, hingga kelengkapan dokumen pendukung. Hal ini kami lakukan agar seluruh data valid dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Yayasan Darul Karomah Al Wafa, Ustaz Ali Wafa mengapresiasi langkah cepat dan proaktif yang ditunjukkan oleh KUA Kecamatan Kraksaan. Menurutnya, pendataan yang presisi sejak awal akan mempermudah tata kelola aset yayasan ke depan.

    “Kami sangat bersyukur atas pendampingan dari KUA Kraksaan. Dengan adanya verifikasi langsung ini, kami merasa lebih tenang karena legalitas tanah wakaf yayasan dapat terjamin, sehingga pemanfaatannya bagi kemaslahatan umat bisa berjalan optimal dan berkelanjutan,” tuturnya.

    Melalui verifikasi lapangan ini, KUA Kecamatan Kraksaan berharap prosesi Ikrar Wakaf mendatang dapat berjalan tertib, lancar, serta berpayung hukum kuat. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen KUA Kraksaan dalam menghadirkan pelayanan perwakafan yang profesional, akuntabel, transparan, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

  • Gandeng SMKN 2 Kraksaan, KUA Intensifkan Koordinasi dan Bimbingan

    Gandeng SMKN 2 Kraksaan, KUA Intensifkan Koordinasi dan Bimbingan

    Kontributor : Anwar. S / Editor : Lutfi Hidayat

    KRAKSAAN, (30 Juli 2026) – Dalam upaya memperkuat sinergi antara Kementerian Agama dan lembaga pendidikan, Tim Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kraksaan menggelar pertemuan koordinasi dengan SMK Negeri 2 Kraksaan, Kamis pagi (30/07/2026). Langkah ini dilakukan untuk mendorong pembinaan keagamaan berbasis moderasi beragama di lingkungan sekolah.

    Rombongan KUA Kraksaan yang terdiri dari tiga Penyuluh Agama Islam, yakni Anwar Sanusi, S.H., M.Pd., Abdul Basit, S.Pd., dan Amaludin, S.Pd.I tiba di SMKN 2 Kraksaan sekitar pukul 10.30 WIB. Pertemuan tersebut disambut oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Riza Umami, S.Pd., M.Pd., bersama Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), Abdur Rohim, S.Pd.I.

    Dalam koordinasi tersebut, kedua pihak membahas agenda strategis terkait pembinaan mental dan karakter peserta didik, penanaman nilai-nilai moderasi beragama, serta peluang kerja sama program penyuluhan agama secara berkala di sekolah.

    Penyuluh Agama Islam KUA Kraksaan, Anwar Sanusi, S.H., M.Pd., menyatakan bahwa lingkungan sekolah merupakan ruang krusial dalam membentuk cara pandang keagamaan generasi muda. “Kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan anak didik tidak hanya unggul secara akademis dan vokasional, tetapi juga memiliki fondasi akhlak yang kokoh serta pemahaman keagamaan yang moderat, toleran, dan cinta tanah air,” ujarnya.

    Sementara itu, pihak SMKN 2 Kraksaan menyambut positif inisiatif KUA Kraksaan. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Riza Umami, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas perhatian KUA terhadap pembinaan karakter para siswa.

    “Kami menyambut baik sinergi ini. Kehadiran para penyuluh agama di sekolah akan memberikan nilai tambah bagi penguatan pendidikan karakter siswa, khususnya dalam mengamalkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan bernuansa kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Riza.

    Melalui pertemuan ini, KUA Kecamatan Kraksaan dan SMKN 2 Kraksaan sepakat untuk menindaklanjuti hasil koordinasi dengan merancang program penyuluhan terstruktur yang menyasar seluruh peserta didik.

  • Masjid Miftahul Jannah Gunung Tugel Resmi Berstatus Tanah Wakaf

    Masjid Miftahul Jannah Gunung Tugel Resmi Berstatus Tanah Wakaf

    Kontributor : NM / Editor : Lutfi Hidayat

    BANTARAN, (30 Juli 2026) – Prosesi Ikrar Wakaf Masjid Miftahul Jannah yang berlokasi di Desa Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, berlangsung dengan penuh khidmat pada Rabu (29/07/2026). Langkah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat legalitas aset wakaf sekaligus memastikan keberlangsungan fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan pembinaan masyarakat.

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaran, tokoh agama lokal, pengurus masjid, para nazhir, serta saksi-saksi terkait.

    Pembacaan sumpah jabatan dan prosesi ikrar dipimpin langsung oleh Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kemenag Kabupaten Probolinggo Yazid Zain, S.Ag., M.Pd.I. Ia menegaskan pelaksanaan ikrar wakaf merupakan tahapan krusial dalam mewujudkan tertib administrasi perwakafan di wilayah Probolinggo.

    “Pencatatan dan pelaksanaan ikrar wakaf ini bertujuan memberikan kepastian hukum atas harta benda wakaf. Dengan demikian, aset umat memiliki kekuatan hukum yang sah dan terlindungi dari berbagai potensi sengketa di masa mendatang,” ujar Yazid Zain.

    Pada kesempatan yang sama, pengurus Masjid Miftahul Jannah menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terlaksananya penetapan ikrar wakaf ini. Pihak pengurus berharap keberadaan masjid tak sekadar menjadi tempat penanda ibadah ritual, namun terus berkembang sebagai pusat kegiatan sosial keagamaan. Diharapkan Masjid Miftahul Jannah dapat optimal menjadi pusat ibadah, pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, hingga penopang kegiatan sosial kemasyarakatan.

    Dengan telah dilaksanakannya prosesi ikrar wakaf ini, status kepemilikan tanah Masjid Miftahul Jannah kini semakin kokoh secara administrasi negara maupun hukum Islam. Kejelasan status hukum ini diharapkan dapat menjamin keberlanjutan kemanfaatan masjid bagi umat serta menjadi nilai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para wakif.

  • KUA Tak Hanya Urus Pernikahan, Kampung Zakat Jadi Wujud Inovasi “SAHABAT”

    KUA Tak Hanya Urus Pernikahan, Kampung Zakat Jadi Wujud Inovasi “SAHABAT”

    Kontributor : Rodinabillah

    SUKAPURA, 29 Juli 2026— Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa keberadaan Kantor Urusan Agama (KUA) di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan urusan pernikahan. Lebih dari itu, KUA memiliki peran strategis dalam menghadirkan berbagai layanan keagamaan dan sosial kemasyarakatan sebagai wujud nyata kehadiran Kementerian Agama menjadi SAHABAT (Solusi Hadir Bagi Umat).

    Pesan tersebut disampaikan Kakankemenag saat menghadiri kegiatan Realisasi Bantuan Dompet Dhuafa Triwulan III sekaligus Pembinaan Guru Ngaji dan Dhuafa di KUA Kecamatan Sukapura, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kampung Zakat Kecamatan Sukapura yang dilaksanakan melalui sinergi Kemenag melalui KUA Sukapura dan Dompet Dhuafa.

    Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 37 orang dhuafa menerima bantuan masing-masing senilai Rp. 300.000,- sementara 9 orang guru ngaji menerima bantuan dalam bentuk sembako dengan nominal yang sama. Hadir pula perwakilan Dompet Dhuafa dari Jakarta Selatan, Kamaluddin, S.Sos.I, yang sekaligus melakukan monitoring pelaksanaan program Kampung Zakat.

    Bertindak sebagai tuan rumah kegiatan, Kepala KUA Kecamatan Sukapura sekaligus Ketua Kampung Zakat Kecamatan Sukapura, Muhammad Arif Rahman Hakim, S.H., turut mengawal pelaksanaan kegiatan tersebut. Hadir pula Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, M. Imamuddin Nur Fajri, S.Ag., M.H.I., serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Yazid Zain, S.Ag., M.Pd.I.

    Dalam sambutannya, Muhammad Arif Rahman Hakim menyampaikan apresiasi kepada Dompet Dhuafa atas sinergi yang telah terjalin. Ia berharap Kampung Zakat tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi berkembang menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat yang memberikan manfaat secara berkelanjutan.

    Sementara itu, Kakankemenag Kabupaten Probolinggo mengajak masyarakat untuk tidak memandang kegiatan tersebut semata-mata sebagai pemberian bantuan.

    “Jangan hanya memandang kegiatan ini sebagai pemberian uang atau bantuan saja. Jadikanlah momen ini sebagai momentum silaturahmi antara Kementerian Agama, Dompet Dhuafa, dan masyarakat,” ungkapnya.

    Ia menegaskan bahwa Kemenag dan KUA tidak hanya hadir untuk urusan pernikahan. Masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan keagamaan, seperti pemberantasan buta aksara, pendampingan TPQ melalui Penyuluh Agama, pengurusan zakat dan wakaf, pencegahan pernikahan anak, serta bimbingan dan penyuluhan keagamaan di majelis taklim.

    Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari kampanye inovasi Kementerian Agama, yakni SAHABAT (Solusi Hadir Bagi Umat). Melalui semangat tersebut, KUA diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan hadir memberikan solusi atas berbagai kebutuhan umat.

    Dalam sesi pembinaan, Kasi Bimas Islam Imamuddin Nur Fajri mengingatkan para orang tua agar senantiasa berhati-hati dalam mengawasi anak dan cucu dari pengaruh penggunaan gadget dan media sosial. Ia menekankan pentingnya pendampingan dan pengawasan keluarga agar perkembangan teknologi tidak memberikan dampak negatif terhadap perilaku dan kehidupan keagamaan generasi muda.

    Di penghujung acara, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Probolinggo, Yazid Zain, memimpin doa bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan harapan agar sinergi Kementerian Agama, KUA Sukapura, Dompet Dhuafa, dan masyarakat melalui program Kampung Zakat terus berkembang dalam menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi umat. (Rud)

  • Penyuluh Agama Islam KUA Dringu Lakukan Sinergi Lintas Sektoral di SMPN1 Dringu

    Penyuluh Agama Islam KUA Dringu Lakukan Sinergi Lintas Sektoral di SMPN1 Dringu

    DRINGU, 29 Juli 2026 — Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo bersama Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Dringu melaksanakan kegiatan koordinasi dan sinergi dengan jajaran SMP Negeri 1 Dringu, Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di SMPN 1 Dringu ini bertujuan memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus menyelaraskan program pendidikan karakter antara sekolah dan Kementerian Agama.

    Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang religius, berkarakter, dan kondusif bagi perkembangan peserta didik. Dalam pertemuan itu, dibahas sejumlah program pembinaan keagamaan yang akan dilaksanakan secara kolaboratif, meliputi penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan, pembiasaan ibadah, pembinaan akhlak peserta didik, pendampingan kegiatan keagamaan di sekolah, serta optimalisasi peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter siswa.

    Kepala Seksi PAIS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menegaskan bahwa sinergi lintas sektor merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembinaan peserta didik, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter, moral, dan spiritualitas. Menurutnya, kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah dan Kementerian Agama akan memperkuat implementasi pendidikan karakter di lingkungan satuan pendidikan.

    Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Dringu, Muhammad Hafid, S.Pd., M.Pd., menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi sekolah melalui berbagai program edukatif dan pembinaan keagamaan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya religius sekaligus menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini.

    Pihak SMP Negeri 1 Dringu menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan budaya religius di lingkungan sekolah. Melalui sinergi yang erat antara sekolah, PAIS, dan Penyuluh Agama Islam KUA Dringu, diharapkan program pembinaan keagamaan dapat terlaksana secara efektif, berkelanjutan, serta memberikan dampak positif dalam mewujudkan generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan berkarakter moderat sesuai nilai-nilai ajaran Islam serta semangat kebangsaan.