MT P2A Aisyah Gelar Tirakatan HUT RI ke-81 dan Maulid Nabi SAW

Written by

in

Kontributor : Muh. Hefni M | Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

Tegalsiwalan, (16/08/2026) — Majelis Taklim P2A Aisyah Sumberbulu, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, menggelar kegiatan tirakatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahad (16/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di kediaman Sri Wahyuni, Sumberbulu, tersebut diikuti sekitar 54 jamaah dan diisi pembinaan keagamaan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Tegalsiwalan, Chomisun Basofi, S.Pd.

Ketua Majelis Taklim P2A Aisyah, Yeni,S.Ag., turut hadir bersama para jamaah dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh antusias tersebut. Momentum peringatan kemerdekaan dan Maulid Nabi dipadukan sebagai sarana memperkuat semangat kebangsaan sekaligus meningkatkan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

Dalam tausiyahnya, Chomisun Basofi yang akrab disapa Homisun memberikan edukasi mengenai fadilah membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan bahwa shalawat tidak hanya merupakan amalan lisan, tetapi juga menjadi bentuk kecintaan, penghormatan, dan komitmen umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Shalawat adalah tanda cinta kepada Rasulullah. Semakin cinta kepada beliau, hendaknya semakin banyak pula kita bershalawat dan mengikuti sunnah serta akhlaknya,” tuturnya.

Selain membahas keutamaan shalawat, Homisun juga mengajak jamaah memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan RI secara substantif. Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati secara seremonial, tetapi perlu diisi dengan kontribusi positif, menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan hal-hal yang bermanfaat. Sebagai umat Islam, kita dapat berkontribusi melalui penguatan akhlak, menjaga kerukunan, serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Yeni,S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi jamaah untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa.

“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai peringatan, tetapi menjadi pengingat bagi kita untuk semakin istiqamah bershalawat, meneladani Rasulullah, dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang positif,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Para jamaah diharapkan dapat mengamalkan shalawat secara istiqamah serta menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari, sekaligus menjaga semangat persatuan dan pengabdian dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *