Kontributor : Fifin NR / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam
Tongas (5/8/2026) – KUA Pusaka Tongas kembali menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi 14 pasang calon pengantin pada Rabu (5/8) di Balai Nikah KUA Pusaka Tongas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam membekali calon pengantin dengan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis, tangguh, serta berketahanan.
Kepala KUA Pusaka Tongas, Wildan Mahbubul Haq, S.Ag., M.Pd.I., bertindak sebagai fasilitator di dampingi penyuluh Sgama Islam Lutfi Hidayat, S.Pd.I., Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab.
Dalam paparannya, Wildan menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan visi, komitmen, dan tanggung jawab untuk saling menguatkan dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, keluarga sakinah dibangun melalui komunikasi yang sehat, saling menghormati, kemampuan mengelola emosi, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan kehidupan bersama.
“Rumah tangga yang kokoh tidak lahir karena pasangan yang sempurna, tetapi karena suami dan istri sama-sama mau belajar, saling memahami, dan bertumbuh bersama. Pernikahan bukan tentang siapa yang selalu benar, melainkan bagaimana keduanya tetap berjalan searah menuju ridha Allah SWT,” ujar Wildan.
Sementara itu, Lutfi Hidayat mengajak para calon pengantin untuk mempersiapkan kehidupan keluarga secara menyeluruh, baik dari aspek ekonomi, pendidikan, maupun pola pengasuhan anak. Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan keluarga tidak hanya terbatas pada kebutuhan materi, tetapi juga mencakup kasih sayang, pendidikan karakter, dan penanaman nilai-nilai keagamaan sejak dini sebagai fondasi dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan berkualitas.
Melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan ini, KUA Pusaka Tongas berharap setiap calon pengantin memiliki bekal yang memadai untuk membangun keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah, wa rahmah. Dengan kesiapan mental, spiritual, dan sosial yang baik, diharapkan mereka mampu mewujudkan keluarga yang tangguh, menjadi tempat tumbuhnya generasi penerus yang berkualitas, serta berkontribusi dalam menciptakan keluarga Indonesia yang sejahtera dan berketahanan.

Leave a Reply