Kontributor : Rodina Billah | Tim redaksi Bimas Islam
Sukapura, (14 Agustus 2026) — Syiar Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW menggema dari sejumlah masjid di Kecamatan Sukapura pada Jumat, 14 Agustus 2026. Penyuluh Agama Kecamatan Sukapura mengisi khutbah Jumat dengan mengangkat tema tentang bagaimana umat Islam mensyukuri kelahiran manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW.
Tiga Penyuluh Agama hadir di sejumlah mimbar masjid. Syafi’i, S.Pd.I menyampaikan khutbah di Masjid Nurul Fatah Sapikerep, Rodinabillah, S.H. di Masjid Baitur Ridwan Sukapura, dan Ainur Ridho, S.Pd.I di Masjid Watulumpang.
Dalam khutbahnya, penyuluh agama mengajak jamaah menjadikan Bulan Maulid bukan sekadar momentum perayaan, tetapi sebagai kesempatan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kecintaan tersebut diwujudkan dengan memperbanyak selawat, mempelajari sirah Nabi, meneladani akhlaknya, serta mengamalkan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu pesan yang disampaikan mengangkat Hadits Qudsi, “Laulaka laulaka ya Muhammad, ma khalaqtul aflak”, yang secara populer dimaknai, “Andai bukan karena engkau, wahai Muhammad, tidaklah Aku menciptakan alam semesta.”
Hadits Qudsi tersebut menjadi pengantar untuk menggambarkan kemuliaan Rasulullah SAW sekaligus mengajak jamaah memperdalam rasa syukur atas diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa risalah Islam.
Penyuluh Agama juga menekankan bahwa rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan Maulid secara seremonial. Lebih dari itu, umat perlu menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, seperti kejujuran, kasih sayang, kesabaran, kepedulian, serta menjaga persaudaraan.
Kepala KUA Kecamatan Sukapura, Muhammad Arif Rahman Hakim, S.H., mengapresiasi keaktifan para Penyuluh Agama dalam menjalankan tugas dan mengambil peran dalam syiar keagamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran penyuluh di tengah umat merupakan bagian penting dari tugas kepenyuluhan, terlebih dalam momentum keagamaan seperti Bulan Maulid.
“Kami sangat mengapresiasi keaktifan para Penyuluh Agama Kecamatan Sukapura. Mereka tidak hanya hadir menjalankan tugas administratif, tetapi juga aktif turun ke tengah masyarakat, mengisi mimbar, memberikan bimbingan, dan menguatkan syiar keagamaan. Semoga semangat ini terus dijaga dan ditingkatkan,” ungkap Muhammad Arif Rahman Hakim.
Ia berharap momentum Maulid Nabi dapat menjadi sarana untuk semakin mendekatkan masyarakat kepada Rasulullah SAW serta mendorong lahirnya kehidupan umat yang semakin berakhlak.
Melalui khutbah Jumat tersebut, para Penyuluh Agama Kecamatan Sukapura menunjukkan bahwa mimbar masjid dapat menjadi ruang strategis untuk menyemarakkan syiar Islam. Pesan Maulid tidak berhenti pada kisah kelahiran Nabi, tetapi diarahkan untuk membangkitkan kecintaan umat sekaligus menghadirkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Dari mimbar Masjid Al Hidayah, Masjid Baitur Ridwan, dan Masjid Watulumpang, syiar itu kembali digaungkan: mencintai Nabi Muhammad SAW bukan hanya dengan mengenang kelahiran beliau, tetapi juga dengan berusaha mengenal, meneladani, dan menghidupkan sunnahnya.

Leave a Reply