Calon Pengantin Asal Papua Ikuti Bimbingan Perkawinan Di KUA Kraksaan

Written by

in

Kontributor : Ita Kurnia / Editor : Lutfi Hidayat

KRAKSAAN, 12 Agustus 2026 – Upaya membangun fondasi rumah tangga yang kokoh dan harmonis bagi calon pengantin, dilakukan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kraksaan dengan menggelar bimbingan perkawinan (bimwin), Rabu (12/08/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula KUA Kraksaan ini diikuti oleh pasangan calon pengantin asal Papua, Fadli dan Sinta., sebagai bentuk komitmen KUA dalam memberikan pembekalan menyeluruh bagi seluruh masyarakat tanpa kecuali.

Bimbingan perkawinan mengangkat tema pentingnya mengatur manajemen konflik keluarga, menghadirkan empat narasumber kompeten dari jajaran penyuluh agama Islam, yakni Anwar Sanusi, Taufik Hidayatullah, Amaluddin, dan Ita Kurnia. Kehadiran para penyuluh ini memberikan perspektif komprehensif, mulai dari aspek spiritual, psikologis, hingga komunikasi praktis dalam mengelola perbedaan pendapat yang kerap muncul dalam kehidupan rumah tangga.

Penyuluh Agama Islam, Anwar Sanusi dalam sesinya menekankan bahwa konflik adalah hal wajar dalam sebuah pernikahan. “Yang membedakan adalah bagaimana pasangan menyikapi dan mengelolanya. Kunci utamanya adalah komunikasi yang sehat, saling menurunkan ego, dan menjadikan perbedaan sebagai bahan diskusi konstruktif, bukan ajang pertarungan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Taufik Hidayatullah menambahkan bahwa pemahaman tentang hak dan kewajiban suami istri sejak dini menjadi benteng utama mencegah perselisihan berkepanjangan.

Kepala KUA Kraksaan, Muchlison, S.Ag., M.Pd menyampaikan bahwa bimbingan ini merupakan bagian dari program rutin untuk mempersiapkan generasi unggul menuju keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

“Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi juga menyatukan dua latar belakang budaya dan visi hidup. Kami berkomitmen memberikan pendampingan maksimal, terutama bagi pasangan lintas daerah seperti Mas Fadli dan Mbak Sinta, agar mereka memiliki kesiapan mental dan spiritual yang matang dalam mengarungi bahtera rumah tangga,” jelasnya.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi materi yang diselingi dengan diskusi interaktif dan simulasi pemecahan masalah. Amaluddin dan Ita Kurnia juga memberikan pemahaman tentang pentingnya perencanaan keuangan dan pengasuhan anak sebagai elemen penting dalam menekan potensi konflik.

Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan pasangan calon pengantin tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga memiliki bekal ilmu yang cukup untuk mewujudkan keluarga yang harmonis, tangguh, dan penuh berkah di tengah dinamika kehidupan modern.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *