Asta Protas Kemenag: Khutbah Jumat KUA Sukapura Perkuat Moderasi Beragama di Bromo

Written by

in

Kontributor : Rodina Billah / editor Tim Redaksi

SUKAPURA (7 Agustus 2026) — Penguatan moderasi beragama tidak hanya dilakukan melalui forum pembinaan formal. Pada Jumat, 7 Agustus 2026, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukapura hadir langsung di tengah masyarakat melalui khutbah Jumat di sejumlah masjid di kawasan lereng Gunung Bromo.

Kehadiran Kepala KUA dan Penyuluh Agama menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan layanan keagamaan yang dekat dengan umat. Melalui mimbar Jumat, pesan-pesan keislaman disampaikan dengan mengedepankan keseimbangan, persaudaraan, toleransi, kepedulian sosial, dan pentingnya menjaga kerukunan.

Pada pelaksanaan khutbah Jumat tersebut, Kepala KUA Kecamatan Sukapura Muhammad Arif Rahman Hakim, S.H., mengisi khutbah di masjid kawasan Sky Bridge (Jembatan Kaca) Bromo. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan keagamaan di kawasan strategis lereng Bromo.

Di wilayah lainnya, Penyuluh Agama Syafi’i, S.Pd.I., melaksanakan khutbah Jumat di Masjid Baitur Rohman, Punjul, Desa Wonokerto. Penyuluh Agama Rodinabillah, S.H., menyampaikan khutbah di Masjid Nurul Huda, Desa Ngepung, sedangkan Penyuluh Agama Ainur Ridho, S.Pd.I., mengisi khutbah di Masjid Al Hikmah.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran KUA dalam menjalankan tugas pembinaan dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang strategis untuk menyampaikan pesan keagamaan yang relevan dengan kehidupan umat.

Langkah tersebut sejalan dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya program Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan. Melalui penguatan moderasi beragama, masyarakat diharapkan mampu menjalankan ajaran agama secara seimbang, menghargai perbedaan, serta menjaga persaudaraan dan harmoni sosial.

Kepala KUA Kecamatan Sukapura, Muhammad Arif Rahman Hakim, S.H., menegaskan pentingnya kehadiran KUA di tengah masyarakat.

“KUA harus hadir di tengah masyarakat. Khutbah Jumat menjadi salah satu ruang untuk memberikan penguatan keagamaan sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga kerukunan dan persaudaraan,” ujarnya.

Dari mimbar-mimbar masjid di lereng Bromo, pesan moderasi beragama diharapkan tidak berhenti sebagai materi khutbah. Nilai tersebut diharapkan tumbuh dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, memperkuat persaudaraan, dan menjaga kerukunan.

Khutbah Jumat menjadi salah satu bentuk pengabdian KUA Sukapura dalam menghadirkan layanan keagamaan yang dekat, nyata, dan bermanfaat bagi masyarakat lereng Gunung Bromo.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *