Blog

  • Wujudkan Ekoteologi, DWP UP Dringu Implementasikan Program Kerja Penghijauan

    Wujudkan Ekoteologi, DWP UP Dringu Implementasikan Program Kerja Penghijauan

    Kontributor : Ainun / Editor : Lutfi Hidayat

    DRINGU, 31 Juli 2026 – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana (UP) Dringu melaksanakan kegiatan penghijauan di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Dringu sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program Ekoteologi yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

    Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (31/07/2026), diikuti oleh seluruh anggota DWP UP Dringu dengan menanam berbagai jenis tanaman hias dan penghijauan di area halaman kantor KUA.

    Kegiatan penghijauan tersebut merupakan salah satu program kerja DWP UP Dringu yang bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang asri, nyaman, dan sehat, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

    Program Ekoteologi sendiri merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama yang mendorong terwujudnya kesadaran bahwa menjaga dan melestarikan alam merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan.

    Ketua DWP UP Dringu menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar memperindah lingkungan kantor, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan Kementerian Agama. Melalui kegiatan sederhana seperti penanaman tanaman, diharapkan seluruh anggota DWP maupun pegawai KUA dapat semakin menyadari pentingnya menjaga kelestarian alam sebagai amanah yang harus dipelihara bersama.

    Pelaksanaan penghijauan dilakukan secara gotong royong dengan menanam tanaman pada beberapa titik di halaman KUA Dringu. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan para anggota DWP menjadi cerminan komitmen untuk mewujudkan lingkungan kerja yang hijau, bersih, dan nyaman, sekaligus mendukung terciptanya pelayanan publik yang lebih berkualitas.

    Melalui kegiatan ini, DWP UP Dringu berharap semangat Ekoteologi tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi dapat menjadi budaya yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan lingkungan yang lebih hijau dan terawat, diharapkan KUA Dringu dapat menjadi contoh nyata bahwa nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan melalui aksi sederhana yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

  • Bentuk Generasi Cerdas Berakhlak, KUA Lumbang Gelar Bimbingan di Madrasah

    Bentuk Generasi Cerdas Berakhlak, KUA Lumbang Gelar Bimbingan di Madrasah

    Kontributor : Abd. Rahman / Editor : Lutfi Hidayat

    LUMBANG, (31 Juli 2026) – Upaya memperkuat fondasi moral generasi muda terus digalakkan di Kabupaten Probolinggo. Tim Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lumbang menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) bertema “Penguatan Karakter Moral Berakhlaqul Karimah” di MTs Miftahus Salam, Desa Lambangkuning, Kecamatan Lumbang, Jumat pagi (31/07/2026).

    Kegiatan pembinaan karakter ini disambut antusias oleh seluruh tenaga pendidik madrasah. Hadir dalam acara tersebut Kepala MTs Miftahus Salam, jajaran dewan guru, serta puluhan siswa yang memenuhi lokasi acara dengan penuh perhatian.

    Dalam pemaparannya, Penyuluh Agama Islam KUA Lumbang, Nur Hamzah menegaskan bahwa akhlakul karimah bukan sekadar teori keagamaan, melainkan cerminan nyata dari kualitas keimanan seorang muslim yang wajib ditanamkan sejak usia muda. Menurutnya, pembentukan karakter luhur harus dimulai dari hal-hal mendasar yang konsisten dilakukan sehari-hari.

    “Karakter mulia bukan hanya sekadar ucapan, melainkan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari sikap sopan santun kepada guru dan orang tua, kejujuran dalam segala hal, hingga saling menghargai antarsesama teman,” tegasnya di hadapan siswa.

    Melalui program BRUS ini, KUA Kecamatan Lumbang berkomitmen mendukung lembaga pendidikan keagamaan dalam mencetak sumber daya manusia yang seimbang secara intelektual dan spiritual. Penyelenggaraan bimbingan ini bertujuan melahirkan generasi penerus yang tidak hanya unggul dan cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki benteng moral yang kokoh.

    Diharapkan, nilai-nilai akhlakul karimah yang ditanamkan sejak dini ini mampu membentuk kepribadian siswa yang santun, berintegritas, serta membawa keberkahan dan kemanfaatan nyata bagi keluarga, masyarakat, serta agama di masa depan.

  • Probolinggo Mengetuk Pintu Langit, Ratusan Jamaah Bersholawat Bersama PC ISHARI NU di Tongas

    Probolinggo Mengetuk Pintu Langit, Ratusan Jamaah Bersholawat Bersama PC ISHARI NU di Tongas

    Kontributor/Editor : Tim Redaksi

    TONGAS, (30 Juli 2026) – Pemerintah Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan Dzikir dan Sholawat bersama Pengurus Cabang (PC) Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (ISHARI) Nahdlatul Ulama Kabupaten Probolinggo di halaman Pendopo Kecamatan Tongas, Jumat (30/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas daerah “Probolinggo Mengetuk Pintu Langit”, yang bertujuan memperkuat sinergi antara pembangunan daerah dengan penguatan spiritual masyarakat melalui lantunan dzikir dan sholawat.

    Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), pengurus MWCNU Tongas beserta badan otonomnya, ASN Kemenag Kabupaten Probolinggo serta masyarakat dari berbagai wilayah yang memadati lokasi acara. Suasana berlangsung khidmat ketika ribuan jamaah bersama-sama melantunkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang diiringi tabuhan rebana khas ISHARI.

    ISHARI merupakan organisasi seni hadrah yang lahir dari tradisi pesantren di Jawa Timur pada awal abad ke-20. Kesenian ini berakar pada pembacaan kitab Syaraful Anam atau Al-Barzanji yang berisi sejarah dan pujian kepada Rasulullah SAW. Sejak awal, para ulama memanfaatkan seni hadrah sebagai media dakwah kultural yang mampu menyampaikan nilai-nilai Islam secara santun, merangkul masyarakat melalui perpaduan musik rebana, syair-syair sholawat, dan gerakan roddat yang sarat makna.

    Keunikan penampilan ISHARI tampak pada irama rebana yang ritmis dan bertenaga, dipadukan dengan gerakan roddat yang dilakukan secara serempak oleh para anggota. Sinkronisasi gerakan tangan, pundak, dan kepala melambangkan kekompakan, kedisiplinan, serta semangat persaudaraan. Harmoni antara pelantun vokal utama (penerbang) dan paduan suara (penggerrong) menghadirkan suasana religius yang menggetarkan dan memperkuat kekhusyukan jamaah.

    Di tengah perkembangan budaya modern, ISHARI tetap bertahan sebagai salah satu warisan budaya Islam Nusantara. Keberlangsungannya ditopang oleh sistem kaderisasi yang tumbuh di lingkungan pesantren, madrasah, dan majelis taklim, semangat kebersamaan yang melibatkan berbagai generasi, serta kemampuan beradaptasi dengan berbagai kegiatan masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang diwariskan para ulama.

    Melalui program “Probolinggo Mengetuk Pintu Langit”, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap kegiatan dzikir dan sholawat tidak hanya menjadi ruang mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga memperkuat karakter religius masyarakat sekaligus menjaga kelestarian seni hadrah ISHARI sebagai bagian dari identitas budaya dan spiritual bangsa.

  • Civitas KUA Tongas Bersinergi dalam “Mengetuk Pintu Langit”, Ratusan Jamaah Padati Halaman Kantor Kecamatan

    Civitas KUA Tongas Bersinergi dalam “Mengetuk Pintu Langit”, Ratusan Jamaah Padati Halaman Kantor Kecamatan

    Kontributor : Fifin NR / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Redaksi

    TONGAS – Halaman Kantor Kecamatan Tongas dipenuhi saf-saf jamaah berpakaian serba putih pada Kamis malam Jumat (30/7/2026) dalam kegiatan Mengetuk Pintu Langit, sebuah program religius yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan ISHARI dan GP Ansor Kabupaten Probolinggo. Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Tongas ini dihadiri sekitar 2.000 jamaah dari berbagai unsur masyarakat.

    Turut menyukseskan kegiatan tersebut seluruh civitas Kementerian Agama di wilayah Kecamatan Tongas, mulai dari jajaran pegawai Kantor Urusan Agama (KUA), pengawas madrasah, kepala madrasah, hingga para guru RA dan MI se Kecamatan Tongas. Kehadiran mereka menjadi wujud sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan institusi keagamaan dalam memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

    Rangkaian acara diisi dengan lantunan zikir dan shalawat yang dipimpin oleh jamaah ISHARI Kabupaten Probolinggo di bawah kepemimpinan Ustadz Sahlan Suri. Suasana khidmat begitu terasa ketika ribuan jamaah bersama-sama melangitkan doa, memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bagi Kabupaten Probolinggo.

    Ketua GP Ansor Kabupaten Probolinggo, H. Misbahul Munir, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana memperkuat ukhuwah sekaligus membangun karakter masyarakat yang religius.

    Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Probolinggo, Abdul Ghofur, S.STP., M.Si., mewakili Bupati Probolinggo, menjelaskan bahwa Mengetuk Pintu Langit merupakan program rutin bulanan Pemerintah Daerah yang pelaksanaannya bergilir di setiap kecamatan. Pada bulan ini, Kecamatan Tongas mendapat kehormatan menjadi tuan rumah.

    Program Mengetuk Pintu Langit menjadi ikhtiar spiritual Pemerintah Daerah untuk mengiringi setiap langkah pembangunan dengan doa. Kami berharap kegiatan ini semakin mempererat sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang Sae,” tutur Abdul Ghofur.

    Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap semangat kebersamaan dan kecintaan kepada Allah SWT serta Rasulullah SAW terus tumbuh di tengah masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, Forkopimcam, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan menjadi kekuatan dalam membangun Kabupaten Probolinggo yang harmonis, berakhlak mulia, dan penuh keberkahan.

  • Jemput Bola Layanan SAHABAT di KUA Banyuanyar, Bimas Islam Monev Bimwin dan BRUS

    Jemput Bola Layanan SAHABAT di KUA Banyuanyar, Bimas Islam Monev Bimwin dan BRUS

    Banyuanyar, (30 Juli 2026) – Kementerian Agama terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan berkualitas kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Jemput Bola Layanan SAHABAT yang digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banyuanyar, Kamis (30/7/2026).

    Kegiatan dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Muhammad Imamuddin Nur Fajri, bersama Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Ansori. Turut hadir mendampingi Plt. Kepala KUA Banyuanyar, Hartono, beserta operator EMIS, SINTREN, dan SIPDARLPQ, M. Sholeh, serta Nasir dan jajaran terkait.

    Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Imamuddin Nur Fajri melakukan monitoring terhadap pelaksanaan Bimbingan perkawinan di KUA dan evaluasi layanan BRUS (bimbingan remaja usia sekolah) sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan Bimas Islam. Monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan administrasi berjalan sesuai prosedur, tepat waktu, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.

    Di saat yang sama, Ansori memimpin penguatan layanan verifikasi lembaga Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) bersama tim verifikator kecamatan. Kegiatan ini bertujuan memastikan validitas data serta kelengkapan administrasi lembaga agar pembinaan dan pengelolaan pendidikan keagamaan semakin tertata.

    Operator EMIS, SINTREN, dan SIPDARLPQ, M. Sholeh, memberikan pendampingan teknis kepada para operator lembaga dalam proses verifikasi dan pembaruan data. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pembinaan pendidikan keagamaan.

    Muhammad Imamuddin Nur Fajri menyampaikan bahwa kegiatan jemput bola merupakan bentuk nyata komitmen Kementerian Agama dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat.

    “Melalui layanan jemput bola ini, kami ingin memastikan seluruh layanan Bimas Islam maupun pembinaan lembaga pendidikan keagamaan dapat diakses dengan mudah, cepat, dan tepat sasaran. Sinergi antara KUA, tim verifikator, dan operator menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan,” ujarnya.

    Senada dengan itu, Ansori menegaskan pentingnya verifikasi data TPQ dan Madin sebagai fondasi pembinaan yang berkelanjutan.

    “Data yang valid akan mendukung penyusunan program pembinaan yang tepat sasaran. Karena itu, kami terus memperkuat koordinasi dengan tim verifikator kecamatan dan para operator agar proses verifikasi berjalan optimal,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Bimas Islam, PD Pontren, KUA, tim verifikator, dan para operator semakin kuat sehingga pelayanan keagamaan dan pembinaan lembaga pendidikan Islam di Kecamatan Banyuanyar dapat terlaksana secara profesional, akuntabel, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Aan)

  • Pengurus KKGPAI Probolinggo Periode 2026-2029, Resmi Dikukuhkan

    Pengurus KKGPAI Probolinggo Periode 2026-2029, Resmi Dikukuhkan

    PROBOLINGGO, (30 Juli 2026) – Pengurus Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Probolinggo periode 2026-2029 resmi dilantik. Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat ini digelar di Ruang Aula 2 Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo pada Kamis (30/7/2026).Momen ini dinilai menjadi babak baru yang strategis untuk memperkuat solidaritas guru. Selain itu, kepengurusan baru diharapkan mampu mendongkrak kualitas pendidikan agama Islam di tingkat sekolah dasar.

    Acara inti pengukuhan ditandai dengan pembacaan surat keputusan, pengucapan ikrar bersama, dan penyerahan amanah jabatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd.I.

    Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Probolinggo, Dr. H. Samsur, mengingatkan para pengurus untuk menjadikan pelantikan ini sebagai bahan bakar motivasi. Ia meminta guru-guru PAI lebih kreatif dalam mengajar di sekolah masing-masing.”Jadikan pengukuhan ini sebagai motivasi untuk menguatkan solidaritas, pengembangan kreativitas yang bermanfaat untuk siswa di masing-masing lembaga. Terutama dalam membentuk karakter dan moral siswa yang telah ditetapkan agama agar tidak menyimpang,” ujar Samsur.

    Menurutnya, KKG PAI adalah wadah krusial bagi para guru untuk terus belajar, berkolaborasi, dan meningkatkan kompetensi profesional secara mandiri dan berkelanjutan.

    Merespons arahan tersebut, Ketua KKG PAI Kabupaten Probolinggo yang baru dikukuhkan, Hudriamin, S.Pd.I., menyatakan siap mengemban tanggung jawab besar ini. Namun, ia menggarisbawahi bahwa roda organisasi tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan penuh dari para anggota. ”Keberhasilan organisasi ini tidak hanya ditentukan oleh jajaran pengurus, tetapi juga oleh partisipasi aktif seluruh anggota dalam mendukung program-program yang telah dirancang,” tutur Hudriamin optimis.

    Siap Kawal Kendala Data SIAGA dan EMIS

    Di lokasi yang sama, Kasi PAIS Kemenag Kabupaten Probolinggo, Moh. Sugiyanto, memberikan catatan penting terkait pelayanan internal organisasi. Ia meminta pengurus baru bergerak cepat merangkul seluruh Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di wilayah Probolinggo tanpa terkecuali.

    Salah satu fokus utamanya adalah memberikan asistensi digital bagi para guru yang kerap menemui kendala teknis di lapangan.

    ”Pengurus harus selalu merangkul dan menguatkan solidaritas seluruh GPAI di Kabupaten Probolinggo. Terutama dalam membantu teman-teman GPAI yang kesulitan saat melakukan input data, baik di aplikasi SIAGA maupun EMIS,” tegas Sugiyanto.

    Melalui nakhoda baru ini, KKG PAI Kabupaten Probolinggo diharapkan bertransformasi menjadi organisasi yang jauh lebih solid, kreatif, dan inovatif. Hasil akhirnya, organisasi profesi ini mampu melahirkan generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, sekaligus tangguh dalam merawat kerukunan di tengah keberagaman. (Inf)

  • Early Warning Sistem Antisipasi Persoalan yang Berpotensi Menimbulkan Konflik Sosial Keagamaan, Kemenag Perkuat Sinergi di Lingkungan Pendidikan dan Pesantren

    Early Warning Sistem Antisipasi Persoalan yang Berpotensi Menimbulkan Konflik Sosial Keagamaan, Kemenag Perkuat Sinergi di Lingkungan Pendidikan dan Pesantren

    Kontributor : Muh. Hefni (Inf) / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Redaksi

    TEGALSIWALAN (30 Juli 2026), – Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui seksi Bimas Islam dan KUA Tegalsiwalan terus memperkuat sinergi lintas sektor sebagai langkah antisipatif terhadap berbagai persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik sosial keagamaan, khususnya di lingkungan pendidikan dan pondok pesantren. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan penguatan koordinasi bersama unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan pengelola lembaga pendidikan yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Darul Mukhlasin, Kecamatan Tegal Siwalan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (30/7/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo M. Imamuddin Nur Fajri, Camat Tegal Siwalan, unsur TNI, Polri, Densus 88 Antiteror Polri wilayah Jatim, para Penyuluh Agama Islam, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ansori, serta Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mukhlasin, Dr. KH. Khusnu Milad.

    Dalam sambutannya, Kepala Seksi Bimas Islam M. Imamuddin Nur Fajri menegaskan bahwa silaturahmi dan kolaborasi lintas sektor merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat persatuan bangsa, serta mencegah munculnya berbagai persoalan yang berpotensi berkembang menjadi konflik sosial keagamaan.

    “Jalinan silaturahmi seperti ini diharapkan terus berjalan sehingga mampu memperkuat ukhuwah, membangun kolaborasi, serta menjaga persatuan di tengah masyarakat. Persaudaraan merupakan nilai yang sangat mahal dan harus terus dipelihara,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa penguatan koordinasi antarlembaga juga menjadi bagian dari Early Warning System (EWS) dalam mendeteksi secara dini berbagai potensi persoalan di lingkungan pendidikan dan pesantren, sehingga penyelesaiannya dapat dilakukan melalui pendekatan edukatif, dialogis, dan kolaboratif sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

    Pada kesempatan tersebut, perwakilan Densus 88 Antiteror Satgas Wilayah Jawa Timur yang membawahi Probolinggo, Pasuruan, dan Malang, Abang Sumarwan, menjelaskan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari undangan Kementerian Agama untuk memberikan penguatan wawasan kebangsaan serta pencegahan radikalisme kepada kalangan santri.

    Ia menjelaskan bahwa sejak dibentuk pada tahun 2002 pasca peristiwa Bom Bali I, Densus 88 tidak hanya melaksanakan penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana terorisme, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah preventif melalui program deradikalisasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan berbagai pemangku kepentingan.

    “Densus 88 ibarat pemadam kebakaran. Penindakan saja tidak cukup tanpa diimbangi upaya pencegahan. Karena itu kami membangun kolaborasi bersama Kementerian Agama, dunia pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat agar paham radikal tidak berkembang,” jelasnya.

    Menurutnya, Indonesia patut bersyukur karena sejak tahun 2023 hingga saat ini tidak terjadi serangan bom teror. Namun demikian, ancaman penyebaran ideologi radikal masih tetap ada, terutama melalui media digital yang menyasar generasi muda dan anak-anak.

    Ia mengungkapkan bahwa sejumlah kasus menunjukkan adanya keterlibatan pelajar yang terpapar paham ekstrem akibat lemahnya pemahaman jati diri, pengaruh lingkungan, maupun persoalan psikologis seperti perundungan (bullying). Oleh karena itu, penguatan pendidikan karakter, pengawasan terhadap aktivitas digital peserta didik, serta kolaborasi antara sekolah, orang tua, penyuluh agama, psikolog, dan aparat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

    “Kami mengimbau agar sekolah dan orang tua secara berkala melakukan pengawasan terhadap penggunaan gawai anak. Apabila ditemukan konten yang mengarah pada kekerasan, simbol-simbol ekstremisme, atau indikasi intoleransi, maka pendekatan yang dikedepankan adalah pembinaan dan konseling. Densus 88 tidak dapat bekerja sendiri. Pencegahan radikalisme membutuhkan sinergi semua pihak,” tegasnya.

    Selain isu radikalisme, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan (PPKSP). Regulasi tersebut menjadi landasan bagi seluruh satuan pendidikan untuk memberikan pelindungan kepada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sekaligus mencegah berbagai persoalan yang berpotensi memicu konflik sosial.

    Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mukhlasin, Dr. KH. Khusnu Milad, mengajak para santri dan alumni untuk mengambil peran aktif dalam membangun narasi positif di ruang digital. Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan sebagai sarana dakwah yang menebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, damai, toleran, dan berwawasan kebangsaan.

    “Kami mengajak seluruh alumni dan santri untuk aktif bermedia sosial sebagai bagian dari jihad intelektual dan dakwah kebangsaan dalam menangkal penyebaran paham intoleransi serta radikalisme. Ruang digital harus dipenuhi dengan pesan-pesan persatuan, kedamaian, dan moderasi beragama,” ungkapnya.

    Ia menambahkan bahwa penyebaran paham radikal maupun berbagai persoalan sosial lainnya tidak boleh dianggap sebagai hal yang sepele. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu memperkuat kewaspadaan, mempererat koordinasi, serta membangun sistem deteksi dini agar setiap potensi persoalan dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan bijaksana.

    Melalui kegiatan ini, seluruh peserta berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, pondok pesantren, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun sistem kewaspadaan dini (Early Warning System), menjaga kerukunan umat beragama, mencegah berkembangnya radikalisme, ekstremisme, kekerasan, serta berbagai persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik sosial keagamaan, khususnya di lingkungan pendidikan dan pesantren, demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, harmonis, dan berkeadaban.

  • KUA Dringu Fasilitasi Pembentukan Pelaksana Kampung Zakat Yatim Mandiri

    KUA Dringu Fasilitasi Pembentukan Pelaksana Kampung Zakat Yatim Mandiri

    DRINGU (30 Juli 2026) – KUA Dringu memfasilitasi pembentukan Pelaksana Kampung Zakat Yatim Mandiri sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengembangan program pemberdayaan masyarakat berbasis zakat. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (30/7/2026) di Aula KUA Dringu ini merupakan kolaborasi antara Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, LAZ Yatim Mandiri, dan Pemerintah Desa Mranggon Lawang. Pembentukan pelaksana tersebut menjadi langkah awal implementasi Program Kampung Zakat di Desa Mranggon Lawang agar pengelolaan zakat tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

    Kegiatan dihadiri oleh Kepala Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo beserta jajaran, Kepala KUA Dringu, Kepala Desa Mranggon Lawang beserta Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Penyuluh Agama Islam KUA Dringu, PAC Fatayat NU Dringu, serta perwakilan LAZ Yatim Mandiri. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat.

    Sebagai tuan rumah penyelenggara, KUA Dringu mengambil peran strategis sebagai fasilitator yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun langkah bersama. Peran tersebut sejalan dengan fungsi KUA yang tidak hanya memberikan pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga menjadi pusat penguatan kehidupan keagamaan, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan kemitraan dengan berbagai lembaga di wilayah kerjanya.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi Program Kampung Zakat yang disampaikan oleh Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf. Dalam sesi tersebut dijelaskan konsep, tujuan, dan mekanisme pelaksanaan Program Kampung Zakat sebagai salah satu program prioritas Kementerian Agama yang bertujuan mengintegrasikan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya dalam mendukung pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga amil zakat, dan masyarakat agar program dapat berjalan secara efektif, terukur, dan berkelanjutan.

    Agenda berikutnya adalah pembentukan Pelaksana Kampung Zakat Yatim Mandiri yang akan bertugas mengoordinasikan pelaksanaan berbagai program di tingkat desa. Tim pelaksana diharapkan menjadi penghubung antara masyarakat, pemerintah desa, Kementerian Agama, dan LAZ Yatim Mandiri dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi program-program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

    Selain pembentukan tim pelaksana, kegiatan juga diisi dengan pemetaan kondisi sosial, ekonomi, dan potensi wilayah Desa Mranggon Lawang. Pemetaan tersebut menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, potensi ekonomi lokal, serta kelompok sasaran yang berhak menerima manfaat program. Hasil pemetaan nantinya akan menjadi dasar penyusunan program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran, mulai dari penguatan ekonomi keluarga, pembinaan keagamaan, pemberdayaan usaha produktif, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

    Melalui kegiatan ini, KUA Dringu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung program-program pemberdayaan umat. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu menjadikan Kampung Zakat sebagai model pengelolaan zakat yang produktif, akuntabel, dan berkelanjutan sehingga manfaat zakat tidak hanya dirasakan dalam bentuk bantuan sesaat, tetapi juga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi dan kualitas hidup masyarakat, khususnya para mustahik.

    Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh semangat kebersamaan, serta menghasilkan komitmen bersama seluruh peserta untuk mendukung keberhasilan implementasi Program Kampung Zakat Yatim Mandiri di Desa Mranggon Lawang. Ke depan, KUA Dringu akan terus mengawal pelaksanaan program melalui koordinasi yang intensif dengan Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf, LAZ Yatim Mandiri, Pemerintah Desa, serta seluruh unsur masyarakat agar tujuan pemberdayaan dapat tercapai secara optimal.

  • BRUS Kemenag Probolinggo di Ponpes Al Kholiliyah Al Mubarokah Tekankan Pencegahan Kenakalan Remaja dan Penguatan Early Warning System

    BRUS Kemenag Probolinggo di Ponpes Al Kholiliyah Al Mubarokah Tekankan Pencegahan Kenakalan Remaja dan Penguatan Early Warning System

    Kontributor : Muh. Hefni / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Redaksi

    MARON (30 Juli 2026) – Upaya membentuk generasi muda yang tangguh, moderat, dan berkarakter terus diperkuat oleh Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui seksi Bimas Islam Menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan yang berlangsung di Yayasan Pondok Pesantren Al Kholiliyah Al Mubarokah, Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Kamis (30/07/2026) ini menghadirkan konsep yang berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

    Selain membahas penguatan karakter remaja dan pencegahan perkawinan anak, BRUS kali ini lebih menitikberatkan pada isu kenakalan remaja, bahaya radikalisme, serta penguatan Early Warning System (EWS) sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi konflik sosial dan penyebaran paham ekstremisme di lingkungan generasi muda.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo H. Imammuddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI., Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Probolinggo H. Moh. Amin, S.Ag., M.Pd.I. yang juga menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Maron, Satgaswil Densus 88 Anti Teror, para Penyuluh Agama Islam KUA Maron, serta Tim Fasilitator BRUS Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

    Secara terpisah, Kasi Bimas Islam Imam Mudin Nur Fajri, S.Ag, M.HI. menegaskan bahwa remaja merupakan aset strategis bangsa yang harus dibekali dengan kemampuan berpikir kritis, akhlak yang baik, serta pemahaman agama yang moderat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai penyimpangan sosial maupun ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.

    “BRUS bukan sekadar memberikan penyuluhan kepada remaja, tetapi menjadi ruang pembinaan untuk menyiapkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan memiliki daya tangkal terhadap berbagai ancaman, mulai dari kenakalan remaja, perkawinan anak, penyalahgunaan media sosial hingga paparan paham radikal. Melalui pendekatan Early Warning System, kita ingin membangun kesadaran sejak dini agar para remaja mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

    Sementara itu, materi mengenai deradikalisasi dan literasi digital disampaikan oleh AKP. Anang Sumawan, S.H., M.AP. dari Satgaswil Densus 88 Anti Teror. Dalam paparannya, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa manfaat besar, namun juga menjadi pintu masuk penyebaran propaganda ekstremisme apabila tidak digunakan secara bijaksana.

    “Media sosial dapat menjadi sarana belajar dan berkarya, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menyebarkan paham intoleran dan radikal. Karena itu, setiap remaja harus memiliki kemampuan menyaring informasi, tidak mudah percaya pada berita provokatif, serta selalu mengedepankan tabayun sebelum membagikan suatu informasi. Jadilah generasi yang cerdas bermedia sosial dan berani menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada kekerasan maupun radikalisme,” jelasnya.

    Sepanjang kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Diskusi interaktif, sesi tanya jawab, hingga penyampaian studi kasus mendapatkan respons positif dari para santri dan remaja yang mengikuti kegiatan. Mereka aktif mengajukan pertanyaan seputar tantangan pergaulan remaja, bahaya perkawinan usia anak, penggunaan media sosial yang sehat, serta langkah-langkah mengenali indikasi penyebaran paham radikal di lingkungan sekitar.

    Melalui pelaksanaan BRUS yang dikolaborasikan dengan penguatan Early Warning System (EWS), Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual dan spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial, mampu mendeteksi berbagai potensi ancaman sejak dini, serta menjadi pelopor kerukunan, toleransi, dan persatuan bangsa.

  • Perkuat Pelayanan Masyarakat, KUA Kuripan Kolaborasi Lintas Sektor

    Perkuat Pelayanan Masyarakat, KUA Kuripan Kolaborasi Lintas Sektor

    Kontributor : Fadlur / Editor : Lutfi Hidayat

    KURIPAN, (30 Juli 2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, menggelar kegiatan koordinasi lintas sektor bertajuk “Bersama Melayani Masyarakat” pada Kamis (30/7/2026) pukul 09.00 WIB di Balai Nikah KUA Kecamatan Kuripan. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pernikahan, pembinaan keluarga, serta penguatan ketahanan rumah tangga.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Kuripan Fadlur Rahman, S.H., Ibu Camat Kuripan Kurnia Holis beserta staf, Kepala Puskesmas Kuripan dr. Anum Budinigsi beserta staf, perwakilan PKK Kecamatan Kuripan Pokja I Susilowati, serta perwakilan PLKB Kecamatan Kuripan Tiara Putri dan Multazam.

    Dalam kegiatan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Kuripan Fadlur Rahman, S.H., menyampaikan bahwa kerja sama lintas sektor menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pembinaan masyarakat, terutama terkait persiapan pernikahan dan kehidupan berkeluarga, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar edukasi yang diberikan dapat lebih menyeluruh dan tepat sasaran.

    “Kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Edukasi tentang pernikahan dan rumah tangga perlu dilakukan secara bersama-sama agar masyarakat memiliki pemahaman yang baik dalam membangun keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab,” ujar Fadlur Rahman dalam sambutannya.

    Sementara itu, Ibu Camat Kuripan Kurnia Holis dalam sambutan berikutnya menyampaikan apresiasi terhadap upaya KUA Kecamatan Kuripan dalam membangun koordinasi dengan berbagai unsur terkait. Ia menegaskan bahwa pelayanan publik akan berjalan lebih optimal apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam mendampingi dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

    Menurutnya, pembinaan keluarga tidak hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga, tetapi membutuhkan peran bersama dari berbagai lini atau sektor, termasuk pemerintah kecamatan, KUA, fasilitas kesehatan, organisasi masyarakat, dan juga BKKBN. Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai pentingnya kesiapan pernikahan, kesehatan keluarga, serta pengelolaan kehidupan rumah tangga.

    Melalui kegiatan koordinasi lintas sektor ini, KUA Kecamatan Kuripan bersama para pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus meningkatkan kerja sama dalam memberikan pelayanan yang terpadu dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya keluarga yang sakinah, sehat, dan sejahtera di wilayah Kecamatan Kuripan.