Blog

  • Jalan Sehat Bersama, KUA Sumberasih Perkuat Sinergi Lintas Sektoral di Momentum Kemerdekaan

    Jalan Sehat Bersama, KUA Sumberasih Perkuat Sinergi Lintas Sektoral di Momentum Kemerdekaan

    Kontributor : Neni Lestari | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

    Sumberasih, (28/08/2026) – Semangat kebersamaan menjadi warna dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Sumberasih. Pada Jumat (28/8/2026), pegawai KUA Sumberasih turut mengikuti Fun Walk sejauh 3 kilometer bersama jajaran Puskesmas Sumberasih, Kecamatan Sumberasih, dan masyarakat.

    Kegiatan berlangsung semarak dengan suasana penuh keakraban. Berjalan bersama dalam satu rute menjadi kesempatan bagi peserta dari berbagai unsur untuk berinteraksi, bersilaturahmi, sekaligus menikmati aktivitas fisik yang menyehatkan.

    Lebih dari sekadar olahraga, Fun Walk menjadi sarana memperkuat hubungan antarlembaga di wilayah Kecamatan Sumberasih. Keterlibatan KUA Sumberasih dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya membangun komunikasi dan kebersamaan lintas sektoral, terutama dalam mendukung berbagai program yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

    Bagi jajaran KUA Sumberasih, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kebersamaan yang sederhana namun memiliki dampak. Kegiatan seperti ini membuka ruang untuk membangun kedekatan, memperkuat koordinasi, dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

    Nuansa kemerdekaan pun semakin terasa ketika aparatur dan masyarakat berbaur tanpa sekat. Semangat merah putih tidak hanya hadir sebagai simbol perayaan, tetapi juga tercermin melalui kebersamaan, sportivitas, dan kepedulian terhadap kesehatan.

    Keikutsertaan KUA Sumberasih dalam Fun Walk tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus membangun sinergi lintas sektoral bersama unsur pemerintahan, layanan kesehatan, dan masyarakat. Kolaborasi yang terjalin diharapkan dapat menjadi modal sosial dalam menghadirkan berbagai pelayanan dan program yang semakin dekat, humanis, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

  • KUA Kecamatan Besuk Bekali 8 Pasang Calon Pengantin

    KUA Kecamatan Besuk Bekali 8 Pasang Calon Pengantin

    Kontributor : Ali Fikri / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam

    BESUK, 26 Agustus 2026 — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Besuk hari ini melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi 8 pasang calon pengantin. Kegiatan ini dilaksanakan dalam suasana bulan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bulan yang penuh kemuliaan dan menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan serta keteladanan kepada Rasulullah SAW.

    8 pasang calon pengantin tersebut merupakan pasangan yang akan melaksanakan pernikahan pada bulan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam 1448 H. Melalui kegiatan ini, para calon pengantin diberikan pembekalan sebagai persiapan untuk memasuki kehidupan rumah tangga.

    Materi bimbingan disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Besuk. Para peserta mendapatkan berbagai pengetahuan dan pemahaman mengenai kehidupan berumah tangga, tanggung jawab suami dan istri, pentingnya komunikasi dalam keluarga, serta nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam membangun keluarga.

    Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan di bulan Maulid Nabi ini diharapkan menjadi momentum bagi para calon pengantin untuk meneladani kehidupan Rasulullah Muhammad SAW dalam membangun keluarga yang penuh kasih sayang, keteladanan, dan akhlak mulia.

    KUA Kecamatan Besuk berharap seluruh calon pengantin dapat mengimplementasikan ilmu dan nasihat yang diperoleh dalam kehidupan rumah tangga nantinya, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah serta menjadi keluarga yang membawa keberkahan bagi masyarakat.

  • Menumbuhkan Cinta Rasul, Penyuluh Agama Kemenag Probolinggo Hadir di Lapas Perempuan Kraksaan

    Menumbuhkan Cinta Rasul, Penyuluh Agama Kemenag Probolinggo Hadir di Lapas Perempuan Kraksaan

    Kontributor : Hj. Fifin N.R / Editor : Muh. Hefni M – Timred Bimas Islam

    KRAKSAAN, 27 Agustus 2026 – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama Islam kepada seluruh penghuni Lapas Perempuan Kraksaan, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Mushala Lapas tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, diawali dengan pembacaan Maulid Diba’ yang diikuti dengan khidmat oleh para warga binaan.

    Bimbingan penyuluhan menghadirkan Kudsiya Azizah, S.Ag. dan Fifin Naili Rizkiyah, M.Pd. sebagai pengisi materi. Mengangkat tema “Menumbuhkan Cinta kepada Rasulullah SAW”, kegiatan diarahkan untuk menguatkan kembali kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadikan akhlak dan keteladanan beliau sebagai inspirasi dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam proses memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

    Dalam penyampaiannya, Fifin menyampaikan bahwa mencintai Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan mengungkapkan rasa cinta melalui lisan, tetapi perlu dibuktikan melalui sikap dan perilaku sehari-hari.

    “Cinta kepada Rasulullah bukan hanya tentang seberapa sering kita menyebut nama beliau, tetapi seberapa jauh kita berusaha mengikuti akhlaknya. Ketika kita belajar memaafkan, bersabar, berkata baik, menjaga hati, dan memperbaiki diri, sesungguhnya kita sedang berusaha meneladani Rasulullah SAW,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kudsiya Azizah mengajak para warga binaan untuk menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai kesempatan untuk melakukan hijrah menuju pribadi yang lebih baik.

    “Masa lalu tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti berharap kepada Allah SWT. Jangan biarkan masa lalu menentukan siapa kita selamanya. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kasih sayang, taubat, dan harapan kepada Allah selalu terbuka. Yang terpenting adalah kemauan untuk berubah dan terus melangkah menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan refleksi. Melalui bimbingan keagamaan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berharap para warga binaan semakin mendapatkan penguatan spiritual, ketenangan batin, serta motivasi untuk memperbaiki diri. Meneladani Rasulullah SAW menjadi jalan untuk menumbuhkan harapan, memperbaiki akhlak, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

  • KUA Sukapura Juara 1, Persaudaraan Antarinstansi Jadi Kemenangan Bersama

    KUA Sukapura Juara 1, Persaudaraan Antarinstansi Jadi Kemenangan Bersama

    Kontributor : Rodinabillah / Editor : Muh. Hefni M – Tim Bimas Islam

    Sukapura, Kamis 27 Agustus 2026 — Forkopimcam Sukapura menggelar jalan sehat dan aneka lomba kemerdekaan. Sejenak tanpa sekat pekerjaan dan rivalitas, pegawai antarinstansi bertemu sebagai sesama anak bangsa.

    Kegiatan yang digelar Forkopimcam Sukapura ini diikuti berbagai unsur pelayanan masyarakat. Hadir KUA Kecamatan Sukapura, Polsek Sukapura, Koramil Sukapura, Puskesmas Sukapura, jajaran pegawai Kecamatan Sukapura, serta ibu-ibu kader PLKB. Mereka membaur dalam suasana penuh keakraban.

    Jalan sehat menjadi pembuka kegiatan. Setelah itu, peserta mengikuti berbagai perlombaan yang sederhana, menarik, dan mengundang tawa. Ada lomba memindahkan air, pukul paku estafet, tiup gelas estafet, memasukkan paku ke dalam botol, hingga susun kaleng.

    Setiap tim terdiri dari lima orang. Kekompakan, komunikasi, dan kerja sama menjadi kunci. Tidak jarang strategi yang sudah disusun justru berakhir dengan tawa. Peserta saling menyemangati, sementara penonton memberikan tepuk tangan dan sorakan.

    Dari rangkaian perlombaan tersebut, KUA Kecamatan Sukapura berhasil meraih Juara 1. Juara 2 diraih Kecamatan Sukapura, sedangkan Juara 3 diraih Puskesmas Sukapura.

    Meski ada perlombaan dan penentuan juara, suasana tetap terasa akrab. Tidak ada rivalitas yang berlebihan. Kemenangan satu tim justru disambut dengan kegembiraan bersama.

    Camat Sukapura, Nur Rachmad Sholeh, S.STP., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarinstansi.

    «“Kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan upacara. Kebersamaan seperti ini juga penting. Kita bisa saling mengenal lebih dekat, membangun kekompakan, dan memperkuat hubungan antarinstansi,” ujarnya.»

    Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Sukapura, Muhammad Arif Rahman Hakim, S.H., menyampaikan rasa syukur atas capaian timnya. Namun, menurutnya, kemenangan bukanlah tujuan utama.

    “Juara satu tentu membanggakan. Tetapi yang lebih penting adalah kebersamaan. Hari ini kita bisa berkumpul tanpa sekat pekerjaan dan tanpa persaingan. Kita bermain dan tertawa bersama sebagai keluarga besar Kecamatan Sukapura,” katanya.

    Kegiatan ini menunjukkan bahwa sinergi tidak selalu harus dibangun melalui rapat atau urusan kedinasan. Kebersamaan juga dapat tumbuh dari kegiatan sederhana yang mempertemukan orang-orang dalam suasana santai.

    Untuk sesaat, tugas, jabatan, target, dan kesibukan pekerjaan diletakkan di luar arena. Pegawai Kecamatan, KUA, Polsek, Koramil, Puskesmas, dan kader PLKB hadir sebagai sesama warga yang ingin menikmati kemerdekaan.

    KUA Sukapura pulang membawa Juara 1, Kecamatan Sukapura Juara 2, dan Puskesmas Sukapura Juara 3. Namun, semua peserta membawa pulang sesuatu yang lebih berharga: tawa, keakraban, dan rasa persaudaraan.

    Sebab dalam perlombaan, juara memang berbeda. Tetapi dalam persaudaraan, semua adalah pemenang. Semangat itulah yang membuat kemerdekaan terasa lebih dekat: ketika sesama anak bangsa dapat berkumpul tanpa sekat, saling menghargai, dan merayakan Indonesia bersama.

  • Gak Jujur, Gak Sae!, KUA Kraksaan Ikuti Sosialisasi Integrity Day 2026

    Gak Jujur, Gak Sae!, KUA Kraksaan Ikuti Sosialisasi Integrity Day 2026

    Kontributor : Anwar Sanusi / Editor : Muh. Hefni M – Tim Bimas Islam

    Kraksaan, (27/08/2026) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kraksaan turut hadir dalam sosialisasi Integrity Day 2026 yang digelar di Pendopo Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan dengan tema “Gak Jujur Gak Sae” ini diinisiasi oleh pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam rangka memperkuat komitmen integritas aparatur di lingkungan pemerintahan.

    Acara yang berlangsung mulai pukul 12.00 WIB tersebut dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari perangkat kecamatan, kepala desa, perwakilan instansi vertikal, hingga tokoh masyarakat setempat. Dari jajaran KUA Kecamatan Kraksaan, hadir Anwar Sanusi, S.H., M.Pd. selaku Penyuluh Agama Islam KUA Kraksaan. Kehadiran Anwar Sanusi dalam sosialisasi ini merupakan bentuk dukungan KUA terhadap program penguatan integritas yang digalakkan oleh pemerintah daerah. Meskipun hanya bertindak sebagai peserta undangan, keterlibatan KUA dianggap penting mengingat peran strategisnya dalam membina kehidupan keagamaan dan memberikan pemahaman moral kepada masyarakat.

    Sosialisasi Integrity Day 2026 kali ini menghadirkan narasumber dari Inspektorat Kabupaten Probolinggo dan Penyuluh Anti Korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menyampaikan materi tentang pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta bahaya praktik korupsi dalam pelayanan publik. Tema “Gak Jujur Gak Sae” diangkat sebagai kampanye sederhana namun bermakna, mengajak seluruh aparatur untuk menjadikan kejujuran sebagai budaya kerja sehari-hari. Sepanjang acara, Anwar Sanusi tampak mengikuti rangkaian kegiatan dengan seksama, mulai dari pemaparan materi hingga sesi diskusi. Dalam perbincangan singkat di sela acara, ia menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif tersebut.

    “Kami dari KUA sangat mendukung kegiatan seperti ini. Walaupun hanya hadir sebagai peserta, kami ingin menunjukkan bahwa KUA juga memiliki komitmen yang sama terhadap nilai-nilai kejujuran dan integritas, yang selaras dengan ajaran agama,” ujarnya.

    Keikutsertaan KUA Kraksaan dalam sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antarinstansi di tingkat kecamatan, sekaligus menjadi momentum untuk terus menanamkan nilai-nilai etika dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.

    Kegiatan ditutup dengan pembacaan deklarasi komitmen integritas yang diikuti oleh seluruh peserta, termasuk Anwar Sanusi, sebagai bentuk kesungguhan bersama dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, melayani, dan bebas dari praktik tidak jujur.

  • KUA Besuk Komitmen Cegah Gratifikasi Melaluli Kampanye MAHAR

    KUA Besuk Komitmen Cegah Gratifikasi Melaluli Kampanye MAHAR

    Kontributor : Ali Fikri / Editor : Saiful Bahri – Tim Bimas Islam

    BESUK, (27/08/2026) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo, menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani. Hal ini terlihat jelas dari adanya sosialisasi program MAHAR (Mari Hindari Gratifikasi) yang menyasar para calon pengantin (catin) saat melakukan pendaftaran nikah.

    Kampanye MAHAR merupakan inisiatif untuk mengedukasi masyarakat, khususnya calon pengantin, tentan pentingnya menghindari praktik gratifikasi dalam setiap proses pelayanan administrasi dilingkungan KUA.

    Terlihat para petugas KUA dengan ramah memberikan penjelasan mengenai makna MAHAR kepada pasangan calon pengantin yang sedang mengurus berkas. Petugas menegaskan bahwa seluruh proses, mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan akad nikah di luar jam kerja, tidak dipungut biaya apa pun alias gratis, jika dilaksanakan di balai nikah. Kalaupun di luar balai nikah, biaya yang dikeluarkan adalah resmi sesuai ketentuan, bukan tips atau uang rokok.

    Salah seorang calon pengantin, Nawal Sagebi, menyambut baik inisiatif ini. “Sangat bagus, jadi kami jelas dan tidak perlu bingung harus memberi apa ke petugas. Ternyata semuanya sudah diatur dan kami cukup memenuhi persyaratan administrasi saja,” ungkapnya setelah menandatangani berkas pendaftaran dengan pendampingan petugas.

    Dengan adanya kampanye MAHAR, KUA Kecamatan Besuk berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk menciptakan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Kemenag Probolinggo.

    Melalui komitmen ini, diharapkan KUA Besuk dapat menjadi contoh bagi instansi lain dalam memberikan pelayanan publik yang jujur, transparan, dan akuntabel.

  • Bangkitkan Harapan dari Balik Jeruji, Penyuluh KUA Dringu Perkuat Mental dan Spiritual Warga Binaan  Rutan Kelas II B Kraksaan

    Bangkitkan Harapan dari Balik Jeruji, Penyuluh KUA Dringu Perkuat Mental dan Spiritual Warga Binaan Rutan Kelas II B Kraksaan

    Kontributor : M. Ainun Najib / Editor : Saiful Bahri – Tim Bimas Islam

    DRINGU, 27 Agustus 2026 — Dalam upaya memperkuat mental dan spiritual warga binaan, Penyuluh Agama Islam KUA Dringu memberikan pembinaan keagamaan di Rutan Kelas II B Kraksaan, Kamis (27/8/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 70 warga binaan tersebut menghadirkan dua Penyuluh Agama Islam, Abd. Malik dan Muhammad Hafid, sebagai narasumber.

    Kegiatan diawali dengan pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW yang diiringi tim hadrah, kemudian dilanjutkan dengan siraman rohani dan tausiyah keagamaan. Dalam tausiyahnya, Abd. Malik mengajak warga binaan untuk senantiasa menebarkan kebaikan tanpa merasa lebih baik dari orang lain, serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

    Sementara itu, Muhammad Hafid mengajak warga binaan untuk memperbanyak rasa syukur kepada Allah SWT dengan meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki kualitas diri. Ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia akan menghadapi kematian sehingga perlu memanfaatkan kesempatan yang ada untuk memperbanyak amal sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

    Pesan-pesan keagamaan tersebut disambut penuh perhatian dan antusias oleh para warga binaan. Suasana haru turut mewarnai kegiatan, bahkan beberapa warga binaan tampak meneteskan air mata saat menyimak tausiyah yang disampaikan.

    Melalui pembinaan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Dringu berharap kegiatan keagamaan di Rutan dapat menjadi ruang refleksi untuk memperkuat iman dan takwa, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan semangat perubahan. Pembinaan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, baik selama berada di Rutan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

  • Integrity Day 2026: KUA Dringu Teguhkan Komitmen Bangun Ekosistem Antikorupsi

    Integrity Day 2026: KUA Dringu Teguhkan Komitmen Bangun Ekosistem Antikorupsi

    Kontributor : M. Ainun Najib / Editor : Muh. Hefni M – Tim Bimas Islam

    Dringu, 27 Agustus 2026 — KUA Dringu turut menghadiri Integrity Day 2026 bertema “Gak Jujur, Gak SAE” yang digelar di Pendopo Kecamatan Dringu, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini bertujuan membangun ekosistem antikorupsi sekaligus memperkuat pemahaman dan komitmen aparatur pemerintah untuk mencegah serta menjauhi praktik tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

    Kegiatan tersebut dihadiri Camat Dringu Hj. Indah Rohani, Kapolsek Dringu AKP Ardhi Bita Kumala, Danramil Dringu Kapten ARM Imam Wahyudi, 14 Kepala Desa se-Kecamatan Dringu, Koordinator PKH, PLKB, perwakilan Inspektorat, Korwil Pendidikan Dasar, KUA Dringu, serta sejumlah undangan lainnya. Keterlibatan berbagai unsur pemerintahan dan instansi di Kecamatan Dringu menjadi wujud sinergi bersama dalam menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

    Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemaparan mengenai larangan dan bahaya tindak pidana korupsi bagi aparatur pemerintah. Materi juga menekankan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, serta kepatuhan terhadap aturan sebagai fondasi dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan mencegah terjadinya praktik korupsi.

    Bagi KUA Dringu, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk menerapkan nilai integritas dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan keagamaan. Prinsip kejujuran dan amanah dipandang penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan publik yang bersih, profesional, dan bebas dari praktik korupsi.

    Melalui Integrity Day 2026, semangat “Gak Jujur, Gak SAE” diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh aparatur. Dengan kolaborasi lintas instansi, Kecamatan Dringu diharapkan mampu membangun ekosistem antikorupsi yang kuat serta mendorong terciptanya pemerintahan yang berintegritas dan semakin dipercaya masyarakat.

  • Mempersiapkan Keluarga Sakinah, Bukan Hanya Pesta Tapi Cerita Dibalik BIMWIN KUA Banyuanyar

    Mempersiapkan Keluarga Sakinah, Bukan Hanya Pesta Tapi Cerita Dibalik BIMWIN KUA Banyuanyar

    Kontributor : H. Nasir I Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    BANYUANYAR, (27 Agustus 2026) — Kantor Urusan Agama (KUA) Banyuanyar terus berupaya memberikan pembekalan kepada calon pengantin (catin) sebagai bekal dalam mempersiapkan kehidupan rumah tangga. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (BIMWIN) yang dilaksanakan di Aula KUA Banyuanyar, Kamis (27/8/2026).

    Kegiatan BIMWIN menjadi salah satu sarana penting bagi calon pengantin untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Melalui kegiatan ini, para catin diarahkan agar memiliki kesiapan yang lebih matang, baik secara spiritual, emosional, maupun dalam menjalankan tanggung jawab sebagai suami dan istri.

    Dalam sambutannya, Plt. Kepala KUA Banyuanyar menyampaikan bahwa pernikahan bukan sekadar momentum untuk mengakhiri masa lajang. Lebih dari itu, pernikahan merupakan ikatan suci yang harus dibangun dengan niat yang baik dan dilaksanakan sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.

    “Menikah bukan hanya sekadar melepas masa lajang. Pernikahan harus disertai niat yang baik dan menjadi ibadah yang terus menghadirkan pahala selama pasangan mampu menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan para calon pengantin agar sejak awal memiliki komitmen untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan keluarga hendaknya dihadapi dengan komunikasi yang baik, kesabaran, saling memahami, dan mencari solusi secara bijaksana.

    “Jangan sampai pernikahan yang telah diawali dengan niat ibadah justru berakhir dengan perceraian di Pengadilan Agama. Karena itu, calon pengantin harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dan memahami bahwa kehidupan rumah tangga membutuhkan komitmen, tanggung jawab, serta kesediaan untuk saling membahagiakan,” lanjutnya.

    Bekal Membangun Keluarga Sakinah

    Memasuki sesi pertama,  Nasir sebagi fasilitator BIMWIN memberikan materi mengenai Pilar Keluarga Sakinah. Materi tersebut menekankan pentingnya membangun rumah tangga bahagia berdasarkan nilai agama, komunikasi yang sehat, tanggung jawab, saling menghargai, serta kemampuan menyelesaikan persoalan keluarga secara dewasa.

    Nasir menjelaskan bahwa pasangan ideal bukan berarti pasangan yang tidak pernah menghadapi masalah. Justru, pasangan yang ideal adalah mereka yang mampu menghadapi dan menyelesaikan berbagai persoalan rumah tangga dengan cara yang baik, bijak, dan tidak mudah menyerah.

    “Dalam kehidupan rumah tangga, persoalan pasti ada. Yang terpenting bukan bagaimana menghindari semua masalah, tetapi bagaimana suami dan istri mampu menyelesaikannya dengan baik dan bijak. Jangan menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menyalahkan, tetapi jadikan sebagai kesempatan untuk saling memahami,” jelasnya.

    Menurutnya, kebahagiaan rumah tangga tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kebutuhan materi. Perhatian, kasih sayang, penghargaan, komunikasi, kesetiaan, dan kesediaan untuk saling mendukung juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

    Ia mengajak para catin untuk membangun kebiasaan saling membahagiakan pasangan melalui hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Sikap saling mendengarkan, menghargai pendapat, menjaga ucapan, membantu pekerjaan pasangan, serta memberikan dukungan ketika menghadapi kesulitan merupakan bentuk nyata dalam menjaga keharmonisan keluarga.

    “Bahagiakan pasanganmu. Jangan menunggu pasangan menjadi sempurna untuk kemudian memberikan kebahagiaan. Mulailah dari diri sendiri dengan memberikan perhatian, kasih sayang, penghormatan, dan keteladanan,” pesan Nasir kepada para peserta.

    Membangun Komitmen Sejak Sebelum Menikah

    Melalui BIMWIN, para calon pengantin diharapkan tidak hanya memahami aspek administratif dan hukum perkawinan, tetapi juga memiliki kesiapan dalam menjalani dinamika kehidupan keluarga.

    Kesiapan tersebut mencakup kemampuan membangun komunikasi, memahami hak dan kewajiban suami istri, mengelola perbedaan, menyelesaikan konflik, menjaga komitmen, serta membangun kehidupan keluarga yang berlandaskan nilai-nilai agama.

    KUA Banyuanyar berharap pembekalan tersebut dapat menjadi bekal bagi para catin untuk memasuki kehidupan rumah tangga dengan pemahaman dan kesiapan yang lebih baik. Dengan kesiapan yang matang, pasangan diharapkan mampu membangun keluarga yang harmonis serta mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

    Kegiatan BIMWIN kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Hisbullah. Suasana doa berlangsung khusyuk dan penuh penghayatan. Para peserta mengikuti doa dengan penuh perhatian dan suasana haru, sebagai bentuk ikhtiar dan harapan agar kehidupan rumah tangga yang akan mereka jalani senantiasa mendapatkan keberkahan dan ridha Allah SWT.

     

    Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa membangun keluarga sakinah membutuhkan proses panjang dan komitmen dari kedua belah pihak. Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tetapi juga tentang membangun kerja sama, menjaga amanah, dan bersama-sama menghadirkan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga.

  • Upaya Tekan Perkawinan Anak, Kemenag Probolinggo Terapkan Sistem Deteksi Dini

    Upaya Tekan Perkawinan Anak, Kemenag Probolinggo Terapkan Sistem Deteksi Dini

    Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

    PROBOLINGGO, (27/08/2026) – Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak di Mall Pelayanan Publik Dringu, Kamis (27/8/2026). Forum tersebut menjadi ruang penguatan sinergi lintas sektor untuk menekan praktik perkawinan anak.

    Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Imamuddin Nur Fajri, memaparkan upaya Kemenag melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), Bimbingan Perkawinan (Binwin), dan Bimbingan Keluarga yang turut mendorong penurunan angka perkawinan anak secara konsisten sejak 5 tahun terakhir. Berdasarkan data Sistem Informasi Nikah (SIMKAH) Kemenag, tren penurunan angka perkawinan anak di Kabupaten Probolinggo tercatat konsisten :

    Tahun 2022: angka perkawinan anak 12% dari total pendaftaran nikah
    Tahun 2023: Turun menjadi 11%, Tahun 2024: Terjadi penurunan signifikan hingga 5%, Tahun 2025: turun menjadi 2% dan pertengahan 2026 (semester 1) menyisakan 0,6%

    “Melalui BRUS, Binwin, dan Bimbingan Keluarga, kita terus melakukan upaya preventif dan edukatif. Alhamdulillah, angka perkawinan anak menunjukkan tren penurunan secara konsisten sejak 2023. Namun, pekerjaan kita belum selesai,” ujarnya.

    Menurutnya, penurunan angka perkawinan anak perlu diikuti kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya praktik perkawinan di bawah tangan atau nikah siri. Karena itu, pencegahan harus diperkuat hingga tingkat masyarakat paling bawah dengan melibatkan RT, RW, pemerintah desa, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.

    “Kita jangan sampai terlena. Ketika angka perkawinan anak yang tercatat menurun, kita juga harus mewaspadai kemungkinan bergesernya praktik ke perkawinan di bawah tangan. Pencegahan harus dimulai dari akar rumput,” tegasnya.

    Kemenag juga mendorong penguatan Early Warning System (EWS) di daerah yang memiliki potensi kerawanan sosial. Sistem ini diarahkan sebagai sarana deteksi dini agar potensi persoalan dapat segera dikenali dan ditindaklanjuti melalui kolaborasi lintas sektor.

    “Kita mendorong Early Warning System di daerah-daerah yang memiliki potensi kerawanan sosial. Prinsipnya deteksi dini dan respons cepat. Jangan menunggu masalah menjadi besar baru ditangani,” jelas mas imam sapaan akrabnya.

    Ia menambahkan, KUA perlu semakin dilibatkan dalam kebijakan strategis pencegahan perkawinan anak karena memiliki jejaring langsung dengan masyarakat. KUA diharapkan tidak hanya berperan dalam pelayanan keagamaan dan pernikahan, tetapi juga menjadi pusat edukasi keluarga dan agen perubahan di tingkat masyarakat.

    Pertemuan PD Aisyiyah tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi pemerintah, Kemenag, organisasi perempuan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan unsur lainnya dalam memastikan anak mendapatkan perlindungan, kesempatan pendidikan, serta masa depan yang lebih baik.