Mempersiapkan Keluarga Sakinah, Bukan Hanya Pesta Tapi Cerita Dibalik BIMWIN KUA Banyuanyar

Kontributor : H. Nasir I Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

BANYUANYAR, (27 Agustus 2026) — Kantor Urusan Agama (KUA) Banyuanyar terus berupaya memberikan pembekalan kepada calon pengantin (catin) sebagai bekal dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) yang dilaksanakan di Aula KUA Banyuanyar, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan BIMWIN menjadi salah satu sarana penting bagi calon pengantin untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Melalui kegiatan ini, para catin diarahkan agar memiliki kesiapan yang lebih matang, baik secara spiritual, emosional, maupun dalam menjalankan tanggung jawab sebagai suami dan istri.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala KUA Banyuanyar menyampaikan bahwa pernikahan bukan sekadar momentum untuk mengakhiri masa lajang. Lebih dari itu, pernikahan merupakan ikatan suci yang harus dibangun dengan niat yang baik dan dilaksanakan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

“Menikah bukan hanya sekadar melepas masa lajang. Pernikahan harus disertai niat yang baik dan menjadi ibadah yang terus menghadirkan pahala selama pasangan mampu menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para calon pengantin agar sejak awal memiliki komitmen untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan keluarga hendaknya dihadapi dengan komunikasi yang baik, kesabaran, saling memahami, dan mencari solusi secara bijaksana.

“Jangan sampai pernikahan yang telah diawali dengan niat ibadah justru berakhir dengan perceraian di Pengadilan Agama. Karena itu, calon pengantin harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan memahami bahwa kehidupan rumah tangga membutuhkan komitmen, tanggung jawab, serta kesediaan untuk saling membahagiakan,” lanjutnya.

Bekal Membangun Keluarga Sakinah

Memasuki sesi pertama,  Nasir sebagi fasilitator BIMWIN memberikan materi mengenai Pilar Keluarga Sakinah. Materi tersebut menekankan pentingnya membangun rumah tangga bahagia berdasarkan nilai agama, komunikasi yang sehat, tanggung jawab, saling menghargai, serta kemampuan menyelesaikan persoalan keluarga secara dewasa.

Nasir menjelaskan bahwa pasangan ideal bukan berarti pasangan yang tidak pernah menghadapi masalah. Justru, pasangan yang ideal adalah mereka yang mampu menghadapi dan menyelesaikan berbagai persoalan rumah tangga dengan cara yang baik, bijak, dan tidak mudah menyerah.

“Dalam kehidupan rumah tangga, persoalan pasti ada. Yang terpenting bukan bagaimana menghindari semua masalah, tetapi bagaimana suami dan istri mampu menyelesaikannya dengan baik dan bijak. Jangan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menyalahkan, tetapi jadikan sebagai kesempatan untuk saling memahami,” jelasnya.

Menurutnya, kebahagiaan rumah tangga tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kebutuhan materi. Perhatian, kasih sayang, penghargaan, komunikasi, kesetiaan, dan kesediaan untuk saling mendukung juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Ia mengajak para catin untuk membangun kebiasaan saling membahagiakan pasangan melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Sikap saling mendengarkan, menghargai pendapat, menjaga ucapan, membantu pekerjaan pasangan, serta memberikan dukungan ketika menghadapi kesulitan merupakan bentuk nyata dalam menjaga keharmonisan keluarga.

“Bahagiakan pasanganmu. Jangan menunggu pasangan menjadi sempurna untuk kemudian memberikan kebahagiaan. Mulailah dari diri sendiri dengan memberikan perhatian, kasih sayang, penghormatan, dan keteladanan,” pesan Nasir kepada para peserta.

Membangun Komitmen Sejak Sebelum Menikah

Melalui BIMWIN, para calon pengantin diharapkan tidak hanya memahami aspek administratif dan hukum perkawinan, tetapi juga memiliki kesiapan dalam menjalani dinamika kehidupan keluarga.

Kesiapan tersebut mencakup kemampuan membangun komunikasi, memahami hak dan kewajiban suami istri, mengelola perbedaan, menyelesaikan konflik, menjaga komitmen, serta membangun kehidupan keluarga yang berlandaskan nilai-nilai agama.

KUA Banyuanyar berharap pembekalan tersebut dapat menjadi bekal bagi para catin untuk memasuki kehidupan rumah tangga dengan pemahaman dan kesiapan yang lebih baik. Dengan kesiapan yang matang, pasangan diharapkan mampu membangun keluarga yang harmonis serta mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

Kegiatan BIMWIN kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Hisbullah. Suasana doa berlangsung khusyuk dan penuh penghayatan. Para peserta mengikuti doa dengan penuh perhatian dan suasana haru, sebagai bentuk ikhtiar dan harapan agar kehidupan rumah tangga yang akan mereka jalani senantiasa mendapatkan keberkahan dan ridha Allah SWT.

 

Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa membangun keluarga sakinah membutuhkan proses panjang dan komitmen dari kedua belah pihak. Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tetapi juga tentang membangun kerja sama, menjaga amanah, dan bersama-sama menghadirkan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *