Kontributor : Sayidina Ali / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam
PAITON, 03 September 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Paiton terus memperkuat eksistensinya dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat melalui inovasi Jemput Bola (Jempol). Melalui kiprah para penyuluh agama, layanan pendampingan keagamaan kini hadir langsung di tengah masyarakat, salah satunya kepada nazhir Wakaf Masjid Baiturrahim, Desa Sumberanyar Blok Brigeen, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Pendampingan tersebut dilaksanakan pada Rabu (2/9/2026) di kediaman nazhir sekaligus Ketua Takmir Masjid Baiturrahim, Ustaz Junaidi. Hadir Penyuluh Agama Islam KUA Paiton, Saiful Bahri, S.H.I. dan Sayidina Ali, S.H., bersama sebagian pengurus masjid.
Dalam suasana dialog yang komunikatif dan penuh keakraban, para penyuluh memberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas aset wakaf melalui sertifikasi tanah wakaf. Selain itu, disampaikan pula informasi mengenai perizinan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta Surat Keterangan Terdaftar (SKT) bagi masjid.
Saiful Bahri menegaskan bahwa KUA Paiton berkomitmen memberikan pelayanan dan pendampingan kepada masyarakat secara maksimal. Menurutnya, layanan Jempol menjadi salah satu ikhtiar agar masyarakat tidak selalu harus datang ke kantor untuk mendapatkan informasi dan pendampingan keagamaan.
“Kami siap melayani masyarakat, khususnya wilayah Paiton, dalam 24 jam kecuali jam tidur,” ujar Saiful
Sementara itu, Sayidina Ali menyampaikan edukasi yang berkaitan dengan kemakmuran masjid, termasuk perhatian terhadap kesejahteraan para pengurus dan marbot. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan edukasi Dewan Masjid Indonesia (DMI), kas masjid dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesejahteraan pengurus takmir, imam dan khatib, muazin, serta marbot, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan masjid.
“Untuk menjaga kesejahteraan dan kemakmuran para pengurus takmir, imam dan khatib, muazin serta marbot boleh diambilkan dari kas masjid, namun besarannya harus disesuaikan dengan kemampuan kas masjid,” jelas Ali.
Antusiasme terlihat dari Ustaz Junaidi selaku Ketua Takmir sekaligus Nazhir Wakaf Masjid Baiturrahim. Ia menyambut baik pendampingan yang diberikan KUA Paiton dan berkomitmen segera menindaklanjuti proses sertifikasi tanah wakaf yang menjadi lokasi berdirinya masjid.
“Kami sangat berterima kasih atas semua masukannya. Kami akan segera musyawarahkan dengan teman-teman pengurus agar tanah wakaf yang di atasnya berdiri bangunan masjid ini segera tersertipikat. Dengan begitu, kami lebih leluasa mengurus aset wakaf dan masjid ini,” ungkap Junaidi.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa layanan Jempol KUA Paiton tidak hanya berorientasi pada pelayanan administratif, tetapi juga menghadirkan pendampingan yang edukatif, komunikatif, dan solutif. Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, KUA Paiton berupaya memastikan aset keagamaan memiliki legalitas yang jelas serta pengelolaan masjid dan lembaga keagamaan dapat berjalan semakin tertib, profesional, dan berkelanjutan.

Leave a Reply