Kontributor : Rodinabillah / Editor : Lutfi Hidayat – Timred Bimas Islam
SUKAPURA, 02 September 2026 – Menjemput kebutuhan umat hingga SDN 1 Sapikerep, wujud nyata KUA ber’SAHABAT’: Solusi Hadir Bagi Umat.
Upaya pengentasan buta huruf Al-Qur’an terus dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor, layanan pembinaan dilakukan secara langsung melalui JEMPOL (Jemput Bola).
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sukapura, Syafi’i, S.Pd.I., Ainur Ridho, S.Pd.I., dan Rodinabillah, S.H., hadir di SDN 1 Sapikerep untuk memberikan pembinaan dan pendampingan kepada peserta didik dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Program ini menjadi bagian dari komitmen KUA berSAHABAT (Solusi Hadir Bagi Umat). Konsep tersebut menempatkan Penyuluh Agama sebagai pelayan masyarakat yang aktif hadir di tengah kebutuhan umat, termasuk dalam penguatan literasi Al-Qur’an bagi generasi muda.
Pembinaan tidak berhenti pada kegiatan kunjungan. Untuk memastikan proses berjalan secara berkelanjutan, telah disiapkan jadwal pembinaan rutin setiap hari Rabu dan Kamis, pukul 13.00 sampai 14.00 WIB. Waktu tersebut menjadi ruang khusus bagi peserta didik untuk mendapatkan bimbingan secara lebih terarah dan berkesinambungan.
Kepala KUA Kecamatan Sukapura, Muhammad Arif Rahman Hakim, S.H., mendukung langkah tersebut. Menurutnya, pengentasan buta huruf Al-Qur’an membutuhkan pendekatan yang konsisten dan kedekatan dengan masyarakat.
“Penyuluh harus hadir di tempat masyarakat membutuhkan. Sekolah merupakan salah satu ruang strategis untuk menanamkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus membangun kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.
Melalui layanan JEMPOL, KUA Sukapura berupaya mengubah pola pelayanan dari sekadar menunggu menjadi aktif mendatangi sasaran. Sementara semangat berSAHABAT memastikan kehadiran tersebut tidak berhenti pada seremonial, tetapi berlanjut dalam bentuk pembinaan yang terjadwal.
Pembinaan setiap Rabu dan Kamis pukul 13.00–14.00 WIB diharapkan menjadi langkah kecil yang konsisten untuk melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Bagi KUA Sukapura, memberantas buta huruf Al-Qur’an bukan sekadar program. Ia adalah bentuk nyata pelayanan keagamaan: datang, membina, mendampingi, dan memastikan umat tidak berjalan sendirian.

Leave a Reply