Kontributor : Neni Dwi L | Editor : Muh. Hefni M -TimRed Bimas Islam
SUMBERASIH, (09/09/2026) – Upaya mencegah pernikahan dini di kalangan remaja terus diperkuat melalui edukasi sejak usia sekolah. Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sumberasih berkolaborasi dengan mahasiswa UIN KHAS Jember serta Pengawas Mts dalam melaksanakan penyuluhan pencegahan pernikahan dini di MTs Al Hikmah, Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan tersebut menyasar para siswa sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman tentang pentingnya mempersiapkan masa depan sebelum memasuki jenjang pernikahan. Para siswa diajak memahami bahwa pernikahan bukan sekadar persoalan kesiapan usia, tetapi juga membutuhkan kematangan mental, emosional, pendidikan, kesehatan, serta kemampuan menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga.
Penyuluh KUA Sumberasih memberikan penguatan dari perspektif keagamaan dan pembinaan keluarga, sementara mahasiswa UIN KHAS Jember turut memberikan wawasan dan pendekatan yang dekat dengan dunia remaja.

Kolaborasi tersebut membuat penyampaian materi berlangsung lebih interaktif dan membuka ruang bagi siswa untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Dalam penyuluhan, siswa juga diarahkan untuk lebih fokus pada pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta membangun pergaulan yang sehat. Mereka diberikan pemahaman mengenai berbagai konsekuensi yang dapat muncul apabila pernikahan dilakukan tanpa kesiapan yang memadai.
Penyuluhan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara KUA, lembaga pendidikan, dan perguruan tinggi dalam membangun ketahanan generasi muda. Edukasi yang dilakukan sejak bangku madrasah diharapkan dapat membentuk pola pikir remaja agar mampu mengambil keputusan secara bijak dan tidak terburu-buru memasuki kehidupan rumah tangga.

Melalui kegiatan tersebut, KUA Sumberasih terus memperkuat peran penyuluh sebagai mitra masyarakat dan lembaga pendidikan dalam memberikan edukasi keagamaan serta sosial. Kolaborasi bersama mahasiswa UIN KHAS Jember diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam menciptakan generasi muda yang lebih siap, berpendidikan, dan memiliki perencanaan masa depan yang matang.

Leave a Reply