Gugah Warga Binaan, Penyuluh Agama Tekankan Pentingnya Taubat dan Harapan

Written by

in

Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – TimRed Bimas Islam

PROBOLINGGO, (03/09/2026) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo memberikan bimbingan keagamaan kepada warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada penguatan spiritual, pentingnya taubat, memperbanyak ibadah, serta membangun harapan agar warga binaan tetap optimistis memperbaiki diri.

Bimbingan keagamaan diikuti oleh seluruh warga binaan dengan pendampingan petugas Rutan Kraksaan. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua tempat, masing-masing untuk warga binaan laki-laki dan perempuan, guna menyesuaikan pelaksanaan pembinaan dengan kondisi peserta.

Hadir dalam kegiatan tersebut Penyuluh Agama Islam Muhammad Hefniyul Mubarok, S.HI, Muhammad Munir, S.Pd.I, Sunari, S.Pd.I, Ani Nur Diana, S.Pd.I, dan Umi Riyati, S.Pd.I, bersama pendamping Rutan Kraksaan.

Dalam penyampaiannya, Muhammad Hefniyul Mubarok atau yang akrab disapa Mas Hefni, mengajak warga binaan untuk tidak larut dalam penyesalan maupun keadaan yang sedang dihadapi. Menurutnya, kesalahan masa lalu tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan harapan terhadap ampunan Allah SWT.

“Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Seberat apa pun kesalahan yang pernah dilakukan, pintu taubat dan kesempatan untuk memperbaiki diri selalu terbuka selama kita mau kembali kepada Allah,” ujar Mas Hefni.

Ia menekankan bahwa taubat tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui perubahan sikap dan peningkatan kualitas ibadah. Masa pembinaan di Rutan, kata dia, dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Ani Nur Diana menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan ibadah sebagai bagian dari proses memperbaiki diri. Ia menyampaikan bahwa konsistensi dalam beribadah dapat menjadi jalan untuk memperoleh ketenangan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.

“Teruslah berusaha memperbaiki ibadah. Insyaallah, ketika kita mendekat kepada Allah dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan kebaikan, akan ada kemudahan dalam setiap langkah,” kata Ani Nur Diana.

Pembinaan bagi warga binaan perempuan turut didampingi Umi Riyati bersama tim Rutan Kraksaan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan antusiasme yang tinggi dan penuh khidmat.

Kegiatan kemudian ditutup oleh Muhammad Munir. Selanjutnya, warga binaan mengikuti doa Simtudduror yang dipimpin Sunari. Rangkaian tersebut menjadi penutup pembinaan dengan suasana religius dan penuh kekhusyukan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *