Blog

  • Runtuhkan Sekat Protokoler, Gus Haris Serap Aspirasi Warga Lewat Tradisi Ngakan Polokan

    Runtuhkan Sekat Protokoler, Gus Haris Serap Aspirasi Warga Lewat Tradisi Ngakan Polokan

    Kontributor : Tim Bimas Islam / Editor : Muh. Hefniyul M

    PAJARAKAN, Jum’at, 17 Juli 2026 – Langkah unik dan sarat kearifan lokal diambil oleh Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris atau yang akrab disapa Gus Haris, dalam mendekatkan diri dengan warganya. Alih-alih menggelar rapat formal di dalam gedung pemerintahan yang kaku, Gus Haris memilih turun langsung ke tengah masyarakat dan mengadakan konsolidasi santai lewat tradisi “Ngakan Polo’an”—sebuah tradisi makan bersama ala santri pesantren dengan menu sederhana yang digelar di atas hamparan daun pisang panjang.

    Suasana hangat dan penuh kekeluargaan langsung terasa saat Bupati duduk bersila, berbaur tanpa jarak dengan para tokoh agama, pemuda, petani, hingga masyarakat umum. Di hadapan hamparan nasi, lauk-pauk lokal, sambal, dan lalapan, sekat protokoler antara pejabat dan rakyat seketika runtuh. Semua yang hadir menikmati hidangan menggunakan tangan langsung, merekatkan rasa kebersamaan yang natural.

    “Ini adalah tradisi leluhur kita, tradisi pesantren dan masyarakat Probolinggo. Saat kita makan polo’an seperti ini, tidak ada lagi perbedaan atau sekat strata sosial di antara kita. Di sinilah momen terbaik untuk saling mendengar secara jujur,” ujar Gus Haris di sela-sela kegiatan.

    Melalui pendekatan “ala santri” ini, diskusi mengenai pembangunan daerah mengalir dengan sangat organik. Masyarakat tidak canggung lagi menyampaikan keluhan, masukan, maupun harapan mereka terkait infrastruktur, pertanian, hingga layanan publik. Sembari mencicipi hidangan, Gus Haris mendengarkan setiap keluh kesah tersebut secara saksama, menjadikannya sebagai catatan penting untuk dievaluasi oleh jajaran dinas terkait.

    Strategi konsolidasi berbasis budaya santri dan pendhalungan ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan tokoh agama setempat. Langkah ini dinilai bukan hanya sekadar melestarikan warisan budaya lokal agar tidak punah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa komunikasi politik dan koordinasi pembangunan bisa berjalan efektif melalui pendekatan yang humanis dan menyentuh hati rakyat.

    Acara makan bersama tersebut ditutup dengan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam bahwa pembangunan Kabupaten Probolinggo ke depan akan terus dibangun di atas fondasi gotong royong dan kesetaraan.

  • Apel 17 Kemenag Probolinggo: Perkuat Komitmen ASN Amanah, Berintegritas, dan BerAKHLAK

    Apel 17 Kemenag Probolinggo: Perkuat Komitmen ASN Amanah, Berintegritas, dan BerAKHLAK

    Kontributor : Saiful Bahri, Muh. Hefni M / editor : Lutfi Hidayat

    Probolinggo – Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menggelar Apel Tanggal 17 yang berlangsung di halaman belakang kantor kementerian agama setempat, Jum’at (17/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN), mulai dari kepala kantor, kasubbag tata usaha, jajaran kepala seksi, ASN Kemenag induk, para kepala KUA, penghulu, penyuluh agama, hingga pengawas madrasah.

    Apel berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi momentum penguatan komitmen ASN Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bertindak sebagai pembina apel, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren) H. Ansori, menyampaikan pentingnya menjaga integritas dan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam setiap pelaksanaan tugas.

    “Jadilah ASN yang berintegritas, amanah, dan BerAKHLAK. Keberhasilan kinerja tidak bisa dibangun sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi yang kuat. Acuan kita adalah slogan BerAKHLAK yang menjadi pedoman perilaku ASN,” tegas Mas Ansori, sapaan akrabnya, dalam amanah apel.

    Ia juga mengingatkan bahwa amanah jabatan harus dijaga dengan penuh tanggung jawab serta diwujudkan melalui disiplin, profesionalitas, dan pelayanan yang tulus kepada masyarakat.

    “Integritas adalah fondasi, amanah adalah tanggung jawab, dan BerAKHLAK adalah cara kita bekerja. Jika ketiganya dijaga, maka kepercayaan masyarakat kepada Kementerian Agama akan semakin kuat,” lanjutnya.

    Suasana apel berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan khusyuk sebagai wujud komitmen untuk terus memperkuat budaya kerja ASN yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pelayanan.

    Melalui apel rutin ini, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berharap seluruh ASN semakin termotivasi untuk menjadi pribadi yang amanah, berintegritas, dan menjadikan nilai-nilai BerAKHLAK sebagai budaya kerja dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

  • Ribuan Titik Rashdul Kiblat Digelar Serentak di Kabupaten Probolinggo, Kemenag Sukseskan Indonesia Berkiblat dalam Peaceful Muharram 1448 H

    Ribuan Titik Rashdul Kiblat Digelar Serentak di Kabupaten Probolinggo, Kemenag Sukseskan Indonesia Berkiblat dalam Peaceful Muharram 1448 H

    Kontributor : Muh. Hefni / Editor : Lutfi Hidayat, Tim Redaksi.

    Probolinggo, Kamis, 16 Juli 2026) – Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menggelar pelaksanaan Rashdul Kiblat (Istiwa’ A’dham) secara serentak di ribuan titik lokasi pada Rabu dan Kamis (15-16/07/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Berkiblat, salah satu rangkaian program nasional Peaceful Muharram 1448 Hijriah yang diinisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia.

    Pelaksanaan pengukuran arah kiblat tidak hanya dilakukan di masjid, musala, madrasah, pesantren, dan berbagai tempat ibadah yang tersebar di 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo, tetapi juga menjangkau rumah-rumah masyarakat yang secara sukarela mengikuti kegiatan ini. Seluruh pelaksanaan mendapat pendampingan langsung dari Kantor Urusan Agama (KUA), para penghulu, serta penyuluh agama Islam di masing-masing wilayah.

    Momentum Istiwa’A’dham, ketika posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah, dimanfaatkan sebagai metode ilmiah yang sederhana, akurat, dan mudah dilakukan masyarakat untuk memastikan kembali ketepatan arah kiblat. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya permohonan pendampingan yang diterima oleh KUA sejak beberapa hari sebelum pelaksanaan.

    Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri, M.HI, menyampaikan bahwa kegiatan Indonesia Berkiblat merupakan wujud nyata pelayanan keagamaan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

    “Gerakan Indonesia Berkiblat ini menjadi ikhtiar bersama untuk memastikan arah kiblat masyarakat semakin akurat sesuai kaidah syariat dan pendekatan ilmiah. Melalui kolaborasi KUA, penghulu, dan penyuluh agama di seluruh kecamatan, kami ingin menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin dekat, mudah diakses, dan berdampak nyata bagi umat,”ungkapnya.

    Ia juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang turut membuka rumahnya sebagai lokasi pengukuran arah kiblat. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah.

    Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, M.Pd., menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Indonesia Berkiblat merupakan hasil sinergi seluruh jajaran Kementerian Agama hingga tingkat kecamatan.

    “Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Kementerian Agama terus hadir memberikan layanan keagamaan yang profesional, berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus memperkuat moderasi beragama dan semangat kebersamaan dalam menyemarakkan Peaceful Muharram 1448 Hijriah,”tuturnya.

    Melalui pelaksanaan Indonesia Berkiblat ini, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berharap masyarakat semakin memahami pentingnya validasi arah kiblat sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah. Di sisi lain, kegiatan ini juga memperkuat peran KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang responsif, edukatif, dan hadir di tengah masyarakat.

    Gerakan Indonesia Berkiblat di Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan publik yang berdampak sekaligus menyukseskan rangkaian program Peaceful Muharram 1448 H, dengan semangat membangun kehidupan beragama yang damai, harmonis, dan penuh kemaslahatan bagi seluruh masyarakat.

  • KUA Kraksaan Laksanakan Verifikasi Arah Kiblat di Desa Asembagus

    KUA Kraksaan Laksanakan Verifikasi Arah Kiblat di Desa Asembagus

    Kontributor : Anwar I Editor : Lutfi Hidayat

    KRAKSAAN, 15 Juli 2026 – Tim Rashdul Kiblat KUA Kecamatan Kraksaan yang terdiri atas para Penyuluh Agama Islam, Penghulu, serta Pengurus Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) melaksanakan kegiatan verifikasi dan pengukuran arah kiblat di Desa Asembagus pada Rabu, 15 Juli 2026, mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memberikan kepastian arah kiblat masjid, musholla, dan fasilitas ibadah masyarakat berdasarkan metode ilmiah melalui fenomena Roshdul Kiblat. Tim melakukan pengukuran secara teliti dengan memanfaatkan momen ketika posisi Matahari berada tepat di atas Ka’bah, sehingga arah kiblat dapat ditentukan dengan tingkat akurasi yang tinggi.

    Selain melakukan pengukuran, tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat sebagai bagian dari kesempurnaan pelaksanaan ibadah salat. Kegiatan berlangsung dengan lancar berkat dukungan pemerintah desa, takmir masjid, dan warga setempat.

    Sinergi antara KUA Kraksaan dan PCNU diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ilmu falak sekaligus memperkuat pelayanan keagamaan yang profesional, akurat, dan bermanfaat bagi umat.

  • Kemenag Probolinggo Perkuat Sinergi dengan Wakil Bupati untuk Pelayanan Keagamaan yang Berdampak

    Kemenag Probolinggo Perkuat Sinergi dengan Wakil Bupati untuk Pelayanan Keagamaan yang Berdampak

    Kontributor : Humas Bimas/ Editor : Tim Redaksi

    Probolinggo (HUMAS) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Wakil Bupati Probolinggo, Lora Fahmi Ahaz, di kediamannya di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Rabu (15/7/2026).

    Pertemuan ini menjadi ajang memperkuat sinergi antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mendukung pembangunan kehidupan keagamaan yang harmonis, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta penguatan layanan keagamaan bagi masyarakat.

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadirkan program-program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

    Beberapa isu strategis turut dibahas, di antaranya penguatan moderasi beragama melalui pembentukan Desa Sadar Kerukunan dan pengembangan Kampung Moderasi Beragama, peningkatan pendidikan karakter melalui sinergi pendidikan formal dengan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), optimalisasi pengelolaan zakat dan pengembangan Kampung Zakat, hingga penguatan layanan penyuluh agama, madrasah, dan bimbingan perkawinan di 24 KUA se-Kabupaten Probolinggo.

    “Kami memperoleh banyak masukan dan perspektif yang sangat berharga dari Wakil Bupati. Semoga pertemuan ini semakin memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

    Audiensi tersebut turut dihadiri Kasubbag Tata Usaha, para Kepala Seksi di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf.

    Melalui pertemuan ini, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo berkomitmen memperkuat kerja sama untuk mewujudkan masyarakat yang rukun, religius, berdaya, dan sejahtera melalui pelayanan keagamaan yang semakin profesional dan inklusif.

  • Matahari di Atas Kakbah Menguji Kiblat Masjid Nurul Huda: Jejak Ketelitian yang Terbukti Presisi

    Matahari di Atas Kakbah Menguji Kiblat Masjid Nurul Huda: Jejak Ketelitian yang Terbukti Presisi

    Kontributor : Rodinabillah I Editor : Tim Redaksi

    SUKAPURA, 15 Juli 2026 – Sore itu, di bawah langit Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, waktu seakan berhenti sejenak. Jarum jam berdetak mendekati momen kelurusan kosmis yang langka. Seluruh pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Sukapura bersama pengurus takmir berdiri takzim di halaman Masjid Nurul Huda. Mereka menatap lekat-lekat sebatang tiang tegak lurus, menunggu sang surya tepat berada di kulminasi tertinggi: tepat di atas Ka’bah.

    Momen itu adalah rashdul qiblah. Sebuah fenomena astronomis saat matahari menyapa kiblat umat Islam dari titik vertikal sempurna. Di saat itulah, bayang-bayang benda di bumi memanjang menjadi kompas alami penunjuk arah kiblat. Tingkat akurasinya mutlak, tanpa debat.

    Saat bayangan itu jatuh dan ditarik garis lurus, senyum merekah di wajah para pengurus masjid. Hasil verifikasi ilmiah tersebut menyatakan arah kiblat Masjid Nurul Huda sangat presisi. Tidak bergeser barang satu derajat pun.

    Ketelitian yang Melintasi Waktu

    Rasa syukur sekaligus takjub langsung menyeruak. Bagi Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, kepastian ilmiah ini tidak hanya melegakan hati jemaah yang beribadah setiap hari, tetapi juga memutar memori kolektif ke masa lalu.

    Ada cerita tentang dedikasi yang melintasi waktu di balik kokohnya bangunan masjid ini.

    “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Setelah dicek melalui rashdul qiblah, ternyata arah kiblat Masjid Nurul Huda tetap presisi. Pantas saja hasilnya tepat, karena dahulu yang mengukur saat pembangunan kembali masjid ini adalah H. Imamuddin Nur Fajri,” kenang Ketua Takmir dengan nada bangga.

    Ingatannya melayang ke tahun-tahun silam saat masjid ini direnovasi total. H. Imamuddin Nur Fajri, yang kala itu menjabat sebagai Kepala KUA Sukapura, tidak sekadar mengawasi di balik meja. Ia turun langsung ke lapangan. Dengan berbekal instrumen dan ketelitian tingkat tinggi, ia mengukur fondasi kiblat agar jemaah bisa salat dengan hati yang tenang.

    Waktu berlalu, kini beliau telah mengemban amanah baru sebagai Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas Islam) Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Namun, warisan ketelitiannya tetap abadi, menjaga kesucian saf-saf salat di Desa Ngepung.

    Melayani dengan Sains dan Hati

    Bagi KUA Sukapura, verifikasi kiblat ini bukan sekadar rutinitas kalender astronomi. Kepala KUA Kecamatan Sukapura, Muhammad Arif Rahman Hakim, S.H., menegaskan bahwa turunnya seluruh personel ke lapangan adalah wujud nyata layanan keagamaan yang menyentuh langsung aspek fundamental ibadah masyarakat.

    “Pelaksanaan rashdul qiblah hari ini melibatkan seluruh pegawai KUA Sukapura. Ini wujud komitmen kami hadir di tengah masyarakat. Alhamdulillah, hasilnya membuktikan bahwa pengukuran yang dilakukan oleh Bapak H. Imamuddin dahulu dikerjakan dengan sangat profesional, teliti, dan penuh tanggung jawab,” tutur Arif hangat.

    Metode rashdul qiblah memang menjadi jembatan indah antara sains dan spiritualitas. Di saat teknologi digital kadang terganggu oleh anomali magnetik bumi, bayangan matahari yang jujur hadir menawarkan kepastian absolut.

    Kini, setiap kali kumandang azan menggema di lereng Sukapura, jemaah Masjid Nurul Huda bisa melangkah ke atas sajadah dengan keyakinan penuh. Bahwa arah sujud mereka telah selaras sempurna dengan rumah Allah di tanah suci, berkat ketelitian masa lalu yang hari ini divalidasi oleh alam semesta.

  • Penyuluh Go To School Serentak di 24 Kecamatan, Kemenag Probolinggo Perkuat Pencegahan Perkawinan Anak dan Wujudkan Generasi Emas

    Penyuluh Go To School Serentak di 24 Kecamatan, Kemenag Probolinggo Perkuat Pencegahan Perkawinan Anak dan Wujudkan Generasi Emas

    Kontributor : Humas Bimas, Muh. Hefni / editor : Lutfi Hidayat

    PROBOLINGGO – Komitmen Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dalam membangun generasi muda yang berkualitas terus diwujudkan melalui program Penyuluh Go To School (PGS). Sebagai salah satu program prioritas kepenyuluhan, para Penyuluh Agama Islam yang tersebar di 24 kecamatan melaksanakan sosialisasi dan bimbingan mengenai pencegahan perkawinan anak, sekaligus menggelar Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagai bagian dari upaya mencetak Generasi Emas Indonesia serta penguatan Early Warning System (EWS) dalam mencegah berbagai persoalan remaja, Rabu (15/07/2026).

    Kegiatan berlangsung secara serentak di berbagai sekolah dan madrasah, baik yang berada di bawah naungan Kementerian Agama maupun Dinas Pendidikan. Beberapa lembaga yang menjadi lokasi pelaksanaan di antaranya SMKN 1 Wonomerto, Yayasan Darul Mukhlasin Tegalsiwalan, MTs Darus Salam Tongas, SMPN 2 Bantaran, MTs. Walisongo Gending dan SMAN 1 Leces, serta sejumlah sekolah dan madrasah lainnya di wilayah Kabupaten Probolinggo.

    Melalui program ini, para penyuluh tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bahaya perkawinan anak dari aspek hukum, kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi, tetapi juga mengajak para pelajar untuk membangun karakter, merancang masa depan, serta menjadikan pendidikan sebagai investasi utama dalam meraih cita-cita.

    Materi BRUS juga menekankan pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan. Dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif, para siswa diajak berdiskusi mengenai tantangan remaja masa kini, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pentingnya menjaga diri dari perilaku yang berisiko.

    Ketua PD IPARI Kabupaten Probolinggo, H. Suharto, S.HI., M.Pd.I, menyampaikan bahwa Penyuluh Go To School merupakan wujud nyata kehadiran penyuluh agama dalam menjawab tantangan zaman.

    “Penyuluh agama tidak hanya hadir di tengah masyarakat, tetapi juga harus hadir di lingkungan pendidikan. Melalui Penyuluh Go To School dan BRUS, kami ingin membangun kesadaran generasi muda agar mampu merencanakan masa depannya dengan baik, menjauhi perkawinan anak, serta menjadi generasi yang berakhlak, cerdas, sehat, dan berdaya saing. Inilah ikhtiar bersama dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.” Jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, H. Imammuddin Nur Fajri, S.Ag., M.HI., yang akrab disapa Mas Imam, saat ditemui tim redaksi Bimaispro.com, menegaskan bahwa pencegahan perkawinan anak tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

    “Penyuluh Go To School merupakan salah satu strategi preventif Kementerian Agama dalam memperkuat edukasi kepada generasi muda. Melalui pendekatan langsung di sekolah dan madrasah, kami ingin membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya pendidikan, kesehatan reproduksi, kesiapan berkeluarga, serta masa depan yang lebih baik. Ini merupakan bagian dari Early Warning System (EWS) agar berbagai persoalan remaja dapat dicegah sedini mungkin.” Tuturnya.

    Mas Imam berharap kegiatan ini mampu menjadi gerakan berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Probolinggo.

    “Kami berharap seluruh sekolah, madrasah, orang tua, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terus bersinergi dalam mendampingi para remaja. Anak-anak kita harus diberikan ruang untuk belajar, berkarya, dan menggapai cita-citanya sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis dapat menekan angka perkawinan anak sekaligus mewujudkan generasi Kabupaten Probolinggo yang unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.” Ungkapnya.

    Melalui gerakan Penyuluh Go To School yang dilaksanakan secara serentak di 24 kecamatan, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan penyuluh agama sebagai agen edukasi, pendamping, sekaligus mitra strategis dalam membangun generasi muda yang berkualitas, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

  • Selamat Datang di Portal Layanan dan Media Informasi Bimas Islam

    Selamat Datang di Portal Layanan dan Media Informasi Bimas Islam

    Probolinggo – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu langkah konkrit yang dilakukan adalah melalui platform digital berbasis website sebagai media pelayanan dan informasi Bimas Islam dan Kantor Urusan Agama (KUA) ditingkat kecamatan.

    Kehadiran website yang memiliki tagline “Ikhlas Berdampak” ini, bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan secara online, mulai dari pendaftaran nikah, konsultasi keagamaan, kemasjidan dan hisab rukyat hingga informasi seputar zakat dan wakaf. “Transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan transparan,” ujar Imamuddin Nur Fajri, Kepala Seksi Bimas Islam.

    Kemudahan Akses bagi Masyarakat

    Dengan adanya sistem yang terintegrasi, masyarakat kini dapat memantau jadwal pendaftaran nikah secara online melalui Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH). Selain itu, layanan konsultasi keluarga juga dapat diakses melalui platform digital, yang memungkinkan masyarakat mendapatkan bimbingan tanpa harus datang langsung ke kantor yaitu melalui fitur POLING (pojok Konseling) dan HALO KUA sehingga dapat terhubung langsung ke call center atau saluran whatsap KUA.

    Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir antrean panjang dan mempercepat proses administrasi. Selain itu, digitalisasi juga membantu dalam pengarsipan dokumen secara lebih rapi dan aman.

    “Kami berkomitmen untuk terus berinnovasi demi kepuasan masyarakat. Digitalisasi KUA adalah wujud nyata dari komitmen tersebut, menjadikan layanan lebih inklusif dan mudah dijangkau.”

    Ke depannya, Kemenag Probolinggo berencana untuk mengembangkan aplikasi mobile terpadu yang merangkum seluruh layanan, memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi sekaligus memangkas birokrasi dan mendekatkan jarak antara petugas dengan masyarakat yang dilayani.

  • Perkuat Deteksi Dini Konflik Keagamaan, Kemenag Probolinggo Matangkan Implementasi EWS Si-Rukun di Kawasan Timur

    Perkuat Deteksi Dini Konflik Keagamaan, Kemenag Probolinggo Matangkan Implementasi EWS Si-Rukun di Kawasan Timur

    Kontributor : Ansori, MP I Editor : Lutfi Hidayat

    PAITON, 14 Juli 2026 – Pencegahan potensi konflik sosial dimensi keagamaan melalui optimalisasi Early Warning System (EWS) Si-Rukun (Sistem Deteksi Dini Indonesia Rukun), terus diperkuat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

    Salah satu Langkahnya melalui monitoring, pembinaan dan penguatan implementasi EWS yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd. bersama jajaran lintas seksi dan pengurus Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI).

    Kegiatan ini menyasar sejumlah KUA di kawasan timur Kabupaten Probolinggo, meliputi KUA Paiton, KUA Kotaanyar, KUA Pakuniran dan KUA Besuk. Koordinasi internal dilakukan guna mematangkan strategi penguatan EWS Si-Rukun sebagai instrumen deteksi dini terhadap berbagai potensi persoalan sosial keagamaan di tengah masyarakat.

    Sistem ini menjadi salah satu instrumen penting Kementerian Agama dalam memetakan dinamika kehidupan beragama sehingga potensi konflik dapat diidentifikasi sedini dini mungkin dan dapat segera ditangani melalui langkah-langkah preventif, sehingga tidak sampai meluas menjadi konflik horizontal yang lebih besar.

    Dalam arahannya, H. Samsur menegaskan bahwa deteksi dini bukan sekadar menginput data ke dalam aplikasi, melainkan membangun budaya kewaspadaan dan kepekaan seluruh jajaran Kementerian Agama terhadap perkembangan kehidupan keagamaan di wilayah masing-masing.

    “EWS Si-Rukun merupakan instrumen strategis Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan umat beragama. Karena itu, seluruh jajaran harus memiliki sensitivitas terhadap berbagai dinamika sosial keagamaan sehingga potensi persoalan dapat dipetakan lebih awal, dikomunikasikan, dan diselesaikan secara bijaksana sebelum berkembang menjadi konflik,” terangnya.

    Ia menambahkan, keberhasilan sistem peringatan dini sangat ditentukan oleh kualitas data, kecepatan pelaporan, serta sinergi antara Kantor Kementerian Agama, Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, dan seluruh pemangku kepentingan di tingkat kecamatan.

    Usai rapat koordinasi, Kepala Kantor bersama tim melaksanakan monitoring ke sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah timur Kabupaten Probolinggo tersebut. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Kantor didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam melakukan pembinaan sekaligus pemeriksaan administrasi layanan nikah dan rujuk, kelengkapan dokumen pencatatan pernikahan, serta validitas berbagai data layanan keagamaan yang menjadi bagian dari tata kelola administrasi KUA.

    Monitoring juga difokuskan pada kesiapan KUA dalam mendukung implementasi EWS Si-Rukun melalui penguatan pelaporan kondisi sosial keagamaan, pemutakhiran data wilayah binaan, serta peningkatan koordinasi dengan para penyuluh agama dan tokoh masyarakat.

    Ditegaskan bahwa KUA merupakan garda terdepan Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, selain memberikan pelayanan administrasi keagamaan, KUA juga memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat moderasi beragama.

    “KUA tidak hanya menjadi pusat layanan administrasi keagamaan, tetapi juga simpul informasi yang mampu membaca dinamika masyarakat. Dari sinilah deteksi dini dapat dilakukan sehingga potensi persoalan bisa diselesaikan melalui pendekatan dialog, edukasi, dan pembinaan,” ujarnya.

    Melalui penguatan implementasi EWS Si-Rukun, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berharap budaya deteksi dini semakin mengakar di seluruh satuan kerja. Dengan demikian, berbagai potensi konflik sosial keagamaan dapat dicegah sejak awal, sekaligus memperkuat terwujudnya kerukunan umat beragama, pelayanan publik yang berkualitas, serta kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.

  • BRUS di MTs Darussalam Tongas, Bekali Siswa Baru dengan Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Bahaya Narkoba

    BRUS di MTs Darussalam Tongas, Bekali Siswa Baru dengan Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini dan Bahaya Narkoba

    Kontributor : Fifin Naili R I Editor : Lutfi Hidayat

    TONGAS, 14 Juli 2026 – Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MTs Darussalam Desa Tongas Kulon, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo menjadi momentum para Penyuluh Agama Islam KUA Tongas dalam menyosialisasikan dampak negatif nikah muda dan bahaya penyalahgunaan narkoba.

    MTs Darussalam bekerjasama dengan Penyuluh Agama Islam KUA Tongas menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), sebagai upaya membentuk karakter generasi muda yang beriman, sehat dan berprestasi.

    Kegiatan itu digelar Selasa pagi (14/07/2026) yang diikuti oleh seluruh siswa baru dengan antusias. Melalui dua materi utama yang sangat dekat dengan kehidupan remaja, para siswa diajak untuk memahami berbagai tantangan yang mereka hadapi sekaligus mempersiapkan diri dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.

    Materi pertama mengangkat tema “Cegah Pernikahan Dini, Raih Cita-cita Setinggi Langit”. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menuntaskan pendidikan, mempersiapkan diri secara fisik, mental, ekonomi, dan spiritual sebelum memasuki jenjang pernikahan.

    Dijelaskan pula oleh pemateri K. Budianto SA, S.Pd.I., M.Pd bahwa pernikahan bukanlah perlombaan siapa yang paling cepat, melainkan tentang kesiapan membangun keluarga sakinah, mawaddah, wa-rahmah. Para siswa didorong untuk berani bermimpi, terus belajar, dan menjaga diri agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang dapat menghambat masa depan mereka.

    Selanjutnya, materi kedua membahas Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba. Para siswa diberikan edukasi mengenai berbagai jenis narkoba, dampak buruk penyalahgunaannya terhadap kesehatan, masa depan, serta kehidupan keluarga. Mahfudz, S.Pd.I selaku pemateri mengajak para siswa memiliki keberanian mengatakan “tidak” terhadap ajakan menggunakan narkoba, memilih lingkungan pergaulan yang positif, serta mengisi masa remaja dengan kegiatan yang bermanfaat dan produktif.

    Suasana kegiatan berlangsung interaktif, para siswa aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan menyampaikan pendapatnya. Penyampaian materi yang diselingi contoh-contoh kehidupan sehari-hari membuat puluhan siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga diri sejak usia remaja.

    Melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) ini, diharapkan para siswa MTs Darussalam mampu menjadi generasi cerdas dalam mengambil keputusan, memiliki karakter yang kuat, menjauhi perilaku berisiko, serta berkomitmen untuk terus belajar demi meraih cita-cita.