Kepala Dikdaya Probolinggo: PORSADIN VII Perkuat Karakter dan Daya Saing Generasi Santri

Written by

in

Kontributor Inf / editor Tim Redaksi Bimas Islam

BANYUANYAR (10 Agustus 2026) — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Harry Cahyono, menegaskan bahwa Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke-VII memiliki peran penting dalam memperkuat karakter, kompetensi, dan daya saing generasi santri di tengah dinamika perkembangan zaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Harry Cahyono saat menghadiri PORSADIN VII Kabupaten Probolinggo yang diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai cabang lomba. Para peserta merupakan perwakilan santri dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo.

Menurut Harry, pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, moralitas, kedisiplinan, sportivitas, dan kemampuan peserta didik untuk beradaptasi dengan perubahan.

PORSADIN dinilai menjadi salah satu ruang strategis untuk mengembangkan potensi santri melalui perpaduan pendidikan keagamaan, seni, olahraga, kreativitas, dan pembentukan karakter.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kabupaten Probolinggo Muhammad Sa’dun, Kepala Seksi Bimas Islam M. Imamuddin Nur Fajri, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Kapolsek dan Danramil Pajarakan, pengurus FKDT kabupaten dan kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan juri, serta para pendamping.

Sinergi Pendidikan Formal dan Keagamaan

Harry Cahyono menekankan bahwa penguatan pendidikan karakter membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pendidikan formal, pendidikan keagamaan, keluarga, dan lingkungan masyarakat harus berjalan secara beriringan dalam membentuk generasi yang berkualitas.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Madrasah Diniyah memiliki kontribusi penting dalam memperkuat pendidikan moral dan keagamaan anak-anak.

Menurutnya, santri harus diberikan kesempatan yang luas untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperoleh bekal keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Anak-anak kita harus dipersiapkan tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, keterampilan, dan kemampuan untuk bersaing,” ujarnya.

Ia menilai PORSADIN menjadi momentum positif untuk mempertemukan berbagai potensi santri dari seluruh kecamatan sekaligus memperkuat jejaring antarlembaga pendidikan diniyah.

Hadapi Tantangan Era Digital

Harry juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi membawa peluang sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan. Arus digital yang semakin kuat harus diimbangi dengan kemampuan literasi, pengawasan, dan penguatan karakter peserta didik.

Menurutnya, anak-anak harus diarahkan agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai instrumen pembelajaran dan pengembangan kreativitas, bukan justru menjadi faktor yang menghambat proses pendidikan.

Dalam hal ini, lembaga pendidikan, termasuk Madrasah Diniyah, memiliki peran penting dalam membangun ketahanan moral dan karakter anak.

PORSADIN VII Kabupaten Probolinggo diikuti lebih dari 300 santri dari 24 kecamatan yang berkompetisi dalam berbagai cabang lomba.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi, aktualisasi potensi, serta pembentukan sportivitas dan kepercayaan diri para santri.

Harry mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, khususnya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, FKDT, panitia, para guru dan pendamping, dewan juri, jajaran TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur terkait.

Ia berharap PORSADIN yang dilaksanakan di PP. Mambaul Huda Banyuanyar ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi Kabupaten Probolinggo yang berkarakter, berprestasi, religius, dan memiliki daya saing.

Ketua FKDT Probolinggo Ubaidillah menyatakan PORSADIN VII mengusung semangat “Berkhidmat Bersama Madrasah Diniyah, Membangun Karakter Bangsa.” langkah kita bersama mengawal generasi muda agar terus lakukan khidmat dalam membangun generasi bangsa yang berkarakter, harapnya. (Aan)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *