KUA Paiton Bekali Pelajar untuk Raih Cita-Cita, Tunda Perkawinan Usia Anak, dan Persiapkan Masa Depan Gemilang

Written by

in

Kontributor : Sayyidina Ali | Editor : Muh. Hefni M – TimRed Bimas Islam

PAITON, (28/08/2026) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Paiton melalui Penyuluh Agama Islam terus memperkuat edukasi kepada generasi muda dalam upaya mencegah perkawinan usia anak. Pembekalan kepada remaja usia pelajar tersebut diarahkan untuk mendorong mereka fokus meraih cita-cita, mempersiapkan masa depan, serta memahami pentingnya menunda perkawinan hingga benar-benar siap secara fisik, mental, sosial, dan ekonomi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Madrasah Aliyah (MA) Ar-Riyadloh Pandean, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Kamis (27/8/2026). Kegiatan diikuti 54 siswa dan siswi serta dihadiri empat Penyuluh Agama Islam KUA Paiton, yakni Rusdi, Abdul Halim, Saiful Bahri, dan Sayidina Ali, bersama staf administrasi KUA Paiton. Turut hadir Kepala MA Ar-Riyadloh beserta jajaran dewan pengajar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memperkuat ketahanan keluarga sejak dini sekaligus menekan angka perkawinan usia anak. Edukasi kepada pelajar dinilai penting karena pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika seseorang telah memasuki usia perkawinan, tetapi perlu dimulai sejak masa remaja melalui pembentukan pola pikir, perencanaan masa depan, dan penguatan literasi keagamaan.

Dalam sambutannya, Kepala KUA Kecamatan Paiton yang diwakili Saiful Bahri menyampaikan bahwa edukasi kepada remaja akan terus diperluas ke berbagai lembaga pendidikan.

“Program ini akan kami gencarkan ke setiap lembaga pendidikan agar bisa menyeluruh dan bersentuhan langsung dengan para remaja. Saat ini kami masih banyak berinteraksi dengan lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama, namun ke depan kami juga akan menyentuh lembaga-lembaga formal lainnya di bawah naungan Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MA Ar-Riyadloh, Sairi, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada jajaran KUA Paiton yang telah hadir secara langsung memberikan pembekalan kepada peserta didik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada segenap jajaran KUA Paiton yang telah sudi turun lapangan memberikan pembekalan kepada anak didik kami. Terus terang, kami belum pernah memberikan bekal kepada anak didik terkait bagaimana agar mereka juga terlibat dalam program pencegahan perkawinan usia anak,” ungkap Sairi.

Materi pembekalan kemudian disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Paiton, Rusdi Hisyam, S.H., dan Sayidina Ali, S.H. Rusdi memberikan pengenalan mengenai KUA dan berbagai layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Menurutnya, KUA tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan akad nikah. KUA juga memiliki berbagai layanan keagamaan, antara lain pelayanan zakat dan wakaf, pengukuran atau kalibrasi arah kiblat, fasilitasi layanan majelis taklim, serta berbagai layanan keagamaan lainnya.

“Jadi, KUA itu bukan hanya tempat untuk melangsungkan akad nikah, tetapi banyak layanan keagamaan lainnya yang diberikan kepada masyarakat,” jelas Rusdi.

Sementara itu, Sayidina Ali atau yang akrab disapa Ali menyampaikan materi bertajuk “Kawin Usia Anak: Mitos atau Kultur?”. Melalui materi yang disajikan dalam sepuluh slide, para siswa diajak memahami berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya perkawinan usia anak, pihak-pihak yang memiliki peran dalam pencegahannya, serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap pendidikan, kesehatan, kesiapan psikologis, ekonomi, dan keberlangsungan kehidupan keluarga.

Ali menekankan bahwa pencegahan perkawinan usia anak bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga keagamaan. Keluarga, sekolah, masyarakat, dan terutama para remaja sendiri memiliki peran penting dalam membangun kesadaran tersebut.

Di hadapan para siswa dan siswi MA Ar-Riyadloh, Ali menyampaikan pesan moral agar generasi muda tidak menjadikan perkawinan sebagai keputusan yang lahir karena tekanan sosial maupun budaya.

“Janganlah menikah karena budaya, tekanan, atau ketakutan. Persiapkan diri agar kelak mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Bangun generasi kita dengan generasi yang intelektual,” pesannya.

Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Paiton berharap semakin banyak remaja memiliki keberanian untuk merencanakan masa depan, melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, dan mengejar cita-cita sebelum memasuki jenjang perkawinan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun generasi yang berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *