Kepala Kemenag Probolinggo; Porsadin Perkuat Tafaqquh Fid Din dan Ajang Prestasi Santri

Written by

in

Kontributor : Inf / editor Tim Red Bimas Islam

Probolinggo (10 Agustus 2026) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menegaskan pentingnya penguatan pendidikan diniyah sebagai fondasi pembentukan karakter dan daya saing generasi muda. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke-VII Kabupaten Probolinggo yang diikuti lebih dari 300 santri dari 24 kecamatan.

Menurut Kepala Kemenag Probolinggo, PORSADIN tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi, tetapi merupakan momentum strategis untuk memperkuat kualitas lembaga pendidikan diniyah sekaligus memberikan ruang aktualisasi bagi para santri.

“PORSADIN kali ini sangat membanggakan dan menjadi awal yang baik untuk membangun gerakan bersama dalam meningkatkan kualitas lembaga pendidikan diniyah dan anak-anak kita,” ujarnya.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar, maksimal, sportif, dan kondusif. Dewan juri dan penguji diharapkan menjalankan tugas secara objektif dan profesional, sedangkan para pendamping diminta memberikan dukungan agar para santri dapat mengikuti perlombaan dengan nyaman dan penuh percaya diri.

*Perkuat Tafaqquh Fiddin*

Kepala Kemenag Probolinggo menegaskan bahwa PORSADIN memiliki dimensi penting dalam penguatan tafaqquh fiddin, yakni memperdalam pemahaman terhadap ilmu agama. Pendidikan diniyah, menurutnya, harus terus menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang memiliki pengetahuan, akhlak, dan ketahanan moral.

Ia mengajak para santri untuk tidak pernah berhenti belajar dan tidak merasa cukup dengan ilmu yang dimiliki.

“Jangan pernah merasa cukup dalam mencari ilmu. Semua ilmu penting, terlebih ilmu agama yang menjadi bekal kehidupan dunia dan akhirat. Dengan ilmu, kita juga mampu menata kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan negara,” tegasnya.

Para peserta PORSADIN merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing kecamatan. Karena itu, ia meminta para santri menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas, akhlak, dan semangat persaudaraan.

“Santri pasti mampu bersaing. Jangan pernah pupus semangat untuk belajar dan teruslah mencari ilmu,” pesannya.

*FKDT Didorong Perkuat Sinergi*

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kemenag Probolinggo memberikan apresiasi kepada Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang dinilai memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan di Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, FKDT merupakan salah satu mitra strategis pemerintah dalam membangun generasi yang religius, berkarakter, dan berdaya saing. Peran tersebut sejalan dengan semangat pembangunan Kabupaten Probolinggo melalui visi Probolinggo SAE: Sejahtera, Amanah, Religius, Eksis, dan Berdaya Saing.

“Kolaborasi, komunikasi, dan kebersamaan harus terus kita perkuat agar pendidikan diniyah semakin maju dan mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Muhammad Sa’dun, Kepala Seksi Bimas Islam M. Imamuddin Nur Fajri, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Harry Cahyono, Kapolsek dan Danramil Pajarakan, pengurus FKDT kabupaten dan kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan juri, serta para pendamping santri.

Hadir pula Ketua FKPQ Saiful Ulum yang turut mendukung penguatan pendidikan Al-Qur’an dan pendidikan keagamaan di Kabupaten Probolinggo.

*Madrasah Diniyah Hadapi Tantangan Era Digital*

Selain penguatan pendidikan agama, Kepala Kemenag Probolinggo mengingatkan pentingnya kesiapan lembaga pendidikan diniyah dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.

Menurutnya, derasnya arus digital tidak mungkin dihindari. Karena itu, anak-anak harus dibekali kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dengan tetap memiliki landasan moral dan spiritual.

Madrasah Diniyah dinilai memiliki posisi strategis dalam penguatan karakter tersebut. Pendidikan agama tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga harus membentuk moralitas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan akhlak peserta didik.

Ia juga mengingatkan agar penggunaan telepon seluler tidak mengganggu proses belajar para santri. Teknologi harus diarahkan menjadi sarana pendukung pendidikan dan pengembangan diri.

Kebersihan sebagai Implementasi Nilai Keagamaan

Pesan mengenai pendidikan karakter juga dikaitkan dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Sebelumnya, Kepala Kemenag Probolinggo bersama Kepala Seksi Bimas Islam mengikuti gerakan bersih-bersih masjid bersama Menteri Agama RI dalam gerakan yang dilaksanakan secara nasional.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa ajaran agama harus diwujudkan dalam perilaku nyata.

“Kita mempunyai ajaran bahwa kebersihan sebagian dari iman. Jangan sampai kita mengajarkan kebersihan, tetapi lingkungan kita sendiri tidak bersih,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebersihan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan fisik, tetapi juga kebersihan hati dan perilaku. Karena itu, para santri juga didorong untuk menghormati guru, orang tua, serta orang yang lebih tua.

Lebih dari 300 Santri Berkompetisi

PORSADIN VII Kabupaten Probolinggo diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai cabang lomba. Mereka merupakan perwakilan santri dari 24 kecamatan yang sebelumnya telah mengikuti proses pembinaan dan seleksi di wilayah masing-masing.

Selain menjadi ruang kompetisi, kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi dan konsolidasi antara santri, guru, pendamping, pengurus FKDT, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah.

Kepala Kemenag Probolinggo berharap PORSADIN dapat menjadi agenda yang terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan diniyah serta pembentukan generasi Kabupaten Probolinggo yang berilmu, berakhlak, religius, dan berdaya saing.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya PORSADIN VII, khususnya FKDT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, jajaran TNI-Polri, panitia, dewan juri, para pendamping, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur terkait.

PORSADIN VII diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pendidikan diniyah dan karakter generasi bangsa, sebagaimana motto yang diusung: “Berkhidmat Bersama Madrasah Diniyah, Membangun Karakter Bangsa. (Aan).

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *