Paiton, — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Paiton melalui Penyuluh Agama Islam memberikan pembekalan kepada 103 siswa kelas VII, VIII, dan IX MTs. Ar Riyadloh, Desa Pandean, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula MTs. Ar Riyadloh tersebut menjadi bagian dari upaya KUA Paiton dalam memberikan edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya pendidikan, pergaulan sehat, serta pencegahan perkawinan usia anak.
Sebelum menuju lokasi kegiatan, Kepala KUA Kecamatan Paiton, Fauzan, S.Sos.I., M.Pd., terlebih dahulu memberikan briefing kepada para penyuluh. Dalam arahannya, Fauzan menegaskan bahwa pembekalan kepada siswa tidak boleh berhenti pada penyampaian aspek hukum perkawinan semata, tetapi harus diarahkan pada upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pendidikan dan masa depan.
“Dalam program ini kita tidak hanya menyampaikan materi tentang pelaksanaan UU Perkawinan, pernikahan siri, dan penekanan nikah usia anak. Akan tetapi, ada tujuan besar di balik program ini. Dampaknya akan sangat membekas bagi para siswa dengan cara kita mengedukasi mereka agar tidak putus sekolah, minimal sampai Strata 1,” ujar Fauzan.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam menekan angka perkawinan usia anak. Kesadaran untuk terus menempuh pendidikan diharapkan mampu membentuk pola pikir remaja agar lebih matang dalam menentukan pilihan hidup.
“Hal ini saya yakin akan lebih berdampak, walaupun saat ini mereka mungkin tidak akan langsung merasakannya. Kita terus gaungkan, jangan bosan mengedukasi mereka. Kalau mereka sudah sadar akan pentingnya pendidikan, secara otomatis angka perkawinan usia anak akan berkurang,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Rusdi, S.H., selaku pemateri pertama, mengangkat tema “Mengenal Diri: Aku Berharga”. Materi tersebut mengajak para siswa untuk memahami potensi dan nilai dirinya sebagai seorang remaja. Rusdi menekankan pentingnya membangun karakter positif, optimisme, serta kemampuan menyaring berbagai pengaruh yang muncul di tengah perkembangan globalisasi.
Para siswa didorong untuk menjadi pelajar yang memiliki cita-cita, percaya terhadap kemampuan diri, serta tidak mudah terseret oleh arus kehidupan yang dapat menghambat masa depan mereka.
Sementara itu, Sayidina Ali, sebagai pemateri kedua, menyampaikan tema “Menjadi Remaja Qur’ani Melalui Pergaulan yang Sehat”. Materi ini menitikberatkan pada pentingnya memilih lingkungan pertemanan yang baik sebagai bagian dari pembentukan karakter dan masa depan remaja.
Dalam penyampaiannya, Sayidina Ali memberikan sebuah pesan yang diharapkan menjadi pegangan para siswa dalam membangun pergaulan.
“Temanmu hari ini, dapat menentukan siapa dirimu di masa depan. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih teman.”
Melalui kegiatan tersebut, KUA Paiton berharap para siswa MTs. Ar Riyadloh tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai persoalan perkawinan usia anak dan pergaulan remaja, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga diri, melanjutkan pendidikan, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, serta mempersiapkan masa depan dengan lebih baik.
Pembekalan ini sekaligus menegaskan peran strategis Penyuluh Agama Islam KUA Paiton dalam melakukan edukasi dan pendampingan kepada generasi muda. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam membangun generasi yang berkarakter, berpendidikan, dan mampu mengambil keputusan secara bijak demi masa depan mereka. (Red)

Leave a Reply