Blog

  • Integrasi Disdikdaya dan FKDT: Tangkal Judi Online, Napza, hingga Bullying

    Integrasi Disdikdaya dan FKDT: Tangkal Judi Online, Napza, hingga Bullying

    Kontributor : Wahyu / Editor : Lutfi Hidayat

    KRAKSAAN, 22 Juli 2026 – Upaya memperkuat kualitas pendidikan keagamaan dan karakter generasi muda terus dimaksimalkan di Kabupaten Probolinggo. Langkah konkret ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo.

    Sinergi lintas sektor tersebut disepakati dalam pertemuan strategis yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Rabu (22/07/2026). Pertemuan ini berfokus pada integrasi sistem pendidikan formal dengan Madrasah Diniyah (Madin) untuk membendung isu-isu sosial remaja sekaligus mencetak generasi unggul.

    Pertemuan dihadiri langsung oleh Ketua DPC FKDT Kabupaten Probolinggo, Ahmad Ubaidillah, bersama jajaran pengurus harian. Perwakilan DPC FKDT disambut oleh Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono, S.E., M.M., Sekretaris Dinas Yunita Nur Laili, para Kepala Bidang (Kabid) di lingkungan Disdikdaya, serta para pemangku kepentingan terkait.

    Hary Tjahjono, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif DPC FKDT. Menurutnya, kerja sama ini merupakan tonggak penting dalam menyelaraskan pendidikan formal dan nonformal di daerah.

    “Kolaborasi ini menjadi langkah bersama untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih terintegrasi dan terkoordinasi, memperluas akses pendidikan keagamaan, sekaligus memperkuat karakter peserta didik. Diharapkan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, religius, dan berdaya saing, sejalan dengan visi Kabupaten Probolinggo SAE,” ujarnya.

    Ia menambahkan, ke depan akan dibentuk Tim Kerja Bersama yang melibatkan Disdikdaya, FKDT, Kemenag, hingga Bagian Kesra untuk merumuskan draf Memorandum of Understanding (MoU) sinergi pendidikan formal dan diniyah.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC FKDT Kab. Probolinggo, Ahmad Ubaidillah menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) serta integrasi kurikulum keagamaan lokal. Salah satu poin krusial yang diusulkan adalah penyesuaian skema jam pulang sekolah formal agar tidak berbenturan dengan KBM Madin di sore hari.

    • Regulasi Jam Sekolah: FKDT berharap Disdikdaya dapat mengatur regulasi jam pulang sekolah SD dan SMP agar siswa dapat mengikuti KBM Madin secara tepat waktu.

    • Jadwal Adaptif: Di sisi lain, pihak Madin siap menyesuaikan jadwal KBM agar lebih adaptif dengan ritme sekolah formal.

    Selain masalah teknis pembelajaran, Gus Ubaid sapaan akrabnya, menekankan pentingnya penguatan karakter spiritual sebagai benteng pertahanan mental para siswa di era modern.

    “Pendidikan karakter yang terintegrasi ini menjadi sarana vital untuk membendung berbagai isu sosial yang marak mengintai generasi muda saat ini, seperti bullying, pergaulan bebas, hingga maraknya ancaman judi online,” tegasnya.

    Melalui komitmen bersama ini, Kabupaten Probolinggo optimistis mampu mencetak generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki fondasi moral dan spiritual yang kokoh.

  • Implementasi Program SAE KESEHATAN, KUA dan Puskesmas Hadirkan Layanan Terpadu SEHAT KUAT

    Implementasi Program SAE KESEHATAN, KUA dan Puskesmas Hadirkan Layanan Terpadu SEHAT KUAT

    Kontributor : Aan. MP – Tim Bimas Islam / Editor : Lutfi Hidayat

    PROBOLINGGO, 21 Juli 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung implementasi Program Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo SAE KESEHATAN (Sejahtera, Amanah dan Eksis Berdaya Saing) dibidang kesehatan, Kantor Kementerian Agama melalui Seksi Bimas Islam dan Kantor Urusan Agama (KUA) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas di 24 kecamatan menghadirkan inovasi pelayanan terpadu SEHAT KUAT (Layanan Skrining dan Pemeriksaan Kesehatan serta Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin KUA secara Terpadu).

    Inovasi tersebut menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini mengharuskan calon pengantin (catin) mengantre berjam-jam di Puskesmas untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu persyaratan perkawinan. Kini, melalui layanan SEHAT KUAT, skrining dan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan secara langsung di lokasi penyelenggaraan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) KUA, sehingga calon pengantin memperoleh layanan kesehatan dan pembinaan perkawinan dalam satu rangkaian pelayanan yang terintegrasi.

    Seluruh layanan diberikan secara gratis (Rp0,-). Ini juga selaras dengan program Bupati Probolinggo dan visi pemerintah daerah untuk mewujudkan program SAE KESEHATAN yaitu menghadirkan pelayanan publik yang mudah diakses, efektif, efisien, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat. Selain mempermudah proses administrasi, layanan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kesehatan pranikah sebagai fondasi dalam mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, dan berketahanan.

    Selain menghadirkan SEHAT KUAT, KUA juga mengembangkan inovasi PILKUAT (Pelayanan Dukcapil dan KUA Terpadu). Melalui layanan ini, pasangan pengantin yang telah melaksanakan akad nikah dapat langsung memperoleh pembaruan dokumen administrasi kependudukan, seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan status perkawinan yang telah diperbarui. Dokumen tersebut dapat diunduh secara digital melalui layanan Website Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, sehingga masyarakat memperoleh kemudahan akses secara cepat, akurat, dan terintegrasi.

    Sebagai bagian dari transformasi pelayanan berbasis digital, KUA juga menghadirkan POLING (Pojok Konseling), yaitu layanan konsultasi daring melalui website dan WhatsApp Center KUA. Layanan ini memberikan ruang konsultasi yang mudah diakses masyarakat terkait layanan perkawinan, pembinaan keluarga, maupun informasi keagamaan lainnya tanpa harus datang langsung ke kantor.

    Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, M. Imamuddin Nur Fajri, menegaskan bahwa berbagai inovasi tersebut merupakan implementasi nyata dari agenda strategis yang menjadi perhatian serius Kepala Kantor Kementerian Agama, Dr. Samsur, bersama Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) Kementerian Agama.

    “Transformasi pelayanan ini merupakan komitmen kami untuk menghadirkan layanan publik yang semakin cepat, mudah, terintegrasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara KUA, Puskesmas, dan Dukcapil menjadi bukti bahwa pelayanan pemerintah dapat diselenggarakan secara efektif melalui sinergi lintas sektor,” ujarnya.

    Menurut Imamuddin, inovasi layanan tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi perkawinan, tetapi juga bertujuan mempersiapkan calon pengantin dari aspek kesehatan, kesiapan mental, dan ketahanan keluarga sebagai fondasi dalam mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah.

    Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Kementerian Agama terus memperkuat reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas dengan menghadirkan pelayanan yang inovatif, adaptif, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kehadiran SEHAT KUAT, PILKUAT, dan POLING diharapkan menjadi model pelayanan terpadu yang mampu meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mendukung terwujudnya keluarga Indonesia yang sehat, tangguh, dan sejahtera sejak awal kehidupan berumah tangga.

  • Sambut HUT RI 2026, MUI Probolinggo Rilis Tausiyah; Imbau Maknai Kemerdekaan dengan Menjaga Moralitas Umat

    Sambut HUT RI 2026, MUI Probolinggo Rilis Tausiyah; Imbau Maknai Kemerdekaan dengan Menjaga Moralitas Umat

    Kontributor : Tim Bimas Islam / Editor : Lutfi Hidayat

    KRAKSAAN, 21 Juli 2026 – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada Agustus 2026, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo secara resmi mengeluarkan maklumat tausiyah kebangsaan.

    Langkah strategis ini diterbitkan sebagai pedoman bagi seluruh umat Islam dan elemen masyarakat di Kabupaten Probolinggo dalam mengisi hari kemerdekaan dengan kegiatan yang positif, bernilai spiritual, serta menjaga kondusivitas moral daerah.

    Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH. Abdul Wasik Hannan menyampaikan bahwa momentum kemerdekaan tahun ini harus dijadikan sebagai sarana memperkuat kerukunan dan memperkokoh sinergi antara ulama dan umara (pemerintah).

    Hal ini sejalan dengan visi kepengurusan baru untuk membangun daerah yang lebih harmonis dan bermartabat. “Ada beberapa poin utama yang ditekankan oleh MUI Kabupaten Probolinggo dalam tausiyah menyambut HUT RI tahun 2026 ini. Sebagai manifestasi rasa syukur, umat Islam diimbau untuk memaknai kemerdekaan sebagai anugerah besar dari Allah SWT,” ungkapnya.

    Masyarakat diajak memperbanyak doa bersama, istighosah, dan tasyakuran di masjid-masjid atau musalla, bukan sekadar larut dalam euforia hiburan duniawi.

    Selanjutnya agar tetap menjaga moralitas dan norma sosial serta merespons maraknya persoalan sosial dan hiburan yang kerap melanggar norma kesopanan, MUI menegaskan agar panggung hiburan rakyat atau perlombaan “agustusan” tidak menampilkan tontonan yang tidak pantas, tidak mendidik, serta bertentangan dengan nilai-nilai agama dan budaya lokal.

    “Melalui semangat kemerdekaan ini, masyarakat diharapkan mendukung program-program pembangunan daerah demi mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang maju, sejahtera, dan religius,” imbuhnya.

    Sementara itu, Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo, H. Yasin menambahkan bahwa tausiyah ini juga akan disosialisasikan secara masif ke tingkat kecamatan. MUI juga memanfaatkan momentum ini melalui masjid-masjid guna membentengi moral umat serta menangkal maraknya perilaku menyimpang di tengah masyarakat.

    “Melalui maklumat resmi ini, MUI Kabupaten Probolinggo berharap seluruh lapisan masyarakat, pemuda, dan panitia penyelenggara kegiatan HUT RI dapat mengindahkan imbauan tersebut. Tujuannya agar perayaan kemerdekaan tahun 2026 di Kabupaten Probolinggo dapat berjalan dengan khidmat, aman, meriah beradab dan penuh berkah, serta jauh dari hal-hal yang mengurangi nilai kesakralan perjuangan para pahlawan,” terang Yasin.

  • Ikrar Wakaf Masjid Al Awwabin di Pegunungan Tengger Kecamatan Sumber

    Ikrar Wakaf Masjid Al Awwabin di Pegunungan Tengger Kecamatan Sumber

    Kontributor : Khoirul Anam / Editor : Lutfi Hidayat

    SUMBER, 21 Juli 2026 – Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo memfasilitasi pelaksanaan penandatanganan Akta Ikrar Wakaf (AIW) untuk Masjid Al-Awwabin yang terletak di Desa Cepoko, Kecamatan Sumber, Selasa pagi (21/07/2026).

    Prosesi ikrar wakaf oleh wakif dan pembacaan sumpah jabatan oleh para Nazhir berlangsung secara khidmat yang dipimpin langsung oleh Penjabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) Kemenag Kabupaten Probolinggo, Yazid Zain, S.Ag., M.Pd.I.

    Kegiatan tersebut juga disaksikan oleh Kepala KUA Sumber, Fadlur Rahman, S.H, Kepala Desa Cepoko, Sakri, beserta jajaran ASN KUA Kecamatan Sumber dan para tokoh masyarakat setempat.

    ​Pelaksanaan ikrar wakaf ini merupakan langkah strategis dalam memberikan kepastian hukum dan legalitas atas status tanah tempat berdirinya Masjid Al-Awwabin di kawasan pegunungan dengan warga Muslim minoritas.

    “Dengan terbitnya Akta Ikrar Wakaf, keberadaan masjid ini terlindungi secara hukum dan agama, sehingga dapat terus dimanfaatkan secara aman, nyaman, dan berkelanjutan sebagai pusat ibadah serta pengembangan syiar Islam bagi masyarakat Desa Cepoko,” ungkap Yazid.

    Sebagai informasi, Kecamatan Sumber merupakan kawasan pegunungan Tengger dengan keramahan warga Suku Tengger yang mayoritas beragama Hindu. Perbedaan keyakinan agama di kawasan tersebut tidak menjadi penghalang terjalinnya persatuan antar warganya.

    Warga Suku Tengger terbukti mampu menampilkan harmoni keselarasan, keseimbangan dan kekerabatan sebagai masyarakat beradab dengan saling menjaga toleransi di tengah perbedaan.

  • KUA dan Puskesmas Maron Sinergi Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin

    KUA dan Puskesmas Maron Sinergi Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin

    Kontributor : H. Ach. Noor Busthomi / Editor : Lutfi Hidayat

    MARON, 21 Juli 2026 – Upaya peningkatan kualitas kehidupan keluarga untuk mewujudkan keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas dilakukan Kantor Urusan Agama (KUA) Maron, Kabupaten Probolinggo yang bersinergi dengan Puskesmas Maron dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) bagi para Calon Pengantin (Catin).

    Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala KUA Maron, H. Moh. Amin, S.Ag., M.Pd., bersama para Penyuluh Agama Islam dan Penghulu setempat. Sejumlah mahasiswa dan mahasiswi magang dari Kampus Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong Probolinggo, juga terlibat pada kegiatan tersebut sebagai bagian dari tugas kuliah praktek lapangan.

    Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memberikan pembekalan yang komprehensif kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berumahtangga.

    Moh. Amin menyampaikan, bimbingan perkawinan bukan hanya menjadi syarat administratif menjelang pernikahan, tetapi juga merupakan sarana edukasi untuk membangun kesiapan mental, spiritual, sosial, dan kesehatan bagi pasangan yang akan menikah.

    “Sinergi antara KUA dan Puskesmas diharapkan mampu mencetak keluarga sakinah, mawaddah, wa-rahmah dengan fisik, mental, dan spiritual yang sehat sehingga dapat melahirkan generasi yang berkualitas,” ujarnya.

    Materi keagamaan dan pembinaan keluarga disampaikan oleh Kepala KUA Maron bersama para Penyuluh Agama Islam dan Penghulu yang menekankan pentingnya membangun rumah tangga berdasarkan nilai-nilai agama, komunikasi yang baik, serta tanggung jawab suami – istri dalam kehidupan keluarga.

    Sementara itu, dari sektor kesehatan materi disampaikan oleh dr. Husen, M.Kes. dan Rumlah, A.Md. Keb. Keduanya memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, persiapan kehamilan, pemenuhan gizi, pencegahan stunting, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah sebagai langkah awal mewujudkan keluarga yang sehat.

    Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang umumnya akan dihadapi dalam kehidupan rumah tangga maupun aspek kesehatan keluarga.

    Melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan lintas sektor ini, KUA Maron bersama Puskesmas Maron berharap calon pengantin memiliki bekal yang memadai dalam membangun rumah tangga yang kokoh, harmonis, sehat, serta mampu melahirkan generasi yang unggul dan berdaya saing.

  • Perkuat Budaya Kerja dengan Literasi Data, ASN Kemenag Probolinggo Ikuti Breakfast Meeting Bersama Menag RI

    Perkuat Budaya Kerja dengan Literasi Data, ASN Kemenag Probolinggo Ikuti Breakfast Meeting Bersama Menag RI

    Kontributor/Editor : Tim Bimas Islam

    PROBOLINGGO, 21 Juli 2026 – Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo mengikuti “Breakfast Meeting” bersama Menteri Agama Republik Indonesia secara virtual, Selasa pagi (21/07/2026). Forum strategis ini dimanfaatkan untuk memperkokoh komitmen pelayanan publik yang profesional, adaptif, serta berbasis data.

    Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur menegaskan pentingnya menindaklanjuti seluruh arahan Menteri Agama RI sebagai acuan dalam membenahi budaya kerja birokrasi di daerah.

    “Pengarahan dari Menteri Agama ini bukan sekadar penambah wawasan, melainkan ajakan nyata untuk melakukan pembaruan komitmen. ASN Kemenag dituntut memelihara integritas, mengasah kompetensi, dan terus berinovasi dalam melayani masyarakat,” tuturnya.

    Perubahan “Mindset” dan Mikromanajemen

    Dalam arahannya, Menteri Agama menekankan bahwa transformasi birokrasi tidak akan terwujud tanpa pergeseran pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set). Menurutnya, keberhasilan instansi sangat dipengaruhi oleh kedisiplinan individu dan kerapian tata kelola administrasi.

    Salah satu poin utama yang disoroti adalah penerapan prinsip mikromanajemen. Setiap pegawai didorong untuk mencatat agenda harian secara detail dan terukur, sebagai bahan evaluasi pribadi sekaligus pemacu produktivitas. Selain itu, peningkatan kapasitas mandiri juga menjadi perhatian agar ASN mampu memenuhi capaian angka kredit dan jenjang karir secara optimal.

    Prinsip “Datamu, Nasibmu” dan Pemanfaatan Media Digital

    Menteri Agama juga menggarisbawahi pentingnya tata kelola data yang akuntabel, baik data kuantitatif maupun kualitatif, termasuk kedisiplinan kehadiran. Prinsip “Datamu, Nasibmu” ditegaskan sebagai landasan bahwa data merupakan aset vital instansi. Setiap capaian kinerja hendaknya terdokumentasi secara rapi melalui data statistik, grafik, maupun dokumentasi visual.

    Di samping literasi data, kementerian juga mendorong penguatan jejaring dan publikasi di era digital. Seluruh unit kerja diharapkan aktif memanfaatkan kanal media sosial resmi untuk mengedukasi publik mengenai berbagai inovasi dan layanan yang diberikan setiap sektor Kementerian Agama.

    Komitmen Pelayanan Berdampak

    Menutup kegiatan tersebut, Dr. Samsur mengajak seluruh pegawai Kemenag Kabupaten Probolinggo untuk menerjemahkan arahan Menag RI ke dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

    “Dengan disiplin yang mantap, tata kelola berbasis data yang presisi, serta transparansi publikasi, kita optimistis kepercayaan masyarakat akan semakin menguat. Mari kita jadikan setiap pelayanan sebagai bentuk pengabdian yang berdampak nyata,” pungkasnya.

  • Puncak Supervisi KUA, Kemenag Probolinggo Tegaskan Komitmen Wujudkan Layanan Berdampak

    Puncak Supervisi KUA, Kemenag Probolinggo Tegaskan Komitmen Wujudkan Layanan Berdampak

    Kontributor : Muh. Hefni & Tim Redaksi / Editor : Lutfi Hidayat, Saiful Bahri

    Probolinggo (Selasa, 21/07/2026) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam melaksanakan puncak kegiatan Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi (Monev) Triwulan II bagi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumberasih dan KUA Kecamatan Wonomerto. Kegiatan yang digelar secara terpadu tersebut berlangsung di KUA Sumberasih, Selasa (21/07/2026).

    Pelaksanaan monev ini menjadi penutup rangkaian supervisi Triwulan II yang sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah KUA di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan difokuskan pada evaluasi pelaksanaan program, penguatan tata kelola layanan, serta peningkatan kualitas kinerja penghulu, penyuluh agama, dan seluruh jajaran KUA.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua APRI Jawa Timur yang juga Kepala KUA Wonomerto definitif sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala KUA Sumberasih, H. Wawan Ali Suhudi, menegaskan bahwa supervisi bukan sekadar agenda pemeriksaan administrasi, melainkan menjadi ruang pembinaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    “Supervisi dan monitoring harus dimaknai sebagai ikhtiar bersama untuk terus memperbaiki kualitas layanan KUA. Administrasi yang tertib harus diiringi dengan pelayanan yang cepat, profesional, humanis, dan berdampak nyata bagi masyarakat. KUA harus menjadi rumah pelayanan keagamaan yang semakin dipercaya masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri,S.Ag., M.HI, menekankan pentingnya optimalisasi peran Penyuluh Agama Islam sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam menjaga ketahanan sosial dan keagamaan masyarakat.

    “Penyuluh Agama adalah garda terdepan Kementerian Agama. Selain memberikan pembinaan keagamaan, mereka juga memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi tentang Early Warning System (EWS). Kelompok-kelompok binaan harus terus diperkuat agar memiliki daya tahan terhadap berbagai paham yang menyimpang dan tidak mudah disusupi aliran-aliran yang mengarah pada radikalisme, khususnya di kalangan remaja,” tegasnya.

    Ia berharap seluruh penyuluh agama mampu mengintegrasikan materi EWS dalam setiap kegiatan penyuluhan, sehingga masyarakat semakin memiliki pemahaman keagamaan yang moderat, toleran, serta mampu menjaga kerukunan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, M.Pd., menyampaikan bahwa supervisi dan monitoring merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola organisasi sekaligus memastikan seluruh program prioritas Kementerian Agama berjalan efektif hingga ke tingkat KUA.

    “Saya berharap seluruh jajaran KUA terus memperkuat integritas, profesionalisme, dan semangat melayani masyarakat. Penyuluh agama, penghulu, serta seluruh ASN Kementerian Agama harus mampu menghadirkan pelayanan yang berdampak, menjaga kerukunan umat, serta menjadi garda terdepan dalam deteksi dini berbagai potensi persoalan sosial dan keagamaan melalui pendekatan Early Warning System,” ungkapnya.

    Melalui pelaksanaan Supervisi, Monitoring, dan Evaluasi Triwulan II ini, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola KUA yang profesional, akuntabel, dan adaptif, sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas serta menjaga harmoni kehidupan masyarakat.

  • Cegah Radikalisme, Kemenag Probolinggo dan Densus 88 Pasang Radar Proteksi Dini di MAN 1 Probolinggo

    Cegah Radikalisme, Kemenag Probolinggo dan Densus 88 Pasang Radar Proteksi Dini di MAN 1 Probolinggo

    Kontributor : Tim Bimas Islam / Editor : Lutfi Hidayat

    PAITON, 20 Juli 2026 – Ancaman radikalisme, jeratan narkoba, kenakalan remaja, hingga bahaya pergaulan bebas kian mengintai Generasi “Z” di lingkungan sekolah. Merespons fenomena krusial tersebut, sebuah langkah progresif bertajuk Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini resmi digencarkan bagi ratusan siswa di MAN 1 Probolinggo, Kecamatan Paiton, Senin pagi (20/07/2026).

    Tim Densus 88 Satgaswil Jatim Unit Idensos, Andika yang hadir pada kegiatan tersebut, memberikan wawasan kebangsaan guna membentengi ratusan siswa MAN 1 Probolinggo dari bahaya radikalisme dan kekerasan di dunia digital.

    Andika menyebut pentingnya keamanan diri dan literasi digital dalam menyaring informasi, ia menyoroti bagaimana proses radikalisasi kerap memanfaatkan dampak psikologis korban bullying (perundungan), seperti rasa terasing dan depresi. “Kerapuhan emosional anak akibat kekerasan tersebut menjadi celah rentan bagi kelompok ekstremis untuk menyusupkan doktrin mereka,” terangnya.

    Selain itu, Densus 88 juga membongkar tren modus baru aksi terorisme yang menyasar remaja lewat ruang siber, salah satunya melalui propaganda di dalam game online. Kelompok radikal kini memanfaatkan fitur obrolan daring untuk memanipulasi emosi anak dan menyebarkan narasi kekerasan. Oleh karena itu, kecakapan digital dan kewaspadaan mandiri menjadi benteng utama bagi para pelajar.

    Langkah proteksi ini dikemas melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Program ini bukan sekadar sosialisasi biasa, melainkan hadir sebagai ruang literasi aktif untuk mendeteksi secara dini segala bentuk penyimpangan perilaku yang berpotensi merusak masa depan pelajar.

    Kupas Tuntas Empat Pilar Ancaman

    Dalam kegiatan ini, para fasilitator ahli membedah empat persoalan utama yang kerap menjadi titik lemah remaja masa kini. Pertama, radikalisme dan intoleransi; Siswa diajak mengenali ciri-ciri indoktrinasi online serta diajarkan cara menyaring konten keagamaan yang ekstrem.

    Kedua, darurat narkoba; siswa diberikan pemahaman melalui edukasi visual mengenai modus baru peredaran narkotika yang kerap mengelabui kalangan pelajar.

    Ketiga, pergaulan bebas; para siswa dibekali pemahaman batasan moral, dampak psikologis, serta risiko kesehatan reproduksi jangka panjang.

    Dan keempat, kenakalan remaja; seperti pencegahan aksi tawuran, perundungan (bullying), hingga bahaya laten geng motor yang marak diunggah ke media sosial.

    Menjadi Agen Perubahan

    Remaja usia sekolah berada pada fase pencarian jati diri yang sangat rentan terhadap pengaruh eksternal. Melalui skema EWS ini, para siswa tidak hanya diposisikan sebagai objek, melainkan sebagai agen perubahan (agent of change).

    Mereka dilatih untuk memiliki kepekaan atau “radar” pribadi. Jika melihat indikasi mencurigakan pada teman sebaya—baik perubahan perilaku ke arah radikal maupun gejala kecanduan—mereka tahu ke mana harus melapor.

    Kepala Sekolah beserta jajaran pendidik MAN 1 Probolinggo menyambut baik program integratif Kementerian Agama melalui, seksi Bimas Islam ini. Mereka berharap BRUS mampu menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, aman, religius, dan berprestasi tinggi tanpa bayang-bayang kenakalan remaja.

  • Bahas Pemberdayaan Ekonomi Umat, KUA Dringu Terima Audiensi Yayasan Yatim Mandiri dan Kelompok Bunda Yatim Sejahtera

    Bahas Pemberdayaan Ekonomi Umat, KUA Dringu Terima Audiensi Yayasan Yatim Mandiri dan Kelompok Bunda Yatim Sejahtera

    Kontributor : Taufiq / Editor : Lutfi Hidayat

    DRINGU, Senin 20 Juli 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Dringu menerima kunjungan dari Yayasan Yatim Mandiri dan Kelompok Bunda Yatim Sejahtera, Senin (20/07/2026). Kunjungan tersebut untuk melakukan sosialisasi Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) di wilayah Kecamatan Dringu.

    Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Dringu, Muhtar, S.Ag, perwakilan Yayasan Yatim Mandiri, Fuad Azhari, serta koordinator Kelompok Bunda Yatim Sejahtera, Bunda Ratna. Dalam pertemuan tersebut, dibahas tindak lanjut pengembangan Kelompok Pemberdayaan Ekonomi Umat yang telah berjalan di Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, melalui program budidaya jamur.

    Sinergi antara KUA Dringu, Yayasan Yatim Mandiri, dan Kelompok Bunda Yatim Sejahtera diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan program sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Fuad Azhari menyampaikan harapannya, agar Program Pemberdayaan Ekonomi Umat tidak hanya berfokus pada pengadaan peralatan budidaya jamur, tetapi juga mampu memproduksi peralatan tersebut secara mandiri.

    “Harapan kami, ke depan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat di Desa Sumbersuko tidak hanya membeli peralatan budidaya jamur, tetapi juga mampu memproduksinya sendiri sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar. Kami juga berharap program ini tidak hanya berkembang di Desa Sumbersuko, melainkan dapat diperluas ke desa-desa lain di Kecamatan Dringu.” ungkapnya.

    Senada dengan hal tersebut, Bunda Ratna menjelaskan bahwa Program Pemberdayaan Ekonomi Umat dapat dikembangkan dengan konsep pertanian terintegrasi, mulai dari pengelolaan bahan baku hingga pemanfaatan limbah, sehingga ke depan mampu berkembang menjadi sebuah Kampung Zakat yang mandiri dan berkelanjutan.

    Menutup kegiatan tersebut, Kepala KUA Dringu, Muhtar, S.Ag menegaskan komitmen KUA untuk mendukung penuh program yang telah dirancang.

    “KUA Dringu siap bersinergi dan memberikan dukungan penuh terhadap Program Pemberdayaan Ekonomi Umat. Kami akan berkontribusi sesuai dengan tugas dan fungsi KUA, khususnya dalam memberikan pembinaan keagamaan, penguatan nilai-nilai spiritual, serta pembekalan kerohanian kepada masyarakat agar program ini tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter dan kesejahteraan umat.” tegasnya.

  • Kemenag Probolinggo Dorong Pesantren Cetak Generasi Religius, Moderat, dan Berdaya Saing

    Kemenag Probolinggo Dorong Pesantren Cetak Generasi Religius, Moderat, dan Berdaya Saing

    Kontributor : Ansori MP / Editor : Muh. Hefni, M

    BANTARAN, Ahad 19 Juli 2026 – Pondok Pesantren Miftahul Arifin Patokan, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, menggelar Haflah Akhirussanah yang dirangkaikan dengan Haul Pendiri Pondok Pesantren, almaghfurlah KH. Saifullah Arif dan Hj. Tin Shohifah Mutmainnah, pada Ahad (19/07/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri ulama, habaib, tokoh agama, tokoh masyarakat, alumni, serta unsur pemerintah.

    Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Arifin, KH. M. Wadi Thobroni Arif, S.Pd., bersama Ning Hj. Rohmatul Ummah menyambut para tamu undangan. Hadir pula cucu Syaikhona Kholil Bangkalan KH. Ahmad Fauzi Mustajab, Habib Muhammad Alhabsyi, Habib Alwi, Ketua RMI Kabupaten Probolinggo Gus Rozi, Ketua MUI Kecamatan Kuripan, Ketua LDNU Kabupaten Probolinggo Ustaz Jamaluddin, serta penceramah KH. Badrus Sholeh dari Jember. Dari unsur pemerintah hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, didampingi Kasi PD Pontren, Camat Bantaran Junaedi, S.Sos.,M.Si. dan jajaran Forkopimka.

    Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting sebagai benteng moral dan pusat pembentukan karakter generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.

    “Pesantren harus tetap menjadi benteng moral. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan zaman, santri harus dibekali ilmu agama yang kuat sekaligus ilmu pengetahuan umum agar mampu menjawab tantangan masa depan,” tegasnya.

    Ia mengapresiasi dedikasi Pondok Pesantren Miftahul Arifin dalam membina pendidikan Islam serta berharap pesantren terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

    Dr. Samsur juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan sinergi antara pesantren, keluarga, dan masyarakat. Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi serta memotivasi anak agar terus melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

    Di tengah berbagai tantangan seperti penyalahgunaan teknologi digital, judi daring, kecanduan gim, dan pengaruh negatif media sosial, ia mengajak para santri untuk memperkuat karakter, memperdalam ilmu agama, sekaligus menguasai ilmu pengetahuan sebagai bekal membangun masa depan.

    Pada kesempatan tersebut, Dr. Samsur menyampaikan bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki sekitar 320 pondok pesantren, lebih dari 1.700 Madrasah Diniyah, sekitar 1.500 TPQ, serta ribuan lembaga pendidikan Islam lainnya. Jumlah tersebut menjadi potensi besar dalam mencetak sumber daya manusia yang religius, moderat, dan berdaya saing.

    Pondok Pesantren Miftahul Arifin sendiri membina berbagai lembaga pendidikan dan dakwah, mulai dari TPQ, MDT Ula dan Wustha, SMP dan SMA Miftahul Arifin, Majelis Manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani, hingga KBIHU Mekah Madinah.

    Selain Haflah Akhirussanah dan Haul Pendiri, kegiatan juga dimeriahkan dengan pentas seni dan mahakarya santri yang digelar pada malam sebelumnya. Penampilan tersebut menjadi wadah bagi santri untuk mengembangkan kreativitas tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi pesantren.

    Momentum Haflah Akhirussanah dan Haul Pendiri ini menjadi pengingat atas perjuangan para pendiri dalam membangun pendidikan Islam. Semangat tersebut diharapkan terus hidup, menguatkan tradisi keilmuan, menjaga akhlakul karimah, serta melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.