Dedikasi Penyuluh Agama; Komitmen Integritas ASN

Written by

in

Kontributor : Rodinabillah / Editor : Lutfi Hidayat – Tim Bimas Islam

SUKAPURA (5 Agustus 2026) — Waktu menunjukkan pukul 16.31 WIB. Ketika sebagian aktivitas perkantoran telah berakhir, tiga Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sukapura, Rodinabillah, S.H., Syafi’i, S.Pd.I., dan Ainur Ridho, S.Pd.I., mereka masih berada di kaki gunung Bromo untuk melaksanakan monitoring Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin), sekaligus menggaungkan Gerakan MAHAR (Mari Hindari Gratifikasi) sebagai bagian dari penguatan budaya integritas di lingkungan Kementerian Agama.

Monitoring dilakukan untuk memastikan proses pembelajaran, administrasi kelembagaan, serta layanan pendidikan keagamaan di LPQ dan Madin berjalan dengan baik. Selain melakukan pendampingan, para penyuluh juga berdialog dengan para pengelola dan tenaga pendidik guna menyerap aspirasi serta memberikan solusi atas berbagai kebutuhan lembaga.

Para penyuluh ini mengajak seluruh pengelola LPQ dan Madin untuk mendukung Gerakan MAHAR. Sosialisasi tersebut menegaskan bahwa setiap bentuk pelayanan kepada masyarakat harus dilandasi nilai kejujuran, profesionalisme, akuntabilitas, serta bebas dari praktik gratifikasi.

Kepala KUA Kecamatan Sukapura, Muhammad Arif Rahman Hakim, S.H., mengapresiasi dedikasi para penyuluh yang tetap menjalankan tugas pembinaan hingga sore hari. Menurutnya, kehadiran penyuluh di tengah masyarakat merupakan wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya administratif, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan umat.

Ia menambahkan, Gerakan MAHAR harus menjadi budaya kerja seluruh insan Kementerian Agama dan mitra kerjanya. Dengan demikian, pelayanan publik akan semakin bersih, transparan, dan dipercaya masyarakat.

Kegiatan hingga sore hari tersebut menunjukkan bahwa tugas penyuluh agama tidak berhenti di ruang kantor. Mereka hadir mendampingi masyarakat, menguatkan lembaga pendidikan keagamaan, serta menanamkan nilai-nilai integritas sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan pelayanan Kementerian Agama yang profesional dan berdampak bagi umat.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *